Narasi Budaya

Sastra Tegalan : Terus Melangkah..

Dalam terminologi politik kebangsaan, kata bahasa terkait dengan pasal 36 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa bahasa negara ialah Bahasa Indonesia.Sedangkan mengenai bahasa daerah disebutkan dalam pasal 32 (ayat2) bahwa negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Dalam penjelasan pasal 36 UUD 1945 disebutkan bahwa “Di daerah-daerah yang mempunyai bahasa sendiri,yang dipelihara oleh rakyatnya dengan baik-baik (misalnya bahasa Jawa,Sunda,Madura dsb.), bahasa-bahasa itu dihormati dan dipelihara juga oleh negara.Bahasa-bahasa itupun merupakan sebagian dari kebudayaan Indonesia yang hidup.”

 

 

Bahasa Tegal sebagai bahasa Ibu komunitas Tegal,sudah sejak dahulu digunakan dalam tradisi lisan (bukan tulis,apalagi cetak) sebagai :

sarana komunikasi sehari2  (sesrawungan) komunitas Tegal

sarana komunikasi keagamaan (khotbah,ceramah,pengajian)—-narasi dalam seni pedalangan (wayang kulit, wayang   golek,dalang gletak dsb).   

lirik  dalam lagu2 / gending2 Tegalan dari yang klasik sampai modern a.l.  Blenderan Tegalan/Towet2an Pilus/Widodaren Rangda, Balo2,Menjangan Renggeh2,Kembang Andul dll. Juga lirik dalam lagu2 dolanan anak2 a.l. Tik blirik,Surnyak surgung,Ning-nong-ning-gung iwak ayam dll. Lirik2 lain (kasidah,samroh, lais,sintren dll)

-ekspresi lisan / spontanitas (wangsalan)

 

Th.70-80 mulai masuk media audio (radio siaran)  dan audio visual (TV dan film) berupa sandiwara radio,jingle iklan,rekaman lawak dan dongeng dsb.

 

Th.90 dst. Setelah beberapa penulis/jurnalis menerbitkan majalah/tabl. Lokal,bahasa Tegal mulai digunakan untuk menulis puisi dan cerpen.

Juni 1994 terbit kumpulan puisi terjemahan ROA, Agustus 1994 diskusi Sastra Tegal di Slawi dst.

Sejak itu Bahasa dan sastra Tegal mulai diangkat dan masuk dalam ranah Sastra Lokal yang kemudian kita kenal sebagai sastra Tegalan.

Pentas2 di Semarang,Solo,Indramayu,Jakarta dst.telah sukses mengusung karya2 Tegalan. Begitu juga lawatan para pejabat Daerah (Bupati dan Walikota) juga ikut menyemarakkan Sastra Tegal.

Perlu langkah2 strategis dan terukur.untuk mengembangkan sastra lokal ini, a.l.

-menulis,menulis,menulis, dan menerbitkan dst.

-tidak hanya puisi,tetapi karya2 sastra yang lain : cerdek,monolog,kritik,essay dsb.

-merubah kebiasaan buruk madialokal yang kurang  peduli dengan perkembangan sastra Tegal. Asumsi bahwa dengan memuat karya Tegalan dapat membuat korannyatidak laku,adalah tidak benar sama sekali. Atau beralasan tidak punya dana untuk membayar honor penulis adalah sangat naif. Sekarang adalah era industri kreatif. Media harus kreatif menampilkan konten yang relevan dengan kebutuhan informasi publik, termasuk informasi tentang kreatifitas seniman/sastrawan lokal. Kalau media hanya memuat/ cari tulisan gratis di Internet,meski tidak bermutu dam tidak relevan dengan kebutuhan pembaca, yakinlah bahwa tsb. Tidak akan menjadi besar. Betapapun kecilnya,dukungan pembaca adalah penting. Media (lokal) akan besar kalau bisa melahirkan penulis2 dan sastrawan (lokal) yang    besar. Last but not least adalah kepedulian semua fihak,memiliki komtmen untuk terus merawat bahasa ibu…

Maju terus sastra Tegalan…!

 (Naskah ini rencananya  akan dibacakan dalam acara Jed2an Sastra dan Musik Tegalan di Rumah Dinas wakil Walikota Tegal,14 Desember 2008,namun tidak jadi karena keterbatasan waktu ) ***

Iklan

About ccvcku

Hadi Utomo,Lahir di Kecamatan Subah ( Kabupaten Batang - Pekalongan) 26 Januari 1939. Sekolah Rakyat dibeberapa tempat,kemudian tamat SMP Negeri Brebes th.1954 dan SMA Bag.B/Negeri di Pekalongan yh.1958. Sempat kuliah di PTP (Perguruan Tinggi Publisistik) di Jakarta th.1960 selama beberapa tahun namun tidak tamat. Bekerja di pelbagai perusahan di Jakarta sampai tahun 1970.Kemudian pindah ke Palimanan (Kab.Cirebon) sebagai petani sampai tahun 1980. Tahun 1980 berpindah ke Tegal berganti profesi dibidang radio siaran swasta sampai sekarang. Sejak di SMA gemar menulis cerpen,puisi dan artikel.Tulisan-tulisannya banyak dimuat dimajalah dan surat kabar a.l.Kisah,Sastra,Horison,Merdeka,Abadi,Berita Minggu,Duta Masyarakat dll). Salah satu cerpennya dimuat di Kumpulan Cerpen Indonesia III (Gramedia ed.Setyagraha Hoerip,1986.Sampai sekarang masih giat menulis dibeberapa media lokal dan mengelola program radio sambil sesekali membuat jingle iklan dan lagu-lagu daerah Tegal. Motto Hidup : Berguna Sampai Tua

Posted on Desember 15, 2008, in Artikel and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: