<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dari Tegal...</title>
	<atom:link href="http://ccvcku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ccvcku.wordpress.com</link>
	<description>Untuk Sastra Tegalan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 Jul 2011 03:07:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ccvcku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dari Tegal...</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ccvcku.wordpress.com/osd.xml" title="Dari Tegal..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://ccvcku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Merawat Bahasa dan Budaya Tegal</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com/2011/07/31/merawat-bahasa-dan-budaya-tegal/</link>
		<comments>http://ccvcku.wordpress.com/2011/07/31/merawat-bahasa-dan-budaya-tegal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 03:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ccvcku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ccvcku.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[I.Pendahuluan. Wacana bahasa Tegal selalu diwarnai dengan perdebatan panjang tentang “bahasa atau dialek,kasar dan halus,tinggi dan rendah,pinggiran dan adiluhung”. Oleh karena itu sebaiknya kita sepakat menggunakan terminologi Unesco yang telah mencanangkan Hari Bahasa Ibu Internasional setiap tanggal 21 Pebruari,yaitu bahasa Tegal sebagai bahasa ibu.Sehingga kita tidak terjebak dalam sekat-sekat politik kebahasaan yang melahirkan istilah bahasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=204&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><strong>I.Pendahuluan.</strong></p>
<p>   Wacana bahasa Tegal selalu diwarnai dengan perdebatan panjang tentang<em> “bahasa atau dialek,kasar dan halus,tinggi dan rendah,pinggiran dan adiluhung”</em>. Oleh karena itu sebaiknya kita sepakat menggunakan terminologi Unesco yang telah mencanangkan Hari Bahasa Ibu Internasional setiap tanggal 21 Pebruari,yaitu bahasa Tegal sebagai bahasa ibu.Sehingga kita tidak terjebak dalam sekat-sekat politik kebahasaan yang melahirkan istilah bahasa Jawa baku dan bahasa daerah dengan menafikan karakter lokal.</p>
<p><strong>II. Bahasa Tegal.</strong></p>
<p>    Bahasa Tegal adalah alat tutur dan sarana komunikasi yang berakar dari entitas masyarakat Kabupaten/Kota Tegal serta sebagian masyarakat Kab.Brebes dan Pemalang. Bahasa ini hidup dan berkembang selama berabad-abad sebagai turunan dari bahasa Jawa Kuno,sebagaimana bahasa-bahasa Jawa  yang lain,  yang berada di wilayah  Jogyakarta, Surakar-ta,Semarang,Kedu Rembang, Surabaya, Malang, Banyumas, Cirebon dan Banten (Poerwadarminta 1953/Uhlenbeck<br />
1964).Bahasa-bahasa tersebut memiliki derajat kerumitan dan keunikan masing-masing.Halus dan kasar sebuah bahasa sebenarnya tergantung siapa penuturnya dan dalam kontek atau suasana apa si penutur berkomunikasi.<br />
   Bahasa Tegal yang jauh dari pusat pemerintahan dan pusat budaya (baca kraton) yang berkembang pesat sejak awal abad 17, tumbuh tanpa pengaruh feodalisme dan strata sosial, sehingga tidak mengenal <em>krama inggil.</em> Bahasa Tegal memiliki kaidah-kaidah tersendiri untuk menghormati lawan bicaranya.Bahasa Tegal juga mengenal ungkapan-ungkapan <em>honorifik</em>. Ia menjadi bahasa yang egaliter dan lebih demokratis.Dari segi unggah-ungguh dan tatakrama berbahasa,hal ini sering disalah artikan sebagai rendah dan kasar.</p>
<p><strong>III. Budaya Tegal.</strong></p>
<p>   Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa (etnis) berkembang menjadi  ratusan sub-etnis yang memiliki budaya dan tradisi masing-masing. Budaya dan tradisi itulah yang kita sebut budaya lokal. Dalam budaya lokal terkandung nilai-nilai, gagasan dan perilaku yang pas, sesuai dan berguna bagi kehidupan masyarakatnya.Budaya lokal adalah budaya yang dimiliki masyarakat yang menempati lokalitas atau daerah tertentu yang berbeda dari budaya yang dimiliki oleh masyarakat di tempat lain. Inilah yang kemudian kita kenal sebagai <em>kearifan lokal.</em><br />
   Kearifan lokal dalam budaya Tegal sesungguhnya dapat ditelusuri melalui pelbagai kajian misalnya bahasa, kesenian tradisional, peninggalan sejarah (situs),cerita rakyat, tatacara dan upacara,bahkan makanan dan busana.. Masih banyak kearifan lokal lainnya yang perlu diadakan kajian dan inventarisasi guna menemukan nilai-nilai luhur dan filosofi yang terkandung di dalamnya.<br />
   Sayangnya jarang sekali bahkan tidak ada kepustakaan yang bisa dijadikan rujukan mengingat selama ini  budaya Tegal tidak memiliki tradisi literasi.Bahkan tradisi lisan-pun sudah sangat sulit kita temukan,mengingat para pelakunya tidak pernah mewariskan kepada generasi penerusnya.</p>
<p><strong>IV.Karakter .</strong></p>
<p>   Karakter,watak,tabiat,akhlak dan kepribadian terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang dijadikan landasan dan visi dalam melakukan tindakan.Kita sangat sulit menemukan karakter spesifik yang dapat dijadikan jatidiri masyarakat Tegal.Korelasi bahasa dan budaya Tegal sedikit sekali dapat menyimpulkan karakter yang determinan.Sistem a-feodal dan tidak adanya strata bahasa krama inggil dalam bahasa Tegal tidak serta merta mendeterminasi masyarakat Tegal memiliki pandangan positif yang demokratis dan egaliter.Bisa saja kesetaraan mengundang keberanian untuk asal melawan dan anarkis.Kisah-kisah pembrontakan Brandal Mas Cilik,pembangkangan petani dan pemogokan buruh pabrik gula,peristiwa Tiga Daerah yang melibatkan masyarakat Tegal secara massif,tidak serta merta menganggap masyarakat Tegal memiliki jiwa pembrontak.</p>
<p>Tetapi bahwa masyarakat Tegal kontemporer pasca kolonialisme memiliki semangat hidup (elan vital)yang tinggi,dan pekerja keras yang kaya kreatifitas nampak dari fenomena warteg,martabak lebaksiu, dan industri logam yang pernah mendapat julukan “jepangnya Indonesia” Adapun nilai-nilai positif lain yang tercermin dalam karakter kejujuran,hemat,hormat,disiplin, dsb.kiranya masih harus ditegaskan.</p>
<p><strong>V.Upaya Merawat Bahasa dan Budaya Tegal</strong></p>
<p>   Gelombang globalisasi dan modernisasi yang ditopang sistem liberal dan kemajuan teknologi informasi,dalam dua dasawarsa terakhir tanpa kita sadari telah menjebol benteng-benteng budaya kita. Nilai-nilai tradisi, kearifan lokal dan karakter bangsa telah mengalami erosi. Bahasa dan Budaya Tegal tidak saja telah direduksi,tetapi telah dtinggalkan oleh masyarakatnya,terutama generasi muda.Sementara upaya-upaya represif dan preventif tidak pernah kita lakukan,baik secara struktural melalui pendidikan maupun swadaya masyarakat.Rekomendasi Kongres Bahasa Tegal I th.2006 yang  mendorong Pemerintah Kota Tegal untuk memuliakan dan membudayakan Bahasa Tegal melalui strategi kurikuler, seolah dianggap angin lalu yang lewat begitu saja. Kitapun seolah lupa amanat konstitusi yang mengharuskan Negara memajukan Kebudayaan Nasional.dengan menghormati dan memelihara bahasa daerah.</p>
<p><strong>VI.Penutup</strong></p>
<p>  Punahnya bahasa Tegal,sebagaimana ribuan bahasa ibu lainnya seluruh dunia,adalah sebuah keniscayaan.Kehilangan bahasa ibu adalah juga kehilangan budaya. Tetapi setidaknya hari ini masih ada waktu untuk menundanya.Mari.***</p>
<p><em>(Penulis adalah Pemerhati Budaya Lokal<br />
dan Penyusun Kamus Bahasa Tegal<br />
Naskah ini disampaikan dalam &#8220;Sarasehan Budaya Tegal yang Berkarakter&#8221;<br />
Yang diselenggarakan Ikatan Beswan Jarum DSO Pekalongan<br />
Tanggal 25 Juli 2011 di Auditorium UPS Tegal)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ccvcku.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ccvcku.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ccvcku.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ccvcku.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ccvcku.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ccvcku.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ccvcku.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ccvcku.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ccvcku.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ccvcku.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ccvcku.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ccvcku.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ccvcku.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ccvcku.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=204&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ccvcku.wordpress.com/2011/07/31/merawat-bahasa-dan-budaya-tegal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb40ce54c00af301efa6e696bc43fe9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ccvcku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Tegal Bakal Masuk Kurikulum</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com/2011/07/17/198/</link>
		<comments>http://ccvcku.wordpress.com/2011/07/17/198/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 03:10:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ccvcku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ccvcku.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[TEGAL&#8211;MICOM: Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, berencana memasukkan pelajaran bahasa Tegal dalam kurikulum muatan lokal untuk diajarkan kepada siswa mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sampai sekolah menengah umum/kejuruan. &#8220;Bahasa Tegal merupakan aset budaya daerah yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan agar tidak punah atau dilupakan oleh generasi berikutnya,&#8221; kata Pakar Bahasa Universitas Negeri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=198&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TEGAL&#8211;MICOM: Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, berencana memasukkan pelajaran bahasa Tegal dalam kurikulum muatan lokal untuk diajarkan kepada siswa mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sampai sekolah menengah umum/kejuruan. </p>
<p>&#8220;Bahasa Tegal merupakan aset budaya daerah yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan agar tidak punah atau dilupakan oleh generasi berikutnya,&#8221; kata Pakar Bahasa Universitas Negeri Semarang (Unnes) sekaligus pelaku pelestari bahasa Tegal, Supriyanto, Rabu (13/7). </p>
<p>Ia mengatakan melalui pelajaran bahasa Tegal diharapkan para siswa dapat melestarikan, mempertahankan, serta memasyarakatkan bahasa asli daerah mereka. Saat ini, ujarnya dinas pendidikan dan kebudayaan sedang menyusun silabus, materi pelajaran, buku ajar, serta menyiapkan jurnal tentang bahasa Tegal untuk siswa sekolah dasar. </p>
<p>&#8220;Selain mempelajari bahasa Tegal sebagai materi pokok, para siswa juga diajarkan bahasa daerah lain seperti bahasa daerah Solo, Banyumas, Surabaya, serta daerah lainnya sebagai bahasa standar, sehingga jika berkomunikasi dengan orang lain menggunakan bahasa luar daerah Tegal, para siswa dapat memahami bahasa mereka,&#8221; katanya. </p>
<p>Menurut dia, hingga kini bahasa Tegal yang belum terlalu banyak terpengaruhi oleh bahasa lain atau biasa dikenal dengan bahasa &#8216;Tegal Deles&#8221; (Tegal murni/asli) terdapat di wilayah Tegal pesisir serta Banyumas bagian selatan. </p>
<p>Ia mengatakan, sebagai tenaga pengajar bahasa Tegal, dinas pendidikan bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Bahari Center  Tegal, sudah merekrut serta melatih sejumlah calon tenaga pengajar khusus bahasa Tegal, karena sekitar akhir 2011, bahasa Tegal sudah siap diajarkan di semua sekolah dasar di Kota Tegal, sedangkan untuk tingkat SMP akan dijarkan mulai 2013, kemudian 2014 baru tingkat SMA. (Ant/OL-04) </p>
<p>(mediaindonesia.com -Kamis, 14 Juli 2011)    </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ccvcku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ccvcku.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ccvcku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ccvcku.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ccvcku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ccvcku.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ccvcku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ccvcku.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ccvcku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ccvcku.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ccvcku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ccvcku.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ccvcku.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ccvcku.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=198&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ccvcku.wordpress.com/2011/07/17/198/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb40ce54c00af301efa6e696bc43fe9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ccvcku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ki Gede Sebayu dalam Narasi yang Datar dan Sepi.</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com/2011/06/07/ki-gede-sebayu-dalam-narasi-yang-datar-dan-sepi/</link>
		<comments>http://ccvcku.wordpress.com/2011/06/07/ki-gede-sebayu-dalam-narasi-yang-datar-dan-sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 04:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ccvcku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ccvcku.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[1.Romantisme,Kebanggaan dan Jatidiri. Sejak ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Tegal 16 tahun yang lalu melalaui Perda Kab.Tegal no.13/95 dan dikukuhkan dengan SK Gubernur Jawa Tengah no.188.3/101/1996 masyarakat kabupaten Tegal sudah 17 kali menyelenggarakan acara dan upacara yang jatuh pada setiap tanggal 18 Mei.Peringatan serupa juga dilakukan oleh semua wilayah kabupaten/kota bahkan propinsi diseluruh In-donesia.Melalui peringatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=195&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.Romantisme,Kebanggaan dan Jatidiri.</p>
<p>Sejak ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Tegal 16 tahun yang lalu melalaui Perda Kab.Tegal no.13/95 dan dikukuhkan dengan SK Gubernur Jawa Tengah no.188.3/101/1996  masyarakat kabupaten Tegal sudah 17 kali menyelenggarakan acara dan upacara  yang jatuh pada setiap tanggal 18 Mei.Peringatan serupa juga dilakukan oleh semua wilayah kabupaten/kota bahkan propinsi diseluruh In-donesia.Melalui peringatan semacam itu,diharapkan momentum hari jadi dapat dijadikan sarana sebagai  upaya-upaya pembentukan jati diri dan kebanggaan daerah  pada masyarakatnya.Kesepakatan yang  bersifat politis melalui aspek sejarah dan budaya ini,biasanya menampilkan romantisme masa lalu melalui tokoh (lokal) yang berjasa dan dihormati. Tidak jarang dibumbui dengan menampilkan legenda dan cerita-cerita magis tokoh yang  digdaya penuh kesaktian dalam epos-epos peperangan maupun perjuangan melawan musuh dan menegakkan keadilan.</p>
<p>	Dalam sebuah diskusi tentang hari jadi sebuah kota beberapa tahun yang lalu terungkap adanya anggapan bahwa semakin tua sebuah wilayah semakin menambah wibawa dan kebesaran sang tokoh. Hal tersebut diharapkan akan berdampak semakin besarnya kebanggaan warga terhadap wilayahnya.</p>
<p>Kota Palembang terkesan sangat tua dan memiliki sejarah kebesaran masa silam , karena berdiri sejak tanggal 20 Juni 683 dan tahun ini merayakan ulang tahunnya yang  ke 1328.</p>
<p>Kota Jakarta menetapkan hari jadinya pada tanggal 22 Juni 1527 dan tahun ini genap berusia 484 tahun.Tanggal tersebut ditetapkan sebagai pertanda kemenangan Fatahillah setelah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa,dan mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.Bagaimana kedahsyatan tokoh “super hero” ini bertempur melawan Portugis,hampir 5 abad yang lalu,sampai hari ini masih  dapat disaksikan melalui tayangan film/tv. Kebesaran nama Fatahillah diabadikan pada beberapa bangunan dan kawasan di Jakarta.bahkan nama kapal perang Angkatan Laut RI.</p>
