Dari Tegal…
Untuk Sastra Tegalan

Nov
03

Situs Blog ini saya luncurkan untuk menyambut Hari Sastra Tegalan yang jatuh pada hari Rabu Pon, 26 Nopember 2008.

Hari ini dipilih oleh teman2 saya sastrawan/jurnalis Tegal,

untuk mengingat perjalanan Sastra Tegalan yang berawal di th.90-an dengan terbitnya (dan juga matinya)sederet  “media kesadaran “ (Sitok Srengenge,1995) KONTAK,POREM,LITERASI MUARA SASTRA dan TEGAL-TEGAL.

Koran LITERASI memang berhenti terbit pada edisi ke-5 tanggal 25 Nopember 1994.Saya tidak tahu mengapa yang diperingati adalah matinya sebuah koran. Ini sebuah ironi. Barangkali teman2 saya ingin mengatakan : Kematian adalah Awal Kehidupan Baru.Itu tidak penting.Yang penting, SastraTegalan memang selalu bergerak. Karena pada hakekatnya Sastra Tegalan adalah sebuah gerakan budaya. Gerakan kreatifitas.  Sastra Tegalan adalah komitmen untuk merawat Bahasa Ibu,sebagai warisan budaya yang sah dari Masyarakat Tegal.Sastra Tegalan adalah sebuah unjuk jati diri dan kebanggaan Sastrawan dan Jurnalis Tegal.Kalau ada Sastra Sunda,Sastra Jawa,Sastra Bali,Sastra Riau, mengapa tidak ada Sastra Tegal ?

Semoga lewat blog Dari Tegal…ini saya dapat terus mencatat “gerakan” Sastra Tegalan.

Nov
07

P r a s a s t i

M.Hadi Utomo)

 

Nang kéné,nang bumi dèsa Guci

wis tak pendhem siji prasasti

aranku sing tak ukir nang watu lintang

arané kowen sing tansah tak undang-undang

nganti dadi kemlandhang – moni saben ngimpi

 

Nang kéné,nang bumi dèsa Guci

bumi sing tansah teles

èsuk-èsuk wis adus grimis

bocah-bocah sang payungan godhong tales

tetawa jagung bakar

ana mbok tuwa ngiyub nang èmpèr kios

tetawa wortel karo godhong slada

 

Nang kéné, luhé kowen tau nètès nang gigir

kowen sing lèndhotan pedhut

sing ngawé-awé méga

nyawang umur sing semingkir alon-alon

karo ninggali pitakon

sing ora bakal tak jawab

embuh,embuh,embuh

 

Nang kéné, nang bumi dèsa Guci

ana prasasti sing wis tak pendhem

aranku

arané kowen

lebur dadi lemi

kèntir nang kali

 

(26 Januari 1998)

 

 

Nota Bene.

M.Hadi Utomo

 

(Catatan Pendek untuk L)

Ajuren bengimu sing peteng kaya langes

Ajuren dadi siji karo impènmu

Nganti pecahé  srengéngé èsuk

Aja dirèwès, mbuh ana lindhu mbuh angin lisus

Aja dirèwès , aja

Kowen lalia nang kéné, lalia nang bantalku

Nang angin sing lagi nembang

Tetembangan wengi

Karo  nyikep puisi

 

Sang Waktu

M.Hadi Utomo

 

Ngadega terus nang kono – aja mingser

Apa maning nglangkahi

ayang-ayangku

Ngadega terus nang kono – aja nganti

ora ngonangi

ana malingumur sing lagi mindhak-mindhik

arep nylius alon-alon

(akh….jebulé, sang waktu pancèn ora gelem krungu)

 

 

Surat  (1)

M.Hadi Utomo

 

dina-dina sing balapan olihé padha nyuwèk tanggalan nganti kedawan-dawan olihé aku ngrasakna dhèwèkan sepi nglangut nang lelakon kiyé – sawetara kowen ndèyan lagi molak-malik tut salembar album lawas sajeroné ayang-ayang sing samar kowen weruh potreté dhèwèk lagi kawur kanginan nglayang ngawang-awang nang jèjèré pedhut lan mega – kowen karo aku sing tau mlaku pédhangan nang sikilé langit tapi saiki kowen karo aku persasat manjing maring kitiran waktu nganti ora bisa ogèt – malah sangsaya adoh mlesat jasad-jasadé wong loro dibanting nang jurang sepi nganti suwiwiné aku lan suwiwiné kowen padha sèngklèh lan tatu sing mangap amba krasa perih ngglèthak nang kéné nang jeroné jagad sing peteng griyeng – rokhé aku karo rokhé kowen manglih kaya lebu sing nèmpèl nang gegodhongan… O, Gusti..

 

 

Surat (2)

M.Hadi Utomo

 

Kowen arep ngentèni apa maning,manisku,sawetara langit sangsaya kèrem sangsaya kèrem , dalan setapak galengan sawah wis sepi nyenyet, sandhékala wis teka bengi wis mudhun,kowen arep ngentèni apa maning,manisku,nglangkaha gagiyan dibèrèsi koper-kopermu,kowen ora susah crèwèd takon werna-werna, aku karo kowen arep maring endi maning , embuh, sebab aku karo kowen pancèn ora tau duwé umah….O, Gusti…Gusti…

Jul
31

I.Pendahuluan.

Wacana bahasa Tegal selalu diwarnai dengan perdebatan panjang tentang “bahasa atau dialek,kasar dan halus,tinggi dan rendah,pinggiran dan adiluhung”. Oleh karena itu sebaiknya kita sepakat menggunakan terminologi Unesco yang telah mencanangkan Hari Bahasa Ibu Internasional setiap tanggal 21 Pebruari,yaitu bahasa Tegal sebagai bahasa ibu.Sehingga kita tidak terjebak dalam sekat-sekat politik kebahasaan yang melahirkan istilah bahasa Jawa baku dan bahasa daerah dengan menafikan karakter lokal.

II. Bahasa Tegal.

Bahasa Tegal adalah alat tutur dan sarana komunikasi yang berakar dari entitas masyarakat Kabupaten/Kota Tegal serta sebagian masyarakat Kab.Brebes dan Pemalang. Bahasa ini hidup dan berkembang selama berabad-abad sebagai turunan dari bahasa Jawa Kuno,sebagaimana bahasa-bahasa Jawa yang lain, yang berada di wilayah Jogyakarta, Surakar-ta,Semarang,Kedu Rembang, Surabaya, Malang, Banyumas, Cirebon dan Banten (Poerwadarminta 1953/Uhlenbeck
1964).Bahasa-bahasa tersebut memiliki derajat kerumitan dan keunikan masing-masing.Halus dan kasar sebuah bahasa sebenarnya tergantung siapa penuturnya dan dalam kontek atau suasana apa si penutur berkomunikasi.
Bahasa Tegal yang jauh dari pusat pemerintahan dan pusat budaya (baca kraton) yang berkembang pesat sejak awal abad 17, tumbuh tanpa pengaruh feodalisme dan strata sosial, sehingga tidak mengenal krama inggil. Bahasa Tegal memiliki kaidah-kaidah tersendiri untuk menghormati lawan bicaranya.Bahasa Tegal juga mengenal ungkapan-ungkapan honorifik. Ia menjadi bahasa yang egaliter dan lebih demokratis.Dari segi unggah-ungguh dan tatakrama berbahasa,hal ini sering disalah artikan sebagai rendah dan kasar.

III. Budaya Tegal.

Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa (etnis) berkembang menjadi ratusan sub-etnis yang memiliki budaya dan tradisi masing-masing. Budaya dan tradisi itulah yang kita sebut budaya lokal. Dalam budaya lokal terkandung nilai-nilai, gagasan dan perilaku yang pas, sesuai dan berguna bagi kehidupan masyarakatnya.Budaya lokal adalah budaya yang dimiliki masyarakat yang menempati lokalitas atau daerah tertentu yang berbeda dari budaya yang dimiliki oleh masyarakat di tempat lain. Inilah yang kemudian kita kenal sebagai kearifan lokal.
Kearifan lokal dalam budaya Tegal sesungguhnya dapat ditelusuri melalui pelbagai kajian misalnya bahasa, kesenian tradisional, peninggalan sejarah (situs),cerita rakyat, tatacara dan upacara,bahkan makanan dan busana.. Masih banyak kearifan lokal lainnya yang perlu diadakan kajian dan inventarisasi guna menemukan nilai-nilai luhur dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
Sayangnya jarang sekali bahkan tidak ada kepustakaan yang bisa dijadikan rujukan mengingat selama ini budaya Tegal tidak memiliki tradisi literasi.Bahkan tradisi lisan-pun sudah sangat sulit kita temukan,mengingat para pelakunya tidak pernah mewariskan kepada generasi penerusnya.

IV.Karakter .

Karakter,watak,tabiat,akhlak dan kepribadian terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang dijadikan landasan dan visi dalam melakukan tindakan.Kita sangat sulit menemukan karakter spesifik yang dapat dijadikan jatidiri masyarakat Tegal.Korelasi bahasa dan budaya Tegal sedikit sekali dapat menyimpulkan karakter yang determinan.Sistem a-feodal dan tidak adanya strata bahasa krama inggil dalam bahasa Tegal tidak serta merta mendeterminasi masyarakat Tegal memiliki pandangan positif yang demokratis dan egaliter.Bisa saja kesetaraan mengundang keberanian untuk asal melawan dan anarkis.Kisah-kisah pembrontakan Brandal Mas Cilik,pembangkangan petani dan pemogokan buruh pabrik gula,peristiwa Tiga Daerah yang melibatkan masyarakat Tegal secara massif,tidak serta merta menganggap masyarakat Tegal memiliki jiwa pembrontak.

Tetapi bahwa masyarakat Tegal kontemporer pasca kolonialisme memiliki semangat hidup (elan vital)yang tinggi,dan pekerja keras yang kaya kreatifitas nampak dari fenomena warteg,martabak lebaksiu, dan industri logam yang pernah mendapat julukan “jepangnya Indonesia” Adapun nilai-nilai positif lain yang tercermin dalam karakter kejujuran,hemat,hormat,disiplin, dsb.kiranya masih harus ditegaskan.

V.Upaya Merawat Bahasa dan Budaya Tegal

Gelombang globalisasi dan modernisasi yang ditopang sistem liberal dan kemajuan teknologi informasi,dalam dua dasawarsa terakhir tanpa kita sadari telah menjebol benteng-benteng budaya kita. Nilai-nilai tradisi, kearifan lokal dan karakter bangsa telah mengalami erosi. Bahasa dan Budaya Tegal tidak saja telah direduksi,tetapi telah dtinggalkan oleh masyarakatnya,terutama generasi muda.Sementara upaya-upaya represif dan preventif tidak pernah kita lakukan,baik secara struktural melalui pendidikan maupun swadaya masyarakat.Rekomendasi Kongres Bahasa Tegal I th.2006 yang mendorong Pemerintah Kota Tegal untuk memuliakan dan membudayakan Bahasa Tegal melalui strategi kurikuler, seolah dianggap angin lalu yang lewat begitu saja. Kitapun seolah lupa amanat konstitusi yang mengharuskan Negara memajukan Kebudayaan Nasional.dengan menghormati dan memelihara bahasa daerah.

VI.Penutup

Punahnya bahasa Tegal,sebagaimana ribuan bahasa ibu lainnya seluruh dunia,adalah sebuah keniscayaan.Kehilangan bahasa ibu adalah juga kehilangan budaya. Tetapi setidaknya hari ini masih ada waktu untuk menundanya.Mari.***

(Penulis adalah Pemerhati Budaya Lokal
dan Penyusun Kamus Bahasa Tegal
Naskah ini disampaikan dalam “Sarasehan Budaya Tegal yang Berkarakter”
Yang diselenggarakan Ikatan Beswan Jarum DSO Pekalongan
Tanggal 25 Juli 2011 di Auditorium UPS Tegal)

Jul
17

TEGAL–MICOM: Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, berencana memasukkan pelajaran bahasa Tegal dalam kurikulum muatan lokal untuk diajarkan kepada siswa mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sampai sekolah menengah umum/kejuruan.

“Bahasa Tegal merupakan aset budaya daerah yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan agar tidak punah atau dilupakan oleh generasi berikutnya,” kata Pakar Bahasa Universitas Negeri Semarang (Unnes) sekaligus pelaku pelestari bahasa Tegal, Supriyanto, Rabu (13/7).

Ia mengatakan melalui pelajaran bahasa Tegal diharapkan para siswa dapat melestarikan, mempertahankan, serta memasyarakatkan bahasa asli daerah mereka. Saat ini, ujarnya dinas pendidikan dan kebudayaan sedang menyusun silabus, materi pelajaran, buku ajar, serta menyiapkan jurnal tentang bahasa Tegal untuk siswa sekolah dasar.

“Selain mempelajari bahasa Tegal sebagai materi pokok, para siswa juga diajarkan bahasa daerah lain seperti bahasa daerah Solo, Banyumas, Surabaya, serta daerah lainnya sebagai bahasa standar, sehingga jika berkomunikasi dengan orang lain menggunakan bahasa luar daerah Tegal, para siswa dapat memahami bahasa mereka,” katanya.

Menurut dia, hingga kini bahasa Tegal yang belum terlalu banyak terpengaruhi oleh bahasa lain atau biasa dikenal dengan bahasa ‘Tegal Deles” (Tegal murni/asli) terdapat di wilayah Tegal pesisir serta Banyumas bagian selatan.

Ia mengatakan, sebagai tenaga pengajar bahasa Tegal, dinas pendidikan bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Bahari Center Tegal, sudah merekrut serta melatih sejumlah calon tenaga pengajar khusus bahasa Tegal, karena sekitar akhir 2011, bahasa Tegal sudah siap diajarkan di semua sekolah dasar di Kota Tegal, sedangkan untuk tingkat SMP akan dijarkan mulai 2013, kemudian 2014 baru tingkat SMA. (Ant/OL-04)

(mediaindonesia.com -Kamis, 14 Juli 2011)

Jun
07

1.Romantisme,Kebanggaan dan Jatidiri.

Sejak ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Tegal 16 tahun yang lalu melalaui Perda Kab.Tegal no.13/95 dan dikukuhkan dengan SK Gubernur Jawa Tengah no.188.3/101/1996 masyarakat kabupaten Tegal sudah 17 kali menyelenggarakan acara dan upacara yang jatuh pada setiap tanggal 18 Mei.Peringatan serupa juga dilakukan oleh semua wilayah kabupaten/kota bahkan propinsi diseluruh In-donesia.Melalui peringatan semacam itu,diharapkan momentum hari jadi dapat dijadikan sarana sebagai upaya-upaya pembentukan jati diri dan kebanggaan daerah pada masyarakatnya.Kesepakatan yang bersifat politis melalui aspek sejarah dan budaya ini,biasanya menampilkan romantisme masa lalu melalui tokoh (lokal) yang berjasa dan dihormati. Tidak jarang dibumbui dengan menampilkan legenda dan cerita-cerita magis tokoh yang digdaya penuh kesaktian dalam epos-epos peperangan maupun perjuangan melawan musuh dan menegakkan keadilan.

Dalam sebuah diskusi tentang hari jadi sebuah kota beberapa tahun yang lalu terungkap adanya anggapan bahwa semakin tua sebuah wilayah semakin menambah wibawa dan kebesaran sang tokoh. Hal tersebut diharapkan akan berdampak semakin besarnya kebanggaan warga terhadap wilayahnya.

Kota Palembang terkesan sangat tua dan memiliki sejarah kebesaran masa silam , karena berdiri sejak tanggal 20 Juni 683 dan tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke 1328.

Kota Jakarta menetapkan hari jadinya pada tanggal 22 Juni 1527 dan tahun ini genap berusia 484 tahun.Tanggal tersebut ditetapkan sebagai pertanda kemenangan Fatahillah setelah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa,dan mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.Bagaimana kedahsyatan tokoh “super hero” ini bertempur melawan Portugis,hampir 5 abad yang lalu,sampai hari ini masih dapat disaksikan melalui tayangan film/tv. Kebesaran nama Fatahillah diabadikan pada beberapa bangunan dan kawasan di Jakarta.bahkan nama kapal perang Angkatan Laut RI.

Kota Cirebon tahun ini berulang tahun yang ke-642. Hari jadi kota Cirebon tidak menggunakan penanggalan Masehi,tetapi mengikuti penanggalan Hijriah, yakni setiap tanggal 1 Muharam (1 Syura). Pada tanggal 1 Muharam 791 H Syekh Datul Kahfi memerintahkan kepada muridnya,Pangeran Cakrabuana pendiri Kerajaan Pakungwati untuk membuka hutan di kawasan pesisir Cirebon untuk dijadikan pemukiman penduduk, yang kemudian menjadi Kasultanan Cirebon.Syekh Datul Kahfi adalah kakak dari ibu Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati,salah satu dari Sembilan Wali penyebar agama Islam di tanah Jawa. Yang masih dikenang (dan kemudian dianut) warga masyarakat Cirebon sampai saat ini adalah Wasiat Sunan Gunung Jati dalam bahasa Cirebon “Ingsun titip tajug lan fakir miskin”, yang artinya “Aku menitipkan surau dan fakir miskin”. Sebuah artikulasi yang sangat dalam maknanya dan masih relevan untuk dilaksanakan sampai saat ini.

2.Ki Gede Sebayu dalam narasi yang datar dan sepi.

Sebagai produk sejarah nama Ki Gede Sebayu tidak se”populer” Fatahillah atau Faletehan dan Sunan Gunung Jati.Dalam beberapa catatan disebutkan bahwa Ki Gede Sebayu adalah putra Adipati Purbalingga (Pangeran Onje). Ia dikirim oleh ayahnya untuk mengabdi kepada Sultan Pajang Hadiwidjoyo (1549-1582) dan menjadi prajurit Kerajaan Pajang.Akibat frustasi menyaksikan kekacauan di Pajang yang disebabkan perebutan kekuasaan antar keluarga yang tidak kunjung reda,Ki Gede Sebayu melepas atribut kebangsawanan dan mengembara mencari hakekat hidup.Dengan diikuti oleh 40 pasangan keluarga,yaitu mereka yang terpilih memiliki berbagai ilmu dan ketrampilan, Ki Gede Sebayu melakukan misi perjalanan ke arah barat.Menurut kisah sampailah rombongan ini di tlatah Tegal, yang konon masih berupa lapangan luas (tegalan).Tujuan misi ini sangat mulia yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengembangkan agama Islam.Masing-masing anggauta rombongan,sesuai dengan keahliannya, dititipkan pada keluarga-keluarga sepanjang Kaligung, dan berakhir di Kalisoka (Kec.Dukuhwaru sekarang).Mereka kemudian menularkan keahliannya dibidang pertanian,pengairan,pertukangan,penenun kain,pandai besi,kemasan,dan guru-guru pengajar agama Islam.Bahkan Ki Gede Sebayu berhasil membangun sebuah masjid dan bendungan irigasi,yang sangat bermanfaat bagi para petani.Atas keberhasilan misi tersebut,maka pada pada hari Rabu Kliwon 12 Robiul’awal 1010 H, atau 18 Mei 1601 oleh Panembahan Senopati raja Mataram beliau dianugrahi gelar Juru Demung (Demang). Titi mangsa itulah yang kemudian dipakai untuk menandai Hari Jadi Kabupaten Tegal.Kisah yang sama juga digunakan oleh Pemerintah Kota Tegal untuk menandai Hari Jadinya ,namun jatuh pada tanggal 12 April 1580, atau 21 tahun lebih tua.

Narasi tokoh Ki Gede Sebayu dalam pengembaraan panjang dan melelahkan memang terasa datar dan sepi. Kita bisa membayangkan,bagaimana iring-iringan puluhan orang yang terdiri dari para prajurit,petani,tukang kayu,tukang besi,ulama,termasuk wanita dan ibu-ibu,berjalan melintasi lembah dan pegunungan,menyeberang sungai dan menyusuri pantai. selama berhari-hari.Dari kacamata literasi,ini adalah sebuah epos yang sangat spektakuler. Namun misi suci Ki Gede Sebayu yang sangat luar biasa tersebut seolah hanya peristiwa biasa.Padahal peristiwa tersebut dari aspek politik dan sosial budaya memiliki nilai yang sangat besar,yakni :

1.Menguatnya legitimasi kekuasaan Mataram di wilayah barat,terbukti kemudian dengan diangkatnya keturunan Ki Gede Sebayu menjadi Adipati di Tegal dan Brebes.
2.Terbangunnya pranata sosial dan kemakmuran melalui budaya bercocok tanam sebagai modal dasar ketahanan dan pertahanan suatu wilayah.Hal ini perlu dilakukan,karena waktu itu adalah awal masuknya kolonialisme Belanda (1601) yang diyakini akan menguasai dan menghancurkan kerajaan-kerajaan di tanah Jawa.

Sayangnya gagasan futuristik tersebut tidak sempat diartikulasikan dalam sebuah narasi besar yang akan dicacat oleh sejarah dan dikenang oleh generasi yang bakal datang.Ki Gede Sebayu tidak pernah mewariskan kredo seperti halnya Sunan Gunung Jati : Ingsun titip tajug lan fakir miskin. Atau Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada : Lamun huwus kalah Nusantara,isun amukti palapa….

3.Membangun karakter sambil membangkitkan imajinasi.

Dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal yang diselenggarakan setiap tahun,diharapkan akan terbangun karakter warga yang memiliki ciri dan perilaku sebagaimana yang ingin diteladankan Ki Gede Sebayu.Untuk mengaktualisasikan dan mengomunikasikan teladan luhur tersebut kehadapan khalayak,bukan hal yang mudah,mengingat panjangnya rentang waktu masa silam.Imajinasi khalayak tentang Ki Gede Sebayu yang tidak ditopang oleh referensi dan korelasi profil yang stereotip,khas,dengan “his story” yang unik,dramatik apalagi heroik,kiranya sangat sulit untuk dimunculkan.Acara dan upacara setahun sekali yang lebih bersifat formal dan artifisial,pidato-pidato dan kirab pusaka serta tampilan para pejabat yang feodalistik aristokratif,semakin menjauhkan dengan misi budaya pertanian dan pedesaan ,yang masih tetap relevan dengan problem mayoritas masyarakat Kabupaten Tegal.Diperlukan gagasan yang cerdas untuk bisa sekadar menyentuhkan misi Ki Gede Sebayu 4 abad yang lalu.Sehingga nama Ki Gede Sebayu akan bisa terpateri dalam sanubari setiap warga Kabupaten Tegal. ***

(Disajikan pada Malam Renungan Peringatan Hari Jadi
Kabupaten Tegal Ke-410 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi IdeA,
Senin 30 Mei 2011 di Gedung Kesenian Slawi)

Tentang Penulis :
Lahir di Subah (Batang) 26 Januari 1939
Tamat SMA/B Pekalongan th.1958
Akademi Jurnalistik Jakarta 1962.
Wartawan dan Penulis Lepas di Jakarta 1960 – 1970
Wiraswasta dan menjadi petani di Palimanan Cirebon 1971-1981
Mengelola/bebekerja di beberapa radio swasta/RSPD di Tegal/Slawi /Brebes 1982 – sekarang.
Tinggal di Tembokluwung – Adiwerna (Kab.Tegal)
E-mail : hadiutomo.bahasategal@gmail.com
Website : http//www.ccvcku.wordpress.com

Mei
14

Oleh : M.Hadi Utomo *)

Memotret dunia anak-anak dari sudut pandang orang dewasa seringkali menampilkan sebuah reproduksi yang bias.Seringkali tokoh anak-anak akan muncul secara artifisial,tidak saja lewat karakter yang ingin ditampilkan,tetapi juga dialog anak-anak yang mewarnai setiap adegan .Tokoh anak-anak sering menjebak sang penulis untuk ditampilkan secara tipikal hitam putih. Baik,rajin,penurut,pandai. Atau culas,nakal dan malas. Begitu pula dalam menyusun dialog, yang sering terjadi adalah bukan percakapan dengan logika dan bahasa anak. Di tangan penulis Nening S.Mahendra (57),cerita anak-anak Nyanyian Kembang Tebu (NyKT) dengan setting pedesaan yang berada dikawasan pabrik gula (PG) Pangkah – Tegal ini ,tidak saja unik dan menarik,tetapi natural dan orisinal.

Pabrik gula (PG) adalah bagian dari sejarah panjang kolonialisme di negeri ini yang berlangsung sejak awal abad ke 19. Di kawasan sekitar PG ini berkembang sebuah komunitas dengan budaya yang agak berbeda dengan komunitas lain,karena adanya interaksi sosial dengan struktur industri yang berbeda dengan pola hidup pedesaan yang masih tradisional.Menjadi buruh,berinteraksi dengan tuan-tuan Belanda dan staf pabrik yang biasanya berasal dari daerah lain,yang berlangsung selama beberapa generasi,tentulah membekas dan berpengaruh secara sosial dan budaya. Begitu pula anak-anak yang tinggal di sekitar pabrik gula.Kehadiran sebuah pabrik,cerobong yang tinggi menjulang,deru mesin,lori tebu dengan rel-rel yang melintang ditengah persawahan,tentulah akan menimbulkan sensasi dan imajinasi yang sulit dibayangkan dalam benak mereka.Belum lagi adanya upacara-upacara dan perayaan yang selalu dinantikan oleh anak-anak, yang dalam (NyKT) menjadi bab pembuka yaitu Nonton Methikan dan Pengantin Tebu. Inilah pesta diawalinya musim giling atau produksi di setiap pabrik gula. Pesta yang merupakan pasar malam berlangsung selama beberapa hari dan merupakan hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar pabrik.

Hal-hal itulah yang menjadi sebagian latar belakang potret anak-anak dalam NyKT. Layaknya sebuah novel yang didedikasikan untuk bacaan anak-anak, Nening S.Mahendra dengan terampil meramu pelbagai unsur yang selalu menjadi bumbu penyedap dunia anak-anak,yakni petualangan,persahabatan,perkelahian antar kelompok (Tawuran,Malam yang Mencekam), takhayul,tempat angker,orang sakti,penampakan arwah dan misteri-misteri lainnya (Tuan Halbosh,Misteri Loko Uap Nomor Delapan,Misteri Jembatan Tonggara dsb).Disamping tentu saja pelpagai contoh kebajikan,pendidikan dan ilmu pengetahuan (Pertemuan di Pendopo,Mengunjungi Pabrik,Diskusi Gula Pasir dsb.) yang bekelindan dalam jalinan kisah-kisah yang sangat menarik.Sejarah dan latar belakang pendirian pabrik gula,pengetahuan tentang teknik dan permesinan ,proses produksi dari air tebu menjadi gula pasir,bahkan sistem administrasi pabriki gula juga tidak luput diangkat dalam buku ini.Namun semuanya ditampilkan dalam bingkai yang sangat lentur,sehingga tanpa merasa diberi “pelajaran”,pembaca (anak-anak) akan memahami melalui sebuah alur cerita dan percakapan para tokoh.

Hal lain yang menarik dalam buku ini adalah banyaknya percakapan yang menggunakan dialek Tegal sehingga lebih mengentalkan warna lokal yang hendak ditampilkan.Dialek yang sudah sejak lama sering dijadikan lawakan di media tv ini, adalah sebuah warisan budaya (bahasa ibu) yang kaya dengan idiom – idiom khas . Idiom dan kata seru yang sulit di- Bahasa Indonesia-kan. Bagi penutur bahasa yang dekat dan memahami dialek Tegal, “ramai”-nya dialog Tegalan dalam buku ini tentulah merupakan daya tarik tersendiri. Bagi penutur bahasa yang tidak akrab dengan dialek Tegal mungkin agak terganggu,meskipun diberikan catatan kaki sampai ratusan nomor.

Yang jelas (NyKT) adalah sebuah potret lengkap dunia anak-anak dari sebuah wilayah yang sangat unik dan menarik. Banyak sekali surprise dan hal-hal baru dalam (NyKT) yang jarang atau hampir tidak pernah diangkat dalam khasanah bacaan anak-anak sebelumnya.

Itulah sekedar catatan untuk mendorong minat khalayak pecinta buku,khususnya buku bacaan untuk anak-anak. Selamat membaca !

——–
*).Pemerhati Sosial Budaya / Penyusun Kamus Bahasa Tegal.

Bahasa Tegal.

Mar
17

(Stigma tentang bahasa halus dan bahasa kasar,budaya adiluhung dan budaya pinggiran)

Bahasa adalah bagian dari cara hidup pribadi dan kelompok.Bahasa tdk sekadar obyek pemahaman.Bahasa adalah anak kebudayaan.Adanya (diaadakannya) pengotakan,halus/kasar,baik /jelek,salah benar/pinggiran/adiluhung,menunjukkan adanya benih2 kekuasaan simboli. Pierre Bourdieu,sosiolog Prancis,prihatin ketika bahasa dijadikan alat canggih untuk mewujudkan kekuasaan simbolik. Begitu halusnya kekuasaan simbolik memainkan perannya untuk menggolongkan suatu bahasa sebagai sebuah bahasa pinggiran lantaran stigma kasar dan tidak bernilai/bermutu, sehingga penutur/komunitas pemilik bahasa tersebut tidak merasakan dan tidak berkebaratan.

Standardisasi bahasa dan Budaya Jawa berkiblat ke Surakarta dan Yogyakarta.Diluar itu,dianggapnya bahasa/budaya/sastra tidak adiluhung atau pinggiran.
Padahal,wilayah Banyumas,Pati,Tegal dan sekitarnya memiliki dialek bahasa Jawa yang mengandung nilai2 yang berkaitan dengan perilaku dan budaya komunitas yang bersangkutan.
Justru ruh budaya tsb.(termasuk budaya Tegalan yang “kasar” “cablaka/terus terang” itulah yang membedakan dengan budaya feodalisme/priyayi dan Kraton.

Rasa malu,minder/rendah diri bahkan menertawakan bahasanya sendiri,adalah sikap yang memang sudah didisain oleh penguasa (tempo dulu) untuk membedakan para priyayi (symbol kekuasaan) dan para rendahan/rakyat jelata.

Tidak mudah memang untuk mengangkat jatidiri,sampai membanggakan bahasa ibu milik sendiri. melawan kekuasaan simbolik yang sudah berlangsung lama dan sistematik.Namun itu semua bukan hanya menjadi tanggung jawab orang Tegal,namun juga para penggiat budaya Jawa,terutama para pemegang institusi budaya di wilayah ini.

Penghargaan Rancage kepada Lanang Setiawan merupakan bukti bahwa Bahasa Jawa Dialek Tegal (kita lebih senang disebut Bahasa Tegalan), juga bisa disebut adiluhung/bernilai budaya tinggi.
Menurut Lanang Setiawan (dan para seniman/buyawan Tegal lainnya) maka perjuangan mengusung bahasa Tegal adalah symbol perlawanan atas dominasi bahasa dan budaya Wetanan.

Dikutip dari tulisan Sendang Mulyana
Rancage,Lanang Setiawan lan Sastra Pinggiran.
(Suara Merdeka 13/2/2011)

Feb
13

Silah kupeng sadawaning wengi
Silah kupeng nganti jēmpēr
Raina sing gawē dzikir sangsaya leled
Jenthik penudhuh terus rēmbētan
Nglurut tut siji wijil tasbēh
karo ngēja asmaNē alon-alon :
“Ya Allah, Gusti…Gusti…”.Sekal dadi sepi.
Mung ana suwara sing lamat-lamat
adoh, nang awang uwung
Suwara lirih metu sing jero pulung ati
Awak sekal dadi atis.Balung krasa dilorod. Enyong nglempuruk..
Sawetara para Malēkat pirang-pirang padha jēntrēk
Nyebarna ganda ngluwihi arumē ratus wangi
Kumpul nang ngarep mihrab.Melu – mēlu dzikir.
“Duh Gusti, wis pirang ēwu enyong nyebut :
Asma Panjenengan, Nanging……”
Akēh sing nyong durung ngarti.
Enyong mung nurut kegawa langkah, kaya si pucung
Disurung ngalor – enyong ngalor
Disurung ngētan – enyong ngētan
Dikon mundur – nyong mundur.
Kaya undur-undur kebo bukur.

(Diilhami dari An Nur /24 : 41)

Feb
06

Rancage adalah kosakata bahasa Sunda yang berarti kreatif atau kreatifitas. Yayasan Kebudayaan Rancage didirikan pada th.1989 oleh Dr.Ayip Rosidi (73 th) mantan Guru Besar Tamu pada Osaka Gaikokugo Daigaku (Univ.Bahasa Asing Osaka) dan pendiri Pusat Studi Sunda.Sejak th.1989 setiap tahun Yayasan Kebudayaan Rancage memberikan Hadiah Sastra “Rancage” untuk karya sastra bahasa Sunda.Kemudian sejak th.1984 Hadiah Sastra “Rancage” juga diberikan kepada karya sastra bahasa daerah lain (Jawa,Bali,Lampung dsb.) Disamping untuk karya sastra , Hadiah “Rancage” juga diberikan kepada orang yang dianggap berjasa besar dalam memelihara dan mengembangkan bahasa dan sastra di daerah.
Hadiah Sastra Rancage 2011 untuk sastra Sunda diberikan untuk ”Halis Pasir”, kumpulan cerita pendek karya Us Tiarsa, terbitan Kiblat Buku Utama, Bandung. Selama 2010, kata Ajip, ada 24 penerbitan buku bahasa Sunda, tidak dihitung kamus.Adapun yang terpilih untuk menerima Hadiah Sastra Rancage 2011 sastra Sunda untuk jasa berdasarkan kreativitasnya yang panjang serta telah memperkaya sastra Sunda ialah H Usep Romli. Ia banyak menulis bacaan kanak-kanak, baik dalam bahasa Sunda maupun bahasa Indonesia selama lebih dari 30 tahun.
Hadiah Sastra Rancage 2011 untuk sastra Jawa diberikan pada ”Pulo Asu”, kumpulan cerita karya Herwanto, terbitan Pamarsudi Sastra Jawa Bojonegoro.Adapun orang yang dianggap besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa dan sastra Jawa, terutama dialek Tegal, ialah Lanang Setiawan.
Hadiah Sastra Rancage 2011 untuk sastra Bali diberikan pada ”Sang Lelana”, kumpulan sajak karya IDK Raka Kusuma, terbitan Sanggar Buratwangi.Adapun yang memperoleh Hadiah Sastra Rancage 2011 untuk jasa dalam memelihara dan mengembangkan bahasa dan sastra Bali adalah Bali Orti, sisipan bahasa Bali surat kabar Bali Post Minggu. Sisipan Bali Orti (Kabar Bali) mulai terbit dalam Bali Post Minggu pada 20 Agustus 2006.
Penghargaan untuk Lanang Setiawan,penulis/penggiat sastra dan Bahasa Tegal, pada hakekatnya adalah juga penghargaan untuk sastra dan bahasa Tegal.Selama ini orang banyak mempertanyakan tentang keberadaan sastra dan bahasa Tegal.Padahal kegiatan ini sejatinya sudah berlangsung sejak lama dan dilakukan oleh banyak penulis,sastrawan,bahkan tokoh-tokoh masyarat di kota/kab. Tegal.Berikut adalah sekelumit tentang prestasi Lanang Setiawan yang sempat dicatat oleh fihak Yayasan Kebudayaan Rancage,sebagai referensi untuk pemberian hadiah Rancage 2011.
Lanang mulai kelihatan usahanya memajukan bahasa Jawa dialék Tegal pada tahun 1984. Dia menterjemahkan sajak Réndra “Nyanyian Angsa” menjadi “Tembangan Banyak”. Usahanya itu diikuti oleh kawannya Rofie Dimyati yang menterjemahkan sajak Réndra “Rick dari Corona”. Lanang juga menterjemahkan sajak-sajak Chairil Anwar, antaranya “Karawang Bekasi”. Terjemahannya dalam bahasa Jawa dialék Tegal itu sering dibacakan di panggung di berbagai daérah, antaranya di Taman Budaya Jawa Tengah (Solo) dan di Kabupatén Indramayu. Lanang menulis dalam bahasa Jawa dialék Tegal antaranya roman Tegal Bledugan, kumpulan guritan Nggayuh, naskah drama Surti Gandrung, Lenggaong, Ni Ratu dan Kén Arok Gugat. Lanang sering menyelenggarakan pertunjukan baca guritan dalam bahasa Jawa dialék Tegal dan pernah berhasil mengajak bupati, walikota dan Ketua DPRD Tegal membaca guritan Tegalan di Warung Aprésiasi Sastra di Bulungan yang kegiatannya tidak hanya membaca sajak saja, melainkan juga mengadakan pertunjukan lagu-lagu dialék Tegal. Lanang menyusun Wangsalan Tegalan, Kamus Tegalan, Kumpulan Puisi Tegalan dan membina Koran Tegal. Setiap hari Lanang menulis kolom “Anéhdotegalan” dalam sk. Nirmala Post yang terbit di Tegal. Dalam tahun 2008 Lanang menerima Anugerah Seni dari Déwan Kesenian kota Tegal.
Sebagai penghargaan terhadap usahanya membina dan mengembangkan bahasa serta sastera Jawa dialék Tegal, Hadiah Sastera “Rancagé” 2011 sastera Jawa untuk jasa, dihaturkan kepada Lanang Setiawan berupa piagam dan uang (Rp. 5 juta), yang akan diserahkan pada akhir April 2011di Universitas Islam Negeri (UIN) Gunung Jati Bandung.(Sebagian tulisan ini dikutip dari Surat Ketua Dewan PembinaYayasan Kebudayaan “Rancage” kepada Kompas.com)***

Feb
01

Saya pernah ditanya seseorang,apakah saya orang Tegal atau orang Kabupaten.Mendapat pertanyaan yang tidak terduga seperti itu,saya tidak segera menjawab.Ketika saya jelaskan bahwa saya tinggal di Adiwerna,orang tersebut bilang bahwa saya orang Kabupaten.Sedangkan dia mengaku sebagai orang Tegal,karena rumahnya di desa Debong Lor.Saya baru menyadari ternyata ada orang Tegal dan ada orang Kabupaten Tegal yang bukan orang Tegal.Bingung kan?

Beberapa waktu yang lalu,ketika Limbad dinobatkan sebagai The Master Megician keponakan saya yang tinggal di Jakarta kirim SMS “wah,hebat ya pakde,orang Tegal bisa jadi The Master…”.Teringat kasus Adiwerna-Debong Lor yang saya ceritakan diatas, saya mencoba meluruskan keponakan saya,dan menjawab SMS-nya “Gus,Limbad bukan orang Tegal,tapi orang Kabupaten”. SMS saya ternyata tidak dijawab lagi.Saya pikir keponakan saya sudah bisa memahami perbedaan orang Tegal dan orang Kabupaten.Atau dia malah bingung ?

Saya sengaja mengangkat kasus yang tidak lucu ini untuk membuka wacana,, bahwa ada kerancuan makna dan miskomunikasi setiap kita menyebut Kabupaten Tegal. Miskomunikasi ini,setidaknya berpengaruh kepada citra Kabupaten Tegal yang yang ingin kita bangun.Karena kata Tegal, tidak secara otomatis mengandung makna Kabupaten TegalTegal lebih diartikan sebagai Kota Tegal. Tegal secara mutlak telah diklaim menjadi Kota Tegal.Akibatnya Kabupaten Tegal,meskipun mengandung kata Tegal,tetapi menjadi bukan Tegal. Kabupaten Tegal,adalah abstrak.

Wacana yang bikin bingung dan rancu ini sesungguhnya berawal dari terbitnya UU No.13 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Kabupaten dan Kodya di Jawa Tengah. Berdasarkan UU ini,maka sejak tahun 1950 wilayah Tegal dibagi menjadi 2 daerah pemerintahan, yaitu Dati II Kabupaten Tegal dan Dati II Kodya Tegal (sekarang Kabupaten Tegal dan Kota Tegal).Kemudian terbit pula PP No.2 tahun 1984 yang mengatur tentang pemindahan ibukota Kabupaten dari Tegal ke Slawi.

Yang lebih rancu lagi kata kabupaten sering disandingkan (atau dilawankan) dengan kata kota, disambung dengan garis miring menjadi kabupaten/kota.Bahkan dalam UU Otonomi Daerah (No.32/2004),sejak pasal 4 dan seterusnya di banyak sekali pasal-pasal yang menerangkan tentang kabupaten/kota.

Andaikata saya boleh bermimpi apa saja tentang Kabupaten Tegal,maka impian saya yang pertama adalah merubah bunyi UU No.13 tahun 1950, agar nama Dati II Tegal diubah menjadi Dati II Slawi. Sehingga sekarang menjadi Kabupaten Slawi. Bukankah sangat tepat kalau kota Slawi menjadi ibukota Kabupaten Slawi?. Sehingga tidak ada lagi dualisme dan dikotomi Tegal yang membingungkan itu. Sayangnya mimpi saya yang satu ini mustahil bisa menjadi kenyataan.Atau malah saya yang dianggap ngayawara (aneh).

Dalam kehidupan modern, kota dicitrakan sebagai barometer kemajuan,gaya hidup , bahkan arsitektur dan tata ruang.Selalu terang benderang dan berkilau. Itu sebabnya slogan Kota Tegal “Keminclong Moncer Kotane”. Pas banget. Sementara kabupaten, karena memiliki pengertian yang komplek,dan sulit digambarkan secara fisik, sering diasosiasikan dengan wilayah yang luas,sebagian besar pedesaan,sawah atau pantai yang gersang.Gambaran lain tentang kabupaten adalah ibu kotanya yang tidak terkenal,kecil,sepi,minim sarana,banyak bangunan baru tapi tidak berkualitas dan sebagainya. Tidak heran kalau kita mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan kabupaten Tegal dalam sebuah kalimat yang mentereng dan ekspresif sehingga bisa menjadi slogan. Slogan ‘Kabupaten Tegal sing Ngangeni lan Mbetahi’ menurut saya samasekali tidak ekspresif dan imajinatif. Bahkan menjadi narasi pasif yang dari segi promosi tidak marketable.Dualisme dan dikotomi ini telah melahirkan stigma yang yang buruk bagi kabupaten Tegal..Beberapa contoh ibukota kabupaten lain yang bernasib sama dapat disebutkan antara lain Kajen (Kab.Pekalongan),Ungaran (Kab. Semarang),Mungkid (Kab.n Magelang) dan Sumber (Kab.Cirebon).Kota-kota tersebut barangkali tidak jauh kondisinya dengan Slawi. Sama-sama kurang dikenal dan sama-sama sibuk membenahi dirinya. Mengapa demikian? Karena semua ibukota kabupaten sebelumnya adalah kota kecamatan atau kawedanan yang dikembangkan dengan membangun sarana dan prasarana yang memadai. Sementara itu ibukota kabupaten lama yang sudah mapan selama puluhan tahun harus ditinggalkan dan diwariskan kepada pemerintah kota yang baru. Selama 25 tahun kota Slawi dengan tertatih-tatih harus berbenah untuk menampilkan wajah yang representatif sebagai ibukota sebuah wilayah yang sangat luas dan potensial : 87.879 Ha,18 kecamatan,272 desa dan 6 kelurahan, dengan jumlah penduduk 1,5 juta.

Berangkat dari kota Slawi yang menanggung beban sejarah itu, saya ingin merajut mimpi-mimpi saya tentang Kabupaten Tegal. Dalam pandangan saya Slawi seharusnya menjadi pusat pertumbuhan dan episentrum gerakan dalam memajukan kabupaten.Oleh karenanya Slawi harus diangkat pamornya,agar bebas dari sindrom “ibukota kabupaten yang tidak terkenal”,seperti halnya Kajen,Mungkid atau Sumber. Intinya Slawi harus dikenal dan kemudian jadi terkenal.Dalam era informasi dan komunikasi kita bisa menyusun kampanye pencitraan tentang kota Slawi.Kalau teh Sosro bisa terkenal,mengapa Slawi tidak?.Padahal nama Slawi dicantumkan dalam setiap kemasan teh Sosro.Andai saja Ki Enthus Susmono mau merubah label sebagai “Dalang saka Slawi” (Bukan Dalang saka Tegal,seperti yang tertera dikaca mobilnya).Andai saja Slamet Gundono saat berkeliling di manca negara mengatakan bahwa ia bukan dari Tegal,tapi dari Slawi.Andai sajaMaster Limbad mau mencantumkan label di jas hitamnya “Mr.Limbad Slawi…” dan masih banyak lagi trick kampanye media yang bisa dilakukan. Sementara itu Pemerintah Kabupaten harus segera merampungkan proyek Bunderan Slawi, Mesjid Agung , Gedung Perpustakaan dan Jalingkos. Sehingga setiap orang yang melintasi jalur selatan akan memperoleh kesan positif setelah meliht penanda kota (land mark) Slawi,yang konon mereplika land mark Bumi Sepong damai.

Mari kita bermimpi tentang Slawi terlebih dahulu,sebelum bermimpi panjang tentang Kabupaten Tegal. Karena mimpi tentang Slawi juga mimpi tentang Kabupaten Tegal.Slawi tidak harus dibangun dengan mendirikan hotel berbintang, mall ,supermarket dan restoran mewah. Slawi tidak mungkin menjadi kota niaga.Tidak perlu ada bank-bank besar. Tetapi Slawi harus punya Taman Budaya,bukan sekadar Gedung Kesenian.Saya tahu di Slawi dan sekitarnya banyak bermukim seniman dan seniwati,dalang,teater,musik,sastra,tari senirupa, bahkan pekerja film dan sinetron. Berikan kepada mereka ruang dan kesempatan untuk mengekpresikan dan mengeksplor kemampuan mereka.Tingkatkan anggaran untuk seni dan budaya.Berikan anugerah dan penghargaan tahunan untuk mereka yang telah mengukir prestasi dan mengabdikan diri untuk pengembangan dan pelestarian seni budaya.Hanya dengan insentif seperti itu Pemerintah Kabupaten dapat melahirkan seniman-seniman besar. Bukan sekedar anggaran ala kadarnya untuk Dewan Kesenian yang untuk menopang kegiatan rutin saja tidak pernah cukup.Festival,diskusi,seminar,workshop dan kegiatan penunjang kesenian lainnya,harus sering,rutin dan teragenda. Kegiatan simultan semacam ini saya yakin akan menumbuhkan apa yang sedang menjadi tren, yakni industri kreatif dalam sektor budaya dan pariwisata.Menurut hemat saya berkembangnya Slawi sebagai kota budaya,sangat paralel denganVisi-Misi Kabupaten Tegal 2009-2014 poin 2d.yakni stimulasi aktifitas produksi dan inovasi dalam berbagai bidang (ekonomi,budaya,seni),yang dapat berfungsi sebagai sektor non formal jejaring sosial. Barangkali itulah sosok kota Slawi yang tidak saja bersih ,rapi,tidak pengap,tidak hiruk pikuk,tidak macet, tetapi memiliki spirit dan karakter masyarakat Tegal yang khas dan spesifik.Masyarakat yang yang kreatif dan terbuka.

Satu lagi impian saya sudah tentu menyangkut segera direalisasikannya pendirian Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL),baik radio maupun televisi.Mekipun wacana tentang LPPL ini sudah lama sakali digulirkan,tetapi masih belum direspon oleh pihak-pihak terkait.Padahal ini menyangkut pelaksanaan UU Penyiaran No.32/2002 dan PP 11/2005.Berdasarkan UU dan PP tersebut,intinya Pemerintah Daerah tidak lagi diperbolehkan memiliki lembaga penyiaran.Malahan RRI dan TVRI pun sudah lama berubah statusnya menjadi lembaga penyiaran publik nasional.Saat ini keberadaan RSPD (Pertiwi FM) sudah tidak lagi sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang ada.Seharusnya DPRD Kabupaten Tegal segera memproses pendirian Radio Publik Lokal, dengan merubah status RSPD (Pertiwi FM), menjadi LPPL.Dengan demikian,maka masyarakat (publik) akan mempunyai media penyiaran sendiri yang independen dan bukan semata-mata menjadi corong pemerintah (daerah). Bahkan idealnya, masyarakat Kabupaten Tegal (sudah tentu difasilitasi Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kabupaten) juga memiliki siaran televisi sendiri.Dengan wilayah yang sangat luas dan jumlah penduduk yang besar, saya yakin melalui LPPL radio maupun televisi (Slawi FM dan TV Slawi) masyarakat Kabupaten Tegal akan lebih mantap mengekspresikan budaya dan kearifan lokal, serta memiliki kebanggaan dan jati diri.Dan sudah pasti akan mampu mendongkrak citra dan pamor kota Slawi.

Demikian mimpi sederhana saya tentang Kabupaten Tegal.Bagi seorang praktisi media penyiaran yang sudah jatuh cinta dengan kabupaten Tegal selama 25 tahun,saya yakin mimpi saya bukanlah angan-angan kosong.Saya juga meyakini kemampuan SDM di Kabupaten Tegal mampu mewujudkan impian ini.Dengan catatan seluruh komponen pemerintah Kabupaten Tegal memiliki komitmen yang tinggi untuk bergotong royong mengabdi dan melayani masyarakat dengan ikhlas, sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Tegal 2009-20014.

(Naskah ini dimuat dalam buku Kabupaten Tegal,
Mimpi,Perspektif dan Harapan,diterbitkan oleh
Bag.Humas Setda Kabupaten Tegal 2010)

Jan
30

Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang Maha Perkasa dan yang Maha Bijaksana…. Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan….Saat ini dalam sunyi dan gelita,saat aku menunggu pagi yang cemerlang, aku yakin Engkau takkan pernah meninggalkanku, apalagi membenciku. Oleh karenanya ya Allah yang Maha Memberi dan Maha Pelindung ,dengan khusyu’ aku bersimpuh dihadapanMu laksana anak yatim yang sesat dan mengharap perlindunganmu. Sementara malampun merunduk dan pergi dengan diam2,kedua lutut dan lenganku kembali lemah dan terkulai. Terseok langkahku karena beban yang sarat dengan timbunan rakhmat yang telah Engkau kucurkan selama 72 tahun. Aku hanya mampu mengucap syukur dengan sangat sangat lirih,dalam helaan napas satu2 ….karena urat dan nadiku yang semakin renta. Semoga Engkau tiada bosan mendengar doa ini, ya Allah…. Doa yang selalu ku-ulang2 semenjak entah berapa tahun yang lalu…

Ya Allah yang Maha Pengampun …. jika usia adalah karunia dan kesehatan adalah kesempatan agar aku mampu menyeret langkahku dalam keterpurukan dan kehinaan menunju singgasanaMu, ….maka ampunilah segala dosa2ku. Amin. (Adiwerna, 26 Januari 2011).

Jun
26

Kamus Praktis
Bahasa
Tegal – Indonesia

Disusun Oleh

M. Hadi Utomo

Kata Pengantar

Bahasa Tegal adalah salah satu dari kl. 700 bahasa ibu yang ada di Indonesia dan sampai sekarang masih digunakan sebagai sarana komunikasi dan sarana ekspresi budaya oleh masyarakat Kabupaten/Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Badan PBB Unesco telah menetapkan tanggal 21 Pebruari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional, dengan maksud agar bahasa ibu dapat dijaga dari ancaman kepunahan.

Kongres Bahasa Tegal I yang diselenggarakan di Tegal (4 April2006) bertujuan untuk mengangat citra dan pemuliaan Bahasa Tegal. Kongres ini telah merekomendasikan : 1. Pembudayaan dan pemberdayaan Bahasa Tegal sebagai penguat identitas dan kebanggaan masyarakat Tegal 2. Mengfungsikan Bahasa Tegal untuk sarana ekspresi budaya 3.Pembudayaan Bahasa Tegal melalui kurikulum pendidikan dasar dan menengah 4.Pembentukan lembaga pengkajian dan pengembangan Bahasa Tegal dan 5.Pemberian penghargaan dan aspirasi bagi anggauta masyarakat yang berdedikasi dalam pemuliaan Bahasa Tegal.

Dewasa ini bahasa Tegal telah digunakan dalam pelbagai aspek komunikasi dan ekspresi budaya a.l. slogan dan semboyan Kabupaten / Kota Tegal, penulisan sastra dan ciptaan musik/lagu-lagu,jingle iklan dan promosi produk, sosialisasi program-program Pemerintah,pidato dan sambutan acara dan upacara,dakwah dan pertunjukan seni daerah.
Oleh karenanya penerbitan Kamus Bahasa Tegal – Bahasa Indonesia ini kiranya dapat melengkapi usaha-usaha pemuliaan Bahasa Tegal sebagaimana yang diharapkan. Kritik dan saran dari pelbagai fihak tentu sangat diharapkan untuk kesempurnaan kamus ini.

Tegal, 26 Januari 2009
Penyusun.
M. Hadi Utomo
E-mail : hadiutomo.bahasategal@gmail.com

Halaman untuk Kata Pengantar Penerbit dsb.

a

a : cara (diucapkan) ibu-ibu agar anaknya mau membuka mulut lebar ketika sedang disuapi.
aba : suara, kabar.
abab : bau atau hawa yang keluar dari mulut.
abah : ayah (dari bahasa Arab abi)
abang : merah ; abang – ireng : wajah merah padam karena malu atau marah ; abang jambon : me.
rah muda ; abang mērēt : merah. sekali ; abang getih : merah darah.
abar : (ngabar) berenang dibagian
atas air ; iwak ngabar : ikan bere-
nang dibagian atas air.
abon : abon, dendeng yang dihalus
kan.
abong-abong : sifat sombong karena mengandalkan sesuatu.
abot : berat.
abrag-abrag : bermacam-macam barang (perkakas).
abur : (mabur) terbang ; gabur : menerbangkan burung merpati.
acan- acan : sama sekali ; durung acan – acan : belum sama sekali.
aceng : (ngaceng) ereksi.
acēh : rambutan yang daging. buahnya mudah lepas dari bijinya (ngelotok).
aci : tepung ; aci bodin : tepung singkong.
acum : wajah murung
acung : (ngacung) tunjuk jari ; ngecucung : tegak (lurus atau berdiri)
adan : azan, panggilan untuk mengerjakan sholat.
adang : tanak , menanak (nasi) ; sering disingkat menjadi dang ; didang : ditanak.
adeg : diri ; ngadeg : berdiri ; adeg-adeg : tiang penyangga.
ader : apakah,benarkah,memang
nya ; ader ? : benarkah ? ; ader ana ? : memangnya ada ?
adhang : menghadang, menghala
ngi, kalau ; adhang-adhang :meng
halang-halangi.
adhi : adik.
adhong : kalau,jika ; kt.lain
adhang; sering disingkat dhong atau dhang; adhong ana : kalau
ada.
adil : adil.
adol : jual ; kt.lain dodol ; sering disingkat dol ; di dol : dijual
adonan : campuran berbagai bahan untuk membuat kue.
adu : adu ; sering disingkat du ; didu : diadu ; adu-adu : melapor
kan yang tidak-tidak.
adus : mandi.
adhem : dingin ; ngadhem : berteduh.
adhuk : campur menjadi satu , campuran semen pasir dan kapur untuk bangunan ; adhuk-adhuk : jenis masakan dari tempe
ageng (bebasa) : besar ; (ngoko) gedhē
ager : (ager-ager) agar-agar
agē : masakan dari daging. (dendeng) ; agē-agē : semoga cepat , biasa disingkat gagē.
agon : (ngagon) membersihkan. rumput disawah sebelum tanam
agor : suara serak dan besar karena sakit tenggorokan ; ngagor –agori suara anak lelaki yang sudah akil balig
agul : sombong ; ngagul :menyom
bongkan diri.
aja : jangan .
ajag : srigala
ajang : alas makan,piring atau da -
un.
ajar : belajar.
ajeg : tetap, tidak berubah
ajeng (bebasa) : akan,mau,depan (ngoko) arep kt.lain badhē
ajēr : mencair, menambahkan air supaya tidak kental, larut; kt.lain ajur ; sering disingkat jēr ; di jēr : diencerkan.
aji : bernilai ; aji -aji : benda bertuah, jimat
ajib : ajaib
akad : perjanjian
akal : pemikiran ; manjing akal : masuk akal, logis
akas : keras, kaku,tegang
akid : janji pernikahan ; kt.lain akadnikah
aking : kering (untk. nasi) ; sega aking : nasi kering ; gering -aking, : kurus sekali,kurus kering.
akon : mengakui,menganggap ; anak akon-akon : anak angkat
aku : aku, saya ; kt.lain inyong, enyong
ala : jelek, buruk ; ala-ala : meskipun jelek ; ngala-ala : menjelek-jelekkan
alang : halang, rintangan
alang-alang : sejenis rumput tinggi
alap-alap : sejenis burung elang
alar-alar : panjang sekali ; lih. ngalar-alar
alas : hutan
alem : puji ; aleman : kolokan
alesan : alasan
ali-ali : cincin
alim : pendiam, taat beribadah
aling : halang ; aling-aling, tabir, peng halang , penutup
alis : alis
alit (bebasa) : kecil
alo : keponakan
alok : peringatan ; alok-alok : memperingatkan
along : banyak mendapat hasil tangkapan (istilah nelayan)
alu : antan, alat penumbuk padi ; alu-alu : jenis makanan dari ketan
yang dibungkus daun pisang dan dimakan dengan parutan kelapa alub : merebus setengah matang (sayuran, daging dsb)
aluk : lebih baik ; kt.lain alukan
alum : layu
alus : halus
ama : hama
amak-amak : sering, sedikit-sedikit ; contoh amak-amak dhu -
gal : sedikit-sedikit marah
amang-amang : mengancam sambil mengepalkan tangan atau mengangkat senjata tajam.
amba : lebar
ambah : lewat ; ngambah : melalui, melewati
ambek : keinginan besar ; ambe-
kan : napas
ambēn : dipan, tempat tidur
ambeng : nasi dengan lauk pauk di atas nyiru untuk kenduri
ambles : melesak kebawah, amblas
ambril : amplas
ambrol : runtuh, hancur
ambruk : roboh, rebah
ambu : bau
ambung : cium
ambyar : buyar
ambyur : terjun ke sungai atau kolam air
ames : lemas , kehabisan tenaga.
amis : anyir
amit : memohon maaf, numpang lewat ; amit-amit : jangan sampai terjadi ; pamit : permisi pulang
amleng : lama tidak muncul ; kt.lain . ampleng, amleng
amoh : lunak
among : mengemong,menjaga anak ; kt.lain momong ; momongan (kt.kiasan) : anak
amot : muat ; disingkat mot : kt.lain kamot
ampad : menarik benang layang-layang dengan cepat ; hampad : memukul dengan keras,melakukan tindakan kekerasan
ampang : terasa ringan
ampar : gelar ; ngampar : mengge
lar ; ngampar klasa : menggelar tikar
ampas : ampas
ampeg : sesak nafas, asma
amping : samping , sisi, damping ; amping-amping : berdiri disisi
ampil (bebasa): pinjam ; ngoko : nyilih
ampir : singgah ; mampir : sing-
gah kebetulan lewat atau melalui
ampos : tidak bertenaga, hampa ; ngempos : meniup.
amprak : kemana-mana ; ngamprak-amprak : tersebar kemana-mana
amprut : .ampas tahu , jenis makanan dibuat dari jagung sangrai yang ditumbuk
ampun : maaf, tobat ; ampun-ampunan : kapok,tidak mau mengulangi lagi
ampura : maaf, ampun ; pangapu
ra : ampunan
ampyang : jenis makanan dari kelapa atau kacang yang dicampur gula dan dikeringkan
ancak : perabotan untuk tempat hantaran makanan dengan cara dipikul (biasanya dalam upacara pernikahan di pedesaan)
ancang-ancang : bersiap siap untuk memulai
ancer-ancer : patokan,ketentuan ; kt.lain. angger-angger
ancik : injakan supaya lebih tinggi ; kt.lain bancik ; ancik – ancik : menginjak suatu benda (barang) supaya lebih tinggi
anclang : (nganclang) berjalan cepat ; nganclang tanya : berjalan cepat tanpa menoleh
ancleng : lompat
anco : jaring untuk menangkap ikan di sungai
ancur : hancur
andel : andal, berani ; kt.lain endel,kendel
andha : tangga
andhap (bebasa) : bawah,rendah
andheg : henti ; mandheg : berhenti ; ngandheg : menjelang hamil muda.
andheng-andheng : tahi lalat
angas : bringas , watak keras
angēl : sulit
anget : hangat ; anget kuku : suam-suam ; anger-anget tai
as : sumbu roda.
ayam (peribahasa) : giat di awal-
awal saja,setelah itu biasa lagi
anggep : anggap ; dianggep : diperhitungkan
angger : tetap ,tidak berubah, asalkan
angger-angger : rambu-rambu, batas, ketentuan
anggē (bebasa) : pakai.
anggo : pakai ; nganggo : memakai ; anggo-anggo : pakaian ; kanggo : terpakai ; sering disingkat nggo.
angi : mengipas nasi panas sambil diaduk-aduk agar nasi menjadi pulen
angkak : pewarna untuk kuweh ; mangkak : warna tidak putih
angkat : angkat,naik
angkrik : jenis ubi yang berserat , garut, irut.
angkring : perabotan untuk berjualan (makanan) dengan cara dipikul.
angler : nyenyak, tenang (tidur)
angles : sedih.
anglo : perkakas untuk memasak dibuat dari tanah liat.
angob : menguap (membuka mulut)
angon : menggembala ternak.
angot : kumat ; angot-angotan : tidak pasti, tidak konsisten
angrem : mengeram
angsop : jenis pakaian anak,celana dan baju terusan (jadi satu)
angus : jelaga
ani-ani : alat berupa pisau kecil untuk memotong padi
anjal : tidak mau diam , senang pergi
anjing (manjing) : masuk ; di-anjing-i : dimasuki
anjlog : menurun
anjog : sampai,tiba
anteb : berat
antem : pukul ; antem kromo : memukul sembarangan
anteng : tenang
antep : .membiarkan
anter : antar ; kt.lain ater
anthēk : pengikut,pesuruh,bawa -
han
anthong-anthong : berdiri dide -
pan pintu
anthor : jenis makanan khas Tegal semacam kerupuk
anting : perhiasan di telinga ; kt.lain . anting-anting
antog : sendawa, mengeluarkan suara ditenggorokan karena kekenyangan
antol : mantap.
antup : sengat
anuk : anu ; basang-anuk /sanganuk : ternyata setelah itu
anyang : tawar; nganyang : menawar ; anyang-anyangen : susah kencing
anyeb : tawar,dingin , tidak ada rasa
anyes : dingin sekali
aor : rasa sepet, seperti rasa air kapur
apal : hafal
apan : akan, disingkat pan
apem : jenis makanan dari tepung beras
apēn-apēn : pura-pura
apes : sial
apu : kapur untuk makan sirih
arak : minuman keras ; ngarak : mengiring beramai- ramai ; arak – arakan : pawai
aran : nama.
arang : jarang
aras-arasen : malas mengerjakan sesuatu
arem-arem :. jenis makanan sema
cam lontong berisi daging,sayuran dll.
areng : arang
arep : akan,hendak ; pedarepan : cemburu
ari : jika,kalau ; ari ana : kalau
ada ; ari – ari : tembuni, placenta
arip : mengantuk
arit : sabit ; ngarit : mencari rumput
aruh-aruh : memperingatkan , menyapa.
asah : menajamkan , menggosok; asah – asah : mencuci piring, gelas, dll.
asat : air surut ; disingkat sat
asem : asam,masam ; asem-asemen: malas,bosan.
asor : rendah ; andhap-asor : tata krama
asrep : tawar, tidak berasa
asta (bebasa) : tangan
asu : anjing.
atanē : lantas, terus, kemudian
atas : suara keras
ater : antar ; ater-ater : mengan
tar makanan, kata pengantar sebuah buku.
athang-athang : terlentang ; turu ngathang-athang : tidur terlentang
athing – athing : diperuntukkan
khusus ; pethingan : pilihan khusus
atho-atho : asal ada,asal kelihatan ; kanggo atho-atho : sekedar asal kelihatan
ati : hati ; ati-ati : hati-hati
atis : dingin
atos : keras.
atrēt : mundur, dari bhs Belanda achter uit
atur : memberi atau menyuruh untuk orang yang dihormati ; atur-atur : mengundang untuk kenduri atau menghadiri hajatan.
atus : tuntas,habis ; biasa disingkat
tus ; di tus : menuang benda cair
sampai habis
awag : awur ; ngawag : ngawur ; awagan : sekenanya ;
awak : badan ; awak-abang : (kiasan ) tidak membawa harta benda sedikitpun
awan : siang
awang-awang : angkasa ; ētung awangan : mencongak (pelajaran
berhitung tempo dulu)
awas : awas ; ora prawasan : buta
awat-awat : rangka
awē-awē : memanggil dengan melambaikan tangan
awēt : tidak cepat rusak , tahan lama
awis (bebasa) : mahal ; (ngoko) larang; awis-awis : jarang-jarang
awit : mulai ; kt.lain wiwit ; pawitan : modal
awu : abu ; ketiban awu anget : kena sial (kata kiasan) ; kalah awu :merasa kalah karena lebih rendah
kemampuannya
awug-awug : jenis makanan dari singkong
awul-awul : jenis makanan dari singkong
ayak : saring ; ayakan : saringan
ayang-ayang : bayangan
ayid : berlendir, licin ; kt.lain yiyid : lendir
ayu : cantik
ayub-ayuben : bangun tidur tetapi masih terasa mengantuk

b

bab : perihal, bagian dari sebuah ka
rangan
babad : sejarah, cerita lama, legenda ; lambung (pencernaan) kerbau, sapi, kambing.
babah : panggilan untuk orang Tionghwa lelaki ; mbabahi : mendahului
babak : cacah dengan menggu
nakan golok ; babak-belur : luka parah
babar : cukup untuk orang banyak ; babar- pisan, babar-blas : sama sekali.
babaran (bebasa) : melahirkan
bablas : tidak berhenti, terus mela-
ju
babon: induk ayam
babrah : penyakit (luka) yang semakin meluas
bacem : salah satu cara mengolah makanan (tahu atau tempe)
bacin : bau busuk
bacot : (bahasa kasar) mulut ; mbacot : menangis,berkata-kata
bacok : bacok
bada : setelah, seusai ,selepas (dari bahasa Arab ba’da) ; dina Bada : Hari Raya Idulfitri.
badhē (bebasa) : akan, mau.
badheg : warna kusam , perilaku jelek.
badhog (bahasa kasar) : makan ; mbadhog : makan ; badhogan : makanan
baē : hanya
baem : gigi geraham
baēn- baēn : main-main,sembarangan; ora baèn-baèn, tidak main-main, tidak sembara ngan
baga : penyakit frambusia yang tumbuh di pantat.
bagal : pangkal atau tempat melekat biji jagung ; kt.lainbonggol
bagēn : biar (berasal dari bhs.daerah Cirebon) ; dibagēni :
diberi bagian
bagi : bagi ; bagi-bagi : membagi
kepada banyak orang
bagja : untung,mujur ; bagjanē : meskipun dengan resiko ; kt.lain begja.
bagrēg : sejenis penyakit kulit (frambusia)
bagus : keren
bajel : sogok
bajeng (bebasa) : anak sulung pembajeng atau pembarep : anak sulung;
bajigur : minuman dari santan dan gula merah
bajing : tupai ; bajingan : penjahat besar
bajongan : patungan, ditanggung bersama-sama
bakal : calon , bahan pakaian ;
bakar : membakar
bakul : pedagang
bakutēn : memangnya
bakyak : alas kaki dari kayu.
bal : bola ; bal-balan : bermain bo-la.
bala : teman ,bukan musuh , penyakit , halangan ; tulak – bala : penangkal bahaya atau penyakit.
balang : melempar.
balap : kencang,cepat ; trembalap : ancang-ancang.
baleng : bau busuk.
balo-balo : seni tradisonal dari Te-
gal berupa permainan rebana.
balong : kolam ikan
balu (tawon balu) : jenis lebah yang besar, lebah hutan
balung : tulang
ban : ban
bancakan : bagi-bagi makanan
bancar : lancar , deras
bancēt : anak katak
bancleng : konsentrasi ke suatu tujuan ; kt.lain. mancleng
banda : mengikat kedua tangan ; banda — tangan, sikap berdiri de-
ngan kedua tangan dibelakang
bandha : harta benda
bandhang : ikut terbawa yang lain mis. burung dara ; banjir –ban -
dhang : banjir besar yang menghanyutkan benda-benda yang dilewati.
bandhem : melempar dengan batu
bandhol : dari asal kata ban bodhol, atau ban bekas, sandal atau sepatu dari ban bekas
bandhul : pemberat
bandring : melempar sesuatu meng
gunakan benda yang diikat tali ; kt.
lain blandring
bang : menunjukkan arah atau tempat ; bang- kana : disebelah sana ; bang-kēnē : disebelah sini ; bang-lor : disebelah utara
bangēn : cepat memperoleh pasangan (jodoh)
bangir : mancung
bangkak : tidak lembek
bangkar : gagal,tidak jadi dilaksana
kan.
bangkayangen : kurus kering
bangkēkan : pinggang
bangkotan : sangat tua
bangsēt : kata makian yang berarti : bangsat, bajingan,penjahat
banjur : menyiram ; mbanjur- mbanjur : diare, mencret
bantaran : tepi sungai ; kt.lain gen
ter
bantas : langsung
banter : keras, cepat
bantal : bantal
bantat : adonan kue tidak mengembang
banthan : pertandingan adu gangsing.
banthēng : sapi jantan atau sapi liar ; banthēng lorēng binoncēng
-an : semboyan masyarakat Tegal,ar
tinya gagah berani tetapi juga bisa
jadi penurut,tergantung yang menge
lola atau memimpin.
banthongan : jagoan, dedengkot
banting : banting, menjatuhkan dengan keras
banyu : air
bapa : ayah
bapa pucung : jenis serangga
bapatua : kakek
bapuk : wanita berbadan gemuk ( dari dialek Cirebon)
bar : bubar,selesai,sehabis ; bar mangan : sehabis makan
bara : merantau, menggembala itik ke daerah lain ; kt.lain boro.
barang-anuk : ternyata ; kt.lain basang-anuk
barep : sulung ; pembarep : anak sulung
barigēn : apalagi , ditambah pula…
barongan : patung kayu berbentuk kepala singa
bat – bet: memukul atau mengam
bil apa saja
bata : batu bata.
batal : tidak jadi,urung, tidah sah (dalam agama Islam)
bathang : bangkai
bathi : untung
bathingilag : .tidak mendapat apa-apa
bathuk : dahi, jidat.
batir : teman , pembantu.
batonan : patungan,urunan,dibia –
yai bersama
batos : (bebasa) batin
bawah : merantau keluar daerah (biasanya ke kota besar)
bawon : bagi hasil atau upah mengetam berupa padi
bayah : itik betina usia siap bertelur
bayēd : badan ceking
bebed : ikat pakai kain, bebed-bendhol : memakai kain sarung tidak diikat kencang ; kt.lain. gubed
bēbēr : bentang, sebar luas
bēbēt : keturunan , keluarga besar
becici : pisang yang paling kecil dalam satu tandan
bēda : berbeda,tidak sama ; mbebéda : meledek
bedhah : sobek , membuka bagian dalam dengan pisau
bedhog : penculik anak
bedhogol : bonggol atau akar besar
bedhong : kain pembungkus bayi dengan cara dililitkan di tubuh
bedhu : seri, memperoleh nilai sama , tidak ada yang kalah atau menang
bedhug : beduk
bēgal : perampok di jalanan
begēr : gembira, riang
begis : hardik, bentak
begu : bisu
bekakak : panggang ayam.
bekakas : perkakas.
bekatul : bekatul.
bekel : lurah, kepala desa.
bekep : bekap, menutup mulut dengan tangan.
belak : telapak kaki yang pecah-pecah.
belang : bekas luka.
belih : tidak ; kt.lain belēh.
beling : pecahan kaca.
belis : iblis, setan.
belo : anak kuda.
belok : kayu untuk memasung orang gila , kotor kena tanah basah.
bembeng : pendek dan besar;
kt.kain bengbeng.
bēn : biar saja ; kt.lain ēbēn.
benah : simpan.
benakasih : pilih kasih.
bendho : golok.
bendhul : bengkak di pelupuk mata.
benem : membakar sesuatu (biasanya ubi,ketela) dengan memasukkan kedalam abu yang panas.
beng : segera pergi ; sering bang-beng : sering pergi.
bengep : bengkak di wajah.
bēngēs : pemerah bibir.
bengi : malam.
bēngkok : bengkok, melengkung
bengkung : kain panjang pengikat perut, biasanya dipakai wanita ; kt.
lain benting
bēngor, mulut terasa pahit, mulut cape bicara
bēnjing : (bebasa) besok ; kt.lain bēnjang
benjut : memar, bengkak
bentelan : benih padi yang diikat
benting : lih. bengkung
bēntol : kulit berbintik karena ulat bulu
bēnyēk : lembek sekali
ber : menggambarkan sesuatu yang terbang
bērag : akil balig, puber , gembira sekali
berek : suara tidak jernih
berem : bengkak, memar
bērēng : sakit atau pedih di hidung karena rasa pedas (makan cabe)
bergajul : pengganggu wanita
berit : tikus
berkat : makanan kenduri
bērko : lampu sepeda.
bēsēk : wadah berbentuk kotak bertutup terbuat dari anyaman bambu.
bēsēr : kencing yang tidak bisa ditahan
besasat : berantakan ; pating besasat : ada di sembarang tempat.
besem : kusam
besēt : sobek ; kt.lain sēsēt
bet : menggambarkan suara pukulan
betah : senang berada disuatu tempat, tidak ingin pindah tempat
bethat : lepas dari ikatan
bethatharan : berantakan
bethem : wajah bengkak
bethot : cabut paksa
bi : panggilan untuk bibi,atau seorang wanita biasa dipedesaan
biang : bibit,ragi
bibit : benih
biji : nilai,poin
bindheng : suara di hidung, sengau
birit : pindah tempat tidak terlalu jauh
biru : biru ; biru laut : biru muda
biting : bambu sebesar lidi untuk menjepit bungkusan yang menggunakan daun pisang
biyak : sibak , belahan rambut
biyang : ibu, induk ; kt.lain biyang
biyayakan : berjalan tidak menentu
blabag : papan tulis
blabah : sifat suka memberi
blabar : bentangan kawat (listrik, telpon)
blabur : buram, tidak kelihatan dengan jelas
blacu : kain putih , blaco
bladhas : lewat dengan cepat tanpa ijin; kt. lain bludhus
blag : terbuka ; blag—blagan
terus terang, blak-blakan ; ngablag-ablag : terbuka lebar
blai : celaka
blaka : terus terang ; blaka- suta, ca-blaka : berterus terang sekali (sifat orang Tegal)
blandrang (mblandrang) :
berjalan cepat tanpa rem, tidak bisa ditahan
blandring : alat atau senjata untuk melempar menggunakan rantai
blangsak : tersia-sia, menderita
blantik : maklar, jual beli
blao : bubuk pewarna biru laut (biasanya untuk pakaian putih)
blarak : daun kelapa yang tua / kering
blaratan : berantakan , berserakan
mblarat : berserak
blatung : belatung, larva ; kt.lain singgat
bledhèg : guntur
bledhug : letus ; mbledhug : mele-
tus. gunung mbledhug : gunung meletus ; bledhugan : peristiwa pertempuran
bledig : mengejar dengan cepat
blejed ( wuda blejed) : telanjang bulat
blējēd, telanjang ; di-blējēdi : (arti kiasan) dibuka sampai habis aib/kesalahan seseorang
blekah-blekuh : tidak mau mengerjakan , menggerutu
bleketēpē : daun kelapa yang dianyam menjadi semacam pagar, biasanya digunakan untuk pertanda orang hajat (pesta)
blekok : sejenis burung berkaki panjang
blekuk : jalan yang berlumpur dalam
blekuthak : cumi-cumi, sontong
blendhung : jenis makanan urap jagung
blēndrang : jenis makanan dari kedelai yang difermentasi
bleng : bekas cucian ikan,untuk campuran pembuatan krupuk
blengong : unggas hasil persilangan itik dengan bebek
blenyik : istilah lain untuk anak kecil
blingsatan : salah tingkah karena terkejut atau malu
blirik : jenis warna bulu ayam
blonyoh : balur, lumur (tubuh) dengan sejenis cairan
blorok : warna bulu ayam
blosok : terperosok
bludhus : masuk begitu saja, tanpa permisi
blukang : tangkai daun kelapa
bluluk : buah kelapa yang masih kecil
blumbang : galian besar di tanah, biasanya untuk pembuangan sampah
blunat (mblunat) : kurang ajar
bluruk : tuang , tumpah
blusuk : masuk ke dalam
bluwek : warna pudar
bobok (mbobok) : membuat lubang besar ; mbobok cēlēngan : memecah celengan (tabungan) yang terbuat dari tanah,biasanya berbentuk ayam jago atau babi)
bobot : berat
bocah : anak kecil
bocok : tanah tandus, tidak subur
bodhol : rusak
bodhor : pelawak
bodin : ubi kayu, singkong
bodong : pusar yang menonjol
bogis : nama sejenis kue dari tepung ketan yang dibungkus daun pisang berbentuk piramida, disebut juga bogis-poci
bokong : pantat
bol : anus yang menonjol keluar ; jambu bol : jambu berwarna putih bergurat merah bentuknya besar.
bolang : belang, bekas lukaberwar
na putih.
bolang-baling : nama kue terbuat dari adonan terigu yang digoreng
boled : ubi jalar.
bolēng : busuk di beberapa tempat, tidak seluruhnya (ubi) kt.lain bolēr.
bom : kayu penyangga disisi badan kuda pada delman, sado atau andhong.
bon : hutang, nota.
boncēng : membonceng ; boncēng
-an : tempat duduk pembonceng.
bong : pekuburan orang Cina.
bonggan : salah sendiri ; bong -
ganē sapa : siapa suruh.
bonggol : akar didekat pangkal batang yang membesar.
bongko : sejenis makanan yang dibuat dari beras dibungkus daun pisang semacam lontong atau arem-
arem.
bongkor : jualan tidak laku.
bongkot : . pangkal batang.
bongkrek : makanan dari bungkil atau ampas minyak kacang.
bongsor, cepat besar (anak, tanaman dsb.).
bontot : bungsu.
bopong : menggendong di depan.
boro : merantau,mencari nafkah diluar kota, menggembala itik di luar daerah.
borok : koreng, infeksi.
boros : tidak hemat,daun tebu ke-
ring.
bosok : busuk.
bothok : sejenis masakan yang dibungkus daun pisang.
bot-boten : merasa berat,ragu-ragu
boten (mboten) : ora.
botoh : petaruh ; mbotohi : menja goi, memegang seseorang sebagai jago dalam suatu taruhan.
botol : botol.
boyok : pinggang.
boyong : pindah rumah.
braēn : semacam kesenian kasidah yang sudah punah,dimainkan oleh wanita, terdapat di Kabupaten Tegal.
brag : menggambarkan sesuatu yang roboh.
brahol : (mbrahol) perangai kasar.
bral : menggambarkan sesuatu yang keluar dari sebuah tempat.
brancah : nafsu birahi.
brangas : membakar langsung di api yang menyala ; brangasan : perilaku kasar.
brayah : anggauta keluarga besar : kt.lain brayat.
brebes : merembes, menetes ; mbrebes – mili : air matanya meleleh
brecek : bercak di wajah
breg : menggambarkan suara benda jatuh
bregas : . gagah ,perkasa
breng : menggambarkan bau
brengkolang : melempar menggunakan benda besar atau panjang, bambu, kayu dsb.
brēngkos : membungkus dengan daun.
brengos : kumis.
bres : menggambarkan hujan yang mulai jatuh
brēs : celup ,pewarna
brintik : keriting
brodhol : rontok ; wulu mbrodholi : bulu sedang rontok
brodhod : rampas , ambil dengan paksa
brondhol : rambutnya sedikit, sejenis burung
brontok : kulit bercak
brojol : keluar dengan tiba-tiba
brol : menggambarkan sesuatu yang lepas atau keluar bersama-sama
brongsong : bungkus, tutup
brosot : terlepas atau keluar tidak sengaja
brug : jembatan
bruk : meletakkan begitu saja
bruntus : kulit berbintik , biang kringat
brutu : . tunggir
bu : panggilan kepada ibu
buang : buang, lempar
bubar ; usai ; bubar- jalan : membubarkan diri
bubul : penyakit frambusia di telapak kaki
bud : urutan terakhir ; nomer-bud : nomer terakhir
budheg : tuli,pekak
budhug : kurap
bui : penjara
bujel : tumpul diujung
buket : . kental (minuman teh, kopi dll)
bukur : kerang
bula-bula : andaikan saja, sekiranya
bulak : lahan luas berada diantara dua desa ; bulak – bulak : mendidih
buluk : usang
bumbung : potongan bambu yang pendek
bumpet : mampat
bunar : mata berkunang-kunang
buncret : tidak lancar, terhenti ; kringet buncret : biang keringat
bundhas : luka memar, akibat terjatuh atau terbentur
bundhel : tali atau benang yang diikat mati (sulit dibuka)
bung : anak pohon bambu yang masih muda (untuk sayur).
bungkus : bungkus.
buntas : penghabisan, ujung.
bur : menggambarkan sesuatu yang terbang/menghilang tiba-tiba,
barang digadaikan yang sudah jatuh tempo dan harus dilelang, hutang yang tidak terbayar
buras : makanan sejenis lontong berisi daging dan sayuran
bureng : pandangan tidak jelas ; kt.lain blabur
bures : tidak jelas
busek : hapus
buta : raksasa
buthak : botak
buthek : keruh
buthung : kembung, perut penuh air kebanyakan minum.
butik : bekerja membersihkan ba-
wang merah
buwuh : hasil bagi, upah
buyar : bubar, bercerai berai
buyung : tempayan untuk mengambil
air
buyut : anak dari cucu atau orang tua dari kakek ; buyuten : penyakit orang lanjut usia ,tangan atau kepalanya bergerak-gerak

c

cablak : suara keras ; ngecablak : bicara dengan suara keras ; kt.lain
cabak
cacag : cincang
cacah : potong kecil-kecil , hitung ; cacah –rucah : campur aduk
cacak : coba
cadhil : sejenis makanan bubur dari tepung tapioka dibentuk bulat-bulat kecil
cagak : penyangga
caket (bebasa) : dekat
candhak : cekal, pegang ; candhak-kulak : sistem dagang skala kecil dengan cara menghutang barang dagangan,setelah lunas menghutang lagi ; nyandak : cukup,sampai ; ora nyandhak : tidak cukup,tidak sampai
cangap : membuka mulut orang lain
cangkang : kulit yang keras (kacang, udang dsb.)
cangkem : mulut
cangking : menjinjing ; k.kiasan : ikut dibawa
cangklong : jenis pipa berbentuk melengkung
cangkol, : kait, kt.lain canthol
canthēl : mengaitkan pada sesuatu
cantheng : penyakit bengkak pada jari akibat infeksi
canthing kb. takaran kecil untuk benda cair (minyak,kecap dsb)
canthol : lih. cangkol
capit : capit (pinset) ; capit urang : garpu sepeda (fork).
cara : nama kue semacam serabi ;
carabikang : nama kue
carang : ranting bambu ; carangan : cerita wayang versi lain,bukan versi baku atau pakem
carik : sekretaris desa
cathēk : patuk , menggigit dengan tiba-tiba (mis.ular)
cathet : catat
cathok ; kait untuk merapatkan tutup (tas, kopor dll).
cathut : tang ; tukang catut : makelar, perantara
catu : jatah, pembagian tetap
cawak : bicara dengan suara keras
cawē-cawē : kk. ikut membantu
cawēl : memegang ,mengambil sambil lalu .
cawet : celana dalam
cawik : cebok ; kt.lain cewok
cawuk (nyawuk) : mengambil sesuatu menggunakan telapak ta-
ngan dengan gerakan cepat.
cēbol : kerdil
cēbong : berudu , anak katak yang masih berekor
ceblok : tancap
cebrik : becek
cecek : cecak, titik (tanda baca)
cēcēk : nangka muda
cecer : cecar , terus bertanya, terus menerus
cēdhal : . tidak dapat melafalkan (huruf “r” dengan jelas)
cedhek : dekat ; kt.lain padhek, parek,perek
cēdhok : mengambil sesuatu menggunakan alat semacam sekop atau gayung kecil.
ceg : ambillah (kata seru)
cegat : cegat, menghentikan
cēgēr, kk.mengandalkan
ceguk : suara tenggorokan saat menelan air ; ceguken : tenggorokan sering berbunyi seperti tercekik ; kt.lain segu
cekak : pendek,tidak cukup ; kt.lain cupēn.
cethak : langit-langit mulut
cēk-cēk : di-cēk-cēk : makanan yang hanya diaduk-aduk,tetapi tidak dimakan (karena tidak berselera)
cekel : pegang ; candhak-cekel : behutang dengan jaminan barang
cēkēr : jari kaki ayam ; kt.lain cokor
cēkli : mungil
cekot (cekot-cekot) : rasa sakit yang menggigit
celak : celak,penghitam sisi mata,agar mata kelihatan lebar (kosmetik)
celēk : ujung penis
cēlēng : babi hutan ; cēlēngan : tabungan (dahulu dibuat dari tanah liat,berupa patung babi ayam jago untuk menyimpan uang receh)
celong : berkurang, wajah jadi kurus dan pucat; kt.lain kalong,ke-
long
cemat-cēmot : wajah coreng moreng
cemeri-ceri : benci sekali
cemeri-ceri : sangat membenci
cemol : memegang benda yang empuk
cēmong : kotor kena jelaga atau sesuatu yang hitam
cemong : tempat air dari seng
cempa : sejenis beras
cempal : kain untuk menahan panas saat memegang panci atau penggorengan
cempaluk : buah asam yang masih muda
cempé : anak kambing
cēmplak : posisi saat akan menaiki kendaraan atau menunggang kuda
cemplung : jatuh kedalam air
cempulek : ternyata kemudian
cemreces : perasaan dingin sampai ke hati
cendhek : pendek,tidak panjang
cendhēp : pendek , tidak tinggi, kt.lain . endhēp
cengeng : pegal, atau cape di bagian leher,karena melihat lama ke satu arah
cēngēng : sering menangis
cengir : menyeringai
cengis : cabe rawit
cengkal : penyangga supaya berdiri tegak, .penyangga kain sarung anak sunat,dibuat dari sabut kelapa agar kain sarung tidak menempel di luka kemaluan
cēngkēh : sisir pisang
cengkir : jenis kelapa berwarna kuning bentuknya kecil
cengkiwing : dibawa dengan satu ta-ngan
cengklong : berkurang
cēngkrong : sabit
cēnos : belum berisi (mis.kacang tanah yang masih muda)
cēnthong : perkakas dapur untuk mengambil nasi
centhung : . cangkir besar dari seng
cep : kata seru menyuruh diam
cepel : setengah (hampir) kering
cepet : cepat
cēpēr : bentuk rata
ceplik : pelita, lampu minyak kecil
ceplos : menusuk kedalam
cepon : wadah berbentuk bulat yang dibuat dari anyaman bambu
cēprēt : memercik air ; kt.lain. ciprat
cer : langsung (dipakai dalam urutan keluarga,mis.adhi cer : adik langsung ; kakang cer : kakak langsung)
cērēm : mudah sekali
cēspleng : manjur sekali
cetha : jelas kelihatan
cethak : . langit-langit rongga mulut
cēthēk : dangkal
cethil : sejenis kue terbuat dari singkong
cething : bakul kecil untuk tempat nasi dsb.
cethit : cubitan kecil, dengan dua ujung jari ; kecethit : terkilir.
cethot : cubitan besar .
cēwok : cebok, mencuci dubur atau kelamin sesudah buang air
ciblon : bermain-main air di sungai dengan tangan, sehingga menimbulkan bunyi.
cidhuk : gayung, perkakas untuk mengambil air dari bak atau tempayan ; nyidhuk : mengambil air menggunakan cidhuk.
cikal : buah kelapa yang sudah dikupas, tunas kelapa ; cikal-bakal : asal usul keturunan.
cikar : pedati kecil , biasanya ditarik oleh manusia.
cincing : mengangkat atau menggulung kaki celana supaya tidak kena tanah atau air.
cindhil : orok tikus.
cindhung : kopiah.
cingcing : mengangkat atau melipat kaki celana agar tidak kena air atau tanah becek. kt.lain . cincing atau cincing-cincing.
cingkrang : kurang panjang, tidak cukup.
ciplos : mata (bahasa kasar).
cithang cithing : memegang sesuatu dengan menggunakan dua jari, karena merasa jijik.
ciu : arak, jenis minuman keras.
ciut : . sempit
clamit : perilaku gemar meminta
clekadhong : meminta dengan menengadahkan telapak tangan
clereng : perasaan / keinginan sekilas yang datang tiba-tiba
clingkrik : gaya mau menaiki sesuatu (kendaraan,kuda dll)
clinguk : tengok, toleh ; kt.lain linguk ; clingak – clinguk atau lingak-linguk : menengok kiri kanan seperti sedang mencari sesua
tu.
clingus : malu ; clingusan : kemalu-maluan
cliring : nama cengkerik (jangkrik) jenis kecil : kt.lain sliring
cluthak : perilaku gemar mengambil atau minta sesuatu milik orang lain
cobē : calo , orang yang disuruh membujuk orang lain agar mengikuti kemauan orang tertentu
cocol : menempelkan makanan (ikan,lalapan dsb.) ke sambal ; kt.lain tutul,cowēl
cocot : mulut (ungkapan kasar) ; kt.lain bacot
cocrop, menyedot cairan dengan mulut ; kt.lain . cucrup
codhot : kelelawar pemakan buah-buahan
cokor : kaki unggas ; kt.lain cēkēr
cokot : gigit
colok : memasukkan / menusukkan sesuatu benda yang berbentuk panjang dan runcing
colong : curi
combēran : saluran pembuangan air limbah rumah tangga
compong : perilaku tidak waras
congor : mulut kerbau,sapi,kambing dsb.
cono : bisul di kepala
conthēng : centrang, bentuk coretan untuk menandai ( )
conthong : daun atau kertas pembungkus makanan berbentuk kerucut
coplok : lepas ; kt.lain copot atau nyoplok : terlepas,terkelupas
coro : kecoa
corob : kelainan pada kulit kekurangan pigmen
corok : melebihi ukuran yang ditentukan ; nyorok : mengambil melebihi hak yang telah ditentukan.
corong : peralatan berbentuk bulat untuk memudahkan menuangkan cairan (mis.minyak) ; corong lampu : gelas penutup sinar lampu ; kt.lain semprong.
cowēl : patah, hilang sebagian (kecil); kt.lain gompēl.
cowēt : peralatan dapur untuk menumbuk sambal.
crēngkēng : susah diatur, selalu melawan.
crepu : sejenis sandal jepit tempo dulu
cret : sedikit ; sacret : sedikit sekali
crowok : mengambil sebagian.
crumut : wajah yang masih kotor (belum mandi)
cruwek : jorok.
cublek (nyublek) : menancap ke bawah
cucrup : menyedot dengan mulut.
cucus : tusuk
cukil : .mengambil sebagian (kecil) dengan alat yang tajam
cul : kependekan dari ucul, lepas.
culik : culik
cumbu : selalu ingin berdekatan
cumped : pendek, tidak cukup ; kt.lain cupēn
cungir : lih. cengir.
cungkir : sorok, peralatan tukang batu
cungur : hidung
cunil : mengikat rambut bagian atas
cunong : jidat menonjol ; kt.lain nong nong ; bathukē nongnong : jidatnya menonjol
cunthel : tidak cerdas ; kt.lain. jendhel
cup : kata seru, jangan diteruskan
cupar : lelaki tetapi suka mengerjakan pekerjaan perempuan
cupēn : tidak cukup, hanya sedikit
cupet : pendek,sedikit sekali
cuplak : sejenis penyakit kulit seperti jamur kecil biasanya tumbuh di tangan.
curut : tikus
cuthat : menyingkirkan benda kecil dengan cara menjentikkan jari telunju
cuthik : .mengambil sesuatu dengan sepotong bambu/kayu kecil sedikit demi sedikit.
cuwa : kecewa
cuwil : memotong (mengambil) sedikit dengan dua jari
cuwol : mengambil banyak dengan lima jari

d

dableg : tidak patuh, tidak mengindahkan
dada : padahal ; sering dipanjangkan menjadi dadaha
dadak : mendadak
dadal : ambrol (bendungan atau tanggul)
dadi : menjadi
dados (bebasa) : jadi
dalah : taruh ; kt.lain . dokon
dalal : maaf
dalan : jalan
dalu : matang sekali (buah)
dalu (bebasa) : malam ; kt.lain
ndalu.
dandan : memperbaiki
dandang : peralatan masak berbentuk tinggi biasanya terbuat dari tembaga
dandos (bebasa) : memperbaiki ; (ngoko) dandan
daning : kok
dangu (bebasa) : lama
dara : burung merpati
degēg : membusungkan dada
deleg : jenis labu yang besar dan panjang berwarna hijau muda ,jenis ikan gabus
delēn (ndelēn) : coba lihat ; biasa disingkat lhēn ; mēnē lhēn : coba
kesini
deleng : lihat ; delenganē : keliha tannya
dērēng (bebasa) : belum
derep : menuai padi
deres : lebat (hujan) ; nderes : tadarus,membaca al Qur’an.
dērēs (ndērēs) : mengambil nira dari pucuk pohon kelapa
dhadhung : tali besar terbuat dari bambu untuk mengikat kerbau/sapi
dhahar (bebasa) : makan
dham- dhaman : permainan sejenis halma/lido
dhampar : rel ; dhampar sepur : rel kerata api
dhang : jika sedang ( singkatan dari adhang) ; kt.lain . dhong
dhasaran : lapak untuk berjualan
dhateng (bebasa) : datang ; kt.lain dugi
dhat dhet : tidak lancar, ragu-ragu
dhawet : jenis minuman dengan santan dan gula dicampur adonan tepung beras yang dibentuk kecil-kecil.
dhedhek : dedak, sekam padi.
dhēdhēl : lepas jahitan ; dhēdhēl dhuwēl : compang camping
dhedheg : pukul menggunakan genggaman tangan
dhedhes : bertanya intensif agar mengaku ; teles-dhedhes : basah kuyup
dheg : menirukan suara jantung ; dhegdhegan : berdebar-debar
dhēglag : kaki pincang
dhēhēm : batuk-batuk kecil
dhēk-dhēki : sudah diincar sebelumnya untuk dimiliki
dhekok : melesak ke dalam ; ndhekok (istilah kasar) : tidur
dheleg-dheleg : bengong
dhemen : cinta ; dhemenan : pacaran, pacar
dhengak : mendongak, menghadap
keatas.
dhenganē : pantesan
dhengkil : kaki kambing
dhēngklēk : jalan berjingkat dengan satu kaki
dhengkul : lutut
dhepa : ukuran panjang menggunakan
dua lengan dibentangkan ; ndhepa : berbaring tengkurap ditopang siku
dhet lur : tarik ulur
dhidhis : mencari kutu dikepalanya sendiri
dhikut : mengerjakan sesuatu dengan tidak berhenti,terus menerus
dhingin : dulu, awal ; kt.lain dhisit
dhingkluk : tunduk ; ndhingkluk : menundukkan kepala
dhodhog : ketuk ; dhodhog-dhodhog : mengetuk pintu dengan keras ; kt.lain thothok-thothok
dhodhok : jongkok, tempat tinggal
dhodhos : membuka paksa
dhog : baru sampai ; dog-los : baru sampai langsung pergi lagi
dhogēr : onggeng
dhokoh : lahap
dhompol ; buah yang banyak dalam satu tangkai
dhong : singkatan dari adhong, jika sedang ; kt.lain adhang
dhorèng : corak kain model tentara ; kt.lain lorèng
dhothor (ndhothor) : berdiam diri sambil jongkok
dhudha : duda
dhudhuk : menggali tanah ; kt.lain kedhuk
dhukuh : tempat pemukiman
dhugal : marah
dhupak : menyepak,menendang
dilalah : (ndilalah) atas kehendak
Yang Kuasa
dinten (bebasa) : hari
diker : sangat asyik, sehingga tidak memperhatikan keadaan sekitar
dikir : zikir
dlanggung : jalan
dlapēr : berbaik2 dengan cara merendah
dluwang : kertas
dlosor : merendah
dobol : berak,buang air besar (baha
sa kasar, makian)
dodol : jual, nama kue ; kt.lain adol
dokon : lih. dalah
dol : kependekan dari adol atau dodol, menjual.
dolan : bermain , berjudi (kt.kiasan)
dom : jarum ; dondom : menja
hit
donga : doa ; ndonga : berdoa
dopok : bicara omong kosong, bicara bohong
doran : gagang pacul yang terbuat dari kayu
doyan : suka
dreman ; banyak anak, pandai merawat anak meskipun banyak anak
dremimil : nyinyir , bicara terus menerus
dremimis : ceriwis,suka bicara
drodhot : tembakan beruntun , bunyi senjata otomatis
dubug : kaki yang besar (gemuk) ;
kedubugan / kedebugan : bekerja
keras
dudu : bukan
duduh : kuah
dudul : jenis pancing yang berjoran panjang , mengulang undangan untuk kenduri
dugi (bebasa) : datang ; sampai ke ; kt.lain dhateng ;
dulang : menyuapi (bayi)
dulit : mencolek dengan ujung jari telunjuk
dum : memberi bagian ; keduman : kebagian
dumuk : sentuh,raba; kedumu -
kan : meraba-raba dalam kegelapan
dumung : nama jenis ular.
dunya : dunia , harta benda
durung : belum

e

ē-ē : buang air (istilah untuk anak-
anak)
ēbēn : biar, agar,supaya ; biasa disingkat bēn
ēbi : udang yang dikeringkan
ēcēl : keluar dari rel (kereta api) ; kt.lain selip
ēco (bebasa) : enak
ēcol : enak (istilah plesetan) ; ènak ècol : enak sekali
ēdan : gila ; kēdanan : tergila-gila
ēdhēg : senang bergaya
ē’ē : buang air besar (bahasa anak-anak)
ēgin : masih ; kt.lain tegin, tesih
ējēr : melarutkan dengan air ; kt.
lain ajèr
ēk : tera (memeriksa secara berkala alat timbang dan ukur, dari bhs.Belanda eyk)
ēlik : istri (penganten baru) yang kembali kerumah orangtuanya karena belum siap berumah tangga
ēling : ingat, sadar
elom : kecewa ; kt.lain.lom
elus : belai ; di elus-elus : dibelai
ēman : sayang ; ēman-ēman : sa-
ngat sayang
embil : mengambil/memetik buah-buahan ; biasa disingkat mbil
ēmbrēt : menarik (mencari penum
pang) dokar / delman
embu : peram ; dimbu : diperam (buah-buahan dibungkus selama be-
berapa hari supaya matang) kt. lain
imbu
embuh : entah,tidak tahu
embun-embunan : ubun-ubun
emod : lembek,tidak keras ; kt.lain
mod
emoh : tidak mau ; kt.lain emong atau mong
emong : mengasuh anak ; kt.lain
momong
empēng : dot bayi ; ngempēng : menyusu
emplok : memasukkan makanan kedalam mulut dengan tangan
empok : mengentuti, mengarahkan pantat saat ber-kentut,empok-empokan : dua bangunan rumah saling bertolak belakang
empot : sedot menggunakan mulut ; kt.lain kenyot
empu : pandai besi
empun (bebasa) : sudah ; kepende
kan dari sampun
ēmut : ingat,sadar ; kt.lain èling
ēncēr : encer, tidak kental
encit : kain (bahan pakaian,tekstil)
encot : injak
ēncrēt : oli,minyak pelumas
ēndah : agar,supaya
endhas : kepala
endhē-endhē : tidak segera dikerjakan ; di-endhē-endhē : tidak segera dikerjakan
endhek-endhek : endapan
endhēp : pendek,tidak tinggi ; lih. cendhèp
endhut : lumpur
enek : mual ; kt.lain nek
eneng : diam ; di-eneng-eneng : diusahakan agar diam tidak mena -
ngis ; di-eneng-na : didiamkan, tdak diajak bicara ; neng-nengan : tidak saling menyapa,marahan
ēng : marahan ; èng-èngan : tidak bertegur sapa
ēnggal (bebasa) : baru , hampir ; kt.lain. mèh ; ēnggal-ēnggal (bebasa) : cepat-cepat,segera
ēngganē : seandainya,jikalau,um-
pama
ēnggang-ēnggong : lenggak-leng -
gok
engko : nanti ; kt.lain mengko
ēnjing (bebasa) : pagi ; kt lain ēnjang
entēn : menunggu,menanti ;
entēng : habis ; kt.lain entok atau entong
ēnthēng : ringan
entos (bebasa) : tunggu, menanti
ēntrok : kutang (bh) jaman dulu
enyong : saya , aku ; kt.lain inyong
ēpēk-ēpēk : telapak tangan
ēram : heran
ērēk-ērēk : sejenis judi menggunakan nomor 1 sampai 100 dalam lembaran bulat yang diputar sehingga berbunyi “rèk-rèk”.
ēsem : senyum ; mēsem : terse –
nyum ; mēsem kependhem : tersenyum simpul
ēstri (bebasa) : perempuan.
ēstu (bebasa) : jadi ; mboten ēstu :
tidak jadi,batal ; saēstu : sungguh.
ēsuk : pagi ; ngēsuk : besok pagi.
ētang (bebasa) : hitung ; ētang-ētung : dihitung-hitung
ētēran : berjualan barang-barang kecil / murah dipinggir jalan.
Ēthor, mampu (bhs.kasar) kt.lain . jègod
ētung : hitung ; ētung – ijir : (kia-san) kikir ; pētungan : ramalan
ēwu : ribu ; limang ēwu : lima ribu
ēyang : kakek ; panggilan untuk o-rang tua yang dianggap sebagai guru
spiritual.