<p>	Kota Cirebon tahun ini berulang tahun yang ke-642. Hari jadi kota Cirebon tidak menggunakan penanggalan Masehi,tetapi mengikuti penanggalan Hijriah, yakni setiap tanggal 1 Muharam (1 Syura). Pada  tanggal 1 Muharam 791 H Syekh Datul Kahfi memerintahkan kepada muridnya,Pangeran Cakrabuana pendiri Kerajaan Pakungwati untuk membuka hutan di kawasan pesisir Cirebon untuk dijadikan pemukiman penduduk, yang kemudian menjadi Kasultanan Cirebon.Syekh Datul Kahfi adalah kakak dari ibu Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati,salah satu dari Sembilan Wali penyebar agama Islam di tanah Jawa. Yang masih dikenang (dan kemudian dianut) warga masyarakat Cirebon sampai saat ini adalah Wasiat Sunan Gunung Jati dalam bahasa Cirebon “Ingsun titip tajug lan fakir miskin”, yang artinya “Aku menitipkan surau dan fakir miskin”. Sebuah artikulasi yang sangat dalam maknanya dan masih relevan untuk dilaksanakan sampai saat ini.</p>
<p>	2.Ki Gede Sebayu dalam narasi yang datar dan sepi.</p>
<p>	Sebagai produk sejarah nama Ki Gede Sebayu tidak se”populer” Fatahillah atau Faletehan dan Sunan Gunung Jati.Dalam beberapa catatan disebutkan bahwa Ki Gede Sebayu adalah putra Adipati Purbalingga (Pangeran Onje). Ia dikirim oleh ayahnya untuk mengabdi kepada Sultan Pajang  Hadiwidjoyo (1549-1582) dan menjadi prajurit Kerajaan Pajang.Akibat frustasi menyaksikan kekacauan di Pajang yang disebabkan perebutan kekuasaan antar keluarga yang tidak kunjung reda,Ki Gede Sebayu melepas atribut kebangsawanan dan mengembara mencari hakekat hidup.Dengan diikuti oleh 40 pasangan keluarga,yaitu mereka yang terpilih memiliki berbagai ilmu dan ketrampilan, Ki Gede Sebayu melakukan misi perjalanan ke arah barat.Menurut kisah sampailah rombongan ini di tlatah Tegal, yang konon masih berupa lapangan luas (tegalan).Tujuan misi ini sangat mulia  yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengembangkan agama Islam.Masing-masing anggauta rombongan,sesuai dengan keahliannya, dititipkan pada keluarga-keluarga sepanjang Kaligung, dan berakhir di Kalisoka (Kec.Dukuhwaru sekarang).Mereka kemudian menularkan keahliannya dibidang pertanian,pengairan,pertukangan,penenun kain,pandai besi,kemasan,dan guru-guru pengajar agama Islam.Bahkan Ki Gede Sebayu berhasil membangun sebuah masjid dan bendungan irigasi,yang sangat bermanfaat bagi para petani.Atas keberhasilan misi tersebut,maka pada pada hari Rabu Kliwon 12 Robiul’awal 1010 H, atau 18 Mei 1601 oleh Panembahan Senopati raja Mataram beliau dianugrahi gelar Juru Demung (Demang). Titi mangsa itulah yang kemudian dipakai untuk menandai Hari Jadi Kabupaten Tegal.Kisah yang sama juga digunakan oleh Pemerintah Kota Tegal untuk menandai Hari Jadinya ,namun jatuh pada tanggal 12 April 1580, atau 21 tahun lebih tua.</p>
<p>	Narasi tokoh Ki Gede Sebayu dalam pengembaraan panjang dan melelahkan memang terasa datar dan sepi. Kita bisa membayangkan,bagaimana iring-iringan puluhan orang yang terdiri dari para prajurit,petani,tukang kayu,tukang besi,ulama,termasuk wanita dan ibu-ibu,berjalan melintasi lembah dan pegunungan,menyeberang sungai dan menyusuri pantai. selama berhari-hari.Dari kacamata literasi,ini adalah sebuah epos yang sangat spektakuler. Namun misi suci Ki Gede Sebayu yang sangat luar biasa tersebut seolah hanya peristiwa biasa.Padahal peristiwa tersebut dari aspek politik dan  sosial budaya memiliki nilai yang sangat besar,yakni :</p>
<p>1.Menguatnya legitimasi kekuasaan Mataram di wilayah barat,terbukti kemudian dengan diangkatnya keturunan Ki Gede Sebayu menjadi Adipati di Tegal dan Brebes.<br />
2.Terbangunnya pranata sosial dan kemakmuran melalui budaya bercocok tanam sebagai modal dasar ketahanan dan pertahanan suatu wilayah.Hal ini perlu dilakukan,karena waktu  itu adalah awal masuknya kolonialisme Belanda (1601) yang diyakini akan menguasai dan menghancurkan kerajaan-kerajaan di tanah Jawa.</p>
<p>            Sayangnya gagasan futuristik tersebut tidak sempat diartikulasikan dalam sebuah narasi besar yang akan dicacat oleh sejarah dan dikenang oleh generasi yang bakal datang.Ki Gede Sebayu tidak pernah mewariskan kredo seperti halnya Sunan Gunung Jati : Ingsun titip tajug lan fakir miskin. Atau Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada : Lamun huwus kalah Nusantara,isun amukti palapa….</p>
<p>            3.Membangun karakter sambil membangkitkan imajinasi.</p>
<p>	Dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal yang diselenggarakan setiap tahun,diharapkan akan terbangun karakter warga yang memiliki ciri dan  perilaku sebagaimana yang ingin diteladankan Ki Gede Sebayu.Untuk mengaktualisasikan dan mengomunikasikan teladan luhur tersebut kehadapan khalayak,bukan hal yang mudah,mengingat  panjangnya rentang waktu masa silam.Imajinasi khalayak tentang Ki Gede Sebayu yang tidak ditopang oleh referensi dan korelasi profil yang stereotip,khas,dengan “his story” yang unik,dramatik apalagi heroik,kiranya sangat sulit untuk dimunculkan.Acara dan upacara setahun sekali yang lebih bersifat formal dan artifisial,pidato-pidato dan kirab pusaka serta tampilan para pejabat yang feodalistik aristokratif,semakin menjauhkan dengan misi budaya pertanian dan pedesaan ,yang masih tetap relevan dengan problem mayoritas masyarakat Kabupaten Tegal.Diperlukan gagasan yang cerdas untuk bisa sekadar menyentuhkan misi Ki Gede Sebayu 4 abad yang lalu.Sehingga nama Ki Gede Sebayu akan bisa terpateri dalam sanubari setiap warga Kabupaten Tegal. ***</p>
<p>(Disajikan pada Malam Renungan Peringatan Hari Jadi<br />
Kabupaten Tegal Ke-410 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi IdeA,<br />
Senin 30 Mei 2011 di Gedung Kesenian Slawi)</p>
<p>Tentang Penulis :<br />
Lahir di Subah (Batang) 26 Januari 1939<br />
Tamat SMA/B Pekalongan th.1958<br />
Akademi Jurnalistik Jakarta 1962.<br />
Wartawan dan Penulis Lepas di Jakarta 1960 – 1970<br />
Wiraswasta dan menjadi petani di Palimanan Cirebon 1971-1981<br />
Mengelola/bebekerja di beberapa radio swasta/RSPD di Tegal/Slawi /Brebes 1982 &#8211; sekarang.<br />
Tinggal di Tembokluwung – Adiwerna (Kab.Tegal)<br />
E-mail : hadiutomo.bahasategal@gmail.com<br />
Website : http//www.ccvcku.wordpress.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ccvcku.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ccvcku.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ccvcku.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ccvcku.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ccvcku.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ccvcku.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ccvcku.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ccvcku.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ccvcku.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ccvcku.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ccvcku.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ccvcku.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ccvcku.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ccvcku.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=195&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ccvcku.wordpress.com/2011/06/07/ki-gede-sebayu-dalam-narasi-yang-datar-dan-sepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb40ce54c00af301efa6e696bc43fe9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ccvcku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Catatan untuk Nyanyian Kembang Tebu (Nening Mahandra)</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com/2011/05/14/sebuah-catatan-untuk-nyanyian-kembang-tebu-nening-mahandra/</link>
		<comments>http://ccvcku.wordpress.com/2011/05/14/sebuah-catatan-untuk-nyanyian-kembang-tebu-nening-mahandra/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 03:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ccvcku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ccvcku.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : M.Hadi Utomo *) Memotret dunia anak-anak dari sudut pandang orang dewasa seringkali menampilkan sebuah reproduksi yang bias.Seringkali tokoh anak-anak akan muncul secara artifisial,tidak saja lewat karakter yang ingin ditampilkan,tetapi juga dialog anak-anak yang mewarnai setiap adegan .Tokoh anak-anak sering menjebak sang penulis untuk ditampilkan secara tipikal hitam putih. Baik,rajin,penurut,pandai. Atau culas,nakal dan malas. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=193&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : M.Hadi Utomo *)</p>
<p>	Memotret dunia anak-anak dari sudut pandang orang dewasa seringkali menampilkan sebuah reproduksi yang bias.Seringkali  tokoh anak-anak akan muncul secara artifisial,tidak saja lewat karakter yang ingin ditampilkan,tetapi juga  dialog anak-anak  yang mewarnai setiap adegan .Tokoh anak-anak  sering menjebak sang penulis untuk ditampilkan secara tipikal hitam putih. Baik,rajin,penurut,pandai. Atau culas,nakal dan malas. Begitu pula dalam menyusun dialog, yang sering terjadi adalah bukan percakapan dengan logika dan bahasa anak. Di tangan penulis Nening S.Mahendra (57),cerita anak-anak Nyanyian Kembang Tebu (NyKT) dengan setting pedesaan yang berada dikawasan pabrik gula (PG) Pangkah – Tegal ini ,tidak saja unik dan menarik,tetapi natural dan orisinal.</p>
<p>	Pabrik gula (PG) adalah bagian dari sejarah panjang kolonialisme di  negeri ini yang berlangsung sejak awal abad ke 19. Di kawasan sekitar PG ini berkembang sebuah komunitas dengan budaya yang agak berbeda dengan komunitas lain,karena adanya interaksi sosial dengan struktur industri yang berbeda dengan pola hidup pedesaan yang masih tradisional.Menjadi buruh,berinteraksi  dengan tuan-tuan Belanda dan staf pabrik yang biasanya berasal dari daerah lain,yang berlangsung selama beberapa generasi,tentulah membekas dan berpengaruh secara sosial dan budaya. Begitu pula anak-anak yang tinggal di sekitar pabrik gula.Kehadiran sebuah pabrik,cerobong yang tinggi menjulang,deru mesin,lori tebu dengan rel-rel yang melintang ditengah persawahan,tentulah akan menimbulkan sensasi dan imajinasi yang sulit dibayangkan dalam benak mereka.Belum lagi adanya upacara-upacara dan perayaan  yang selalu dinantikan oleh anak-anak, yang dalam (NyKT) menjadi bab pembuka yaitu Nonton Methikan dan Pengantin Tebu. Inilah pesta diawalinya musim giling atau produksi di setiap pabrik gula. Pesta yang merupakan pasar malam berlangsung selama beberapa hari dan merupakan hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar pabrik.</p>
<p>	Hal-hal itulah yang menjadi sebagian latar belakang potret anak-anak dalam NyKT. Layaknya sebuah novel yang didedikasikan untuk bacaan anak-anak, Nening S.Mahendra dengan terampil meramu pelbagai unsur yang selalu menjadi bumbu penyedap dunia anak-anak,yakni petualangan,persahabatan,perkelahian antar kelompok (Tawuran,Malam yang Mencekam), takhayul,tempat angker,orang sakti,penampakan arwah dan misteri-misteri lainnya (Tuan Halbosh,Misteri Loko Uap Nomor Delapan,Misteri Jembatan Tonggara dsb).Disamping  tentu saja pelpagai contoh kebajikan,pendidikan dan ilmu pengetahuan (Pertemuan di Pendopo,Mengunjungi Pabrik,Diskusi Gula Pasir dsb.) yang  bekelindan dalam jalinan kisah-kisah yang sangat menarik.Sejarah dan latar belakang pendirian pabrik gula,pengetahuan tentang teknik dan permesinan ,proses produksi dari air tebu menjadi gula pasir,bahkan sistem administrasi pabriki gula juga tidak luput diangkat dalam buku ini.Namun semuanya ditampilkan dalam bingkai yang sangat lentur,sehingga tanpa merasa diberi “pelajaran”,pembaca (anak-anak) akan memahami melalui sebuah alur cerita dan percakapan para tokoh.</p>
<p>	Hal lain yang menarik dalam buku ini adalah banyaknya percakapan yang menggunakan dialek Tegal sehingga lebih mengentalkan warna lokal yang hendak ditampilkan.Dialek yang sudah sejak lama sering dijadikan lawakan di media tv ini, adalah sebuah warisan budaya (bahasa ibu) yang kaya dengan idiom &#8211; idiom khas . Idiom dan kata seru yang sulit di- Bahasa Indonesia-kan. Bagi penutur bahasa yang dekat dan memahami dialek Tegal, “ramai”-nya dialog Tegalan dalam buku  ini tentulah merupakan daya tarik tersendiri. Bagi penutur bahasa yang tidak akrab dengan dialek Tegal mungkin agak terganggu,meskipun diberikan catatan kaki sampai ratusan nomor.</p>
<p>	Yang jelas (NyKT) adalah sebuah potret lengkap dunia anak-anak dari sebuah wilayah yang sangat unik dan menarik. Banyak sekali surprise dan hal-hal  baru dalam (NyKT)  yang jarang atau hampir tidak pernah diangkat dalam khasanah bacaan anak-anak sebelumnya.</p>
<p> Itulah sekedar catatan untuk mendorong minat khalayak pecinta buku,khususnya buku bacaan untuk anak-anak. Selamat membaca !</p>
<p>	&#8212;&#8212;&#8211;<br />
	*).Pemerhati Sosial Budaya / Penyusun Kamus Bahasa Tegal.</p>
<p> Bahasa Tegal.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ccvcku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ccvcku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ccvcku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ccvcku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ccvcku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ccvcku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ccvcku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ccvcku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ccvcku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ccvcku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ccvcku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ccvcku.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ccvcku.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ccvcku.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=193&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ccvcku.wordpress.com/2011/05/14/sebuah-catatan-untuk-nyanyian-kembang-tebu-nening-mahandra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb40ce54c00af301efa6e696bc43fe9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ccvcku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Tegal dibawah kekuasaan simbolik.</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com/2011/03/17/bahasa-tegal-dibawah-kekuasaan-simbolik/</link>
		<comments>http://ccvcku.wordpress.com/2011/03/17/bahasa-tegal-dibawah-kekuasaan-simbolik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 09:33:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ccvcku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ccvcku.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[(Stigma tentang bahasa halus dan bahasa kasar,budaya adiluhung dan budaya pinggiran) Bahasa adalah bagian dari cara hidup pribadi dan kelompok.Bahasa tdk sekadar obyek pemahaman.Bahasa adalah anak kebudayaan.Adanya (diaadakannya) pengotakan,halus/kasar,baik /jelek,salah benar/pinggiran/adiluhung,menunjukkan adanya benih2 kekuasaan simboli. Pierre Bourdieu,sosiolog Prancis,prihatin ketika bahasa dijadikan alat canggih untuk mewujudkan kekuasaan simbolik. Begitu halusnya kekuasaan simbolik memainkan perannya untuk menggolongkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=187&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Stigma tentang bahasa halus dan bahasa kasar,budaya adiluhung dan budaya pinggiran)</p>
<p>Bahasa adalah bagian dari cara hidup pribadi dan kelompok.Bahasa tdk sekadar obyek pemahaman.Bahasa adalah anak kebudayaan.Adanya (diaadakannya) pengotakan,halus/kasar,baik /jelek,salah benar/pinggiran/adiluhung,menunjukkan adanya benih2 kekuasaan simboli. Pierre Bourdieu,sosiolog Prancis,prihatin ketika bahasa dijadikan alat canggih untuk mewujudkan kekuasaan simbolik. Begitu halusnya kekuasaan simbolik memainkan perannya untuk menggolongkan suatu bahasa sebagai sebuah bahasa pinggiran lantaran stigma kasar dan tidak bernilai/bermutu, sehingga penutur/komunitas pemilik bahasa tersebut tidak merasakan dan tidak berkebaratan.</p>
<p>Standardisasi bahasa dan Budaya Jawa berkiblat ke Surakarta dan Yogyakarta.Diluar itu,dianggapnya bahasa/budaya/sastra tidak adiluhung atau pinggiran.<br />
Padahal,wilayah Banyumas,Pati,Tegal dan sekitarnya memiliki dialek bahasa Jawa yang mengandung nilai2 yang berkaitan dengan perilaku dan budaya komunitas yang bersangkutan.<br />
Justru ruh budaya tsb.(termasuk budaya Tegalan yang “kasar” “cablaka/terus terang” itulah yang membedakan dengan budaya feodalisme/priyayi dan Kraton.</p>
<p>Rasa malu,minder/rendah diri bahkan menertawakan bahasanya sendiri,adalah sikap yang memang sudah didisain oleh penguasa (tempo dulu) untuk membedakan para priyayi (symbol kekuasaan) dan para rendahan/rakyat jelata.</p>
<p>Tidak mudah memang untuk mengangkat jatidiri,sampai membanggakan bahasa ibu milik sendiri. melawan kekuasaan simbolik yang sudah berlangsung lama dan sistematik.Namun itu semua bukan hanya menjadi tanggung jawab orang Tegal,namun juga para penggiat budaya Jawa,terutama para pemegang institusi budaya di wilayah ini.</p>
<p>Penghargaan Rancage kepada Lanang Setiawan merupakan bukti bahwa Bahasa Jawa Dialek Tegal (kita lebih senang disebut Bahasa Tegalan), juga bisa disebut adiluhung/bernilai budaya tinggi.<br />
Menurut Lanang Setiawan (dan para seniman/buyawan Tegal lainnya) maka perjuangan mengusung bahasa Tegal adalah symbol perlawanan atas dominasi bahasa dan budaya Wetanan.</p>
<p>Dikutip dari tulisan Sendang Mulyana<br />
Rancage,Lanang Setiawan lan Sastra Pinggiran.<br />
(Suara Merdeka 13/2/2011)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ccvcku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ccvcku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ccvcku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ccvcku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ccvcku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ccvcku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ccvcku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ccvcku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ccvcku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ccvcku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ccvcku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ccvcku.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ccvcku.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ccvcku.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=187&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ccvcku.wordpress.com/2011/03/17/bahasa-tegal-dibawah-kekuasaan-simbolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb40ce54c00af301efa6e696bc43fe9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ccvcku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Silah kupeng</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com/2011/02/13/silah-kupeng/</link>
		<comments>http://ccvcku.wordpress.com/2011/02/13/silah-kupeng/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 03:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ccvcku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gurat (Puisi Tegalan)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ccvcku.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Silah kupeng sadawaning wengi Silah kupeng nganti jēmpēr Raina sing gawē dzikir sangsaya leled Jenthik penudhuh terus rēmbētan Nglurut tut siji wijil tasbēh karo ngēja asmaNē alon-alon : “Ya Allah, Gusti…Gusti…”.Sekal dadi sepi. Mung ana suwara sing lamat-lamat adoh, nang awang uwung Suwara lirih metu sing jero pulung ati Awak sekal dadi atis.Balung krasa dilorod. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=188&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Silah kupeng sadawaning wengi<br />
Silah kupeng nganti jēmpēr<br />
Raina sing gawē dzikir sangsaya leled<br />
Jenthik penudhuh terus rēmbētan<br />
Nglurut  tut siji wijil  tasbēh<br />
karo ngēja asmaNē alon-alon :<br />
“Ya Allah, Gusti…Gusti…”.Sekal dadi sepi.<br />
Mung ana suwara  sing lamat-lamat<br />
adoh, nang awang uwung<br />
Suwara lirih metu sing jero  pulung ati<br />
Awak sekal dadi atis.Balung krasa dilorod. Enyong nglempuruk..<br />
Sawetara para Malēkat pirang-pirang padha jēntrēk<br />
Nyebarna ganda ngluwihi  arumē ratus wangi<br />
Kumpul nang ngarep mihrab.Melu – mēlu dzikir.<br />
 “Duh Gusti, wis pirang ēwu enyong  nyebut :<br />
Asma Panjenengan, Nanging……”<br />
Akēh sing nyong durung ngarti.<br />
Enyong mung nurut kegawa langkah, kaya si pucung<br />
Disurung ngalor – enyong ngalor<br />
Disurung ngētan – enyong ngētan<br />
Dikon mundur  &#8211; nyong mundur.<br />
Kaya undur-undur kebo bukur.</p>
<p><em>(Diilhami dari An Nur /24 :  41)<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ccvcku.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ccvcku.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ccvcku.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ccvcku.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ccvcku.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ccvcku.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ccvcku.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ccvcku.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ccvcku.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ccvcku.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ccvcku.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ccvcku.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ccvcku.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ccvcku.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=188&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ccvcku.wordpress.com/2011/02/13/silah-kupeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb40ce54c00af301efa6e696bc43fe9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ccvcku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadiah  Rancage 2011.  Penghargaan untuk Bahasa dan Sastra Tegal.</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com/2011/02/06/hadiah-rancage-2011-penghargaan-untuk-bahasa-dan-sastra-tegal/</link>
		<comments>http://ccvcku.wordpress.com/2011/02/06/hadiah-rancage-2011-penghargaan-untuk-bahasa-dan-sastra-tegal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2011 02:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ccvcku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ccvcku.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Rancage adalah kosakata bahasa Sunda yang berarti kreatif atau kreatifitas. Yayasan Kebudayaan Rancage didirikan pada th.1989 oleh Dr.Ayip Rosidi (73 th) mantan Guru Besar Tamu pada Osaka Gaikokugo Daigaku (Univ.Bahasa Asing Osaka) dan pendiri Pusat Studi Sunda.Sejak th.1989 setiap tahun Yayasan Kebudayaan Rancage memberikan Hadiah Sastra “Rancage” untuk karya sastra bahasa Sunda.Kemudian sejak th.1984 Hadiah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=184&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rancage</strong> adalah kosakata bahasa Sunda yang berarti kreatif atau kreatifitas. Yayasan Kebudayaan Rancage didirikan pada th.1989 oleh Dr.Ayip Rosidi (73 th) mantan Guru Besar Tamu pada Osaka Gaikokugo Daigaku (Univ.Bahasa Asing Osaka) dan pendiri Pusat Studi Sunda.Sejak th.1989 setiap tahun Yayasan Kebudayaan Rancage memberikan Hadiah Sastra “Rancage” untuk karya sastra bahasa Sunda.Kemudian sejak th.1984 Hadiah Sastra “Rancage” juga diberikan kepada karya sastra bahasa daerah lain (Jawa,Bali,Lampung dsb.) Disamping untuk karya sastra , Hadiah “Rancage” juga diberikan kepada orang yang dianggap berjasa besar dalam memelihara dan mengembangkan bahasa dan sastra di daerah.<br />
Hadiah Sastra Rancage 2011 untuk <em>sastra Sunda</em> diberikan untuk ”Halis Pasir”, kumpulan cerita pendek karya <em>Us Tiarsa,</em> terbitan Kiblat Buku Utama, Bandung. Selama 2010, kata Ajip, ada 24 penerbitan buku bahasa Sunda, tidak dihitung kamus.Adapun yang terpilih untuk menerima Hadiah Sastra Rancage 2011 sastra Sunda untuk jasa berdasarkan kreativitasnya yang panjang serta telah memperkaya sastra Sunda ialah H Usep Romli. Ia banyak menulis bacaan kanak-kanak, baik dalam bahasa Sunda maupun bahasa Indonesia selama lebih dari 30 tahun.<br />
Hadiah Sastra Rancage 2011 untuk <em>sastra Jawa</em> diberikan pada <em>”Pulo Asu”,</em> kumpulan cerita karya <em>Herwanto</em>, terbitan Pamarsudi Sastra Jawa Bojonegoro.Adapun orang yang dianggap besar jasanya dalam memelihara dan mengembangkan bahasa dan sastra Jawa, terutama dialek Tegal, ialah <em>Lanang Setiawan.</em><br />
Hadiah Sastra Rancage 2011 untuk <em>sastra Bali </em>diberikan pada <em>”Sang Lelana”,</em> kumpulan sajak karya <em>IDK Raka Kusuma,</em> terbitan Sanggar Buratwangi.Adapun yang memperoleh Hadiah Sastra Rancage 2011 untuk jasa dalam memelihara dan mengembangkan bahasa dan sastra Bali adalah Bali Orti, sisipan bahasa Bali surat kabar Bali Post Minggu. Sisipan Bali Orti (Kabar Bali) mulai terbit dalam Bali Post Minggu pada 20 Agustus 2006.<br />
Penghargaan untuk <em>Lanang Setiawan</em>,penulis/penggiat sastra dan Bahasa Tegal, pada hakekatnya adalah juga penghargaan untuk sastra dan bahasa Tegal.Selama ini orang banyak mempertanyakan tentang keberadaan sastra dan bahasa Tegal.Padahal kegiatan ini sejatinya sudah berlangsung sejak lama dan dilakukan oleh banyak penulis,sastrawan,bahkan tokoh-tokoh masyarat di kota/kab. Tegal.Berikut adalah sekelumit tentang prestasi Lanang Setiawan yang sempat dicatat oleh fihak Yayasan Kebudayaan Rancage,sebagai referensi untuk pemberian hadiah Rancage 2011.<br />
Lanang mulai kelihatan usahanya memajukan bahasa Jawa dialék Tegal pada tahun 1984. Dia menterjemahkan sajak Réndra “Nyanyian Angsa” menjadi “Tembangan Banyak”. Usahanya itu diikuti oleh kawannya Rofie Dimyati yang menterjemahkan sajak Réndra “Rick dari Corona”. Lanang juga menterjemahkan sajak-sajak Chairil Anwar, antaranya “Karawang Bekasi”. Terjemahannya dalam bahasa Jawa dialék Tegal itu sering dibacakan di panggung di berbagai daérah, antaranya di Taman Budaya Jawa Tengah (Solo) dan di Kabupatén Indramayu. Lanang menulis dalam bahasa Jawa dialék Tegal antaranya roman Tegal Bledugan, kumpulan guritan Nggayuh, naskah drama Surti Gandrung, Lenggaong, Ni Ratu dan Kén Arok Gugat. Lanang sering menyelenggarakan pertunjukan baca guritan dalam bahasa Jawa dialék Tegal dan pernah berhasil mengajak bupati, walikota dan Ketua DPRD Tegal membaca guritan Tegalan di Warung Aprésiasi Sastra di Bulungan yang kegiatannya tidak hanya membaca sajak saja, melainkan juga mengadakan pertunjukan lagu-lagu dialék Tegal. Lanang menyusun Wangsalan Tegalan, Kamus Tegalan, Kumpulan Puisi Tegalan dan membina Koran Tegal. Setiap hari Lanang menulis kolom “Anéhdotegalan” dalam sk. Nirmala Post yang terbit di Tegal. Dalam tahun 2008 Lanang menerima Anugerah Seni dari Déwan Kesenian kota Tegal.<br />
Sebagai penghargaan terhadap usahanya membina dan mengembangkan bahasa serta sastera Jawa dialék Tegal, Hadiah Sastera “Rancagé” 2011 sastera Jawa untuk jasa, dihaturkan kepada Lanang Setiawan berupa piagam dan uang (Rp. 5 juta), yang akan diserahkan pada akhir April 2011di Universitas Islam Negeri (UIN) Gunung Jati Bandung.<em>(Sebagian tulisan ini dikutip dari Surat Ketua Dewan PembinaYayasan Kebudayaan “Rancage” kepada Kompas.com)***<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ccvcku.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ccvcku.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ccvcku.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ccvcku.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ccvcku.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ccvcku.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ccvcku.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ccvcku.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ccvcku.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ccvcku.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ccvcku.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ccvcku.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ccvcku.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ccvcku.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=184&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ccvcku.wordpress.com/2011/02/06/hadiah-rancage-2011-penghargaan-untuk-bahasa-dan-sastra-tegal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb40ce54c00af301efa6e696bc43fe9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ccvcku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Slawi Membangun Mimpi</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com/2011/02/01/dari-slawi-membangun-mimpi/</link>
		<comments>http://ccvcku.wordpress.com/2011/02/01/dari-slawi-membangun-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 05:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ccvcku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ccvcku.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah ditanya seseorang,apakah saya orang Tegal atau orang Kabupaten.Mendapat pertanyaan yang tidak terduga seperti itu,saya tidak segera menjawab.Ketika saya jelaskan bahwa saya tinggal di Adiwerna,orang tersebut bilang bahwa saya orang Kabupaten.Sedangkan dia mengaku sebagai orang Tegal,karena rumahnya di desa Debong Lor.Saya baru menyadari ternyata ada orang Tegal dan ada orang Kabupaten Tegal yang bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=181&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah ditanya seseorang,apakah saya orang Tegal atau orang Kabupaten.Mendapat pertanyaan yang tidak terduga seperti itu,saya tidak segera menjawab.Ketika saya jelaskan bahwa saya tinggal di Adiwerna,orang tersebut bilang bahwa saya orang Kabupaten.Sedangkan dia mengaku sebagai orang Tegal,karena rumahnya di desa Debong Lor.Saya baru menyadari ternyata ada orang  Tegal dan ada orang Kabupaten Tegal yang bukan orang Tegal.Bingung kan?</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu,ketika Limbad dinobatkan sebagai The Master Megician keponakan saya  yang tinggal di Jakarta kirim SMS “wah,hebat ya pakde,orang Tegal bisa jadi The Master…”.Teringat kasus Adiwerna-Debong Lor yang saya ceritakan diatas, saya mencoba meluruskan keponakan saya,dan menjawab SMS-nya “Gus,Limbad bukan orang Tegal,tapi orang Kabupaten”. SMS saya ternyata tidak dijawab lagi.Saya pikir keponakan saya sudah bisa memahami perbedaan orang Tegal dan orang Kabupaten.Atau dia malah bingung ?</p>
<p>Saya sengaja mengangkat kasus yang tidak lucu ini untuk membuka wacana,, bahwa ada kerancuan makna dan miskomunikasi setiap kita menyebut Kabupaten  Tegal. Miskomunikasi ini,setidaknya berpengaruh kepada citra Kabupaten Tegal yang yang ingin kita bangun.Karena kata Tegal, tidak secara otomatis mengandung makna Kabupaten TegalTegal lebih  diartikan sebagai Kota Tegal. Tegal secara mutlak telah diklaim menjadi Kota Tegal.Akibatnya Kabupaten Tegal,meskipun mengandung kata Tegal,tetapi menjadi bukan Tegal. Kabupaten Tegal,adalah abstrak.</p>
<p>Wacana yang bikin bingung dan rancu ini sesungguhnya berawal dari terbitnya UU No.13 tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Kabupaten dan Kodya di Jawa Tengah. Berdasarkan UU ini,maka sejak tahun 1950  wilayah Tegal dibagi menjadi 2 daerah  pemerintahan, yaitu Dati II Kabupaten Tegal dan Dati II Kodya Tegal (sekarang Kabupaten Tegal dan Kota Tegal).Kemudian terbit pula PP No.2 tahun 1984 yang mengatur tentang pemindahan ibukota Kabupaten dari Tegal ke Slawi.</p>
<p>Yang lebih rancu lagi kata kabupaten sering disandingkan (atau dilawankan) dengan kata kota, disambung dengan garis miring menjadi kabupaten/kota.Bahkan  dalam UU Otonomi Daerah (No.32/2004),sejak pasal 4 dan seterusnya di banyak sekali pasal-pasal  yang menerangkan tentang  kabupaten/kota. </p>