g

gabah : gabah
gabēr : (kiasan) kemaluan lelaki
gableg : punya (bahasa kasar)
gabug : tidak berisi , (kiasan) mandul
gabur : menerbangkan burung dara
gadhē : gadai
gagang : pegangan
gagap : tidak lancar bicara
garang : dipanaskan didekat api
gajih : lemak , gaji
gajogan : kecewa, merasa sayang
galimpung : jangkrik yang cacat / tidak berkaki.
gampang : mudah, tidak sulit ; gampang-gampang angēl : agak
mudah atau agak susah.
gampil (bebasa) : mudah
gampung : mencari padi di sawah
sisa bekas dipanen.
galo : alat dapur dari kayu untuk mengaduk bubur.
gancēt : dua benda saling melekat
ganggang : renggang
gangsa : tumis (istilah dalam memasak), gamelan.
gangsar : cepat pandai menghafal , cepat memperoleh sesuatu .
gangsir : menggali tanah untuk masuk rumah yang dilakukan pencuri ; kt.lain dungsir.
ganjar : hukum ; ganjaran : hukuman, hadiah.
ganjen : genit ; kt.lain. mēnjēng.
gantar : galah
gantos (bebasa) : ganti ; kt.lain gentos
gaok : burung gagak
gaplē : jenis permainan kartu domino
gaplēk : singkong yang dikeringkan
garēk : sisa, tinggal ; kt.lain. gari,kari
garo : dengan ; kt.lain karo
garok : perkakas pertanian untuk menyiang tanaman
gari : lih. garèk.
garit : puisi
garok : perkakas pertanian untuk
menyiangi rumput , alat pencukur
kumis/jenggot
garong : perampok ; kucing- garong : kucing jantan bertubuh besar yang suka mencuri (ikan)
garuk : alat untuk menggaruk, razia ; garukan : razia
gasak : ledek, ejek
gathēk : pandai ; gathēkan : cepat bisa
gathēl : ujung penis ; kt.lain. celèk
gathik : permainan anak-anak
gathol : cangkol
gawa : bawa ; nggawa : membawa
gawan : modal awal dalam permainan atau judi
gawē : membuat,mengerjakan ; gawē-gawē : pura-pura ; duwē gawē: punya hajat ; pegawēan : pekerjaan
gebrag : roboh ; sagebragē : biar
roboh sendiri
gebyog : dinding atau plafon dari
anyaman bambu
gebyar : kilau ; gemebyar : gemerlapan
gebyur : siram dari atas dengan air
gedebog : batang pisang ; lih.kedebog
gedhag : kejar ; kt.lain. udag
gedhogan : kandang kuda
gedhong : gedung
gedibal : tanah lunak yang melekat ; (kata kiasan ) : anthèk,pesuruh,bawahan.
gējlēg : berjalan mondar mandir sampai merasa cape.
gejrot (tahu gejrot) : nama maka
nan daerah Cirebon , yakni tahu goreng yang di – gejrot atau penyet dan diberi bumbu kecap ,cabe rawit dan bawang merah.
gēl : hanya itu saja, biasanya diulang menjadi gēl-gēl ; manganē sega gēl : makannya hanya nasi tanpa lauk
gela : kecewa
gelasan : benang yang dilapisi serbuk gelas (kaca) untuk adu layang-layang
gemadhing : buah hampir matang, mengkal.
gēmbēl : berbulu tebal ; wedhus gèmbèl : jenis kambing gimbas ;
gemblong : jenis makanan dari
singkong rebus atau ketan yang ditumbuk dimakan dengan parutan kelapa
gemblung : seperti orang gila
gembor : teriak, alat untuk menyiram ; gemboran : berteriak
gembos : kempes
gembus : sejenis tempe dari ampas tahu
gemebyar : gemerlap,terang ben
derang
gemedhē : besar kepala,sombong
gemerah : suara ramai orang bicara
gemerot : hujan lebat
gemet : habis samasekali ; gemet lunyet, habis ludes, tandas
geminjal : memiliki sifat lincah seperti kanak-kanak.
gempi : padat,tidak lunak
gempol : nama sejenis tanaman ; kembang gempol : nama makan -
an
gemrabyag : api pembakaran yang cepat membesar
gemrajag : air yang keluar dengan deras
gemrangsang : sangat bernafsu, ingin sekali
gemreges : badan terasa dingin ; kt.lain nggreges
gemremet : sangat marah dalam hati
gemriyek : banyak sekali
gemrobyos : basah bercucuran,mis.keringat
gemrudug : datang beramai-ramai
gemujeng (bebasa) : tertawa ; (ngoko) ngguyu,gemuyu
gemuk : pelumas
gemuyu : tertawa kt. lain ngguyu
gēn : (kata seru) lah ! , coba ; mēnē gēn : kemari lah ! , coba ke mari !
genah : tempat ; ora nggenah : ti
dak jelas
gendam : menipu dengan menghipnotis korbannya
gendhon : larva kumbang kelapa yangberada didalam tanah
gēndhong : gendong
gendhu-gendhu rasa :berbincang
santai tentang satu masalah
gencēt : injak,tekan
gendar : sejenis krupuk yang dibuat dari nasi aking
gendhu-gendhu rasa : membicarakan suatu masalah khusus dengan orang
tertentu,tanpa diketahui orang banyak ; kt.lain. rasanan,rerasan
gendul : botol.
gendhis (bebasa) : gula ; gendhis jawi : gula jawa,gula aren,gula merah.
gēnggong : jenis jangkrik berbadan besar.
geni : api ; gegeni : berdiang, duduk dekat perapian ; pati geni :
puasa tanpa makan minum selama
beberapa hari.
genjik : anak babi.
genthong : tempayan
gentoyoran : berjalan sempoyong-
an.
gerah : gerah,panas ; kt.lain su-
muk,ongkeb.
geritan : alat dari bambu ditanam ditanah dan dapat berputar untuk mengajar anak kecil berjalan.
gerok : serak (suara).
gesang (bebasa) : hidup.
gēsēk : ikan asin.
gesruk : terperosok.
gēthēk : rakit.
getah : getah.
getih : darah.
gethuk : makanan dari singkong ;
kt. lain gemblong.
getun : ks.kecewa.
gēyong : ayun, goyang ; kayong ora weruh sing nggēyong : (kiasan) dikira tidak tahu latar belakangnya.
gigir : punggung kt. lain geger
gigu : jijik
gimir : mudah tergiur
gir : tempat memutar rantai sepeda.
giras : liar,sukar ditangkap
githir : berjalan cepat tidak menengok kiri kanan
githok : kuduk,tengkuk
glabed : kental ; kupat-glabed : makanan ketupat khas Tegal dengan kuah yang kental
glali : gulali,gula-gula
glendheng : gerutu, membicarakan orang lain
glepung : tepung.
glondhangan : kosong , tidak membawa (muatan) apapun
glondhong : bulat
glopot : kotor sekali, belepotan.
glothak : jenis makanan khas Tegal dari bongkrek atau gembus.
gluwēhan : bercanda
gobag ( gobag-sodor) : jenis permainan anak-anak waktu malam
goblag : tidak pas,longgar
goblog : bodoh sekali
gobog : ungkapan kasar untuk telinga atau pendengaran
gocēl : pegang ; gocēlan : pegangan ; kt.lain . gojēgan
godhēg : cambang
godhog : rebus
godogan : tarik menarik
gogol : kunci inggris
gojēg : pegang ; gojēgan : pegangan ; kt.lain gocēlan
golēt : mencari ; kt.lain luru
gom : penyakit luka disudut bibir sejenis sariawan
goroh : bohong, pura-pura; goro -
pènan : berpura-pura.
grapyak : ramah
grayak : sejenis ulat hama tana -
man, gaya bicara cepat
grayang : raba ; grayangan : meraba-raba
greget : hasrat yang keras ; grege
tan atau gemreget : ingin sekali.
grēmēng (nggrēmēng) : bicara sendiri ; kt.lain
gremeng (nggremeng)
gremet (nggremet) : berjalan dengan pelan,lambat
gribig : geribig, anyaman bambu untuk bilik atau menjemur gabah
grimis : gerimis
grita : pakaian penutup badan bayi yang bertali ; lih.gurita
griyo (bebasa) : rumah
grombyang : sejenis soto khas Pemalang ; kt.lain gombyang ; (kt.kiasan) dimarahi habis-habisan
gropyok : dikerjakan beramai-ramai mis. membasmi tikus di sawah
gubed : mengikat dengan kain
gudhal : tahi gigi
gudhig : kudis ; lara-gudhig : nama jajanan
gula : gula ; gula jawa : gula kelapa,aren, gula merah.
gumbel : memeluk erat.
gumoh : , muntah karena kekenyangan menyusu atau minum (untuk bayi).
gurah : pencuci mulut.
guris : memungut sisa (makanan)
gusah : usir
gusis : habis,ludas
guyu : tertawa ; guyon :bercanda
guyub : kebersamaan
guyur : guyur,siram

h

hawek, nafsu ingin memiliki
ham : ragu-ragu ; biasanya diulang ham-ham
harikling : amit-amit
haha-hēhē : senang bercanda
hēn : tangan mengenai bola dalam
pertandingan sepak bola (hands-ball)
his : (kata seru) menghardik
horē : (kata seru) bersorak
hup : (kata seru) berhenti !
humpimpah : cara untuk menentu-
kan,siapa yang akan memulai (dalam permainan anak-anak),dengan cara menyodorkan telapak tangan.

i

ical (bebasa) : hilang .
icip : mencoba rasa makanan de –
ngan cara makan sedikit ; kt.lain
nyicipi, icip-icip.
idep : bulu mata
ider : berkeliling ; kt.lain mider a-
tau mider-mider : berkeliling kemana-mana
idhep : tahu ; idep-idhep apa : cara memohon pertolongan ; idhep-
idhep apa tukokna buku : tolong
belikan buku.
idin : ijin.
idu : ludah ; idu wayu : ludah wak
tu pagi baru bangun tidur.
ijag-ijig : mondar mandir.
ijir : hitung ; ētung-ijir : serba dihitung, pelit.
ijo : ijo ; ijo pupus : hijau muda ;
ijo gadhung : hijau kehitaman; ijo
godhong : hijau daun.
ijol : tukar.
ikal : gulung (benang,tali).
ikirēn : ini , tokh ; contoh kalimat : wis duwē ikirēn , sudah punya ini
ikut : ujung kemaluan yang belum disunat.
ileb : tutup ; kt.lain.ineb.
iler : air liur
ilir : kipas dari bambu,biasanya dipakai untuk membesarkan api di tungku,atau memba
kar sate
ilok : baik ; ora ilok : tidak baik,
tabu
ilokēn : masa iya
ilon-ilon : ikut-ikutan
imbu : peram ; kt.lain embu
imbuh : tambahan, bonus
iming : iming-iming : perangsang (agar tertarik)
impleng : intip ; kt.lain inggeng,injen
impur : kaki X (kaki terbuka keluar)
incer : incar
incup : 1.belum mekar 2. memegang dengan ibu jari dan telunjuk (mis.memegang ekor capung)
indhik-indhik : diam-diam, intai ;
ngindhik-indhik : mengintai dengan
diam-diam
indhit : menggendong disamping (mis.tempayan)
ineb : tutup ;
inger : belok ; minger : berbelok
inggek : berenang
inggeng : intip kt. lain injen
inggih : (bebasa) iya, ya
ingkel : injak, tindih ; diingkel-ingkel : (kiasan) diperas tenaganya
ingsed : geser,pindah tempat ; kt.lain ingser
ingser : lih. ingsed
ingu : pelihara ;
ngingu :memelihara ; ingon ingon
: binatang peliharaan
ingus-ingus : mengendus
inter : membersihkan beras mengguna kan nyiru dengan cara diputar-putar
intip : kerak
inung : minum ; inung-inungan : minum minuman keras bersama-sama
inyong : aku, saya
i-o : jenis permainan anak-anak
ipē : ipar ; adhi ipē : adik ipar
ipit-ipit : gerakan mengipas
ireng : hitam ; ireng getheng atau ireng thungtheng : hitam pekat
iri : iri
irig : ayakan dari bambu
iris : sayat
irit : irit, tidak boros
irus : perkakas dapur untuk menciduk sayur
isel : padat berisi
isin : malu
ising : berak,buang air besar ; ising-isingen : berak-berak (diare)
isis : terasa dingin kena angin.
di-sis : diangin-anginkan supaya
kering.
itil : kelentit, clitoris
iyu : panggilan untuk kakak perempuan atau wanita yang lebih tua ; kt.lain yu

j

jaba : luar ; kejaba : kecuali ; jaban : penghasilan diluar gaji , obyekan.
jabel : ambil dengan paksa
jabeg : (bahasa kasar) bisa ; ora jabeg : tidak mampu mengerjakan
jabud : cabut
jaburan : jajanan, kue-kue
jadhag : keberanian
jaē : jahe
jagang : berdiri dengan kaki melebar,posisi kuda-kuda.
jaler (bebasa) : laki-laki.
jalēthot : sejenis kue dari singkong
jalu : taji
jaluk : minta
jambak : mencengkeram dan mena
rik rambut, biasanya dilakukan oeh
wanita yang sedang marah.
jambal : makan lauk tanpa nasi
jamban : kamar kecil, kakus
jambon : merah muda ; kt.lain a-
bang jambon
jamu : jamu
jamur : jamur
jampi (bebasa) : jamu
jandher : bubur dari tepung jagung
jangan : sayur
janggleng : berdiri
jangka : jenis permainan anak
jangur (njangur) : berdiri terma -
ngu ; jangar-jangur : termangu-mangu
januka : seharusnya, sayangnya, disayangkan
japah : nanah yang mengering
jawil : sentuh, colek ; jawal-jawil : senang mencolek
jeblog : bentur ; kejeblog : terbentur
jeblug : letus ; njeblug : meletus , (kata kiasan) hutang yang tidak dibayar
jebod : jebol
jēbor : mengaduk tanah/lumpur dengan bahan lain (sekam) untuk membuat bata.
jebrol : menggambarkan sesuatu yang keluar ; njebrol : sesuatu yang
keluar
jedhag (kejedhag) : punggung dan kepala jatuh kebelakang
jēd-jēdan : perlombaan adu lama (mis.permainan panggalan atau gasing)
jeglong (njeglong) : jalan tidak rata karena ada lubang ; kejeglong : terperosok
jeglug (jeglug) : jalan tidak rata
karena ada tonjolan, jeglugan : tonjolan di jalan
jēgod : (istilah kasar) mampu, bisa kt.lain jēgrēg
jejeg : tegak
jelēh : mual, selalu ingin meludah,
muak
jembar : luas
jembēwēk : mulut/bibir seperti sedang menangis ; kt.lain mēwēk
jēmblem : tembem , pipi tebal
jēmbrēng : bentang, rentang
jembut : rambut kemaluan
jēmpēr : pegal, sebagian tubuh terasa capek
jempol : ibu jari , nomer satu,pa -
ling baik ; jempolan : hebat
jenat : almarhum ; jenatē Bapak : almarhum Ayah
jendhel : susah atau lambat menerima pelajaran
jendhol : sesuatu yang menonjol,
biasanya berbentuk bulatan
jenggēlēk : bangun tiba-tiba
jēnggēr : gelambir di kepala (ayam jantan)
jēnggot : janggut
jengkang : jatuh ke belakang
jengkelit : terbalik
jengking (njengking) : menung -
ging
jēngkēl : jengkel, marah
jengkok : kursi, tempat duduk
jenthik : jari kelingking
jepat : lepas dengan kuat
jeprah : banyak sekali, ada dimana-mana
jering : jengkol yang direbus
jerum : berbaring dengan kepala tegak (khs.kerbau,sapi)
jēwel : mencubit pipi
jēwēr : menarik telinga
jiblēg : persis sama,mirip sekali ; kt.lain jiblēs
jidangan : hidangan kenduri ,ber-kat.
jidhag : gagah
jigur : dari kata bajigur, minu -
man panas dari santan kelapa dicam
pur gula merah.
jingja : pasangan yang tidak sama
jingjet: tinggi sebelah (sepatu,san -
dal dsb)
jinjit : berdiri dengan bertumpu pada jari kaki agar lebih tinggi
jinten : jintan, jenis rempah-rempah.
jintul : sejenis makanan dari singkong.
jiret : mengikat leher.
jithet : cacat kulit diwajah.
jiwit : cubit.
jlalatan : banyak tingkah.
jlang-jlangan : berjalan kemana-mana
jlantah : minyak bekas menggo -
reng.
jlenthot : jenis permainan anak.
jligrah : dahak.
jlujur : cara menjahit lurus tanpa dilipat terlebih dahulu (tanpa dikelin).
jog : tuang.
jogan : lantai.
jogrog : sosok.
jolang : makanan dari singkong
jomplang (njomplang) : tidak
seimbang.
jompo : jompo, tua renta tak berdaya.
jongkong : makanan dari singkong
jongos : pembantu laki-laki.
jonjon : tenang, tidak terganggu.
jontas : rusak berlubang.
jontrot : sosok.
jor : biarkan.
jotos : pukul dari depan.
jrangkong : tengkorak.
jugangan : majikan.
jugul : orang pengganti.
jujug : menuju, tujuan.
jujul : uang kembali ; kt.lain susuk
jukung : perahu kecil dari kayu.
jukut : ambil ; kt.lain jokot.
julig : banyak akal.
jumbleng : lubang besar dan dalam di tanah untuk buang air besar.
junjung : angkat.
juwet : gemas, ingin terus melakukan.