<p>Andaikata saya boleh bermimpi apa saja tentang Kabupaten Tegal,maka impian saya yang pertama adalah merubah bunyi UU No.13 tahun 1950, agar nama Dati II Tegal diubah menjadi Dati II Slawi. Sehingga sekarang menjadi Kabupaten Slawi. Bukankah sangat tepat kalau kota Slawi menjadi ibukota Kabupaten Slawi?. Sehingga tidak ada lagi dualisme dan dikotomi  Tegal yang membingungkan itu. Sayangnya mimpi saya yang satu ini mustahil bisa menjadi kenyataan.Atau malah saya yang dianggap ngayawara (aneh).</p>
<p>Dalam kehidupan modern, kota dicitrakan sebagai barometer kemajuan,gaya hidup , bahkan arsitektur dan tata ruang.Selalu terang benderang dan berkilau. Itu sebabnya slogan Kota Tegal “Keminclong Moncer Kotane”. Pas banget. Sementara kabupaten, karena memiliki pengertian yang komplek,dan sulit digambarkan secara fisik, sering diasosiasikan dengan wilayah yang luas,sebagian besar pedesaan,sawah atau pantai yang gersang.Gambaran lain tentang kabupaten adalah ibu kotanya yang tidak terkenal,kecil,sepi,minim sarana,banyak bangunan baru tapi tidak berkualitas dan sebagainya. Tidak heran kalau kita mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan kabupaten Tegal dalam sebuah kalimat yang mentereng dan ekspresif sehingga bisa menjadi slogan. Slogan ‘Kabupaten Tegal sing Ngangeni lan Mbetahi’ menurut saya samasekali tidak ekspresif dan imajinatif. Bahkan menjadi narasi pasif yang  dari segi promosi tidak marketable.Dualisme dan dikotomi ini telah melahirkan stigma yang yang buruk bagi kabupaten Tegal..Beberapa contoh ibukota kabupaten lain yang bernasib sama dapat disebutkan antara lain Kajen (Kab.Pekalongan),Ungaran (Kab. Semarang),Mungkid (Kab.n Magelang) dan Sumber (Kab.Cirebon).Kota-kota tersebut barangkali tidak jauh kondisinya dengan Slawi. Sama-sama kurang dikenal dan sama-sama sibuk membenahi dirinya. Mengapa demikian? Karena semua ibukota kabupaten sebelumnya adalah kota kecamatan atau kawedanan yang dikembangkan dengan membangun sarana dan prasarana yang memadai. Sementara itu ibukota kabupaten lama yang sudah mapan selama puluhan tahun harus ditinggalkan dan diwariskan kepada pemerintah kota yang baru. Selama 25 tahun  kota Slawi dengan tertatih-tatih harus berbenah untuk menampilkan wajah yang representatif sebagai ibukota sebuah wilayah yang sangat luas dan potensial : 87.879 Ha,18 kecamatan,272 desa dan 6 kelurahan, dengan jumlah penduduk 1,5 juta.</p>
<p>	Berangkat dari kota Slawi yang menanggung beban sejarah itu, saya ingin merajut mimpi-mimpi saya tentang Kabupaten Tegal. Dalam pandangan saya Slawi seharusnya menjadi pusat pertumbuhan dan episentrum gerakan dalam memajukan kabupaten.Oleh karenanya Slawi harus diangkat pamornya,agar bebas dari sindrom “ibukota kabupaten yang tidak terkenal”,seperti halnya Kajen,Mungkid atau Sumber. Intinya Slawi harus dikenal dan kemudian jadi terkenal.Dalam era informasi dan komunikasi kita bisa menyusun kampanye pencitraan tentang kota Slawi.Kalau teh Sosro bisa terkenal,mengapa Slawi tidak?.Padahal nama Slawi dicantumkan dalam setiap kemasan teh Sosro.Andai saja Ki Enthus Susmono mau merubah label sebagai “Dalang saka Slawi” (Bukan Dalang saka Tegal,seperti yang tertera dikaca mobilnya).Andai saja Slamet Gundono saat berkeliling di manca negara mengatakan bahwa ia bukan dari Tegal,tapi dari Slawi.Andai sajaMaster Limbad mau mencantumkan  label di jas hitamnya “Mr.Limbad Slawi&#8230;” dan masih banyak lagi trick kampanye media yang bisa dilakukan. Sementara itu Pemerintah Kabupaten harus segera merampungkan proyek Bunderan Slawi, Mesjid Agung , Gedung Perpustakaan dan Jalingkos. Sehingga setiap orang yang melintasi jalur selatan akan memperoleh kesan positif setelah meliht  penanda kota (land mark) Slawi,yang konon mereplika land mark Bumi Sepong damai.</p>
<p>Mari kita bermimpi tentang Slawi terlebih dahulu,sebelum bermimpi panjang tentang Kabupaten Tegal. Karena mimpi tentang Slawi juga mimpi tentang Kabupaten Tegal.Slawi tidak harus dibangun dengan mendirikan hotel berbintang, mall ,supermarket dan restoran mewah.  Slawi tidak mungkin menjadi kota niaga.Tidak perlu ada bank-bank besar.  Tetapi Slawi harus punya Taman Budaya,bukan sekadar Gedung Kesenian.Saya tahu di Slawi dan sekitarnya banyak bermukim seniman dan seniwati,dalang,teater,musik,sastra,tari senirupa, bahkan pekerja film dan sinetron.  Berikan kepada mereka ruang dan kesempatan untuk mengekpresikan dan mengeksplor kemampuan mereka.Tingkatkan anggaran untuk seni dan budaya.Berikan anugerah dan penghargaan tahunan untuk mereka yang telah mengukir prestasi dan mengabdikan diri untuk pengembangan dan pelestarian seni budaya.Hanya dengan insentif seperti itu Pemerintah Kabupaten dapat melahirkan seniman-seniman besar. Bukan sekedar anggaran ala kadarnya untuk Dewan Kesenian yang untuk menopang kegiatan rutin saja tidak pernah cukup.Festival,diskusi,seminar,workshop dan kegiatan penunjang kesenian lainnya,harus sering,rutin dan teragenda. Kegiatan simultan semacam ini saya yakin akan menumbuhkan apa yang sedang menjadi tren, yakni industri kreatif dalam sektor budaya dan pariwisata.Menurut hemat saya berkembangnya Slawi sebagai kota budaya,sangat paralel denganVisi-Misi Kabupaten Tegal 2009-2014  poin 2d.yakni stimulasi aktifitas produksi dan inovasi dalam berbagai bidang (ekonomi,budaya,seni),yang dapat berfungsi sebagai sektor non formal jejaring sosial. Barangkali itulah sosok kota Slawi yang tidak saja bersih ,rapi,tidak pengap,tidak hiruk pikuk,tidak macet, tetapi memiliki spirit dan karakter masyarakat Tegal yang khas dan spesifik.Masyarakat yang yang kreatif dan terbuka.</p>
<p>Satu lagi impian saya sudah tentu menyangkut segera direalisasikannya pendirian Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL),baik radio maupun televisi.Mekipun wacana tentang LPPL ini sudah lama sakali digulirkan,tetapi masih belum direspon oleh pihak-pihak terkait.Padahal ini menyangkut pelaksanaan UU Penyiaran No.32/2002 dan PP 11/2005.Berdasarkan UU dan PP tersebut,intinya Pemerintah Daerah tidak lagi diperbolehkan memiliki lembaga penyiaran.Malahan RRI dan TVRI pun sudah lama berubah statusnya menjadi lembaga penyiaran publik nasional.Saat ini keberadaan RSPD (Pertiwi FM) sudah tidak lagi sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang ada.Seharusnya DPRD Kabupaten Tegal segera memproses pendirian Radio Publik Lokal, dengan merubah status RSPD (Pertiwi FM), menjadi LPPL.Dengan demikian,maka masyarakat (publik) akan mempunyai media penyiaran sendiri yang independen dan bukan semata-mata menjadi corong pemerintah (daerah). Bahkan idealnya, masyarakat Kabupaten Tegal (sudah tentu difasilitasi Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kabupaten) juga memiliki siaran televisi sendiri.Dengan wilayah yang sangat luas dan jumlah penduduk yang besar, saya yakin melalui LPPL radio maupun televisi (Slawi FM dan TV Slawi) masyarakat Kabupaten Tegal akan lebih mantap mengekspresikan budaya dan kearifan lokal, serta memiliki kebanggaan dan jati diri.Dan sudah pasti akan mampu mendongkrak citra dan pamor kota Slawi.</p>
<p>Demikian mimpi sederhana saya tentang Kabupaten Tegal.Bagi seorang praktisi media penyiaran yang sudah jatuh cinta dengan kabupaten Tegal selama 25 tahun,saya yakin mimpi saya bukanlah angan-angan kosong.Saya juga meyakini kemampuan SDM di Kabupaten Tegal mampu mewujudkan impian ini.Dengan catatan seluruh komponen pemerintah Kabupaten Tegal memiliki komitmen yang tinggi untuk bergotong royong mengabdi dan melayani masyarakat dengan ikhlas, sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Tegal 2009-20014.</p>
<p>(Naskah ini dimuat dalam buku Kabupaten Tegal,<br />
Mimpi,Perspektif dan Harapan,diterbitkan oleh<br />
Bag.Humas Setda Kabupaten Tegal 2010)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ccvcku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ccvcku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ccvcku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ccvcku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ccvcku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ccvcku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ccvcku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ccvcku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ccvcku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ccvcku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ccvcku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ccvcku.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ccvcku.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ccvcku.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=181&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ccvcku.wordpress.com/2011/02/01/dari-slawi-membangun-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb40ce54c00af301efa6e696bc43fe9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ccvcku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOA HARI INI ….</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com/2011/01/30/doa-hari-ini-%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://ccvcku.wordpress.com/2011/01/30/doa-hari-ini-%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 04:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ccvcku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ccvcku.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang Maha Perkasa dan yang Maha Bijaksana…. Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan….Saat ini dalam sunyi dan gelita,saat aku menunggu pagi yang cemerlang, aku yakin Engkau takkan pernah meninggalkanku, apalagi membenciku. Oleh karenanya ya Allah yang Maha Memberi dan Maha Pelindung ,dengan khusyu’ aku bersimpuh dihadapanMu laksana anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=176&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang Maha Perkasa dan yang  Maha Bijaksana…. Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan….Saat ini dalam sunyi dan gelita,saat aku menunggu pagi yang cemerlang, aku yakin Engkau takkan pernah meninggalkanku, apalagi membenciku. Oleh karenanya ya Allah yang Maha Memberi dan Maha Pelindung ,dengan khusyu’ aku bersimpuh dihadapanMu laksana anak yatim yang sesat dan mengharap perlindunganmu. Sementara malampun  merunduk dan pergi dengan diam2,kedua lutut dan  lenganku kembali lemah dan terkulai. Terseok langkahku  karena beban yang sarat dengan  timbunan rakhmat yang telah Engkau kucurkan selama 72 tahun. Aku hanya mampu mengucap syukur dengan sangat sangat lirih,dalam helaan napas satu2 ….karena urat dan nadiku yang semakin renta. Semoga Engkau tiada bosan mendengar doa ini, ya Allah…. Doa  yang selalu ku-ulang2 semenjak entah berapa tahun yang lalu…</p>
<p>Ya Allah yang Maha Pengampun …. jika usia adalah karunia dan kesehatan adalah  kesempatan agar aku mampu menyeret langkahku dalam keterpurukan dan kehinaan menunju singgasanaMu, ….maka ampunilah segala dosa2ku. Amin. (Adiwerna, 26 Januari 2011).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ccvcku.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ccvcku.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ccvcku.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ccvcku.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ccvcku.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ccvcku.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ccvcku.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ccvcku.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ccvcku.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ccvcku.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ccvcku.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ccvcku.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ccvcku.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ccvcku.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=176&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ccvcku.wordpress.com/2011/01/30/doa-hari-ini-%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb40ce54c00af301efa6e696bc43fe9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ccvcku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kamus bahasa tegal</title>
		<link>http://ccvcku.wordpress.com/2010/06/26/kamus-bahasa-tegal/</link>
		<comments>http://ccvcku.wordpress.com/2010/06/26/kamus-bahasa-tegal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 04:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ccvcku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ccvcku.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Kamus Praktis Bahasa Tegal &#8211; Indonesia Disusun Oleh M. Hadi Utomo Kata Pengantar Bahasa Tegal adalah salah satu dari kl. 700 bahasa ibu yang ada di Indonesia dan sampai sekarang masih digunakan sebagai sarana komunikasi dan sarana ekspresi budaya oleh masyarakat Kabupaten/Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Badan PBB Unesco telah menetapkan tanggal 21 Pebruari sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=174&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamus Praktis<br />
Bahasa<br />
Tegal &#8211; Indonesia</p>
<p>Disusun  Oleh </p>
<p>M. Hadi Utomo</p>
<p>Kata Pengantar</p>
<p>	Bahasa Tegal adalah salah satu dari kl. 700 bahasa ibu yang ada di Indonesia dan sampai  sekarang masih digunakan sebagai sarana komunikasi dan sarana ekspresi budaya oleh masyarakat Kabupaten/Kota Tegal dan Kabupaten Brebes. Badan PBB Unesco telah menetapkan tanggal 21 Pebruari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional, dengan maksud agar bahasa ibu dapat dijaga dari ancaman kepunahan. </p>
<p>	Kongres Bahasa Tegal I yang diselenggarakan di Tegal (4 April2006) bertujuan untuk mengangat citra dan pemuliaan Bahasa Tegal. Kongres ini telah merekomendasikan : 1. Pembudayaan dan pemberdayaan Bahasa Tegal sebagai penguat identitas dan kebanggaan masyarakat Tegal 2. Mengfungsikan Bahasa Tegal untuk sarana ekspresi budaya 3.Pembudayaan Bahasa Tegal melalui kurikulum pendidikan dasar dan menengah 4.Pembentukan lembaga pengkajian dan pengembangan Bahasa Tegal dan 5.Pemberian penghargaan dan aspirasi bagi anggauta masyarakat yang berdedikasi dalam pemuliaan Bahasa Tegal.</p>
<p>Dewasa ini bahasa Tegal telah digunakan dalam pelbagai aspek komunikasi dan ekspresi budaya a.l. slogan dan semboyan Kabupaten / Kota Tegal, penulisan sastra dan ciptaan musik/lagu-lagu,jingle iklan dan promosi produk, sosialisasi program-program Pemerintah,pidato dan sambutan acara dan upacara,dakwah dan pertunjukan seni daerah.<br />
	Oleh karenanya penerbitan Kamus Bahasa Tegal – Bahasa Indonesia ini kiranya dapat melengkapi usaha-usaha pemuliaan Bahasa Tegal sebagaimana yang diharapkan. Kritik dan saran dari pelbagai fihak tentu sangat diharapkan untuk kesempurnaan kamus ini.</p>
<p>							Tegal, 26 Januari 2009<br />
 								Penyusun.<br />
							     M. Hadi Utomo<br />
	E-mail : hadiutomo.bahasategal@gmail.com</p>
<p>Halaman untuk Kata Pengantar Penerbit dsb.	</p>
<p>a</p>
<p>a  : cara (diucapkan) ibu-ibu agar  anaknya mau membuka mulut lebar ketika sedang disuapi.<br />
aba :  suara, kabar.<br />
abab : bau atau hawa yang keluar dari mulut.<br />
abah : ayah (dari bahasa Arab abi)<br />
abang :  merah   ;  abang &#8211; ireng : wajah merah padam karena malu atau marah ;  abang jambon  : me.<br />
rah muda ; abang mērēt : merah. sekali ; abang getih : merah darah.<br />
abar  : (ngabar) berenang dibagian<br />
atas  air ; iwak ngabar : ikan bere-<br />
nang dibagian atas air.<br />
abon  :  abon, dendeng yang dihalus<br />
kan.<br />
abong-abong : sifat sombong karena mengandalkan sesuatu.<br />
abot  : berat.<br />
abrag-abrag : bermacam-macam barang (perkakas).<br />
abur :  (mabur)  terbang  ;  gabur :  menerbangkan burung merpati.<br />
acan- acan :   sama sekali ;  durung acan – acan : belum sama sekali.<br />
aceng :  (ngaceng) ereksi.<br />
acēh : rambutan yang daging. buahnya mudah lepas dari bijinya (ngelotok).<br />
aci : tepung ;  aci bodin : tepung singkong.<br />
acum :  wajah murung<br />
acung :  (ngacung) tunjuk jari ; ngecucung : tegak (lurus atau berdiri)<br />
adan : azan, panggilan untuk mengerjakan sholat.<br />
adang  : tanak , menanak (nasi) ; sering disingkat menjadi dang ; didang : ditanak.<br />
adeg : diri ;  ngadeg : berdiri  ;  adeg-adeg : tiang penyangga.<br />
ader :  apakah,benarkah,memang<br />
nya  ;   ader ? : benarkah ? ; ader ana ? : memangnya  ada ?<br />
adhang  :  menghadang, menghala<br />
ngi, kalau ; adhang-adhang :meng<br />
halang-halangi.<br />
adhi  :  adik.<br />
adhong : kalau,jika ; kt.lain<br />
adhang; sering disingkat dhong atau dhang; adhong ana : kalau<br />
ada.<br />
adil :  adil.<br />
adol  :  jual  ;  kt.lain  dodol  ; sering disingkat dol  ;  di dol : dijual<br />
adonan  : campuran berbagai bahan untuk membuat kue.<br />
adu : adu ; sering disingkat du ;  didu : diadu ; adu-adu :  melapor<br />
kan yang tidak-tidak.<br />
adus  : mandi.<br />
adhem : dingin ; ngadhem : berteduh.<br />
adhuk : campur menjadi satu  , campuran semen pasir dan kapur  untuk bangunan ; adhuk-adhuk : jenis masakan dari tempe<br />
ageng (bebasa)  :  besar ; (ngoko) gedhē<br />
ager :  (ager-ager) agar-agar<br />
agē : masakan dari daging. (dendeng) ; agē-agē :  semoga cepat , biasa disingkat gagē.<br />
agon : (ngagon) membersihkan. rumput disawah sebelum tanam<br />
agor :   suara serak dan besar karena sakit tenggorokan ; ngagor –agori suara anak lelaki yang sudah akil balig<br />
agul  :  sombong ; ngagul :menyom<br />
bongkan diri.<br />
aja  : jangan .<br />
ajag  :  srigala<br />
ajang : alas makan,piring atau da -<br />
un.<br />
ajar : belajar.<br />
ajeg  : tetap, tidak berubah<br />
ajeng  (bebasa)  :  akan,mau,depan  (ngoko) arep  kt.lain badhē<br />
ajēr :  mencair, menambahkan air supaya tidak kental, larut; kt.lain  ajur ; sering disingkat jēr ; di jēr : diencerkan.<br />
aji :   bernilai ; aji -aji : benda bertuah, jimat<br />
ajib : ajaib<br />
akad : perjanjian<br />
akal  :  pemikiran ; manjing akal : masuk akal, logis<br />
akas : keras, kaku,tegang<br />
akid : janji pernikahan ; kt.lain akadnikah<br />
aking : kering (untk. nasi)  ; sega aking : nasi kering ;   gering -aking, : kurus sekali,kurus kering.<br />
akon : mengakui,menganggap ;  anak akon-akon :  anak angkat<br />
aku  :  aku, saya ; kt.lain inyong, enyong<br />
ala :   jelek, buruk ; ala-ala : meskipun jelek ; ngala-ala : menjelek-jelekkan<br />
alang : halang, rintangan<br />
alang-alang  :  sejenis rumput tinggi<br />
alap-alap  :  sejenis burung elang<br />
alar-alar :   panjang sekali ; lih. ngalar-alar<br />
alas  :  hutan<br />
alem :   puji ;  aleman : kolokan<br />
alesan : alasan<br />
ali-ali : cincin<br />
alim  : pendiam, taat beribadah<br />
aling :  halang  ; aling-aling, tabir, peng halang  ,  penutup<br />
alis : alis<br />
alit (bebasa) : kecil<br />
alo : keponakan<br />
alok :   peringatan  ; alok-alok :  memperingatkan<br />
along :  banyak mendapat hasil tangkapan  (istilah nelayan)<br />
alu : antan, alat penumbuk padi ;  alu-alu : jenis makanan dari ketan<br />
yang dibungkus daun pisang dan dimakan dengan parutan kelapa  alub :   merebus   setengah matang (sayuran, daging dsb)<br />
aluk : lebih baik ; kt.lain alukan<br />
alum :  layu<br />
alus : halus<br />
ama :  hama<br />
amak-amak :  sering, sedikit-sedikit ; contoh amak-amak dhu -<br />
gal : sedikit-sedikit marah<br />
amang-amang : mengancam  sambil mengepalkan tangan atau mengangkat  senjata tajam.<br />
amba :  lebar<br />
ambah : lewat   ;  ngambah : melalui, melewati<br />
ambek :  keinginan besar  ;  ambe-<br />
kan :  napas<br />
ambēn :  dipan, tempat tidur<br />
ambeng  : nasi dengan lauk pauk di atas nyiru untuk kenduri<br />
ambles : melesak kebawah, amblas<br />
ambril : amplas<br />
ambrol   :  runtuh,  hancur<br />
ambruk : roboh, rebah<br />
ambu :  bau<br />
ambung : cium<br />
ambyar : buyar<br />
ambyur :  terjun ke sungai atau kolam air<br />
ames : lemas , kehabisan tenaga.<br />
amis : anyir<br />
amit : memohon maaf, numpang lewat ;  amit-amit :  jangan sampai terjadi ; pamit  : permisi pulang<br />
amleng : lama tidak muncul ;  kt.lain . ampleng, amleng<br />
amoh :  lunak<br />
among : mengemong,menjaga anak ;  kt.lain momong ;  momongan (kt.kiasan) : anak<br />
amot :   muat ; disingkat mot  :  kt.lain  kamot<br />
ampad : menarik benang layang-layang dengan cepat ; hampad : memukul dengan keras,melakukan tindakan kekerasan<br />
ampang :  terasa ringan<br />
ampar : gelar ; ngampar : mengge<br />
lar ; ngampar klasa : menggelar tikar<br />
ampas : ampas<br />
ampeg :  sesak nafas, asma<br />
amping : samping , sisi, damping  ;   amping-amping  :  berdiri disisi<br />
ampil  (bebasa): pinjam  ;  ngoko : nyilih<br />
ampir :  singgah ; mampir : sing-<br />
gah kebetulan lewat atau melalui<br />
ampos :  tidak bertenaga, hampa ; ngempos  :  meniup.<br />
amprak : kemana-mana  ; ngamprak-amprak : tersebar kemana-mana<br />
amprut : .ampas tahu , jenis makanan dibuat dari jagung sangrai yang ditumbuk<br />
ampun :  maaf, tobat  ;  ampun-ampunan : kapok,tidak mau mengulangi lagi<br />
ampura : maaf, ampun ; pangapu<br />
ra : ampunan<br />
ampyang  : jenis makanan dari kelapa atau kacang yang dicampur gula dan dikeringkan<br />
ancak : perabotan untuk tempat hantaran makanan dengan cara dipikul (biasanya dalam upacara pernikahan di pedesaan)<br />
ancang-ancang : bersiap siap  untuk memulai<br />
ancer-ancer : patokan,ketentuan  ; kt.lain. angger-angger<br />
ancik  : injakan supaya lebih tinggi ;  kt.lain  bancik ;  ancik  &#8211; ancik : menginjak suatu benda (barang)  supaya lebih tinggi<br />
anclang :  (nganclang) berjalan cepat ; nganclang tanya : berjalan cepat tanpa menoleh<br />
ancleng : lompat<br />
anco : jaring untuk menangkap ikan di sungai<br />
ancur  :  hancur<br />
andel  :  andal, berani ;  kt.lain endel,kendel<br />
andha :  tangga<br />
andhap  (bebasa)  :  bawah,rendah<br />
andheg :  henti ;  mandheg  : berhenti  ; ngandheg : menjelang hamil muda.<br />
andheng-andheng  :  tahi lalat<br />
angas : bringas ,  watak keras<br />
angēl : sulit<br />
anget  :  hangat  ;  anget kuku  :  suam-suam ; anger-anget tai<br />
as :  sumbu roda.<br />
ayam (peribahasa) : giat di awal-<br />
awal saja,setelah itu biasa lagi<br />
anggep : anggap  ;    dianggep :  diperhitungkan<br />
angger :  tetap ,tidak berubah, asalkan<br />
angger-angger : rambu-rambu, batas, ketentuan<br />
anggē (bebasa) : pakai.<br />
anggo : pakai ; nganggo : memakai  ;  anggo-anggo  :  pakaian  ;  kanggo : terpakai ; sering disingkat nggo.<br />
angi : mengipas nasi panas sambil diaduk-aduk agar nasi menjadi pulen<br />
angkak : pewarna untuk kuweh ; mangkak :  warna tidak putih<br />
angkat  :  angkat,naik<br />
angkrik :  jenis ubi yang berserat , garut, irut.<br />
angkring :  perabotan untuk berjualan (makanan) dengan cara  dipikul.<br />
angler : nyenyak, tenang (tidur)<br />
angles : sedih.<br />
anglo : perkakas untuk memasak dibuat  dari tanah liat.<br />
angob : menguap (membuka mulut)<br />
angon  : menggembala ternak.<br />
angot : kumat ; angot-angotan : tidak pasti, tidak konsisten<br />
angrem  : mengeram<br />
angsop   : jenis pakaian anak,celana dan baju terusan (jadi satu)<br />
angus : jelaga<br />
ani-ani   :  alat berupa pisau kecil untuk memotong  padi<br />
anjal :  tidak mau diam  ,  senang pergi<br />
anjing (manjing)  : masuk ; di-anjing-i : dimasuki<br />
anjlog : menurun<br />
anjog :  sampai,tiba<br />
anteb  :  berat<br />
antem : pukul ;  antem kromo  :  memukul sembarangan<br />
anteng : tenang<br />
antep : .membiarkan<br />
anter  :  antar   ;  kt.lain  ater<br />
anthēk  :  pengikut,pesuruh,bawa -<br />
han<br />
anthong-anthong : berdiri dide -<br />
pan pintu<br />
anthor  :  jenis makanan khas Tegal semacam kerupuk<br />
anting  :  perhiasan di telinga  ;  kt.lain . anting-anting<br />
antog  :  sendawa, mengeluarkan suara ditenggorokan karena kekenyangan<br />
antol  : mantap.<br />
antup  :   sengat<br />
anuk  :  anu ;  basang-anuk /sanganuk : ternyata setelah itu<br />
anyang :  tawar; nganyang : menawar  ;  anyang-anyangen : susah kencing<br />
anyeb :  tawar,dingin , tidak ada rasa<br />
anyes : dingin sekali<br />
aor  :   rasa sepet, seperti rasa air kapur<br />
apal  :  hafal<br />
apan  : akan, disingkat  pan<br />
apem :  jenis makanan dari tepung beras<br />
apēn-apēn :  pura-pura<br />
apes  : sial<br />
apu  : kapur untuk makan sirih<br />
arak  :  minuman keras  ;  ngarak  : mengiring beramai- ramai ; arak – arakan :  pawai<br />
aran : nama.<br />
arang  : jarang<br />
aras-arasen :  malas mengerjakan sesuatu<br />
arem-arem :. jenis makanan sema<br />
cam lontong berisi daging,sayuran dll.<br />
areng : arang<br />
arep :  akan,hendak  ; pedarepan : cemburu<br />
ari  : jika,kalau   ;  ari ana :  kalau<br />
ada   ; ari  &#8211; ari  : tembuni, placenta<br />
arip  :  mengantuk<br />
arit  :  sabit  ;  ngarit : mencari rumput<br />
aruh-aruh   :  memperingatkan  ,  menyapa.<br />
asah : menajamkan , menggosok;  asah – asah :  mencuci piring, gelas, dll.<br />
asat : air surut   ;  disingkat sat<br />
asem : asam,masam ; asem-asemen: malas,bosan.<br />
asor  :  rendah ;  andhap-asor : tata krama<br />
asrep  : tawar, tidak berasa<br />
asta (bebasa)  : tangan<br />
asu  :  anjing.<br />
atanē   : lantas, terus, kemudian<br />
atas : suara keras<br />
ater  : antar  ;  ater-ater  : mengan<br />
tar makanan, kata pengantar sebuah buku.<br />
athang-athang   :  terlentang  ;  turu ngathang-athang : tidur terlentang<br />
athing – athing : diperuntukkan<br />
khusus ;  pethingan :  pilihan khusus<br />
atho-atho : asal ada,asal kelihatan ;  kanggo atho-atho : sekedar asal kelihatan<br />
ati  : hati  ;  ati-ati  :  hati-hati<br />
atis  :  dingin<br />
atos  :  keras.<br />
atrēt  :   mundur, dari bhs Belanda achter uit<br />
atur  :  memberi atau menyuruh untuk orang yang dihormati ; atur-atur : mengundang untuk kenduri atau menghadiri hajatan.<br />
atus : tuntas,habis ; biasa disingkat<br />
tus ; di tus : menuang benda cair<br />
sampai habis<br />
awag  :  awur ;   ngawag   :  ngawur ; awagan : sekenanya ;<br />
awak  :  badan ;  awak-abang : (kiasan ) tidak membawa harta benda sedikitpun<br />
awan  :  siang<br />
awang-awang  :   angkasa  ;  ētung awangan : mencongak (pelajaran<br />
berhitung tempo dulu)<br />
awas : awas ; ora prawasan : buta<br />
awat-awat  :  rangka<br />
awē-awē   :  memanggil dengan melambaikan tangan<br />
awēt  :  tidak cepat rusak  , tahan lama<br />
awis (bebasa)  : mahal ;  (ngoko) larang; awis-awis : jarang-jarang<br />
awit  :  mulai  ;  kt.lain  wiwit ; pawitan : modal<br />
awu  :  abu ; ketiban awu anget  : kena sial (kata kiasan) ; kalah awu :merasa kalah karena lebih rendah<br />
kemampuannya<br />
awug-awug  :  jenis makanan dari singkong<br />
awul-awul  :  jenis makanan dari singkong<br />
ayak  :  saring ;   ayakan :  saringan<br />
ayang-ayang  :  bayangan<br />
ayid : berlendir, licin  ; kt.lain yiyid : lendir<br />
ayu : cantik<br />
ayub-ayuben : bangun tidur tetapi masih terasa mengantuk</p>
<p>b</p>
<p>bab :  perihal, bagian dari sebuah ka<br />
rangan<br />
babad :  sejarah,  cerita lama, legenda ;  lambung (pencernaan) kerbau, sapi, kambing.<br />
babah  : panggilan untuk orang Tionghwa lelaki ;  mbabahi : mendahului<br />
babak  :  cacah dengan menggu<br />
nakan golok ; babak-belur : luka parah<br />
babar : cukup untuk orang banyak ; babar- pisan, babar-blas :  sama sekali.<br />
babaran (bebasa) :  melahirkan<br />
bablas  : tidak berhenti, terus mela-<br />
ju<br />
babon: induk ayam<br />
babrah  : penyakit (luka) yang semakin meluas<br />
bacem  : salah satu cara mengolah makanan (tahu atau tempe)<br />
bacin  : bau busuk<br />
bacot :  (bahasa kasar) mulut ; mbacot : menangis,berkata-kata<br />
bacok  : bacok<br />
bada  :  setelah, seusai ,selepas (dari bahasa Arab ba’da) ; dina Bada : Hari Raya Idulfitri.<br />
badhē (bebasa) : akan, mau.<br />
badheg  :  warna kusam  , perilaku jelek.<br />
badhog   (bahasa kasar)  :  makan ; mbadhog : makan ; badhogan : makanan<br />
baē : hanya<br />
baem  :  gigi geraham<br />
baēn- baēn  :  main-main,sembarangan;  ora  baèn-baèn, tidak main-main, tidak sembara ngan<br />
baga : penyakit frambusia yang tumbuh di pantat.<br />
bagal :  pangkal atau tempat melekat biji jagung ; kt.lainbonggol<br />
bagēn : biar  (berasal dari bhs.daerah Cirebon)  ; dibagēni :<br />
diberi bagian<br />
bagi  :  bagi ; bagi-bagi : membagi<br />
kepada banyak orang<br />
bagja : untung,mujur ; bagjanē : meskipun dengan resiko ; kt.lain begja.<br />
bagrēg :  sejenis penyakit kulit  (frambusia)<br />
bagus  :  keren<br />
bajel : sogok<br />
bajeng  (bebasa) :  anak sulung  pembajeng atau pembarep : anak sulung;<br />
bajigur :  minuman dari santan dan gula merah<br />
bajing : tupai  ;  bajingan :  penjahat besar<br />
bajongan  :   patungan, ditanggung bersama-sama<br />
bakal  :  calon , bahan  pakaian ;<br />
bakar :  membakar<br />
bakul : pedagang<br />
bakutēn  : memangnya<br />
bakyak  :  alas kaki dari kayu.<br />
bal : bola ; bal-balan : bermain bo-la.<br />
bala  :  teman ,bukan musuh , penyakit , halangan  ; tulak &#8211;  bala : penangkal  bahaya atau penyakit.<br />
balang  :  melempar.<br />
balap  : kencang,cepat ; trembalap  : ancang-ancang.<br />
baleng  :  bau busuk.<br />
balo-balo : seni tradisonal dari Te-<br />
gal berupa permainan rebana.<br />
balong : kolam ikan<br />
balu (tawon balu) : jenis lebah yang besar, lebah hutan<br />
balung : tulang<br />
ban : ban<br />
bancakan  : bagi-bagi makanan<br />
bancar  :  lancar , deras<br />
bancēt  :  anak katak<br />
bancleng  :  konsentrasi ke suatu tujuan  ;   kt.lain. mancleng<br />
banda  :  mengikat kedua tangan ; banda &#8212; tangan, sikap berdiri de-<br />
ngan  kedua tangan dibelakang<br />
bandha  :  harta benda<br />
bandhang  :  ikut terbawa yang lain mis. burung dara  ;  banjir –ban -<br />
dhang  :  banjir besar yang menghanyutkan  benda-benda yang dilewati.<br />
bandhem  :  melempar dengan batu<br />
bandhol  :  dari asal kata  ban bodhol, atau ban bekas, sandal atau sepatu dari ban bekas<br />
bandhul  : pemberat<br />
bandring : melempar sesuatu meng<br />
gunakan benda yang diikat tali ; kt.<br />
lain blandring<br />
bang  : menunjukkan  arah atau  tempat  ;  bang- kana :  disebelah sana ; bang-kēnē  : disebelah sini ; bang-lor : disebelah utara<br />
bangēn :  cepat memperoleh pasangan (jodoh)<br />
bangir  :  mancung<br />
bangkak  :  tidak lembek<br />
bangkar : gagal,tidak jadi dilaksana<br />
kan.<br />
bangkayangen  :  kurus kering<br />
bangkēkan  :  pinggang<br />
bangkotan  :  sangat tua<br />
bangsēt  :  kata makian yang berarti  :   bangsat, bajingan,penjahat<br />
banjur  :  menyiram ;  mbanjur- mbanjur :  diare, mencret<br />
bantaran : tepi sungai ; kt.lain gen<br />
ter<br />
bantas  :  langsung<br />
banter  :  keras, cepat<br />
bantal  :  bantal<br />
bantat  :  adonan kue tidak mengembang<br />
banthan  :  pertandingan adu gangsing.<br />
banthēng : sapi jantan atau sapi liar ; banthēng lorēng binoncēng<br />
-an : semboyan masyarakat Tegal,ar<br />
tinya gagah berani tetapi juga bisa<br />
jadi penurut,tergantung yang menge<br />
lola atau memimpin.<br />
banthongan  :  jagoan, dedengkot<br />
banting  :  banting, menjatuhkan dengan keras<br />
banyu :  air<br />
bapa :  ayah<br />
bapa pucung : jenis serangga<br />
bapatua  :  kakek<br />
bapuk  :  wanita berbadan gemuk   ( dari dialek Cirebon)<br />
bar  :  bubar,selesai,sehabis ; bar mangan : sehabis makan<br />