k

ka : kok.
kabongan : ephoria, mumpung.
kacēk : beda, selisih.
kacip : alat pemotong berbentuk gunting.
kadhal : kadal.
kadhēhē : jumlahnya.
kadhēt : copet
kados (bebasa) : seperti ; kados pundi : bagaimana.
kadut : karung ; ula-kadut : sejenis ular.
kajogan : kecewa ; kt.lain kedu
wung, gela.
kakang : kakak ; untuk memanggil
biasa disingkat kang.
kaki : pondasi , kakek ; buka kaki : menggali pondasi
kaki-kaki : kakek-kakek.
kalah breg : kalah sekali.
kaligané : berubah,berganti tanpa diketahui sebabnya.
kaliren : kelaparan.
kalis : terbebas dari sesuatu hal, ti
dak terlibat atau tercemar.
kalo : peralatan dapur untuk menyaring dibuat dari bambu
kalong : codot,kelelawar pemakan buah , berkurang
kambang : apung ; ngambang : terapung
kambuh : penyakit atau sifat yang muncul kembali.
kami : awalan yang menunjukkan keadaan tertentu,biasanya disertai akhiran –en atau –an , mis. kamitenggengen : memandang tak berkedip ; kamisosolen : bicara gugup hingga sering salah ; kamigilan : ngeri ;kamisesegen : terisak-isak.
kamijara : sereh.
kamir : sejenis kue semacam serabi dari tepung terigu.
kamitetep : sejenis kutu yang menyebabkan kulit gatal
kamot : muat
kamprēt : lih. kalong
kampak : kapak
kanca : teman
kanclep : tidak nampak,tenggelam
kandhang : kandang
kandhegan : kondangan
kang : panggilan kepada kakak lelaki atau lelaki yang lebih tua ; singkatan da-ri kakang : kakak
kanggē (bebasa) : dapat dipakai .
kanggo : dapat dipakai, terpakai ;
ora kanggo : tidak terpakai.
kanthēt : sepasang, ikat
kanti : sabar, mau menunggu
kantun (bebasa) : tertinggal
kantug : sampai ; kt.lain kentug.
kantun (bebasa) : tertinggal .
kapecirit : berak di celana, buang air besar tidak tertahan.
kapiran : tidak terurus.
kapianjing : jenis tanaman yang buahnya pipih berkerut menempel di
batang rasanya asam.
kapiselek : tersedak, makanan atau
minuman yang kesasar masuk ke hi
dung.
kari : tertinggal ; kt.lain gari atau
kēri.
kasab (ngasab) : mencari nafkah.
kasil : hasil.
kathah : (bebasa) banyak.
kathil : keranda.
kathok : celana.
katut : terbawa.
kaur : sempat.
kawak : tua sekali , tidak naik kelas.
kawēl : bibir dower.
kaya : seperti ; kt. lain kayong
kayang : melenturkan badan kebelakang dengan kepala kearah bawah .
kayas : warna pucat.
ke : awalan kata yang berarti a.tidak sengaja, mis. ke-gawa : ter-bawa b. terlalu mis. kedawan : terlalu panjang.
kebes : (teles kebes) : basah kuyup
kebek : penuh.
kebel : membawa sial.
kebelet : sudah ingin sekali.
kēbēl : kidal.
keblēthēngen : tak tahan ingin buang air besar.
keblek : (bahasa lama) sepeda motor
kebluk : tidur sulit dibangunkan
kebul : asap
kebut : kebas,membersihkan debu dengan kain atau kemoceng
kēci : nomer urut paling belakang
kecut : asam sekali
kedadēn : kejadian
kedangdapan : panik.
kedebug : suara benda keras yang jatuh ; kedebugan : bekerja keras.
kēder : bingung
kedhing : sekalian, juga.
kedhot : kuat.
kedhuk : gali.
kedimaha : sengaja.
keduman : kebagian, mendapat bagian.
keduten : anggauta tubuh berde-
nyut sendiri,sering dimaknai sebagai firasat
keduwung : kecewa ; kt.lain kajog
an,gela
kejet-kejet : kejang-kejang
kekeb : tutup pasu atau dandang
kekējēk : menggerakkan kedua kaki saat menangis
kekep : peluk ; kt.lain sikep
kēkēt : lengket , sejenis ulat
kēkuk : kaku, tidak leluasa
kelang : keras
kelar : selesai
kelem : tenggelam
kēlēr : membawa dengan cara diseret
kelēr-kelēr : dagangan tidak laku
kelin : cara menjahit dengan dilipat telebih dahulu.
kelon : tidur dalam pelukan ibu
kelungsē : terlambat makan
kemanjon : setengah jadi , tanggung, tidak sempurna
kemaruk : makan banyak setelah sembuh dari sakit
kemayu : berlagak cantik
kembu : alat penangkap ikan terbuat dari anyaman bambu
kemecer : rasa ingin sampai keluar air liur
keminclong : berkilau ; kt.lain kinclong
kemladhēan : benalu
kemlakaren : perut kekenyangan
kemlandang : gema , pawang dalam pertunjukan seni tradisional mis.sin-
tren,lain,kuda lumping dsb.
kemlēbat : melintas cepat
kemlethak : besar kepala, sombong
kemreki : kutu
kemrenyem : perasaan enak (hangat) dibadan
karena berendam diair hangat
kemringet : keringatan
kemriwik : gemercik ; kt. kiasan perut lapar
kemriyuk : renyah
kemronyos : panas sekali setelah dibakar , mis. satai
kemropok : marah dalam hati
kemrungsung : suasana hati tidak tenang
kemureb : tengkurap
kēmutan : teringat ; dari kata ēmut : ingat
kencur : kencur,rempah untuk jamu; prawan kencur (kiasan) : gadis kecil
kendel : tidak takut
kēndel (bebasa) : berhenti, diam ; kt.lain mēndel
kendhang : alat musik/gamelan
kendhat : gantung diri
kendhi : tempat air minum (semacam teko) terbuat dari tanah
kendho : kendur , kalong besar
kēngkēn (bebasa) : menyuruh
kenthang-kenthang : dibiarkan begitu saja
kentheng : giat
kenthir : kurang waras
kenthor : isolator dari gelas untuk mengikat kawat listrik/telpon
kenthos : embrio yang terdapat didalam buah kelapa yang sangat tua
kēndel (bebasa) : diam, berhenti
kēntir : hanyut
kenyot : lih. empot
kenur : tali pancing
kepancal : tertinggal kendaraan karena terlambat datang di setasiun/terminal
keplak : pukul dengan telapak tangan
keplēak : terinjak benda licin
keplok : bertepuk tangan ; keplok
bokong : gembira atas kesusahan
orang lain ; kt.lain keprok.
kepoh : basah dan berair.
kepokoh : terpaksa.
kepontal-ponthal : lari tidak bi
sa mengejar.
kepras : potong pendek.
kepripun (bebasa) : bagaimana.
keprucut : terlanjur atau tidak se
ngaja bicara .
kepruk : pukul di kepala.
kepus : mematikan api/lampu dengan cara ditiup.
kepyur : tabur.
kerah : bertengkar.
kērē : pengemis.
kērem : tenggelam (untuk kapal).
keri : geli.
kēri : tertinggal.
kerigan : kerja bakti membersih -
kan selokan,jalan kampung,musola.
kerik : menggaruk dengan benda tipis ukuran kecil,biasanya mengga -
ruk badan dengan uang logam untuk menyembuhkan masuk angin
kerok : kerik dengan ukuran yang lebih besar.
kēron : tidak konsentrasi melaku
kan sesuatu karena memikirkan yang lain , tidak tega meninggalkan karena takut terjadi sesuatu.
kēsah (bebasa) : pergi .
kesasar : tersesat.
kēsēd : injakan pembersih kaki biasanya ditaruh didepan pintu.
kesed : tidak licin
kesel : capek
kesenggruk : tersedak
kesingsal : tidak terlihat
kesuwun : terimakasih
kētang : biasanya ditambah kata ora menjadi ora kētang : meski hanya
ketara : kentara, kelihatan cirinya.
ketar-ketir : cemas.
ketēpolan : tidak mampu berjalan cepat.
kethēthēr : tidak mampu meng -
ejar.
kethu : topi/mahkota berbentuk bulat dan tinggi
ketlingsut : tidak hilang tetapi hanya terselip.
kētol-kētol : paha dan pinggul yang besar
ketriwal : terselip ; kt.lain ketling
sut.
ki : panggilan untuk kakek, singka-
tan dari kaki yang berarti orang lela
ki yang sudah sangat tua.
kidul : selatan ; ngidul : ke sela -
tan.
kijing : batu/bata yang disemen diatas makam.
kilan : jengkal, mengukur dengan bentangan ibu jari dan jari kelingking.
kilēn : (bebasa) barat.
kileng-kileng : tampak seperti berminyak.
kili : benda halus/lembut yang dipakai untuk menggelitik telinga atau untuk menggelitik cengkerik (jangkrik) agar bersuara dan mau diadu.
kinang : ramuan (racikan) makan sirih yang terdiri dari daun sirih, kapur,gambir dan tembakau.
kinca : kuah gula santan.
kinclong : mengkilap.
kinthil : ikut dibelakang ; ngin -
thil ; mengikut dibelakang ; kinthi-lan : suka ikut.
kiong : keong ; kiyongan : mata kaki
kipat : kibas
kirang (bebasa) : kurang
kirik : anak anjing
kiter : belok memutar ; kiter-kiter :
berputar-putar ; nglinter : berjalan
sebentar
kithing : cacat jari yang tidak bisa lurus (menekuk)
kitir : kartu pembayaran.
kitiran : baling-baling.
kiyal : kenyal ; kt.lain kiyal-kiyal,kemiyal
kiyeng : berminat mengerjakan sesuatu.
kiyer-kiyer : mata yang memicing
kiyongan : mata kaki
kekirig : menggerak-gerakkan ba
dan dengan cepat
klabang : kelabang
klalaran : tidak terurus ; kt. lain. klēlēran
klalēn : lupa.
klambi : baju.
klaras : daun kering , kulit jagung yang kering biasa digunakan untuk melinting rokok.
klawu : abu-abu.
klayu : ingin ikut sekali.
klebes : kata majemuk teles –kebes , basah kuyup.
klēkaran : duduk-duduk dilantai
klelar-kleler : lamban
klelep : tenggelam (untuk orang)
klēlēran : lih. klalaran
klendhangan : pergi tanpa arah/
tujuan
klenger : pingsan
klēntab : melintas sekejap
klentik (lenga) : minyak kelapa
klenyis : rasa tidak begitu manis
klēos : pergi begitu saja
klepek : terkapar tak berdaya
klēpēk : istilah untuk mengundang burung dara jantan (yang sedang terbang) dengan cara memegang dan menggerak-gerakan burung dara betina.
klepon : jenis kue dari tepung ke
tan berbentuk bulat dimakan dengan parutan kelapa.
klerek : biji lerak, biasa digunakan untuk mencuci perhiasan atau kain batik.
klethak : gigit dengan kuat.
klikikan : bunyi perut yang lapar.
klilip : sesuatu yang masuk kedalam kelopak mata.
klimis : licin dan bersih.
kliningan : bel sepeda ; kt.lain kri
ningan.
klintong : sekedar lewat ; klintong-klintong : berjalan-jalan santai .
klithik : bunyi benda-benda kecil saling beradu ; kacang – klithik : kacang tunggak goreng ; klithikan :
serba sedikit ; Kt.lain klethik.
kloloden : tertelan makanan tidak bisa masuk tenggorokan
klomoh : basah sekali oleh minyak
klopot : kotor.
klothēhan : mengerjakan sesuatu hingga tangannya kotor,repot
klothok : kelupas ; nglothok : mengelupas ; rambutan nglothok : rambutan yang dagingnya mudah mengelupas dari bijinya.
klowoh : tempat kecil berbentuk bulat terbuat dari tanah (gerabah)
kloyong : pergi begitu saja ; kata majemuk kloyang-kloyong : pergi kemana-mana
kluban : sayuran matang diberi bumbu sambal kelapa , urap
kluncur : basah
kluron : keguguran
kluthuk (gedhang kluthuk) : pi -
sang batu ; desa kluthuk : kam -
pung sekali (udik).
kluyur : jalan kemana-mana
kobēl : gerakan tangan mencuci dubur
kober : sempat
kogel : berkenan,ingin memberi
kojot : (kojot-kojot),kejang-kejang ; gerakan tubuh hampir mati ; kt.lain kejet-kejet
kokoh : makan nasi yang dicampur dengan kuah (mis. sayur,soto dsb).
kokop : minum langsung kemulut
kokosan : sejenis duku
kolēh : campur, aduk.
kolon : kejam.
kolor : tali ; celana kolor : cela -
na pendek bertali.
kolu : tega.
kon : suruh (singkatan dari kong -
kon) ; di kon : disuruh.
kondhong : kamar.
kondhor : hernia.
kongkon : suruh ; disingkat kon.
kongseb : jatuh terjerembab.
konthol : kelamin laki-laki.
kopēt : belum membersihkan dubur setelah buang air besar.
koplak : terminal dokar (sado).
kopok : sakit telinga bernanah
koprot : berdarah-darah
kor : anak kutu rambut
korap-karēp : sangat tidak cukup
korēd : mengambil yang tersisa
korog : memegang sambil diguncang.
koros : nama jenis ular.
korup : memadai ; ora korup :
tidak sesuai,tidak memadai
kosēk : membersihkan dengan gerakan tangan memutar
kotoran : datang bulan,menstruasi
kowen : kamu, engkau ; untuk le
bih menghormati dipakai kt.lain panjenengan, sering disingkat njenengan.
kowèr : suara tangis bayi ; bayi kowèr : bayi yang baru lahir ; tai kowēr : kotoran bayi yang baru lahir
kraca : sejenis keong
krakal : bongkahan batu kapur (gamping)
kramas : keramas,mencuci rambut dengan sampo
krangkēng : kurungan terali besi digunakan untuk mengurung penjahat atau binatang
kreas : tidak lembek, agak keras ; gedhang kreas : jenis pisang yang agak keras
krēcēk : masakan dari krupuk rambak biasanya untuk melengkapi nasi gudeg
krēkēlan : naik dengan susah payah
kremes : jenis kue kering dari ubi jalar dan gula merah
krēnah : syarat untuk menghindari kesialan
kridhong : menutup tubuh dengan kain sarung
krikil : batu kecil-kecil
kriwil : rambut yang ikal kecil-kecil
krogat-krogēt : bergerak-gerak
krongo : jenis lalat buah berbentuk kecil
kronjot : keranjang bambu berben
tuk panjang
kropok : keropos
krotak : bunyi benda jatuh ; kelas krotak : kelas kambing
krowak : hilang (berkurang) seba
gian
krowolan : menggumpal
krudhung : kerudung
kruma : kuman
kruntelan : berdesakan.
krupuk : kerupuk.
krutug : dilempari batu
kruwek : membuat lobang
kruwes : meringkas,meringkus
kubuk : (pakaian) sempit, tidak
longgar
kucek : kucek (cara mencuci
pakaian)
kucir : rambut panjang diikat
dibelakang
kudang : menimang anak sambil mengharapkan agar sang anak menjadi seuatu yang dicita-citakan
kuku : kuku ; sakuku ireng : sedikitpun ; ora ngandel sakuku
kulit : kulit
kulo (bebasa) : aku,saya.
ireng : tidak percaya sedikitpun
kukul : jerawat
kukur : garuk ; kt.lain kukur-
kukur
kukus : merebus dengan kukusan
kulak : berbelanja untuk dijual lagi
kulanuwun : seruan (panggilan) sebelum masuk rumah orang ; sampurasun, punten (bhs. Sunda), salam lekum (assalamualaikum, bhs.Betawi.)
kuli : kuli, orang suruhan
kulon : barat
kulup : ujung penis yang tertutup karena belum dikhitan
kum : rendam ; kungkum : berendam
kumat : kambuh.
kunci : kunci, sejenis tanaman untuk bumbu.
kuncir : kuncir : kt.lain kucir.
kuncung : potongan rambut panjang ditengah
kungkum : berendam di kolam atau sungai
kuning : kuning ;
kuning gadhing :kuning muda
kunir : kunyit
kuntul : sejenis burung rawa berkaki panjang warnanya putih
kupat : ketupat
kupeng (silah kupeng) : duduk bersila dengan mantap.
kur : hanya ; kt.lain mung atau mung-mungē
kurang : kurang
kuther : cacat telapak tangan tidak bisa lurus (bengkok)
kuthung : baju tak berlengan
kutil : kutil, penyakit kulit berupa benjolan kecil-kecil
kutru : dipukul terus menerus dengan cepat
kuwali : perkakas memasak dibuat dari tanah (gerabah)
l

labas : tembus.
labrag : labrak, hajar.
labur : larutan kapur/gamping yang biasa digunakan untuk memu
tihkan dinding/tembok.
ladak : gaya bicara keras (wanita).
ladhēn : pembantu tukang batu.
ladhon : lahan sawah.
lading : pisau.
lagaran : tanpa bantuan/sarana apapun.
lair : lahir ; lairan : keadaan se -
dang melahirkan.
lais : kesenian rakyat diwilayah pantura barat Jawa Tengah.
lajeng (bebasa) : lalu,lantas,kemu-
dian.
lajo : pekerjaan menuai padi ditem -
pat yang jauh.
laku : jalan.
lalab : sayuran yang dimakan mentah.
lalawora : tidak sunguuh-sungguh
lali : pulas, nyenyak ; turu lali : tidur pulas.
lampar : suka pergi ke tempat yang jauh
lanang : laki-laki.
landhung : panjang kebawah,cu -
kup panjang
langka : tidak ada ; langka-lang
ka : khas, jarang ada ; kt.lain laka-laka ; Tegal laka-laka : sebuah kawasan dikota Tegal yang diperun -
tukkan khusus untuk bagi pedagang makanan.
langkung (bebasa) : lebih ,lewat
langlang : memeriksa sambil berjalan
langsē : gorden
lanyah : lancar karena sudah sering melakukan
laos : lengkuas
larad : lari cepat tak terkendali
larang : mahal
las : butir gabah yang tercampur di beras
latan : terus ; latanē : seterusnya ; kt.lain. atan, atanē.
latopya : jenis kue khas Tegal.
latu : percikan api dari bara.
lawang : pintu ; lawang ireng : (kiasan) penjara.
lawas : lama.
lawatan : terbang berputar-putar.
lawē : benang sutra.
lawon : kain putih,mori.
layah : sejenis piring dari tanah (grabah).
layos : tenda untuk upacara ; kt.lain tarub , tragtag
leder (pait leder) : pahit sekali.
leg : telan ; leg-leg : makanan.
lega : luas, tidak sesak.
leged : kotoran ; legedē , sebutan penghinaan atau ejekan untuk seseorang.
lekēk : (asin lekēk) asin sekali.
leklok : tubuh lemas.
leled : berbutar dengan kencang.
lemah : tanah.
lembu (bebasa) : sapi.
lēmbēan : ayunan tangan saat berjalan.
lemi : lumpur halus.
lempeng : lurus.
lēmpēng : papan.
lemper : jenis makanan dari ketan berisi daging jang dibungkus daun pisang.
lēmpoh : capek, loyo.
lēmpong : kasur.
lemu : gemuk.
lemud : nyamuk.
lenggah (bebasa) : duduk ; kt.lain linggih.
lenggaong: penjahat besar,bajingan
lenggarangan : musang kt.lain luwak.
lengguk : daun ketela (ubi rambat)
lenggurungan : tenggorokan.
lenggut-lenggut : mengantuk.
lēng : liang tempat tinggal hewan kecil,serangga dan hewan melata.
lēngko : nasi dengan campuran tahu goreng,tauge,mentimun dan sambel kacang
lepat (bebasa) : salah.
lepet : sejenis makanan dari ketan yang dibungkus daun kelapa, biasanya dihidangkan pada Hari Raya Idulfitri.
ler : helai, satuan benda kecil dan panjang, mis. rambut, rokok dsb ; rokok sa-ler : rokok sebatang.
lēr : diratakan.
lēr (bebasa) : utara.
leri : air cucian beras.
lesung : tatakan terbuat dari kayu berbentuk panjang untuk menum -
buk padi (biasanya untuk 2-3 orang penumbuk).
lethek : kelihatan kotor.
lēwa : tingkah laku tidak sewajarnya ; kakēhan lēwa : banyak tingkah ; ninggal lēwa : tingkah laku aneh orangyang mau meninggal dunia.
liganē : untungnya ; kt.lain kaliganē atau .dilalah.
lim : lem,perekat.
lindhu : gempa.
Linggih (bebasa) : duduk.
lingsa : telur kutu rambut.
linguk : tengok,toleh.
lirēn : berhenti,beristirahat.
lis : pigura, daftar
liwat : melintas, melalui
liyer-liyer : mata hampir tertidur
lodod : menyorongkan kepala untuk melihat sesuatu.
logro: mudah ditelan,licin diteng -
gorokan, longgar.
lokēn : ( kt.tanya ) masa, apa iya ; kt. lian, iloken atau lokēn.
lola : anak yatim ; lola-lali : yatim piatu.
loloh : menyuapi dengan makanan yang sudah dihancurkan (untuk burung/bayi).
loman : suka memberi,dermawan
long : petasan besar.
longok : tengok , lihat
lor : utara ; ngalor : keutara.
lorog : laci.
los : silahkan, langsung pergi.
lothēk : rujak buah.
loyang : alat untuk meletakkan kue (roti,bolu dsb) sebelum di oven , nasi kering.
luged : medok (sambal, masakan)
lugu : asli ; lugunē :aslinya,sebenar
nya.
luk : lengkung , lekuk pada keris ; ngeluk : melengkungkan ; ngeluk
boyok : (kt.kiasan) istirahat.
lulut : lekat,ingin selalu ikut.
lumēr : meleleh.
lumpang : tatakan terbuat dari batu untuk menumbuk padi.
lumrah : lazim , umum, biasa .
lunga : pergi.
luntur : warnanya hilang atau be-
Rubah.
lur : ulur , cacing kecil untuk umpan pancing.
luru : cari ; kt.lain luruh,golēt
lus : belai,licin ; di lus : dibelai,dise-
trika ; lusan : setrika ; kt.lain
elus.
luthu : pencuri kecil-kecilan
lutis : rujak buah ; kt.lain lothēk
luwak : musang
luwih : lebih

m

mak : panggilan untuk ibu ; kt.lain manē atau manēnē
maos (bebasa) : membaca.
mabur : terbang.
maca : membaca.
macanan : jenis permainan seperti halma.
macēt : tidak lancar ; makan jajan
an sambil minum teh/kopi.
macul : mencangkul.
madan : agak ; kt.lain semadan
,rada,semada,mandan,manda,
radan,mada.
madhep : menghadap.
madon : main perempuan,melacur
maēn : berjudi , berpura-pura ; maēnē : berpura-pura ; maēn bureng : pura-pura tidak tahu.
maēsa (bebasa) : kerbau.
majeng (bebasa) : maju,menghadap
majir : binatang yang terlalu gemuk dan berlemak sehingga sulit bertelur ataumelahirkan (kambing,ayam,be
bek).
maju : maju.
magel : tidak sampai selesai ; kt.lain
mangkrak
maido : menyalahkan orang lain
maindha (bebasa) : kambing ; lih. wedhus
mak : panggilan untuk ibu ; kt. lain ema , manē, manēnē
mal : pola,ukuran
malek : tidak pernah puas
maling : pencuri
mamah : kunyah
mambu : berbau.
mambet (bebasa) : berbau
mampet : mampat,tersumbat.
mampir : singgah
man : panggilan untuk paman atau lelaki yang lebih tua sebaya paman ; kt.lain mang; terkadang mengguna-
kan panggilan um (oom).
mana : kesana ; kt.lain mrana
mancleng : mantap
mancung : kelopak bunga kelapa atau bunga pinang.
mandi : ampuh.
manē : ibu , emak ; kt.lain manē
nē.
mangan : makan.
mangap : membuka mulut, menga
nga.
manggar : bunga kelapa atau bunga pinang.
manggon : bertempat tinggal.
mangkat : berangkat.
mangkel : jengkel.
mangkrak : tidak selesai.
mangmang : ragu-ragu.
mangseg : kenyang dan puas.
maning : lagi.
mantak : menyebabkan,berakibat.
mantep : mantap.
manthuk : mengangguk.
mantog : (istilah kasar) pulang.
mantu : menantu.
mantun (bebasa) : sembuh, tidak lagi.
mapag : menjemput.
marab-marab : marah sekali.
marahi : memberitahu
marek : mendekat ;
kt.lain mērek
margi (bebasa) : jalan
marong : bara yang menyala
maru : madu (istri-istri dari pria
poligami)
marus : darah hewan ternak
matang puluh :upacara peringatan 40 hari meningal dunia,biasanya denganpembacaan tahlil.
matun : menyiangi tanaman padi
mayeng-mayeng : pergi kemana-mana
mbanggēl : berusaha melepaskan diri dari pegangan tangan orang lain
mbarang : mengamen
mbedhut : nakal.
mberung : nakal, tidak mau diatur.
mbēnjrēt : mencret,diare ; kt.lain mbonjrot.
mbethither : nakal sekali , tidak mau dilarang (untuk anak-anak)
mblakēr : tergores.
mbledhag : membuka paksa.
mbledhos : pecah (ban), amblas
mbledhug : meledak
mbok : ibu ; mbok-tuwa : nenek ; kt.lain embok.
mboran : yang mana saja ; kt.lain mbuh ora atau mbuh apa
mbranang : bersinar,bercahaya terang ; abang mbranang : merah tua,merah menyala.
mbrodhot : ambil paksa, jambret
mecing : minta bagian dari seseo
rang yang baru saja memperoleh uang banyak.
mecucu : mulut monyong ; kt.lain mucu-mucu
mēdang : minum teh atau kopi panas.
medhit : kikir, tidak suka memberi
medhok : memuai karena mengan
dung air.
medhot : memutus.
mediding : takut di ketinggian
mēh : hampir
mēk : pegang ; mēk-mēk : menger
jakan sesuatu
mekaya : mencari nafkah ; peka -
ya : harta,kekayaan.
melar : memuai,membesar.
meleg-meleg : diam saja,tidak la -
ku.
melēk : membuka mata, tidak tidur
meluku : membajak sawah
mēlēd : menjulurkan lidah
mēlok-mēlok : memakai bedak tebal sekali
mēmē : menjemur ; kt.lain mēpē
memedi : hantu.
mempan : berpengaruh ; ora mempan : tidak berpengaruh,tidak ada efek.
mempur : lunak dan mengembang
menangi : mengalami, pernah melihat.
mencilak : mata terbuka,terbelalak
mencingis : baru tumbuh, tumbuh tunas.
mencit : tinggi sekali.
mēn : biar ; kt.lain bēn.
mēnclok : hinggap
mencolot : melompat
mēncong : tidak lurus
mencorong : bersinar
mendelik : terbelalak
mendelēng : miring,tidak tegak
mendem : mabuk
mendhak : khaol, peringatan ulang
tahun meninggal dunia.
mendhem : mengubur
mendhil : kotoran kambing.
mendhot : buah yang lebat.
mēndrēng : lintah darat.
mēnē : kemari ; kt lain mrēnē.
mēnēk : memanjat.
meneng : diam.
menges : warna tua,atau pekat.
mēngēs-mēngēs : tajam sekali .
mēnggok : berbelok ; kt.lain mlē -
gok.
mengkirig : bergidik.
mengkureb : tengkurap.
mēngos : membuang muka.
mēngsol : kedudukannya tidak
pas.
mēnjēng : genit.
menthang : mengangkang
mentho : jenis makanan khas Tegal
menyat : bangkit,berdiri.
mēprēl : mudah pecah.
mērad : (istilah kasar) pergi.
mesusi : mencuci beras .
mēt : petik, ambil.
mētē-mētē : sulit berjalan karena keberatan membawa beban.
metek : menekan.
meteng : hamil.
metengi : menghamili, menjadi
kan gelap.
methakthak : duduk membuka lebar kedua paha.
methangthang : bergaya ; kt.lain methēngthēng.
mething : memilih yang terbaik.
methongsot : duduk tenang.
methukthuk : teronggok.
mēyēg : miring, tidak tegak.
miki : tadi.
milet : (bebasa) ikut.
mimi’ : (berkata kepada anak
kecil) minum.
minger : berbalik arah.
minggat : pergi tanpa ijin.
minggrang-minggring : ragu-
ragu.