bara  :  merantau, menggembala itik ke daerah lain  ;  kt.lain  boro.<br />
barang-anuk   :  ternyata ;  kt.lain  basang-anuk<br />
barep :  sulung ; pembarep : anak sulung<br />
barigēn  :  apalagi , ditambah pula…<br />
barongan  :  patung kayu berbentuk kepala singa<br />
bat &#8211; bet:  memukul atau mengam<br />
bil apa saja<br />
bata :  batu bata.<br />
batal  : tidak jadi,urung, tidah sah (dalam agama Islam)<br />
bathang  :  bangkai<br />
bathi  :  untung<br />
bathingilag  :  .tidak mendapat apa-apa<br />
bathuk  :  dahi, jidat.<br />
batir  :  teman  ,  pembantu.<br />
batonan : patungan,urunan,dibia –<br />
yai bersama<br />
batos  :  (bebasa)  batin<br />
bawah : merantau keluar daerah (biasanya ke kota besar)<br />
bawon  :  bagi hasil atau upah mengetam berupa padi<br />
bayah  :  itik betina usia siap bertelur<br />
bayēd  :  badan ceking<br />
bebed  :  ikat pakai kain, bebed-bendhol :  memakai  kain sarung tidak diikat kencang ; kt.lain. gubed<br />
bēbēr : bentang, sebar luas<br />
bēbēt  :  keturunan , keluarga besar<br />
becici  : pisang yang paling kecil dalam satu tandan<br />
bēda : berbeda,tidak sama ; mbebéda : meledek<br />
bedhah  :  sobek ,  membuka bagian dalam dengan pisau<br />
bedhog  :  penculik anak<br />
bedhogol  :  bonggol atau akar besar<br />
bedhong    :  kain pembungkus bayi dengan cara dililitkan di tubuh<br />
bedhu  :  seri, memperoleh nilai sama , tidak ada yang kalah atau menang<br />
bedhug  :  beduk<br />
bēgal : perampok di jalanan<br />
begēr  : gembira, riang<br />
begis  :  hardik, bentak<br />
begu  :  bisu<br />
bekakak  :  panggang ayam.<br />
bekakas  :  perkakas.<br />
bekatul : bekatul.<br />
bekel  :  lurah, kepala desa.<br />
bekep  :  bekap, menutup mulut dengan tangan.<br />
belak  :  telapak kaki yang pecah-pecah.<br />
belang  :  bekas luka.<br />
belih  :  tidak ; kt.lain belēh.<br />
beling  :  pecahan kaca.<br />
belis  :  iblis, setan.<br />
belo  :  anak kuda.<br />
belok  : kayu untuk memasung orang gila , kotor kena tanah basah.<br />
bembeng  :  pendek dan besar;<br />
kt.kain bengbeng.<br />
bēn  : biar saja  ;  kt.lain  ēbēn.<br />
benah  :  simpan.<br />
benakasih  :  pilih kasih.<br />
bendho  :  golok.<br />
bendhul  :  bengkak di pelupuk mata.<br />
benem  :  membakar sesuatu (biasanya ubi,ketela) dengan memasukkan kedalam abu yang panas.<br />
beng   :  segera pergi ;  sering bang-beng :  sering pergi.<br />
bengep :  bengkak di wajah.<br />
bēngēs :  pemerah bibir.<br />
bengi  : malam.<br />
bēngkok  :  bengkok, melengkung<br />
bengkung :  kain panjang pengikat perut, biasanya dipakai wanita ;  kt.<br />
lain benting<br />
bēngor, mulut terasa pahit,  mulut cape bicara<br />
bēnjing  :  (bebasa) besok  ;  kt.lain bēnjang<br />
benjut  :  memar, bengkak<br />
bentelan : benih padi yang diikat<br />
benting  :  lih. bengkung<br />
bēntol  :  kulit berbintik karena ulat bulu<br />
bēnyēk  :  lembek sekali<br />
ber : menggambarkan sesuatu yang  terbang<br />
bērag  :  akil balig, puber  , gembira sekali<br />
berek :  suara tidak jernih<br />
berem  :  bengkak, memar<br />
bērēng :  sakit atau pedih di hidung karena rasa pedas (makan cabe)<br />
bergajul  :  pengganggu wanita<br />
berit  :  tikus<br />
berkat  :  makanan kenduri<br />
bērko : lampu sepeda.<br />
bēsēk  :  wadah berbentuk kotak bertutup terbuat dari anyaman bambu.<br />
bēsēr  :  kencing yang tidak bisa ditahan<br />
besasat  :  berantakan ; pating besasat : ada di sembarang tempat.<br />
besem  :  kusam<br />
besēt :  sobek ;  kt.lain sēsēt<br />
bet : menggambarkan suara pukulan<br />
betah  :  senang berada disuatu tempat, tidak ingin pindah tempat<br />
bethat  :  lepas dari ikatan<br />
bethatharan  :  berantakan<br />
bethem  :  wajah bengkak<br />
bethot  :  cabut paksa<br />
bi : panggilan untuk bibi,atau seorang wanita biasa dipedesaan<br />
biang :  bibit,ragi<br />
bibit  : benih<br />
biji : nilai,poin<br />
bindheng  :  suara di hidung, sengau<br />
birit  :  pindah tempat tidak terlalu jauh<br />
biru  :  biru ; biru laut : biru muda<br />
biting  :  bambu sebesar lidi untuk menjepit bungkusan yang menggunakan daun pisang<br />
biyak  :  sibak , belahan rambut<br />
biyang  :  ibu, induk  ;  kt.lain  biyang<br />
biyayakan :  berjalan tidak menentu<br />
blabag  :  papan tulis<br />
blabah  :  sifat suka memberi<br />
blabar  :  bentangan kawat  (listrik, telpon)<br />
blabur  :  buram, tidak kelihatan dengan jelas<br />
blacu  :  kain putih , blaco<br />
bladhas  :  lewat dengan cepat tanpa ijin; kt. lain bludhus<br />
blag  :  terbuka ;  blag—blagan<br />
terus terang, blak-blakan ;  ngablag-ablag : terbuka lebar<br />
blai  :  celaka<br />
blaka  :  terus terang  ;  blaka- suta, ca-blaka  : berterus terang sekali (sifat orang Tegal)<br />
blandrang  (mblandrang) :<br />
berjalan cepat tanpa rem, tidak bisa ditahan<br />
blandring  :  alat atau senjata untuk melempar menggunakan rantai<br />
blangsak  :  tersia-sia, menderita<br />
blantik  :  maklar, jual beli<br />
blao  :  bubuk pewarna biru laut (biasanya untuk pakaian putih)<br />
blarak  :  daun kelapa yang tua / kering<br />
blaratan  :  berantakan , berserakan<br />
mblarat : berserak<br />
blatung  :  belatung, larva ;  kt.lain  singgat<br />
bledhèg  :  guntur<br />
bledhug : letus ; mbledhug : mele-<br />
tus. gunung mbledhug : gunung meletus ; bledhugan : peristiwa pertempuran<br />
bledig :  mengejar dengan cepat<br />
blejed ( wuda blejed) : telanjang bulat<br />
blējēd, telanjang ; di-blējēdi  :  (arti kiasan)  dibuka sampai habis aib/kesalahan seseorang<br />
blekah-blekuh  :  tidak mau mengerjakan ,  menggerutu<br />
bleketēpē  :  daun kelapa yang dianyam menjadi semacam pagar, biasanya digunakan untuk pertanda  orang hajat (pesta)<br />
blekok : sejenis burung berkaki panjang<br />
blekuk  :   jalan yang berlumpur dalam<br />
blekuthak  :  cumi-cumi, sontong<br />
blendhung :  jenis makanan urap jagung<br />
blēndrang  :  jenis makanan dari kedelai yang difermentasi<br />
bleng  :   bekas cucian ikan,untuk campuran pembuatan krupuk<br />
blengong  :  unggas hasil persilangan itik dengan bebek<br />
blenyik   :  istilah lain  untuk anak kecil<br />
blingsatan  :  salah tingkah karena terkejut atau malu<br />
blirik  :  jenis warna bulu ayam<br />
blonyoh  :  balur, lumur (tubuh) dengan sejenis cairan<br />
blorok  :   warna bulu ayam<br />
blosok  :  terperosok<br />
bludhus  :  masuk begitu saja, tanpa permisi<br />
blukang  :  tangkai daun kelapa<br />
bluluk  :  buah kelapa yang masih  kecil<br />
blumbang  :  galian  besar di tanah, biasanya untuk pembuangan sampah<br />
blunat  (mblunat)  :  kurang ajar<br />
bluruk  :  tuang , tumpah<br />
blusuk  :  masuk ke dalam<br />
bluwek  :   warna pudar<br />
bobok (mbobok)  :  membuat lubang  besar ;  mbobok cēlēngan  : memecah celengan (tabungan) yang terbuat dari tanah,biasanya berbentuk ayam jago atau babi)<br />
bobot  :  berat<br />
bocah  :  anak kecil<br />
bocok  :  tanah tandus, tidak subur<br />
bodhol  :  rusak<br />
bodhor : pelawak<br />
bodin  :  ubi kayu, singkong<br />
bodong  :  pusar  yang menonjol<br />
bogis  :  nama sejenis kue dari tepung ketan yang dibungkus daun pisang berbentuk piramida, disebut juga  bogis-poci<br />
bokong  :  pantat<br />
bol  :  anus yang menonjol keluar ; jambu bol : jambu berwarna putih bergurat merah bentuknya besar.<br />
bolang  :  belang, bekas lukaberwar<br />
na putih.<br />
bolang-baling  :  nama kue terbuat dari adonan terigu yang digoreng<br />
boled  : ubi jalar.<br />
bolēng   :  busuk di beberapa tempat, tidak seluruhnya (ubi) kt.lain bolēr.<br />
bom  :  kayu penyangga disisi badan kuda pada delman, sado atau andhong.<br />
bon : hutang, nota.<br />
boncēng : membonceng ; boncēng<br />
-an : tempat duduk pembonceng.<br />
bong  :  pekuburan orang Cina.<br />
bonggan  :  salah sendiri  ; bong -<br />
ganē sapa  :   siapa suruh.<br />
bonggol  :  akar didekat pangkal batang yang membesar.<br />
bongko  :  sejenis makanan yang dibuat dari beras dibungkus daun pisang semacam lontong atau arem-<br />
arem.<br />
bongkor  :  jualan tidak laku.<br />
bongkot  :  . pangkal batang.<br />
bongkrek  :  makanan dari bungkil atau ampas minyak kacang.<br />
bongsor,  cepat besar (anak, tanaman  dsb.).<br />
bontot  :   bungsu.<br />
bopong    :  menggendong di depan.<br />
boro :  merantau,mencari nafkah diluar kota, menggembala itik di luar daerah.<br />
borok  :  koreng, infeksi.<br />
boros :  tidak hemat,daun tebu ke-<br />
ring.<br />
bosok  :  busuk.<br />
bothok :  sejenis masakan yang dibungkus daun pisang.<br />
bot-boten : merasa berat,ragu-ragu<br />
boten (mboten) : ora.<br />
botoh : petaruh ; mbotohi : menja goi, memegang seseorang sebagai jago dalam suatu taruhan.<br />
botol  :  botol.<br />
boyok  :  pinggang.<br />
boyong  :  pindah rumah.<br />
braēn : semacam kesenian kasidah yang sudah punah,dimainkan oleh wanita, terdapat di Kabupaten Tegal.<br />
brag  :    menggambarkan sesuatu yang roboh.<br />
brahol  :  (mbrahol) perangai kasar.<br />
bral  :    menggambarkan sesuatu yang keluar dari sebuah tempat.<br />
brancah  :  nafsu birahi.<br />
brangas  :  membakar langsung di api yang menyala  ; brangasan  : perilaku kasar.<br />
brayah  :   anggauta keluarga besar :  kt.lain  brayat.<br />
brebes  :  merembes, menetes  ;  mbrebes – mili :  air matanya  meleleh<br />
brecek  :  bercak di wajah<br />
breg  :   menggambarkan suara benda jatuh<br />
bregas  :  . gagah ,perkasa<br />
breng  :  menggambarkan bau<br />
brengkolang  :  melempar menggunakan benda besar atau panjang, bambu, kayu dsb.<br />
brēngkos  :  membungkus dengan daun.<br />
brengos  :  kumis.<br />
bres  :  menggambarkan hujan yang mulai jatuh<br />
brēs  :   celup ,pewarna<br />
brintik  :  keriting<br />
brodhol  :  rontok  ; wulu mbrodholi : bulu sedang rontok<br />
brodhod : rampas , ambil dengan paksa<br />
brondhol  :  rambutnya sedikit, sejenis burung<br />
brontok  :  kulit bercak<br />
brojol  :  keluar dengan tiba-tiba<br />
brol  :    menggambarkan sesuatu yang lepas atau keluar bersama-sama<br />
brongsong  :  bungkus, tutup<br />
brosot  :  terlepas atau keluar  tidak sengaja<br />
brug  :  jembatan<br />
bruk  :   meletakkan begitu saja<br />
bruntus :  kulit berbintik , biang kringat<br />
brutu  :  . tunggir<br />
bu  :  panggilan kepada ibu<br />
buang  :  buang, lempar<br />
bubar  ;  usai  ;   bubar- jalan : membubarkan diri<br />
bubul  :  penyakit frambusia di telapak kaki<br />
bud   : urutan terakhir ;  nomer-bud  : nomer terakhir<br />
budheg  :  tuli,pekak<br />
budhug  : kurap<br />
bui  :   penjara<br />
bujel  :  tumpul diujung<br />
buket  :  . kental (minuman teh, kopi dll)<br />
bukur    :  kerang<br />
bula-bula : andaikan saja, sekiranya<br />
bulak  :  lahan luas berada diantara dua desa  ; bulak – bulak  :  mendidih<br />
buluk    :  usang<br />
bumbung  :   potongan bambu yang pendek<br />
bumpet  :  mampat<br />
bunar  :  mata  berkunang-kunang<br />
buncret  :  tidak lancar, terhenti ; kringet buncret : biang keringat<br />
bundhas  :  luka memar, akibat terjatuh atau terbentur<br />
bundhel  :  tali atau benang yang diikat mati (sulit dibuka)<br />
bung  :  anak pohon bambu yang masih muda (untuk sayur).<br />
bungkus  : bungkus.<br />
buntas  :   penghabisan, ujung.<br />
bur : menggambarkan sesuatu yang terbang/menghilang tiba-tiba,<br />
barang digadaikan yang sudah jatuh tempo dan harus dilelang, hutang yang tidak terbayar<br />
buras  :  makanan sejenis lontong berisi daging dan sayuran<br />
bureng  :  pandangan tidak jelas ; kt.lain  blabur<br />
bures  :  tidak jelas<br />
busek  : hapus<br />
buta  :  raksasa<br />
buthak  :  botak<br />
buthek  :  keruh<br />
buthung  :  kembung,  perut penuh air kebanyakan minum.<br />
butik : bekerja membersihkan ba-<br />
wang merah<br />
buwuh : hasil bagi, upah<br />
buyar : bubar, bercerai berai<br />
buyung : tempayan untuk mengambil<br />
air<br />
buyut : anak dari cucu atau  orang tua  dari kakek  ; buyuten : penyakit orang lanjut usia ,tangan atau kepalanya  bergerak-gerak</p>
<p>c</p>
<p>cablak  :   suara keras ;   ngecablak :  bicara  dengan suara keras ; kt.lain<br />
cabak<br />
cacag  :   cincang<br />
cacah : potong kecil-kecil  , hitung ; cacah –rucah : campur aduk<br />
cacak  :   coba<br />
cadhil :  sejenis makanan bubur dari tepung tapioka dibentuk bulat-bulat kecil<br />
cagak  : penyangga<br />
caket (bebasa) : dekat<br />
candhak  : cekal, pegang  ;  candhak-kulak  :  sistem dagang skala kecil dengan cara menghutang barang dagangan,setelah lunas menghutang lagi  ;  nyandak :  cukup,sampai ; ora nyandhak : tidak cukup,tidak sampai<br />
cangap  :  membuka mulut orang lain<br />
cangkang  :  kulit yang keras  (kacang, udang dsb.)<br />
cangkem  :  mulut<br />
cangking  :  menjinjing ; k.kiasan : ikut dibawa<br />
cangklong  :  jenis pipa berbentuk melengkung<br />
cangkol,   :  kait,  kt.lain canthol<br />
canthēl  :  mengaitkan pada sesuatu<br />
cantheng  :  penyakit bengkak pada jari akibat infeksi<br />
canthing kb. takaran kecil untuk benda cair (minyak,kecap dsb)<br />
canthol :  lih. cangkol<br />
capit : capit (pinset) ; capit urang : garpu sepeda (fork).<br />
cara  :  nama kue semacam serabi ;<br />
carabikang : nama kue<br />
carang  :  ranting bambu ;  carangan : cerita wayang  versi lain,bukan versi baku atau pakem<br />
carik  :  sekretaris desa<br />
cathēk  :  patuk , menggigit dengan tiba-tiba (mis.ular)<br />
cathet   :  catat<br />
cathok  ;  kait untuk merapatkan tutup (tas, kopor dll).<br />
cathut  :  tang ;  tukang  catut :  makelar, perantara<br />
catu  :  jatah, pembagian tetap<br />
cawak  :  bicara dengan suara keras<br />
cawē-cawē  :  kk. ikut membantu<br />
cawēl   :  memegang ,mengambil sambil lalu .<br />
cawet  :  celana dalam<br />
cawik  :  cebok   ;  kt.lain cewok<br />
cawuk  (nyawuk) : mengambil sesuatu menggunakan telapak ta-<br />
ngan dengan gerakan cepat.<br />
cēbol  :  kerdil<br />
cēbong  :  berudu , anak katak yang masih berekor<br />
ceblok  :  tancap<br />
cebrik  :  becek<br />
cecek  : cecak,  titik  (tanda baca)<br />
cēcēk  :  nangka muda<br />
cecer  : cecar , terus bertanya, terus menerus<br />
cēdhal  :  . tidak dapat melafalkan  (huruf “r” dengan jelas)<br />
cedhek : dekat ;   kt.lain  padhek, parek,perek<br />
cēdhok  : mengambil sesuatu  menggunakan alat semacam sekop atau gayung kecil.<br />
ceg  :  ambillah (kata seru)<br />
cegat  :  cegat, menghentikan<br />
cēgēr, kk.mengandalkan<br />
ceguk   :  suara tenggorokan saat menelan air ; ceguken  : tenggorokan  sering berbunyi  seperti tercekik ;  kt.lain segu<br />
cekak  :  pendek,tidak cukup  ;  kt.lain cupēn.<br />
cethak :  langit-langit mulut<br />
cēk-cēk : di-cēk-cēk : makanan yang hanya diaduk-aduk,tetapi tidak dimakan (karena tidak berselera)<br />
cekel  :  pegang  ;  candhak-cekel : behutang dengan jaminan barang<br />
cēkēr  :  jari kaki ayam ;  kt.lain cokor<br />
cēkli  :  mungil<br />
cekot  (cekot-cekot) :  rasa sakit yang menggigit<br />
celak  :  celak,penghitam sisi mata,agar mata kelihatan lebar (kosmetik)<br />
celēk  :  ujung penis<br />
cēlēng  :  babi hutan ;  cēlēngan : tabungan (dahulu dibuat dari tanah liat,berupa patung babi ayam jago untuk menyimpan uang receh)<br />
celong  :  berkurang, wajah jadi kurus dan pucat; kt.lain kalong,ke-<br />
long<br />
cemat-cēmot :  wajah coreng moreng<br />
cemeri-ceri   :  benci sekali<br />
cemeri-ceri : sangat membenci<br />
cemol  :   memegang benda yang empuk<br />
cēmong  :  kotor kena jelaga atau sesuatu yang hitam<br />
cemong  :  tempat air dari seng<br />
cempa : sejenis beras<br />
cempal    : kain untuk menahan panas saat memegang panci atau penggorengan<br />
cempaluk  :  buah asam yang masih muda<br />
cempé  :  anak kambing<br />