mingkem : menutup mulut, rapat
mingseg – mingseg : tersedu-sedu
; kamisesegen : masih tersengal setelah habis menangis.
mingser : bergeser.
mingslep : sembunyi , masuk kedalam lubang, tenggelam.
mipil : sedikit demi sedikit.
mirong : udang goreng tepung khas Tegal.
mithes : menghancurkan dengan dua jari (ibu jari dan telunjuk), mematikan dengan mudah.
mitung dina : upacara peringatan
7 hari meninggal dunia, biasanya de
Ngan membaca tahlil.
mlaku (ngoko) : berjalan.
mlampah (bebasa) : berjalan.
mlatar : royal ; kt.lain mlastar.
mlēcah : lecet.
mlēgok : berbelok ;
kt.lain mēnggok.
mleker : retak.
mlempem : tidak renyah.
mlēngos : membuang muka.
mlenthing : bintik di kulit.
mlenthung : bintik agak besar di ku lit (akibat terbakar atau kena air panas).
mlēot : bentuknya berubah karena tekanan ; kt.lain mlēthot.
mlērok : melirik dengan mata lebar,menunjukkan ketidak sukaan.
mlesnong : cantik,wajahnya berca
haya.
mlethēk : merekah ; srengēngē mlethēk : matahari terbit.
mligi : hanya, semata-mata ; kt.lain
mung-mungē.
mlipir : berjalan menepi.
mlipit : ber pakaian rapi.
mlirik : melirik.
mlithet : terlipat.
mlithut : terlipat.
mliwis : burung belibis.
mlocoh : luntur, warna berubah.
mlodhok : melepuh ; kt.lain mlos
dhok.
mlongo : mulut menganga,beng -
ong.
mlopor : berdarah-darah, luka
parah.
mlosod : bergeser kebawah.
mludhuk : buluk.
mlukēk : muntah , muak, samase -
kali tidak ingin.
mlukok : muntah.
mlumah : terlentang.
mluntrah : tumpah.
moang : mulai.
moblong – moblong : cantik seka
li.
moci : minum teh yang dituang menggunakan poci (biasanya dari tanah), khas Tegal.
modar : (istilah kasar) meninggal
modod : hampir keluar
momong : mengasuh anak ; momongan : (kt.kiasan) anak.
mong : tidak mau ; kt.lain emong atau moh.
monggo : (bebasa) silahkan
mongkog : tidak berselera,muak
moni : bunyi ; monia : meski
pun.
mono : kesitu : kt.lain mrono.
mopo : capek, tubuh lemah
mralak : kelihatan jelas
mratak : padi disawah mulai menguning
mrekabak : wajah berubah (ingin marah atau menangis)
mrekangkang : duduk dengan posisi membuka kedua paha
mrekengkeng : kejang
mrekinding : merinding, takut
mrekitik : merinding, bulu roma berdiri.
mrekungkung : tidur melingkar (seperti udang).
mrengangah : membara.
mrēngēs : tersenyum.
mrēthēli : lepas satu-satu kt. lain mrithili,mrotholi.
mriang : demam.
mriki (bebasa) : ke sini.
mrika (bebasa) : ke sana.
mriku ( bebasa) : ke situ.
mrinding : merinding,bulu roma berdiri.
mringis : meringis.
mrongos : gigi kedepan.
mruluk : jatuh ke bawah bersama
an.
mrupus : berkata besar.
mruwul : tidak rata,tidak licin.
mucu-mucu : mulut monyong.
mudal : air keluar dari bawah.
mudheng : paham, mengerti.
mudhun : turun.
mudul : didorong tetapi kembali lagi.
mulad-mulad : api membesar.
mules : mulas.
mumet : pusing.
mundhuk : (mundhuk-mundhuk)
berjalan dengan perlahan sambil
membungkukkan badan menunjuk-kan sikap sopan.
mundur : mundur,bergerak ke bela
kang.
munjuk : naik, keatas.
mumpluk : montok.
muncis : monyong.
muncrat : memercik keatas.
mundhak : naik harga.
munel : dagingnya tebal.
munjung : penuh sekali.
mung : hanya ; mung-mungē : ha-
nya satu-satunya .
munthuk : berbusa.
muntup : keluar sedikit,keluar
ujungnya.
munyel-munyel : mual, ingin muntah.
munyer : berputar ; kt.lain
munyeng.
murub : menyala.
murus : mencret,diare.
mutah : muntah.
muter : berbelok.
mutih : menjalankan tirakat de
ngan cara makan nasi tanpa lauk.
mutung : ngambek.
muwel : penuh .

n

nabrak : menabrak.
nabok : memukul.
nabuh : menabuh.
nacak : mencoba.
nagasari : kue pisang.
nami (bebasa) : nama.
nampa : menerima.
namung (bebasa) : hanya ; biasa di
singkat mung
nampi (bebasa) : menerima.
nanjak : menanjak, jalan naik.
nangglog : mentok.
nangis : menangis.
narik : menarik.
ngablag : terbuka lebar (mis.pintu)
napēni : membersihkan beras
menggunakan nyiru.
ndarani : dikira.
ndhengak : mendongak,melihat
keatas.
ndhothor : nongkrong
ndobol : buang air besar (istilah
kasar)
ndopok : membual.
ndulek : mengorek menggunakan jari telunjuk , diganggu mahluk halus
ndungsir : menggali tanah.
nedho (bebasa) : makan, minta.
nempur : membeli beras.
nek : mual.
nēmplok : menempel.
nendhag : terhalang benda keras.
nendhang : menendang.
neng-nengan : tidak saling tegur sapa ; kt.lain ēng-ēngan
ngabar : berenang dipermukaan
air.
ngablu : tidak serius,setengah -
setengah.
ngah : menyisakan.
ngalih : pindah.
ngalup : malas, suka menangis malam-malam.
nganclang : berjalan agak cepat.
ngandhap (bebasa) : di bawah .
nganggo : memakai.
ngangsu : mengambil air dari tem
pat yang agak jauh.
ngasab : bekerja mencari nafkah
ngathang-ngathang : berbaring terlentang.
ngēcē : menghina,meremehkan.
ngeclap : menghilang tiba-tiba.
ngeden : mengejan, menekan isi perut saat buang air.
ngēgang : berjalan denganmengang
katpinggul dan membuka paha
seperti anak baru dikhitan.
ngēgot : menggoyangkan pinggul
ngēi : beri; kt.lain ngēin, mēin.
ngelih : lapar.
ngemis : mengemis,minta-minta.
ngempra : mengerjakan sesuatu pekerjaan tidak sampai selesai
ngēncēg : berjalan cepat ; kt.lain ngincig
ngendhelong : tali yang ditarik tdak kencang (kendor).
ngēngsod : ngesot,berjalan sambil duduk (menyeret pantat).
ngenthurit : melarikan diri.
ngepong : menghindar.
ngēpot : berlari dengan susah payah.
ngērēk-ērēki : ayam jantan yang sedang menarik perhatian ayam betina ;(kiasan) pemuda yang sedang
menaksir anak gadis.
ngesrong : pikiran kosong.
ngetēmbol : membawa sesuatu yang tidak kelihatan tetapi menonjol (mis.dimasukkan kantong celana);
kt.lain nggēmbol.
ngetepol : berlari tidak bisa cepat.
nggara : berulah, membuat gara-gara.
nggeblag : menggebrak,memukul keras dengan telapak tangan ; kt.lain nggebrag.
nggejah : banyak sekali dan ada dima-na mana ; kt.lain njeprah.
nggiwar : menyimpang.
ngglibed : berkelindan, tidak mau dilepas
ngglolo : menangis berkepanja -
ngan.
ngglosor : berjalan melata mis.ular
nggo : memakai ,singkatan dari kanggo.
nggrentes : sedih.
nggriyeng : menangis lirih tapi tidak mau berhenti.
ngigel : berlenggang-lenggok.
ngilo : bercermin, menim
bang dengan timbangan (kiloan).
ngimput : merapatkan paha.
nginang : makan sirih.
ngingsor : bawah ; kt.lain ngisor.
ngipit : mengipas pembakaran (mis.membakar sate)
ngiyub : berteduh
nglabur : mengapur (dinding)
nglagir : tiduran
nglamir : tidak kebagian ; kt.lain nyanir.
nglantur : melantur.
nglenggēkē : duduk santai.
nglēos : membuang muka, pergi begitu saja.
nglegleg : diam membisu, terce -
nung.
nglēkap : mengelupas, lapisan
yang lepas .
nglēkar : duduk ditanah tanpa alas ; kata lain nglēkor, klēkaran
ngleker : tidur lelap sampai men
dengkur.
nglepus : sedang merokok.
nglethak : menggigit benda keras.
nglethis : menggigit buah/makanan berbentuk kecil (mis.cabe)
nglethus : menggigit makanan atau
buah buahan kecil.
nglēyang : melayang.
nglēyob : mengantuk berat, ham
pir tertidur.
ngliga : tidak memakai baju.
nglilir : mendusin,terbangun.
nglindur : mengigau, bicara sambil tidur.
ngliwet : menanak nasi.
nglongok : menengok.
ngluthik : menyentuh dengan
ujung jari telunjuk.
ngodor : marah-marah.
ngodor : bericara sambil marah.
ngokop : minum langsung (tidak memakai gelas/cangkir).
ngoncog : mendatangi seseorang dengan marah.
ngorok : mengorok.
ngosēk : berguling-guling.
ngosog : mengerjakan sesuatu dengan agak marah.
ngoyos : berjalan dibawah hujan.
ngrahak : makan dengan rakus.
ngrajug : terkejut.
ngranapi : pernah mengalami.
ngrangseg : merangsek.
ngrasani : ngrumpi, membicara
kan ihwal orang lain.
ngrasuk : masuk kedalam jiwa,
merasuk.
ngrawudi : mengambil sesuatu. barang yang berserakan dengan .tangan.
ngrēgoni : mengganggu orang .bekerja.
ngrekicek : hujan kecil tetapi ti -
dak berhenti2.
ngringik : merengek.
ngringkel : tidur dengan tubuh melingkar.
ngringkuk : duduk mengangkat kedua lutut dengan tubuh membung
kuk.
ngrintih : merintih.
ngromed : bicara sendiri (karena marah atau stress).
ngrumat : merawat.
ngrusuhi : merepotkan ; (kiasan) minta tolong.
ngrutug : melempari dengan batu.
ngruwicèh : mata berair, mata berkaca-kaca.
nguja : sengaja.
ngunjal : membawa,mengangkut ; ngunjal ambekan : menarik napas
ngunthuli : mendekat diam-diam.
nikalē : padahal ; kt.lain nikhalē
nini : nenek.
njanggleng : berdiri.
njeblag : terbuka dengan keras ( mis.jendela).
njedhag : roboh ke belakang.
njekutrut : diam menunduk.
njelēhi : memuakkan.
njenggēlēk : bangun (bangkit). .tiba-tiba.
njepat : lepas dari ikatan.
njeprah : banyak sekali dan terda
pat dimana-mana ; kt.lain nggejah
njubleg : duduk termenung.
njungla : meloncat.
nok : panggilan untuk anak perem-
puan kecil.
nrecep : perut terasa perih.
nrosol : memaksa mendahului (dalam antrean).
nuli : terus menerus.
nurun : meniru,menyontek.
nyana : sangka, kira ; ora dinya-
na : tidak disangka.
nyandhak : sampai,cukup.
nyangklak : bicara sengak, bicara tidak enak.
nyangklēk : membawa sesuatu dengan mengikatkan tali dipundak (mis.membawa tas).
nyangsang : menyangkut tidak bisa lepas mis. sampah di sungai
nyanir : tidak kebagian ; kt.lain nglamir.
nyari : ukuran selebar dua jari.
nyathēk : memagut, menggigit dengan cepat (mis.ular).
nyatus : upacara peringatan 100
hari meninggal dunia, diasanya de
ngan pembacaan tahlil.
nyaur : membayar hutang.
nyawuk : lih. cawuk
nyempil : ikut membeli sedikit (sebagian kecil) .
nyerat (bebasa) : menulis.
nyerēt : minum candu,madat.
nyēwu : upacara peringatan 1000
hari meninggal dunia, biasanya de
ngan kenduri dan pembacaan tahlil.
nyidham : mengidam,ingin makan sesuatu yang dialami wanita yang se-
dang hamil.
nyigit : menggigit caberawit(biasa
nya sambil makan tahu goreng).
nyilem : menyelam.
nyingkrak : sok.
nyiruk : terbang meluncur ke
bawah (mis.layang-layang,pesawat terbang atau burung dara).
nyisil : makan biji sambil mengu-
pas kulitnya biasa dilakukan oleh burung .
nylinthis : pergi diam-diam tanpa diketahui orang lain.
nylisib : menyimpang dari jalur.
nylusup : menyusup.
nyosoh : menggiling / menumbuk beras agar lebih putih.
nyrēngēs : tersenyum lebar.
nyublek : menghunjam.
nyucrup : mencecap.
nyucus : menusuk.
nyumul : muncul di permukaan.
nyureng : melihat dengan memi -
cing-kan mata.
nyuwun : (bebasa) minta .

o

obah : bergerak.
obrak-abrik : obrak-abrik.
obrog : dipakai terus menerus sampai rusak.
ocar-acir : larutan gula merah yang disiram merata (diatas jajanan)
odhol : urai, lepas dari gulungan.
ogan : ramalan ; tukang ogan : peramal biasanya menggunakan gambar dan burung gelatik.
oglēk : goyah ,hampir lepas.
olah-olah : memasak.
olēr (ngolēr) :panjang sekali ; kt.
lain ngolēr-olēr.
ompol : air kencing yang keluar sambil tidur (biasanya dilakukan anak-anak) ; ngompol : kencing se-
waktu tidur.
olih-olih : buah tangan,oleh-oleh.
olor : ulur,memanjangkan.
oman : merang (gagang padi).
ombēr : banyak waktu.
ombyang-ombyong : pergi bera-
mai-ramai kesana kemari.
ombyok : ikatan (mis.sayuran).
omong : bicara.
ompong : gigi tidak lengkap.
omprēng : tempat makan dari
kaleng.
oncēk : kupas ; kt.lain oncēt atau
ocēt.
oncog : mendatangi seseorang
dengan marah.
oncor : obor minyak tanah meng-
gunakan potongan bambu.
ondhē – ondhē : nama sejenis kue dari tepung ketan berbentuk bulat ,ditaburi wijen ; nama lain ondhol – ondhol.
onggrongan : sok.
ongkeb : hawa panas ; kt.lain su -
muk.
ongkeb-ongkeb : berbaring mene
lungkup,ditempat tidur.
onthēl : genjot ; pit onthēl : se
peda onthēl / genjot.
opak : jenis makanan dari sing -
kong.
ora : tidak.
orog-orog : jenis makanan dari sing kong.
orong-orong : jenis serangga
dalam tanah.
orot : boros.
osēng-osēng : jenis masakan dari sayuran yang ditumis.
osog (ngosog) : memperlakukan dengan marah atau terpaksa.
othak-athik : utak-atik
oto : pakaian bayi yang bertali sema cam celemek diikatkan dibadan, agar tubuhnya hangat (jaman dulu).
owah : ubah.
owal-awil : hampir lepas,hampir patah.
ongkoh : juga.
oyag : goyang.
oyod : akar.
oyok : kejar.
oyong : sejenis labu (sayuran).

p

pacētan : jajanan,snack.
pacul : cangkul.
padasan : tempayan air dengan pan-curan untuk berwudhu .
padhung : bangku dari kayu.
pados (bebasa) : mencari.
padu : cekcok ; kt.lain tukaran.
paēs : berhias.
pagang : hadang.
paido : disalahkan.
pak : panggilan kepada bapak atau orang yang dituakan, pegadaian.
pakra : beres,benar ; ora pakra : tidak beres.
pal : tonggak, tiang penanda.
pamong : guru atau pegawai peme
rintah ;pamong praja : pegawai pe
merintah daerah ;pamong desa :
pegawai kelurahan.
pan : akan, mau.
pancal : mendorong keras dengan kaki ; kepancal : tertinggal kenda
raan yang akan ditumpangi.
panci : panci.
pancing : pancing.
panclas : potong dengan parang
pang : dahan,cabang ; ngepang : bercabang
panggalan : gasing
panggul : mengangkat barang dipundak
pangur : adat (wanita) meratakan gigi
panjul : bentuk kepala menonjol dibelakang
pantar : baya, sebaya
papag : jemput
panjul : bentuk kepala menonjol dibelakang
papung : (istilah untuk anak kecil) mandi
para : tempat untuk menyimpan sesuatu yang terletak diatas dapur
patah : istilah dalam permainan anak-
pathak : lempar batu ; (istilah kasar)kepala
pathēk : penyakit kulit (frambusia)
pathok : tonggak
pē : jemur kt.lain mēmē.
pecah : pecah.
pēcē : cacat mata sebelah.
pecicilan : bergaya kasar,tidak sopan.
pecoh : istilah khusus untuk ayam yang menyerang ayam lain.
pecut : lecut.
peda : ikan kembung asin.
pedarepan : cemburu.
pedaringan : tempayan untuk menyimpan beras.
pedhal : injakan kaki untuk mengo
ntel pada sepeda.
pedhes : pedas.
pedhēt : anak sapi.
pedhot : putus kt. lain pegot
pedhut : kabut.
pedigasan : perilaku kasar.
pega : banyak asap.

pēh : ikan pari, kehabisan tenaga,
putus asa.
pejaratan : makam,kuburan ; nggēndhong pejaratan : (kt.kiasan) melarat,miskin sekali.
pejuh : air mani.
pèkèh : menggendong anak kecil dipinggang samping dengan kaki dibuka .
pelakangan : pangkal paha.
pēlas : sejenis lauk yang terbuat
dari parutan kelapa muda dicam-
pur ikan teri,udang dsb.dibungkus
daun kelapa.
pēkēh : menggendong dipinggang samping dengan kaki dibuka (anak kecil).
peksi (bebasa) : burung.
pēlek : bagian dari roda kendaraan untuk melekatkan ban (dari bahasa Belanda velg.)
pēling : imbuh,tambahan ,bonus (dalam pembelian barang).
pelok : biji mangga.
pēlor : peluru.
peluh : impoten, tidak bisa ereksi.
pencilak : melebarkan mata.
pencug : kayu panjang untukmem
buat lobang ditanah guna menanam
biji / benih.
pendhil : panci tanah (gerabah).
pendirangan : berlagak kasar.
penging : larang.
pengung : bodoh,pandir.
pēnjol : tidak bulat.
penthil : putting susu.
pentil : buah muda,mangga muda.
pēntil : penutup angin pada ban.
penthul : tokoh lawakan berhidung
bulat.
pepek : lengkap.
pepēling : peringatan ; ēling : ingat
perih : pedih.
pērod : cacat belas luka di dekat mulut.
persasat : boleh dikata, hampir sekali.
pēs : pepes , dibungkus daun ; mis. pēpēs ikan .
pesen : pesan ; mesen : memesan.
pētan : mencari kutu rambut.
petarangan : tempat untuk ber
telur dan mengeram (unggas).
petelesan : (kt.kiasan) pakaian.
petha : baik, rapi ; ora petha : tidak rapi, acak-acakan.
pethakilan : bergaya urakan.
pethēl : alat pertukangan sejenis
kapak.
pethēngthēng : berlagak ;
pethēngthēngan : sok jagoan ; kt. lain pethangthang-pethēng-
thēng.
pethētan : hiasan ; kt.lain pajangan.
pethik : petik,memotong sayuran
dengan tangan; methikikangkung :memotong kangkung dengan
tangan.
pething : pilihan.
pethuk : petok,surat kepemilikan tanah.
pias : pucat.
picek : buta.
pijet : pijat.
pikir : pikir ; mikir : berpikir.
pikul : pikul.
pil : tablet.
pilak : bekas luka di kepala ; kt.lain
pithak.
pilis : ramuan jamu yang ditempel
kan dipelipis (biasanya dipakai wanita yang habis melahirkan).
pilong : buta.
pilus : jenis makanan ringan.
pincang : cacat kaki, tidak bisa berjalan dengan baik.
pincuk : cara membungkus. dengan daun pisang.
pinten (bebasa) : berapa
pipis : nama kue yang dibuat dari tepung beras dibungkus daun pisang biasanya diisi pisang ; kt.lain nagasari.
pir : dokar,delman.
pira : berapa.
pisah : pisah.
pisuh : caci-maki ; misuh-misuh : mencaci maki.
pit : sepeda (dari bahasa Belanda fits).
pitek : lalat besar yang sering
hinggap dan mengisap darah kerbau.
pithak : cacat bekas luka dikepala ; kt.lain pilak.
pithos : cacat mata.
plakangan : selangkangan
plak plek : suka main tangan (memukul)
plaur : sempat ; kt. lain kaur.
plek : sama persis.
plenet : tekan ; kt.lain penet atau
penyēt ; tahu penyēt : jenis masa
kan dari tahu goreng yang di-penyēt
plethok : mekar saat digoreng ;
tahu plethok : tahu goreng khas Tegal.
ploēn : saluran air.
plok : singkatan dari emplok,memasukkan makanan kedalam mulut.
plonthos : gundul,tak berambut.
pluntrah : (mluntrah) tumpah.
plupuh : alas dipan terbuat dari bambu yang dipipihkan.
poal : keadaan benda tidak utuh akibat benturan ; kt.lain thowal
poci : poci .
pocok : panggul.
pocong : hantu kepala diikat.
pocor : rempah-rempah yang dipakai untuk campuran air mandi bayi.
pohot : tetes, limbah dalam proses produksi gulapasir.
pokah : belah ; kt. lain mlokah, mlekah.
pokēk : celana pendek.
pol : amat sangat , pol-polan : terakhir.
polēng : belang-belang.
polo : otak ; kt.lain. kepolo.
polok : mata kaki.
polor : ingus keluar masuk hidung.
ponggol : nasi campur khas Tegal.
ponto (keponto): kepepet.
ponyo : lemah tak berdaya.
popok : kain alas penahan kencing bayi ; pempers.
por : amat sangat ; kt.lain pol.
porēt : cepat sekali (dari bahasa Belanda voor uit = maju kedepan)
pothēl : petik.
pothēs : putus, potong dengan tangan.
pothol : putus dan lepas ; kt.lain prothol.
powal : pecah sebagian.
poyan : pamit.
poyok : sindir.
pragat : selesai,rmpung,habis.
prak-prek : sering sakit.
prampang : tidak rapat, jarang ;
kt.lain prangpang.
prenjak : nama burung yang kecil ber kicau ramai.
prepegan : musim ramai pasar
(mis.menjelang Hari Raya Lebaran).
pretek : tekan ; kt lain petek.
prethil : potongan atau bagian kecil.
prigel : trampil.
priki , sapriki (bebasa) : sampai
kini.
primbon : buku ramalan.
primpen : simpan rapi.
pripun (bebasa) : bagaimana ; kt.
lain kepripun.
pruluk : bertubu-tubi.
puas : (kata seru ) biar tahu rasa ; puas ladhas : biar tahu rasa sekalian.
pucang : panjat pinang, lomba ketangkasan memanjat.
pucet : pucat.
pucung ( bapak pucung) : nama
sejenis binatang serangga yang ber-
warna merah dan hitam ; kaya si pucung : penurut.
pudhat : lunas.
pugag : tumpul.
pugalan : pemarah.
pukis : nama kue sejenis kue pancong dari tepung terigu.
pukulan : dapat untung besar.
pulen : empuk,tidak keras (mis.nasi).
puli : ketan uli ; kt.lain gemblong ketan.
pulut : lem dari tepung.
punjul : lebih.
pupak : gigi seri tanggal pada anak-anak.
pupuk : ramuan jamu yang di taruh di atas kepala bayi ; pupuk bawang : anak bawang, belum cukup umur.
pupur : bedak.
pupus : daun muda.
puput (puputan) : tali pusar orok lepas,biasanya ditandai dengan syu
kuran atau kenduri dan diberi nama.
pur : hutang sudah lunas ; kt. lain pudhat.
puret : kecil,kerdil.
putih : putih.
puthu : nama kue.
putu : cucu.
pyan : plafon rumah biasanya dari anyaman bambu.