cēmplak  :  posisi saat akan menaiki kendaraan atau menunggang kuda<br />
cemplung :  jatuh  kedalam air<br />
cempulek  :  ternyata kemudian<br />
cemreces  :  perasaan dingin  sampai ke hati<br />
cendhek  :  pendek,tidak panjang<br />
cendhēp  :   pendek , tidak tinggi, kt.lain . endhēp<br />
cengeng  :  pegal, atau cape di bagian leher,karena melihat lama ke satu arah<br />
cēngēng  :  sering  menangis<br />
cengir   :  menyeringai<br />
cengis  :  cabe rawit<br />
cengkal  :  penyangga supaya berdiri tegak, .penyangga kain sarung anak sunat,dibuat dari sabut kelapa agar kain sarung tidak menempel di luka kemaluan<br />
cēngkēh  :  sisir pisang<br />
cengkir  :  jenis kelapa berwarna kuning bentuknya kecil<br />
cengkiwing  :  dibawa dengan satu ta-ngan<br />
cengklong   :   berkurang<br />
cēngkrong  :  sabit<br />
cēnos  :  belum berisi (mis.kacang tanah yang masih muda)<br />
cēnthong   :  perkakas dapur untuk mengambil nasi<br />
centhung  : .  cangkir besar dari seng<br />
cep  :  kata seru menyuruh diam<br />
cepel :    setengah  (hampir) kering<br />
cepet : cepat<br />
cēpēr  :  bentuk rata<br />
ceplik  :  pelita, lampu minyak kecil<br />
ceplos  :  menusuk kedalam<br />
cepon  :  wadah berbentuk bulat yang dibuat dari anyaman bambu<br />
cēprēt :  memercik air  ;   kt.lain. ciprat<br />
cer : langsung (dipakai dalam urutan keluarga,mis.adhi cer : adik langsung ; kakang cer : kakak langsung)<br />
cērēm  :  mudah sekali<br />
cēspleng   :   manjur sekali<br />
cetha  :  jelas kelihatan<br />
cethak  :  . langit-langit rongga mulut<br />
cēthēk  :  dangkal<br />
cethil  :  sejenis kue terbuat dari singkong<br />
cething  : bakul kecil untuk tempat nasi dsb.<br />
cethit  : cubitan kecil, dengan dua ujung jari ;  kecethit  : terkilir.<br />
cethot  :  cubitan besar .<br />
cēwok  :  cebok, mencuci dubur atau kelamin sesudah buang air<br />
ciblon  :  bermain-main air di sungai dengan tangan, sehingga menimbulkan bunyi.<br />
cidhuk  :  gayung, perkakas untuk mengambil air dari bak atau tempayan ; nyidhuk  :  mengambil air menggunakan cidhuk.<br />
cikal  :  buah kelapa yang sudah dikupas, tunas kelapa ;  cikal-bakal : asal usul keturunan.<br />
cikar  :  pedati kecil , biasanya  ditarik oleh manusia.<br />
cincing  :  mengangkat atau menggulung kaki celana supaya tidak kena tanah atau air.<br />
cindhil  :  orok tikus.<br />
cindhung  :  kopiah.<br />
cingcing  :   mengangkat atau melipat kaki celana agar tidak kena air atau tanah becek. kt.lain . cincing atau cincing-cincing.<br />
cingkrang  :  kurang panjang, tidak cukup.<br />
ciplos  :  mata (bahasa kasar).<br />
cithang cithing  :  memegang sesuatu dengan menggunakan dua jari, karena merasa jijik.<br />
ciu  :  arak, jenis minuman keras.<br />
ciut  :  . sempit<br />
clamit  :  perilaku gemar meminta<br />
clekadhong  :  meminta dengan menengadahkan telapak tangan<br />
clereng  :   perasaan / keinginan sekilas yang datang tiba-tiba<br />
clingkrik  :  gaya mau menaiki sesuatu (kendaraan,kuda dll)<br />
clinguk  :  tengok, toleh ;  kt.lain linguk  ; clingak &#8211; clinguk  atau lingak-linguk : menengok kiri kanan seperti sedang mencari sesua<br />
tu.<br />
clingus  :  malu ;  clingusan : kemalu-maluan<br />
cliring  :  nama cengkerik  (jangkrik) jenis kecil   :  kt.lain sliring<br />
cluthak  :  perilaku gemar mengambil atau minta  sesuatu milik orang lain<br />
cobē  :  calo  ,  orang yang disuruh membujuk orang lain agar mengikuti kemauan orang tertentu<br />
cocol  :   menempelkan makanan (ikan,lalapan dsb.) ke sambal  ;  kt.lain tutul,cowēl<br />
cocot  :  mulut  (ungkapan kasar) ;  kt.lain bacot<br />
cocrop, menyedot cairan dengan mulut  ;  kt.lain . cucrup<br />
codhot :  kelelawar pemakan buah-buahan<br />
cokor  :  kaki unggas ;  kt.lain cēkēr<br />
cokot  :  gigit<br />
colok  :  memasukkan / menusukkan sesuatu benda yang berbentuk panjang dan runcing<br />
colong  :  curi<br />
combēran  : saluran pembuangan air limbah rumah tangga<br />
compong  :  perilaku tidak waras<br />
congor  :  mulut kerbau,sapi,kambing dsb.<br />
cono  :  bisul di kepala<br />
conthēng  :  centrang, bentuk coretan untuk menandai  ( )<br />
conthong  :  daun atau kertas pembungkus makanan berbentuk kerucut<br />
coplok  : lepas ; kt.lain copot  atau nyoplok  : terlepas,terkelupas<br />
coro  : kecoa<br />
corob  :  kelainan pada kulit kekurangan pigmen<br />
corok  :  melebihi ukuran yang ditentukan ;  nyorok : mengambil melebihi hak yang telah ditentukan.<br />
corong  :  peralatan berbentuk bulat untuk memudahkan menuangkan cairan (mis.minyak) ; corong  lampu  :  gelas penutup sinar lampu ; kt.lain  semprong.<br />
cowēl  :   patah, hilang  sebagian (kecil); kt.lain  gompēl.<br />
cowēt  : peralatan dapur untuk menumbuk sambal.<br />
crēngkēng  :  susah diatur, selalu melawan.<br />
crepu  :  sejenis sandal jepit tempo dulu<br />
cret  :   sedikit ;  sacret  : sedikit sekali<br />
crowok  :  mengambil sebagian.<br />
crumut  : wajah yang masih kotor (belum mandi)<br />
cruwek   :  jorok.<br />
cublek (nyublek)  : menancap ke bawah<br />
cucrup  : menyedot dengan mulut.<br />
cucus  :  tusuk<br />
cukil  : .mengambil sebagian (kecil) dengan alat yang tajam<br />
cul    :  kependekan dari ucul, lepas.<br />
culik  : culik<br />
cumbu  : selalu ingin berdekatan<br />
cumped  :  pendek, tidak cukup ; kt.lain cupēn<br />
cungir  :   lih. cengir.<br />
cungkir  :  sorok, peralatan tukang batu<br />
cungur  :  hidung<br />
cunil  :  mengikat rambut bagian atas<br />
cunong  :  jidat menonjol ; kt.lain nong nong ;  bathukē nongnong : jidatnya menonjol<br />
cunthel  :  tidak cerdas ; kt.lain. jendhel<br />
cup  : kata seru, jangan diteruskan<br />
cupar  :  lelaki tetapi suka mengerjakan pekerjaan perempuan<br />
cupēn  :  tidak cukup, hanya sedikit<br />
cupet  :  pendek,sedikit sekali<br />
cuplak  :  sejenis penyakit kulit seperti jamur kecil biasanya tumbuh di tangan.<br />
curut  :   tikus<br />
cuthat  : menyingkirkan benda kecil dengan cara menjentikkan jari telunju<br />
cuthik  : .mengambil sesuatu  dengan sepotong bambu/kayu kecil sedikit demi sedikit.<br />
cuwa  : kecewa<br />
cuwil  :  memotong (mengambil) sedikit dengan dua  jari<br />
cuwol  :  mengambil banyak dengan lima jari</p>
<p>d</p>
<p>dableg   :  tidak patuh, tidak mengindahkan<br />
dada  :  padahal ; sering dipanjangkan menjadi dadaha<br />
dadak  :  mendadak<br />
dadal  :  ambrol (bendungan atau tanggul)<br />
dadi  :  menjadi<br />
dados (bebasa)  : jadi<br />
dalah  :  taruh ; kt.lain . dokon<br />
dalal  :  maaf<br />
dalan  :  jalan<br />
dalu  : matang sekali (buah)<br />
dalu (bebasa)  : malam ; kt.lain<br />
ndalu.<br />
dandan  :  memperbaiki<br />
dandang  :  peralatan masak  berbentuk tinggi biasanya terbuat dari tembaga<br />
dandos (bebasa)   :  memperbaiki ; (ngoko) dandan<br />
daning  :  kok<br />
dangu (bebasa)  :  lama<br />
dara  : burung merpati<br />
degēg  :  membusungkan dada<br />
deleg  :   jenis labu yang besar dan panjang berwarna hijau muda ,jenis ikan gabus<br />
delēn  (ndelēn)  : coba lihat ; biasa disingkat lhēn ; mēnē lhēn : coba<br />
kesini<br />
deleng :  lihat ; delenganē : keliha tannya<br />
dērēng  (bebasa)  :  belum<br />
derep  :  menuai padi<br />
deres  : lebat (hujan) ;  nderes : tadarus,membaca al Qur’an.<br />
dērēs (ndērēs) : mengambil nira dari pucuk pohon kelapa<br />
dhadhung  :  tali besar terbuat dari bambu untuk mengikat kerbau/sapi<br />
dhahar (bebasa)  :  makan<br />
dham- dhaman  :  permainan sejenis halma/lido<br />
dhampar  :  rel  ; dhampar sepur :  rel kerata api<br />
dhang  :  jika sedang ( singkatan dari adhang)  ;   kt.lain . dhong<br />
dhasaran :  lapak untuk berjualan<br />
dhateng (bebasa) :  datang ;   kt.lain dugi<br />
dhat dhet  : tidak lancar, ragu-ragu<br />
dhawet  :  jenis minuman dengan santan dan gula dicampur adonan tepung beras yang dibentuk kecil-kecil.<br />
dhedhek :  dedak, sekam padi.<br />
dhēdhēl  :  lepas jahitan ; dhēdhēl dhuwēl  :  compang camping<br />
dhedheg : pukul menggunakan genggaman tangan<br />
dhedhes :   bertanya intensif agar mengaku ; teles-dhedhes : basah kuyup<br />
dheg : menirukan suara jantung ; dhegdhegan : berdebar-debar<br />
dhēglag : kaki  pincang<br />
dhēhēm  :  batuk-batuk kecil<br />
dhēk-dhēki : sudah diincar sebelumnya untuk dimiliki<br />
dhekok  :  melesak ke dalam ; ndhekok (istilah kasar) : tidur<br />
dheleg-dheleg  :  bengong<br />
dhemen : cinta ; dhemenan : pacaran, pacar<br />
dhengak : mendongak, menghadap<br />
keatas.<br />
dhenganē : pantesan<br />
dhengkil : kaki kambing<br />
dhēngklēk :  jalan berjingkat dengan satu kaki<br />
dhengkul  :  lutut<br />
dhepa :  ukuran panjang menggunakan<br />
dua lengan dibentangkan  ;  ndhepa : berbaring tengkurap ditopang  siku<br />
dhet lur : tarik ulur<br />
dhidhis : mencari kutu dikepalanya sendiri<br />
dhikut : mengerjakan sesuatu dengan tidak berhenti,terus menerus<br />
dhingin :  dulu, awal  ;  kt.lain  dhisit<br />
dhingkluk : tunduk ; ndhingkluk : menundukkan kepala<br />
dhodhog  :  ketuk   ;  dhodhog-dhodhog  :  mengetuk pintu dengan keras ; kt.lain  thothok-thothok<br />
dhodhok : jongkok, tempat tinggal<br />
dhodhos : membuka paksa<br />
dhog  :  baru sampai ; dog-los  :   baru sampai langsung pergi lagi<br />
dhogēr  :  onggeng<br />
dhokoh  :  lahap<br />
dhompol  ;  buah yang banyak dalam satu tangkai<br />
dhong  :  singkatan dari adhong, jika sedang  ;  kt.lain  adhang<br />
dhorèng  :  corak kain model tentara ; kt.lain  lorèng<br />
dhothor (ndhothor) : berdiam diri sambil jongkok<br />
dhudha : duda<br />
dhudhuk  :  menggali tanah ; kt.lain kedhuk<br />
dhukuh  :  tempat pemukiman<br />
dhugal  :  marah<br />
dhupak  :   menyepak,menendang<br />
dilalah : (ndilalah) atas kehendak<br />
Yang Kuasa<br />
dinten  (bebasa) : hari<br />
diker  :  sangat asyik, sehingga tidak memperhatikan keadaan sekitar<br />
dikir  :   zikir<br />
dlanggung  :  jalan<br />
dlapēr  :  berbaik2 dengan cara merendah<br />
dluwang :  kertas<br />
dlosor  :  merendah<br />
dobol : berak,buang air besar (baha<br />
sa kasar, makian)<br />
dodol  : jual, nama kue ; kt.lain adol<br />
dokon  :  lih. dalah<br />
dol    :  kependekan dari adol atau dodol, menjual.<br />
dolan : bermain , berjudi (kt.kiasan)<br />
dom  :  jarum  ;  dondom :  menja<br />
hit<br />
donga  :  doa ; ndonga : berdoa<br />
dopok  :  bicara omong kosong, bicara bohong<br />
doran  :  gagang pacul yang terbuat dari kayu<br />
doyan : suka<br />
dreman  ;  banyak anak, pandai merawat anak meskipun banyak anak<br />
dremimil  :  nyinyir  , bicara terus menerus<br />
dremimis  :  ceriwis,suka bicara<br />
drodhot  :  tembakan beruntun , bunyi senjata otomatis<br />
dubug : kaki yang besar (gemuk) ;<br />
kedubugan / kedebugan : bekerja<br />
keras<br />
dudu  :   bukan<br />
duduh :  kuah<br />
dudul  :  jenis pancing yang berjoran panjang  ,  mengulang undangan untuk  kenduri<br />
dugi  (bebasa)  :  datang ; sampai ke  ;  kt.lain  dhateng  ;<br />
dulang  :  menyuapi (bayi)<br />
dulit  :  mencolek dengan ujung jari telunjuk<br />
dum : memberi bagian ; keduman : kebagian<br />
dumuk  :  sentuh,raba;  kedumu -<br />
kan : meraba-raba dalam kegelapan<br />
dumung : nama jenis ular.<br />
dunya  :  dunia  ,  harta benda<br />
durung  :  belum</p>
<p>e</p>
<p>ē-ē : buang air (istilah untuk anak-<br />
anak)<br />
ēbēn : biar, agar,supaya ;  biasa disingkat bēn<br />
ēbi  :  udang yang dikeringkan<br />
ēcēl  :  keluar dari rel (kereta api) ; kt.lain selip<br />
ēco (bebasa)   :  enak<br />
ēcol  :  enak (istilah plesetan) ;  ènak ècol   :   enak sekali<br />
ēdan :  gila  ; kēdanan : tergila-gila<br />
ēdhēg   :  senang bergaya<br />
ē’ē  :  buang air besar (bahasa anak-anak)<br />
ēgin  :  masih ; kt.lain tegin, tesih<br />
ējēr  :  melarutkan dengan air ; kt.<br />
lain  ajèr<br />
ēk  :  tera (memeriksa secara berkala alat timbang dan ukur, dari bhs.Belanda eyk)<br />
ēlik :  istri (penganten baru) yang kembali kerumah orangtuanya karena belum siap berumah tangga<br />
ēling  :  ingat, sadar<br />
elom  :  kecewa ; kt.lain.lom<br />
elus : belai ;  di elus-elus : dibelai<br />
ēman : sayang ; ēman-ēman : sa-<br />
ngat sayang<br />
embil : mengambil/memetik buah-buahan ; biasa disingkat mbil<br />
ēmbrēt :  menarik (mencari penum<br />
pang) dokar / delman<br />
embu : peram ; dimbu : diperam (buah-buahan dibungkus selama be-<br />
berapa hari supaya matang) kt. lain<br />
imbu<br />
embuh  :  entah,tidak tahu<br />
embun-embunan  :  ubun-ubun<br />
emod : lembek,tidak keras ; kt.lain<br />
mod<br />
emoh  :  tidak mau  ; kt.lain emong atau mong<br />
emong : mengasuh anak ; kt.lain<br />
momong<br />
empēng  :  dot bayi  ;  ngempēng :  menyusu<br />
emplok : memasukkan makanan kedalam mulut dengan tangan<br />
empok :  mengentuti, mengarahkan pantat saat ber-kentut,empok-empokan :  dua bangunan rumah saling bertolak belakang<br />
empot  :  sedot menggunakan mulut ; kt.lain kenyot<br />
empu : pandai besi<br />
empun (bebasa)  : sudah ; kepende<br />
kan dari sampun<br />
ēmut   :   ingat,sadar ;  kt.lain  èling<br />
ēncēr  : encer, tidak kental<br />
encit  :  kain (bahan pakaian,tekstil)<br />
encot  :  injak<br />
ēncrēt  :  oli,minyak pelumas<br />
ēndah  :  agar,supaya<br />
endhas  :  kepala<br />
endhē-endhē : tidak segera dikerjakan ; di-endhē-endhē : tidak segera dikerjakan<br />
endhek-endhek : endapan<br />
endhēp  :  pendek,tidak tinggi ; lih. cendhèp<br />
endhut  :  lumpur<br />
enek : mual ; kt.lain nek<br />
eneng :  diam ; di-eneng-eneng : diusahakan agar diam tidak mena -<br />
ngis ;  di-eneng-na  :  didiamkan, tdak diajak bicara ; neng-nengan : tidak saling menyapa,marahan<br />
ēng  :  marahan ;  èng-èngan : tidak bertegur sapa<br />
ēnggal (bebasa) : baru , hampir ; kt.lain. mèh  ;  ēnggal-ēnggal  (bebasa) : cepat-cepat,segera<br />
ēngganē : seandainya,jikalau,um-<br />
pama<br />
ēnggang-ēnggong : lenggak-leng -<br />
gok<br />
engko  :  nanti  ; kt.lain mengko<br />
ēnjing   (bebasa) : pagi  ;  kt lain ēnjang<br />
entēn   :  menunggu,menanti ;<br />
entēng  :  habis ; kt.lain entok atau entong<br />
ēnthēng :  ringan<br />
entos  (bebasa)  :  tunggu, menanti<br />
ēntrok  :  kutang (bh) jaman dulu<br />
enyong  :  saya , aku ;  kt.lain inyong<br />
ēpēk-ēpēk :  telapak tangan<br />
ēram  :   heran<br />
ērēk-ērēk : sejenis judi menggunakan nomor 1 sampai 100 dalam lembaran bulat yang diputar sehingga berbunyi “rèk-rèk”.<br />
ēsem  :  senyum ; mēsem : terse –<br />
nyum ; mēsem kependhem :  tersenyum simpul<br />
ēstri (bebasa)  :  perempuan.<br />
ēstu (bebasa) : jadi ; mboten ēstu :<br />
tidak jadi,batal ; saēstu : sungguh.<br />
ēsuk : pagi ; ngēsuk : besok pagi.<br />
ētang  (bebasa)  :  hitung ;  ētang-ētung : dihitung-hitung<br />
ētēran  :  berjualan barang-barang kecil / murah dipinggir jalan.<br />
Ēthor, mampu (bhs.kasar) kt.lain . jègod<br />
ētung   :  hitung  ;  ētung – ijir  :  (kia-san) kikir ; pētungan : ramalan<br />
ēwu : ribu ; limang ēwu : lima ribu<br />
ēyang : kakek ; panggilan untuk o-rang tua yang dianggap sebagai guru<br />
spiritual.</p>
<p>g</p>
<p>gabah : gabah<br />
gabēr : (kiasan) kemaluan lelaki<br />
gableg  :   punya (bahasa kasar)<br />
gabug  :   tidak berisi  ,  (kiasan) mandul<br />
gabur : menerbangkan burung dara<br />
gadhē  :  gadai<br />
gagang   :  pegangan<br />
gagap : tidak lancar bicara<br />
garang  :  dipanaskan didekat api<br />
gajih  :   lemak  , gaji<br />
gajogan  :   kecewa, merasa sayang<br />
galimpung  :   jangkrik yang cacat / tidak berkaki.<br />
gampang :  mudah, tidak sulit ; gampang-gampang angēl : agak<br />
mudah atau agak susah.<br />
gampil (bebasa) : mudah<br />
gampung : mencari padi di sawah<br />
sisa bekas dipanen.<br />
galo  :  alat dapur dari kayu untuk mengaduk bubur.<br />