r

rabi : berhubungan badan,sangga -
ma.
racik (ngracik): cara mencampur bumbu atau obat.
rada : agak ; kt.lain radan, ,semada,semadan.
radi (bebasa) : agak .
rag-rag : roboh ; kt.lain ruwag
rai : muka,wajah.
rajah : garis tangan, tatto ; rajah keleng : garis tangan yang lurus horizontal , konon pemilik rajah ini
tidak boleh sembarang mengguna-
kan telapak tangannya untuk menempeleng orang lain,karena bi
sa berakibat fata.
raja pati : pembunuhan.
rajang : rajang, potong tipi-tipis.
rajungan : ketam laut berkaki dan capit panjang.
rambak : nama sejenis kerupuk terbuat dari kulit kerbau.
rambang : cara membersihkan ko-
toran dengan cara merendam di air sehingga kotorannya terangkat dan
mengambang ; membersihkan mata dengan cara merendam mempergu-nakan gelas khusus.
rampas : rampas, sita.
rampog : perampok.
rames : nasi campur.
randha : janda ; randha kemul, randa royal, randha kēntir : nama2 jajanan tradisinal.
rantē : rantai.
raos (bebasa) : rasa.
rapal : bacaan doa.
rasa : rasa.
rasukan (bebasa) : baju.
raup : cuci muka.
rayah : jarah, beramai-ramai. mengambil barang/milik orang lain ; rayahan : berebut.
rayoman : kumpul-kumpul.
rēbyēg : repot
rēgēl : jatuh ,runtuh
rejek : sepakbola ; kt.lain trejek
rejep : bulan rajab, zulkaidah
rēken : hitung, anggap; ora dirē-
ken : tidak dianggap.
rēmbyak-rēmbyak : rambut panjang terurai.
remed : remas.
rencak : dibagi beramai-ramai.
rendhet : tidak lancar,tersendat.
rengginang : nama kue terbuat dari ketan yang dikeringkan dan digoreng.
rēngosan : napaskembang kempis karena kecapekan.
rēwang : pembantu ; ngrēwangi : membantu.
rēwēs : abai,peduli ; ora ngrēwēs : tidak peduli.
riak : dahak.
ribed : tidak bebas,tidak leluasa.
rika : engkau untuk orang yang le-
bih tua.
rikuh : kurang bebas,enggan.
ringih-ringih : bergerigi tajam.
ringkih : tidak kekar, tubuh lemah
ringsang : tidak tenang,gelisah ; kt.lain rungsang
risak (bebasa) : rusak.
riwa-riwi : hilir mudik,kesana-kemari ; kt.lain wira-wiri
rodhal-radhil : compang-camping.
rog : menggoyang-goyang pohon agar buahnya jatuh.
rogoh : merogoh,mengambil sesuatu dari kantong.
rohod : tidak rapi, kasar,kotor.
rojēng : mencuri padi di sawah.
roncod : lucut ; dironcod : dilucuti
rondhē : sejenis minuman panas terbuat dari jahe.
ropoh : tubuh lemah.
ropok : keroyok.
ros : ruas.
rowa : ramai, meriah.
royal : gaya hidup orang kaya, berlebihan.
rubuh : roboh.
rudu : ricuh, berebut ingin benar
sendiri.
rujad : lepas,copot
ruji : kawat roda pada sepeda atau
sepeda motor.
rumangsa : merasa
rumat : pelihara.
rumil : ceriwis.
rungkud : rumput atau tanaman perdu yang yang lebat.
rungseb : semrawut dan tidak enak
dipandang.
runtag : kaget,terkejut.
runtung : antre ; runtung-run -
tung : antre sampai panjang.
rusak : rusak.
rut : ikat ; di rut : diikat..
ruwat : upacara tradisi guna mem
buang sial atau keburukan.
ruwed : kusut mis. benang, pikir-
an

s

sa : se, satu ; sa-umah : se-rumah.
sada : lidi ; sapu sada : sapu lidi
sadē (bebasa) : menjual.
sadhel : tempat duduk pada sepeda
atau sepeda motor.
sadhēlat : sebentar ; kt.lain sedhēlat.
saē (bebasa) : bagus,baik.
saēnan : tidak malu-malu.
saged (bebasa) : bisa, mampu.
sagon : nama penganan terbuat dari tepung ketan dan gula yang disangrai.
sajegē : semenjak.
sajēn : sesaji (untuk makhluk halus atau dipercaya sebagai roh halus).
sakalē : padahal.
salah : salah.
salang : tali untuk mengangkat ba-rang yang akan dipikul.
salin : ganti pakaian.
sambat : keluhan minta tolong.
sambung : sambung.
samohē : sekuat tenaga.
sampar : tersandung kaki.
sampun (bebasa) : sudah.
sampir : sampir, meletakkan dengan menggantung.
sampēyan (bebasa) : engkau,kamu.
sandhangan : pakaian.
sandhung : tersandung ;sandung
lamur : bagian yang paling empuk dari daging sapi
sanēs (bebasa) : bukan.
sangga : topang.
sangkal : sangkal, debat.
sanglir : kelamin pria yang bijinya ti-dak sama besar.
sanjang (bebasa) : bicara,berkata.
sapi : sapi.
saplērēdan : sekilas pandang.
saras (bebasa) : sembuh.
sariawan : sariawan, penyakit di bibir dan mulut.
sat : tidak ada airnya ; kt.lain asat
satu : nama kue kering yang dibuat dari tepung kacang hijau.
sawan : penyakit.
sawang : rumah gonggo.
saweg ( bebasa) : sedang.
sawer (bebasa) : ular.
sawēr : pemberian uang (hadiah) kepada penari atau penyanyi diatas panggung.
sawung (bebasa) : ayam.
sayad : iris tipis.
sebar : sebar ; nyebar : menyebar
seblak : memukul dengan gerakan cepat menggunakan kayu atau bambu.
sebul : tiup ; nyebul : meniup.
sedasa (bebasa) : sepuluh.
sedhakep : melipat lengan didada
sedheku : jongkok bertumpu pada lutut.
sedhuprak : duduk dilantai.
sedulur : saudara.
sega : nasi.
segawon (bebasa) : anjing.
segu : cegukan, suara berulang-ulang ditenggorokan seperti tercekik
sekul (bebasa) : nasi.
selag : seling , selip; nyelag : terselip berada diantara duabenda.
selek : cepat ; keselek : tersedak; kt. lain kapiselek
semaur : menjawab.
semaya : janji lain waktu.
semayi : makanan dari ampas kelapa setengah busuk.
sembrana : kurangajar.
semeg : hampir membusuk.
semelēt : panas sekali ; rega semelēt : harga sangat mahal (kiasan)
seneng : senang
sēngso : tidak sesuai
sērep : pengganti
semada : agak ; kt.lain rada,sema
da.
semineb : hampir pingsan.
semingkir : menyingkir.
semprong : sejenis kue , cerobong, gelas pada lampu tempel.
semrawud : ruwet,amburadul.
semrēsēt : rasa pedih (panas) di kulit.
semriwing : rasa mentol.
semromong : panas.
sēnggēt : mengambil buah dengan galah.
sengit : benci.
sengka : teknik mengurut perut bagi penderita turun bero.
sēngklēh : hampir putus dan jatuh kebawah.
sengkolun : nama jenis kue.
senthir : lampu minyak dari kaleng kecil yang diberi sumbu.
sepa : tidak berasa, sudah diambil sarinya..
sepata : bersumpah.
sepēlē : gampang,sederhana.
sepi : sepi.
serat (bebasa) : surat, tulis ; nye -
rat : menulis.
sereg : percepat ; disereg : peker
jaan dipercepat.
serot : sedot.
sēsēt : sobek ; kt.lain besēt.
sesek : sesak.
setang : setir sepeda.
sida : jadi ; ora sida : tidak jadi,u-
rung, batal.
sidhum : matahari tertutup awan se-hingga tidak begitu panas.
sikah : diam kau ! (kata makian)
sikat : sikat.
sikil : kaki.
sikut : siku
silih : pinjam
silit : dubur
simping : nama sejenis kerang berbentuk tipis dan lebar
singa-singaha : suka-suka, apa saja terserah
singgat : belatung
singsot : bersiul
singunen : pusing setelah berada diketinggian
sinom : daun asam yang masih muda ; sinoman : membantu pekerjaan pada orang yang
sedang menyelenggarakan hajat
sintrēn : sejenis kesenian tradisi
onal yang ada di daerah pantura barat pulau Jawa.
sintru : sepi, mencekam.
sipat kuping : berlari kencang.
siru : sudu,daun pisang yang digunakan sebagai sendok.
sisig : sugi,tembakau untuk makan sirih.
sisil : mengupas kulit dengan mulut (paruh).
siung : taring.
siwur : gayung dari tempurung kelapa.
slampē : saputangan.
slēmpang : silang , kain atau pita yang disilangkan di tubuh.
slepi : tempat tembakau berupa kantong kecil terbuat dari anyaman
(tikar) yang biasadibawa perokok
tembakau (jaman dulu)
slilit : sesuatu yang terselip digigi.
slisiban : selisih jalan.
slomod : sundut,ditempel api.
slonjor : duduk dengan menjulur
kan atau meluruskan kaki.
slonong : muncul tiba-tiba ;menye
lonong.
soklat : coklat.
sol : desak ; ngesol : mendesak,
memaksa masuk ; sol-solan : berde
sakan.
som : istilah dalam jahit menjahit
songgol : kuli angkut barang di pasar atau di gudang.
songkrah : tidak teratur,tidak lurus kt.lain slongkrah.
sonten (bebasa) : sorē .
sorog : laci ; kt.lain slorok.
sot : lepas.
sotēnē : kalau memang
srabi : nama sejenis makanan
sradan : agak ; kt.lain radan,rada,semadan
songgol : kuli panggul
srag : (ngesrag) jatuh disembarang tempat ; srag-sragan : pergi kesembarang tempat tanpa tujuan
srag sreg : cepat cepat selesai
srakal : istilah dalam seni menabuh re-bana.
srakat : perilaku anak yang suka melakukan sesuatu yang membaha
yakan dirinya.
sranthal : lari cepat.
srog : meletakkan barang disuatu tempat.
srimpung : menganggu langkah
srinding : nama sejenis ikan asin
srudug : seruduk.
srundēng : nama sejenis makanan terbuat dati kelapa parut yang disangrai.
srunthul : berlari cepat.
sruwal : celana.
sruwidhil : compang camping.
stamplat : terminal.
suda : kurang ; disuda : dikurangi ; nyuda : mengurangi.
sudhah : mengeluarkan barang dengan cara ditumpahkan.
sudhi : alas diatas nasi kenduri (berkat) untuk tempatlauk pauk dari daun pisang yang dibentuk bulat
suduk : tusuk ; suduken : perut sakit akibat terlalu kenyang dan dibawa berjalan.
sugu : alat pertukangan untuk mengha-luskan kayu
sugeng (bebasa) : selamat ;sugeng
siang : selamat siang.
suh : gelang pengikat sapu lidi,
terbuat dari bambu yang dianyam.
sujēn : bambu tusuk sate.
suk : desak ; suk-sukan : berde -
sakan ; ngesuk : mendesak.
suker : sedih.
suku (bebasa) : kaki .
suled : menyalakan dengan api; kt.
lain sumed.
sumbuk : koreng dikepala.
sumpeg : sumpek.
sumpel : sumpal.
sumringah : wajah riang.
sundhul : sundul, lebih tinggi sehingga mengenai benda/barang yang diatasnya.
sunggi : meletakkan (membawa) sesu -atu diatas kepala.
sungkan : malas.
supados (bebasa) : supaya .
surēn : perut sakit akibat terlam
bat makan.
suru : sudu, semacam sendok dari daun pisang yang dilipat; kt. lain siru.
suruh : daun sirih.
susah : susah.
susu : susu,payudara.
susub : benda kecil yang masuk kedalam telapak tangan/jari.
susug : peratan untuk mencari ikan diair dangkal terbuat dari bambu.
susuk : uang kembali, perkakas dapur untuk menggoreng ; kt.lain jujul.
susul : susul.
susun : susun.
sut : tos menggunakan jari untuk menentukan siapa yang memulai terlebih dahulu dalam sebuah permainan.
suweng : giwang.
suwiwi : sayap,
suwul : gigi gingsul,

t

tabet : bekas.
tai : kotoran,tinja.
taker : takar.
takir : daun pisang yang dibentuk seperti mangkuk untuk tempat makanan.
takon : bertanya.
takēn (bebasa) : bertanya.
talawēngkar : pecahan genting.
tali : tali ; ditalēni : diikat.
talimangsa : nama jenis ular.
talēn : (setalēn) uang logam senilai
25 sen.
tamba : obat.
tambah : tambah.
tambak : tambak.
tambal : tambal.
tambang : tali besar yang dipilin.
tambar : tidak manjur mis.jamu
tambeng : nakal,tidak mau menurut.
tampa : terima.
tampi (bebasa) : terima.
tampah : nyiru.
tampi (bebasa) : terima ; (ngoko) tampa.
tampek : tampar, campak (sejenis penyakit kulit).
tampuh : bagian dalam rumah terkena hujan yang terbawa angin.
tanek : sudah matang sekali,je –
nuh.
tangan : tangan.
tangēh : jauh dari perkiraan.
tanggung : tidak sepenuhnya .
tangi : bangun ; niba tangi : jatuh bangun, bekerja membanting tulang
tap : ditata dengan cara ditumpuk
tarang : dikeringkan dengan meletakkan atau menggantung dia-
tas dapur atau perapian, misalnya ba
wang, jagung, tembakau dsb.
tarub : tenda untuk upacara ; kt.lain layos , tragtag.
tatah : pahat
tatal : serpihan kayu
tatu : bekas luka
tau : (bebasa) pernah
tawu : membuang air dari tambak/
sawah dengan cara menciduk.
tawur : tabur,tebar
tebok : mengganti kerugian
tēbok : nyiru kecil
tebus : tebus ; tebus weteng : upa
cara kehamilan 7 bulan.
tedhas : tembus,mampu dipotong de-ngan alat tajam
tēgongan : tikungan
tekek : cekik
tekēk : tokek
teken : tanda tangan
teki : jenis rumput yang berumbi
tēko : tempat air teh
telak : menyangkut di tenggorokan
telas (bebasa) : habis
telih : tembolok
telon : tiga warna (mis.warna bulu kucing) ; kembang telon : bunga tiga rupa.
tēmoan : menanggung biaya secara bersama-sama, gotong royong
tempēlang : sebuah cara membungkus dengan daun pisang
tempolong : kaleng bekas seukuran kaleng susu
temungkul : menundukkan kepala
tempuh : ganti rugi
tenger : tanda , nisan.
tengkel : memotong sekaligus dengan golok
tengu : kutu yang sangat kecil
tepes : sabut kelapa
tepo : lapuk, mudah rusak
ter : antar
thēkor : kaki lumpuh
teng : ada di … ; kt.lain ten atu wonten
tengga (bebasa) : tunggu
tengu : kuman ; satengu : (periba
hasa) kecil sekali.
tetel : memasukkan barang kedalam tempat dengan cara ditekan-tekan supaya muat.
thēkor : kaki lumpuh
thēthēl : sayat
thēyol : capek
thingkring : bertengger
thithil : ambil sedikit demi sedikit
thok : hanya
thongkrong : jongkok
thong-thong : kentongan ;bango
thong-thong : burung bangau yang jangkung berparuh panjang
toblēg : aduh ! kata seru menyatakan keheranan atau kekecewaan mis. alah tobleg … toblēg !, aduh…aduh…!
tonyo : menohok kening dengan dua jari ; kt. lain tonyol.
thok thel : bicara tegas,tanpa basa basi.
thothol : patuk.
thowal : hilang sebagian.
thukmis : mata keranjang.
thukthak : saling bertemu tak disengaja.
tiyang (bebasa) : orang.
tilem (bebasa) : tidur.
tilik : menengok, menjenguk.
tim : tim,masakan yang dikukus.
timah-timah : luka atau koreng hampir sembuh.
timbil : bintil di pelupuk mata.
timpuh : simpuh, duduk diatas kaki yang ditekuk (mis.pesinden).
timah-timah : luka yang hampir kering.
timus : nama jenis makanan.
tisik : menutup lubang atau sobek pada kain dengan cara dijahit tangan.
titi : teliti ; titēn : ingat setelah melihat ; dititēni : ditandai,diberi
tanda (ciri khas).
titik : (.) tanda baca untuk berhenti ;
ketitik : kentara,ketahuan cirinya.
titir : bunyi kentongan bertalu-talu
tiwas : celaka,padahal sudah….
tladhung : serang (biasanya diguna-kan untuk ayam yang menyerang ayam lain) .
tlampek : tepak dengan keras ; kt.lain tampek.
tlapak : (tlapakan), tapak tangan.
tlapukan : kelopak mata.
tlembuk : pelacur.
tlempos : makannya banyak.
tlenan : tatakan untuk mengiris.
tloktok : kotoran,tinja ; kt.kiasan anak.
toh : tanda lahir (biasanya) berwar-
na merah dikulit.
tok : kotak kecil dari karton.
tomplok : besek, wadah berbentuk kotak terbuat dari anyaman bambu
tong : peti, panggilan untuk anak le
laki kecil ( si-tong).
tok : kotak kecil dari karton.
tokpo : kain lap.
tolēr : selang, pipa platik.
torog : tombok, membayar lebih, rugi.
totohan : bertaruh ; botoh : petaruh .
totol : tutul , bintik besar ; (kiasan) suratan nasib
toun : sakit parah, hampir mati
toya (bebasa) : air.
tragtag : tenda dari seng.
traos (bebasa) : terasi.
trasi : terasi.
trēlēp, kilat.
trembalap : ancang-ancang ,lari kencang sebelum melakukan lompatan.
trētēan : berjalan pelan sambil berpegangan sesuatu, anak kecil sedang belajar berjalan.
trigu : tepung terigu.
trima : terima ; ora trima : menolak keras.
trinjilan : biji (buah) pelir.
trubus : bersemi.
truka : membuka usaha pertamaka
li ; kt.lain tetruka.
trukthuk : kereta api jaman dulu
trungthung : mobil tua
tudhung : pelindung hujan selain payung.
tukang : pekerja bangunan ;
tuku : beli.
tulēn : asli,murni,tanpa campuran
tum : model membungkus dengan daun pisang.
tuma : kutu rambut.
tuman : ketagihan, ingin melaku-
kan lagi.
tumang : tungku dari tanah.
tumbas (bebasa) : membeli.
tumbleg : seruduk.
tumpal : bagian belakang sarung palekat.
tumpuk : tumpuk.
tuna : rugi.
tunggu : tunggu.
tunggang : (nunggang) naik ; tung-
gangan : kendaraan
tuntun : tuntun ; nuntun : menun
tun.
turah : sisa.
turu : tidur.
turuk : kemaluan wanita,vagina.
turun : tiru.
turutan : juz amma’, kitab yang beri
si surat-surat pendek Al Qur’an.
tutu : tumbuk padi ; nutu :menum
buk padi.
tutul : titik besar , belang ; macan
tutul :harimau belang ;
tutul (nutul) : menyentuh pelan dengan ujung jari
tutup : tutup.
tutur : lapor, memberitahu.
tutus : tali pengikat dari bambu ,biasa dipakai untuk mengikat sayuran.

u

ubed-ubed : ikat kepala.
ubeng : putar ; mubeng : berputar
uber : uber,kejar.
ubub : pompa angin yang dipakai pande besi atau atau perajin emas
ucek-ucek : menggosok mata.
ucik-ucik : bujuk ; diucik-uciki :
dibujuk.
uceng : sejenis ikankecil,wader.
ucul : lepas.
udag : kejar.
udhal (udhal-udhal) : membong-
kar sebuah tumpukan untuk mene-
mukan sesuatu.
udhar : lepas ikatan ; udhar-udhar : melepas pakaian.
udhēt : belatung.
udhun : turun ; udhun-udhun
an : tradisi masyarakat Tegal pada minggu terakhir dalam bulan Puasa,biasanya ditandai dengan saling mengirim makanan.
udud : merokok.
ugel-ugel : pergelangan tangan.
ujub : takabur.
uget-uget : jentik-jentik,larva.
uja (nguja) : sengaja.
ujar : kata.
ujub : takabur.
ujug-ujug : tiba-tiba.
ula : ular ; ula-ula : tulang bela -
kang.
ulat : roman muka.
uleg-uleg : batu atau kayu penum buk sambal.
ulem : undangan ; ulem-ulem : mengundang ; suara ulem : suara
empuk.
uleng : menjambak dan memutar-mutar rambut(orang lain),biasanya dilakukan oleh wanita dalam kedaan
marah.
ules : ampilan fisik.
ulir : putar.
ulur : ulur,dipanjangkan.
um : panggilan yang sering digu na kan untuk mengganti pak atau paman (dari Bhs.Belanda oom).
umak-umik : komat kamit ; kt.lain umis-umis.
umbah : cuci ; kumbahan : cucian ; umbah-umbah : mencuci
pakaian ; kt.lain kumbah.
umbel : ingus.
umbrus : banyak omong tanpa bukti.
umbul : membubung, melambung ke atas.
umbul-umbul : hiasan dari kain warna warni yang diikatkan di bam
bu, dan dipasang dipinggir jalan a-
tau di mulut gang, biasanya meru
pakan alat promosi atau tanda o-
rang punya hajat atau keramaian.
umeb : mendidih.
umres : banyak omong.
umrik : sering menggaruk-garuk kulit karena kegatalan ; kt.lain . kedhik ; tidak mau diam (kt.kiasan)
uncang-uncang : kaki berjuntai.
undar : sejenis permainan judi menggunakan piringan yang diputar,komidi putar
undha – usuk : ditata sesuai ukuran
undhag : undak
undha-undhi : sebaya,tidak begitu beda umur
undur-undur : larva capung didalam pasir yang berjalan seperti mundur
uneg-uneg : unek-unek , perasaan yang terpendam
unggah : naik ; unggah-ungga
han : kenaikan kelas
ungsum : musim
unjuk : naik , keatas
unthuk : busa
unting : ikatan kecil (biasanya sayuran)
untut : memasukkan makanan berupa serbuk sedikit demi sedikit kedalam mulut
unyeng-unyeng : pusar rambut dikepala
unyer : putar ; kt.lain gunyer.
upa : butir nasi
upet : tali sabut panjang diguna kan untuk menyimpan api dengan cara dibakar ujung nya (jaman dulu)
upil : upil, kerak ingus dihidung ; serpihan kulit dari luka yang mengering
urab : urap, macam-macam sayuran direbus dan dibumbui sambal kelapa
urak : usir
urip : hidup
urub : nyala
urug : timbun, tambah nasi
urun : iuran, ikut membiayai
urus-urus : obat pencahar
usum : musim
uthek-uthek kuping : korek kuping.
uwak : kakaknya bapak atau ibu
uwar : pemberitahuan ; uwar-uwar : memberitahu kepada orang
banyak,pengumuman
uwis : sudah ; disingkat wis.
uwos (bebasa) : beras ; kt lain wos.
uwong : orang ; kt.lain wong
uyah : garam
uyuh : air kencing
uyup : minum kuah pelan-pelan langsung dari piring.

w

wa : panggilan untuk uwak.
wader : sejenis ikan kecil.
wadon : perempuan ; wong wa -
don : orang perempuan,bisa juga berarti istri .
wadhag : kasar.
wadhah : tempat.
wadhuk : lambung, bendungan air.
wadul : mengadu.
wadung : perkakas untuk membelah kayu.
wagu : kaku ,tidak serasi.
wajan : penggorengan.
waledan : uang tunjangan yang baru dibayar sekaligus selama beberapa bu-lan
walēh : mengaku
wales : balas.
walesan : gagang alat pancing
walimah : kenduri
wanci : kapok,tidak berani lagi
wang : rahang ; sangga wang : melamun (kt. kiasan)
wangsit : pesan gaib, ilham
wangsul (bebasa) : pulang
wangwa : arang yang menyala
wani : berani
wanyad : jelek (kt. ejekan)
wantu : tambah lagi
wantun (bebasa) : berani
warah : beritahu
warang : wanita galak
waras : sembuh , tidak gila
wareg : kenyang
waring : jala ; kt.lain jaring.
waru : sejenis tanaman
warung : toko kecil, rumah makan kecil
waton : bagian tepi dipan kayu
wawuh : kenal, baikan, setelah lama tidak saling bicara
wayu : istri dari pria yang poligami, basi ; di-wayu : di-poligami ; idu wayu :ludah basi
wedel : celup, pewarna kain
wedi : takut
wedhi : pasir
wedos (bebasa) : takut ; (ngoko) wedi.
welur : terus menerus tidak putus-putus (kendaraan ,lalu lintas, orang berjalan ).
weluku : alat untuk membajak sawah.
wēlan : terlihat dengan jelas.
wentis : betis.
wēra : ramai,semarak.
wereng : hama padi
werit : gawat
wētan : timur
weton : hari kelahiran
weweg : perkasa, tegap
widhig : nyiru besar
wilah : bilah , bambu yang dipotong tipis
wilang : hitung
wingka : patahan genting kt.lain talawengkar
wingking (bebasa) : belakang
wira-wiri : mondar mandir ; kt.lain riwa-riwi
wirog : tikus besar
wiru : lipat
wis : sudah
wit : pohon ; pawitan : pokok,
modal ; kt.lain uwit.
wonten (bebasa) : ada ; kt.lain wēntēn.
wrangan : racun yang dioleskan di keris (arsenik).
wrangka : rumah keris.
wuda : telanjang; wuda blejed :
telanjang bulat.
wudel : pusar.
wuduk : uduk (nasi yang dimasak dengan santan)
wudun : bisul.
wukan : telur busuk.
wuled : kuat ,tidk mudah putus.
wungu : ungu ; wungu terong :
warna ungu seperti warna terong.
wungkal : batu asah.
wulu : bulu ; banyu wulu : air wudhu
wurung : batal,urung.
wuwung : bubungan (rumah)

y

ya : ya, mengiakan,setuju.
yasa : sawah /tanah milik turun temurun.
yiyid : lendir.
yu : panggilan untuk kakak perempuan,
singkatan dari mbakyu.
yuyu : ketam.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.