gancēt  :  dua benda saling melekat<br />
ganggang  :  renggang<br />
gangsa : tumis (istilah dalam memasak), gamelan.<br />
gangsar  :  cepat pandai menghafal , cepat memperoleh sesuatu .<br />
gangsir  :  menggali tanah untuk masuk rumah yang dilakukan pencuri ; kt.lain  dungsir.<br />
ganjar : hukum ; ganjaran :  hukuman,  hadiah.<br />
ganjen  :  genit ; kt.lain. mēnjēng.<br />
gantar  :  galah<br />
gantos (bebasa) :  ganti  ;  kt.lain gentos<br />
gaok  :   burung gagak<br />
gaplē : jenis permainan kartu domino<br />
gaplēk :  singkong yang dikeringkan<br />
garēk   : sisa, tinggal ;  kt.lain. gari,kari<br />
garo : dengan ; kt.lain karo<br />
garok  :   perkakas pertanian untuk menyiang tanaman<br />
gari   :   lih. garèk.<br />
garit  :  puisi<br />
garok : perkakas pertanian untuk<br />
menyiangi rumput , alat pencukur<br />
kumis/jenggot<br />
garong : perampok ; kucing- garong : kucing jantan bertubuh besar  yang suka mencuri (ikan)<br />
garuk :  alat untuk menggaruk, razia ; garukan : razia<br />
gasak  : ledek, ejek<br />
gathēk  :   pandai ;   gathēkan  :  cepat bisa<br />
gathēl  :  ujung penis ; kt.lain. celèk<br />
gathik  :  permainan anak-anak<br />
gathol  :  cangkol<br />
gawa : bawa ; nggawa  :  membawa<br />
gawan : modal awal dalam permainan atau judi<br />
gawē : membuat,mengerjakan ; gawē-gawē : pura-pura ; duwē gawē: punya hajat ; pegawēan : pekerjaan<br />
gebrag  :  roboh ; sagebragē : biar<br />
roboh sendiri<br />
gebyog : dinding atau plafon dari<br />
anyaman bambu<br />
gebyar  :  kilau  ;  gemebyar : gemerlapan<br />
gebyur : siram dari atas dengan air<br />
gedebog  :  batang pisang ; lih.kedebog<br />
gedhag  :  kejar ; kt.lain. udag<br />
gedhogan  :   kandang kuda<br />
gedhong  :   gedung<br />
gedibal  :  tanah lunak yang melekat ; (kata kiasan ) : anthèk,pesuruh,bawahan.<br />
gējlēg  : berjalan mondar mandir sampai merasa cape.<br />
gejrot  (tahu gejrot) : nama maka<br />
nan daerah Cirebon , yakni tahu goreng yang di – gejrot atau penyet dan diberi bumbu kecap ,cabe rawit dan bawang merah.<br />
gēl :   hanya itu saja, biasanya diulang menjadi gēl-gēl ; manganē sega gēl : makannya hanya nasi tanpa lauk<br />
gela  :  kecewa<br />
gelasan  :  benang yang dilapisi serbuk gelas (kaca) untuk adu layang-layang<br />
gemadhing  :   buah hampir matang, mengkal.<br />
gēmbēl : berbulu tebal ; wedhus gèmbèl : jenis kambing gimbas ;<br />
gemblong  :  jenis makanan dari<br />
singkong rebus atau ketan yang ditumbuk dimakan dengan parutan kelapa<br />
gemblung  :  seperti orang gila<br />
gembor  :  teriak, alat untuk menyiram  ;  gemboran : berteriak<br />
gembos :  kempes<br />
gembus :  sejenis tempe dari ampas tahu<br />
gemebyar :  gemerlap,terang ben<br />
derang<br />
gemedhē    :  besar kepala,sombong<br />
gemerah  :  suara ramai orang bicara<br />
gemerot  :  hujan lebat<br />
gemet  :  habis samasekali ; gemet lunyet, habis ludes, tandas<br />
geminjal  :   memiliki sifat lincah seperti kanak-kanak.<br />
gempi  :   padat,tidak lunak<br />
gempol  :  nama sejenis tanaman ;  kembang gempol :  nama makan -<br />
an<br />
gemrabyag :  api pembakaran yang cepat membesar<br />
gemrajag  :  air yang keluar dengan deras<br />
gemrangsang :  sangat bernafsu, ingin sekali<br />
gemreges  :  badan terasa dingin ;  kt.lain nggreges<br />
gemremet  :  sangat marah dalam hati<br />
gemriyek  :  banyak sekali<br />
gemrobyos  :  basah bercucuran,mis.keringat<br />
gemrudug  :  datang beramai-ramai<br />
gemujeng (bebasa) : tertawa ; (ngoko) ngguyu,gemuyu<br />
gemuk  :  pelumas<br />
gemuyu : tertawa kt. lain ngguyu<br />
gēn  :  (kata seru)   lah !  ,  coba  ; mēnē  gēn : kemari lah ! , coba ke mari !<br />
genah : tempat ; ora nggenah : ti<br />
dak jelas<br />
gendam  :  menipu dengan menghipnotis korbannya<br />
gendhon  : larva kumbang kelapa  yangberada didalam tanah<br />
gēndhong : gendong<br />
gendhu-gendhu rasa  :berbincang<br />
santai tentang satu masalah<br />
gencēt  :  injak,tekan<br />
gendar  :  sejenis krupuk yang dibuat dari nasi aking<br />
gendhu-gendhu rasa  :  membicarakan suatu masalah khusus dengan orang<br />
tertentu,tanpa diketahui orang banyak ; kt.lain. rasanan,rerasan<br />
gendul  : botol.<br />
gendhis (bebasa) : gula ;  gendhis jawi : gula jawa,gula aren,gula merah.<br />
gēnggong : jenis jangkrik berbadan besar.<br />
geni : api  ;  gegeni : berdiang, duduk dekat perapian ; pati geni :<br />
puasa tanpa makan minum selama<br />
beberapa hari.<br />
genjik : anak babi.<br />
genthong  :  tempayan<br />
gentoyoran :  berjalan sempoyong-<br />
an.<br />
gerah : gerah,panas ; kt.lain su-<br />
muk,ongkeb.<br />
geritan  :  alat dari bambu ditanam ditanah dan dapat berputar untuk mengajar anak kecil berjalan.<br />
gerok  :  serak (suara).<br />
gesang (bebasa) : hidup.<br />
gēsēk  :  ikan asin.<br />
gesruk  :  terperosok.<br />
gēthēk  :  rakit.<br />
getah :  getah.<br />
getih : darah.<br />
gethuk  :  makanan dari singkong ;<br />
kt. lain gemblong.<br />
getun : ks.kecewa.<br />
gēyong  :  ayun, goyang ; kayong ora weruh sing nggēyong : (kiasan) dikira tidak tahu latar belakangnya.<br />
gigir  :  punggung kt. lain geger<br />
gigu  :  jijik<br />
gimir  :  mudah tergiur<br />
gir : tempat memutar rantai sepeda.<br />
giras  :  liar,sukar ditangkap<br />
githir : berjalan cepat tidak menengok kiri kanan<br />
githok  :  kuduk,tengkuk<br />
glabed  :   kental ; kupat-glabed   : makanan ketupat khas Tegal dengan kuah yang kental<br />
glali  :   gulali,gula-gula<br />
glendheng :  gerutu, membicarakan orang lain<br />
glepung : tepung.<br />
glondhangan : kosong , tidak membawa (muatan) apapun<br />
glondhong    :  bulat<br />
glopot  :  kotor sekali, belepotan.<br />
glothak  :   jenis makanan khas Tegal dari bongkrek atau gembus.<br />
gluwēhan  :   bercanda<br />
gobag   ( gobag-sodor) :  jenis permainan anak-anak waktu malam<br />
goblag  :   tidak pas,longgar<br />
goblog  :  bodoh sekali<br />
gobog   :   ungkapan kasar untuk telinga atau pendengaran<br />
gocēl  :   pegang ;  gocēlan  :  pegangan  ;   kt.lain  . gojēgan<br />
godhēg  :   cambang<br />
godhog  :   rebus<br />
godogan  :   tarik menarik<br />
gogol  :   kunci inggris<br />
gojēg  :  pegang  ;  gojēgan :  pegangan ; kt.lain gocēlan<br />
golēt  :  mencari  ;  kt.lain luru<br />
gom  :  penyakit luka disudut bibir sejenis sariawan<br />
goroh : bohong, pura-pura;  goro -<br />
pènan : berpura-pura.<br />
grapyak  :   ramah<br />
grayak :  sejenis ulat hama tana -<br />
man, gaya bicara cepat<br />
grayang  :  raba ; grayangan : meraba-raba<br />
greget : hasrat yang keras  ; grege<br />
tan atau gemreget : ingin sekali.<br />
grēmēng (nggrēmēng) :   bicara sendiri ;  kt.lain<br />
gremeng (nggremeng)<br />
gremet (nggremet) : berjalan  dengan pelan,lambat<br />
gribig  :  geribig, anyaman bambu untuk bilik atau menjemur gabah<br />
grimis  : gerimis<br />
grita  :  pakaian penutup badan bayi yang bertali ; lih.gurita<br />
griyo (bebasa)  : rumah<br />
grombyang : sejenis soto khas Pemalang ; kt.lain gombyang ; (kt.kiasan) dimarahi habis-habisan<br />
gropyok : dikerjakan beramai-ramai mis. membasmi tikus di sawah<br />
gubed :  mengikat dengan kain<br />
gudhal  :  tahi gigi<br />
gudhig :  kudis ; lara-gudhig : nama jajanan<br />
gula : gula ; gula jawa : gula kelapa,aren, gula merah.<br />
gumbel :  memeluk erat.<br />
gumoh  :  , muntah karena kekenyangan menyusu atau minum (untuk bayi).<br />
gurah  :  pencuci mulut.<br />
guris : memungut sisa (makanan)<br />
gusah  :  usir<br />
gusis :  habis,ludas<br />
guyu  :  tertawa  ;  guyon :bercanda<br />
guyub  :  kebersamaan<br />
guyur  :  guyur,siram</p>
<p>h</p>
<p>hawek, nafsu ingin memiliki<br />
ham :  ragu-ragu ; biasanya diulang ham-ham<br />
harikling  :  amit-amit<br />
haha-hēhē : senang bercanda<br />
hēn : tangan mengenai bola dalam<br />
pertandingan sepak bola (hands-ball)<br />
his : (kata seru) menghardik<br />
horē : (kata seru) bersorak<br />
hup :  (kata seru) berhenti !<br />
humpimpah : cara untuk menentu-<br />
kan,siapa yang akan memulai (dalam permainan anak-anak),dengan cara menyodorkan telapak tangan.</p>
<p>i</p>
<p>ical  (bebasa)  : hilang .<br />
icip : mencoba rasa makanan de –<br />
ngan cara makan sedikit ; kt.lain<br />
nyicipi, icip-icip.<br />
idep  :  bulu mata<br />
ider  : berkeliling ; kt.lain mider a-<br />
tau mider-mider : berkeliling kemana-mana<br />
idhep  :  tahu  ;  idep-idhep apa :  cara memohon pertolongan ; idhep-<br />
idhep apa tukokna buku : tolong<br />
belikan buku.<br />
idin  :  ijin.<br />
idu  :  ludah ; idu wayu : ludah wak<br />
tu pagi baru bangun tidur.<br />
ijag-ijig  :  mondar mandir.<br />
ijir  :  hitung  ;  ētung-ijir  :  serba dihitung, pelit.<br />
ijo  :  ijo ; ijo pupus : hijau muda ;<br />
ijo gadhung : hijau kehitaman; ijo<br />
godhong : hijau daun.<br />
ijol  :  tukar.<br />
ikal    :  gulung  (benang,tali).<br />
ikirēn  :  ini , tokh  ;  contoh kalimat :  wis duwē ikirēn , sudah punya ini<br />
ikut  :  ujung kemaluan yang belum disunat.<br />
ileb  :  tutup ; kt.lain.ineb.<br />
iler  :  air liur<br />
ilir  :  kipas dari bambu,biasanya dipakai untuk membesarkan api di tungku,atau memba<br />
kar sate<br />
ilok  :  baik ; ora ilok  :  tidak baik,<br />
tabu<br />
ilokēn  :  masa iya<br />
ilon-ilon  :  ikut-ikutan<br />
imbu : peram ; kt.lain embu<br />
imbuh  : tambahan, bonus<br />
iming  : iming-iming : perangsang (agar tertarik)<br />
impleng  :  intip  ;  kt.lain  inggeng,injen<br />
impur  :  kaki X (kaki terbuka keluar)<br />
incer : incar<br />
incup  :  1.belum mekar  2. memegang dengan ibu jari dan telunjuk (mis.memegang ekor capung)<br />
indhik-indhik  :  diam-diam, intai ;<br />
ngindhik-indhik : mengintai dengan<br />
diam-diam<br />
indhit : menggendong disamping (mis.tempayan)<br />
ineb  :  tutup  ;<br />
inger  :  belok  ;  minger : berbelok<br />
inggek  :  berenang<br />
inggeng  : intip  kt. lain injen<br />
inggih :  (bebasa) iya, ya<br />
ingkel  :  injak, tindih   ;   diingkel-ingkel  :  (kiasan) diperas tenaganya<br />
ingsed  : geser,pindah tempat  ;  kt.lain ingser<br />
ingser  :  lih. ingsed<br />
ingu :  pelihara ;<br />
ngingu :memelihara ; ingon ingon<br />
: binatang peliharaan<br />
ingus-ingus  : mengendus<br />
inter  :  membersihkan beras  mengguna kan nyiru dengan cara diputar-putar<br />
intip  :  kerak<br />
inung  :  minum  ; inung-inungan :  minum minuman keras bersama-sama<br />
inyong  :  aku, saya<br />
i-o  : jenis permainan anak-anak<br />
ipē : ipar  ;  adhi ipē : adik ipar<br />
ipit-ipit  :  gerakan mengipas<br />
ireng :  hitam ; ireng getheng atau ireng thungtheng : hitam pekat<br />
iri  :  iri<br />
irig  :  ayakan dari bambu<br />
iris  :  sayat<br />
irit    :  irit, tidak boros<br />
irus : perkakas dapur untuk menciduk sayur<br />
isel  : padat berisi<br />
isin  : malu<br />
ising : berak,buang air besar ;  ising-isingen :  berak-berak (diare)<br />
isis  :  terasa dingin kena angin.<br />
di-sis : diangin-anginkan supaya<br />
kering.<br />
itil  :  kelentit, clitoris<br />
iyu  : panggilan untuk kakak perempuan atau wanita yang lebih tua  ;  kt.lain  yu</p>
<p>j</p>
<p>jaba : luar ; kejaba : kecuali  ; jaban  : penghasilan diluar gaji , obyekan.<br />
jabel : ambil dengan paksa<br />
jabeg : (bahasa kasar) bisa ; ora jabeg : tidak mampu mengerjakan<br />
jabud :  cabut<br />
jaburan : jajanan, kue-kue<br />
jadhag  : keberanian<br />
jaē :  jahe<br />
jagang :  berdiri dengan kaki melebar,posisi kuda-kuda.<br />
jaler (bebasa) : laki-laki.<br />
jalēthot  : sejenis kue dari singkong<br />
jalu  : taji<br />
jaluk  : minta<br />
jambak  : mencengkeram dan mena<br />
rik rambut, biasanya dilakukan oeh<br />
wanita yang sedang marah.<br />
jambal : makan lauk tanpa nasi<br />
jamban  : kamar kecil, kakus<br />
jambon  : merah muda ; kt.lain a-<br />
bang jambon<br />
jamu  : jamu<br />
jamur :  jamur<br />
jampi (bebasa)  :  jamu<br />
jandher  : bubur dari tepung jagung<br />
jangan  : sayur<br />
janggleng  : berdiri<br />
jangka  :  jenis permainan anak<br />
jangur (njangur) : berdiri terma -<br />
ngu ; jangar-jangur : termangu-mangu<br />
januka : seharusnya, sayangnya, disayangkan<br />
japah  : nanah yang mengering<br />
jawil  :  sentuh, colek ; jawal-jawil : senang mencolek<br />
jeblog  : bentur ; kejeblog : terbentur<br />
jeblug  : letus  ;  njeblug : meletus , (kata kiasan) hutang yang tidak dibayar<br />
jebod  : jebol<br />
jēbor : mengaduk tanah/lumpur dengan bahan lain (sekam) untuk membuat bata.<br />
jebrol : menggambarkan sesuatu yang keluar ; njebrol : sesuatu yang<br />
keluar<br />
jedhag (kejedhag) : punggung dan kepala  jatuh kebelakang<br />
jēd-jēdan  : perlombaan adu lama (mis.permainan panggalan atau gasing)<br />
jeglong (njeglong) : jalan tidak rata karena ada lubang ; kejeglong : terperosok<br />
jeglug (jeglug) :  jalan tidak rata<br />
karena ada tonjolan, jeglugan : tonjolan di jalan<br />
jēgod :  (istilah kasar) mampu, bisa  kt.lain  jēgrēg<br />
jejeg  : tegak<br />
jelēh : mual, selalu ingin meludah,<br />
muak<br />
jembar  :  luas<br />
jembēwēk : mulut/bibir seperti sedang menangis ; kt.lain mēwēk<br />
jēmblem : tembem , pipi tebal<br />
jēmbrēng : bentang, rentang<br />
 jembut  : rambut kemaluan<br />
jēmpēr  :  pegal, sebagian tubuh terasa capek<br />
jempol  :  ibu jari , nomer satu,pa -<br />
ling baik ; jempolan : hebat<br />
jenat  :   almarhum ; jenatē Bapak : almarhum Ayah<br />
jendhel  :  susah atau lambat menerima pelajaran<br />
jendhol :  sesuatu yang menonjol,<br />
biasanya berbentuk bulatan<br />
jenggēlēk  :  bangun tiba-tiba<br />
jēnggēr :  gelambir di kepala  (ayam jantan)<br />
jēnggot  :   janggut<br />
jengkang  :  jatuh ke belakang<br />
jengkelit  :  terbalik<br />
jengking (njengking) : menung -<br />
ging<br />
jēngkēl :  jengkel, marah<br />
jengkok  :  kursi, tempat duduk<br />
jenthik  :  jari kelingking<br />
jepat  :  lepas dengan kuat<br />
jeprah : banyak sekali, ada dimana-mana<br />
jering  :  jengkol yang direbus<br />
jerum : berbaring dengan kepala tegak (khs.kerbau,sapi)<br />
jēwel  : mencubit pipi<br />
jēwēr  :  menarik telinga<br />
jiblēg  :  persis sama,mirip sekali  ;  kt.lain  jiblēs<br />
jidangan  : hidangan  kenduri ,ber-kat.<br />
jidhag  : gagah<br />
jigur  :  dari kata bajigur, minu -<br />
man panas dari santan kelapa dicam<br />
pur gula merah.<br />
jingja   :  pasangan yang tidak sama<br />
jingjet:  tinggi sebelah (sepatu,san -<br />
dal dsb)<br />
jinjit  : berdiri dengan bertumpu pada jari kaki agar lebih tinggi<br />
jinten : jintan, jenis rempah-rempah.<br />
jintul  :  sejenis makanan dari singkong.<br />
jiret  :  mengikat leher.<br />
jithet  :  cacat kulit diwajah.<br />
jiwit  :  cubit.<br />
jlalatan  :  banyak tingkah.<br />
jlang-jlangan  :  berjalan kemana-mana<br />
jlantah  :  minyak bekas menggo -<br />
reng.<br />
jlenthot  :  jenis permainan anak.<br />
jligrah  : dahak.<br />
jlujur : cara menjahit lurus tanpa dilipat terlebih dahulu (tanpa dikelin).<br />
jog  : tuang.<br />
jogan : lantai.<br />
jogrog  :  sosok.<br />
jolang  :  makanan dari singkong<br />
jomplang (njomplang) : tidak<br />
seimbang.<br />
jompo : jompo, tua renta tak berdaya.<br />
jongkong :  makanan dari singkong<br />
jongos  :  pembantu laki-laki.<br />
jonjon  :  tenang, tidak terganggu.<br />
jontas  :  rusak berlubang.<br />
jontrot  :  sosok.<br />
jor  :  biarkan.<br />
jotos  :  pukul dari depan.<br />
jrangkong  :  tengkorak.<br />
jugangan  :  majikan.<br />
jugul  :  orang pengganti.<br />
jujug  :  menuju, tujuan.<br />
jujul : uang kembali ; kt.lain  susuk<br />
jukung :  perahu kecil dari kayu.<br />
jukut  :  ambil ; kt.lain jokot.<br />
julig  :  banyak akal.<br />
jumbleng  :  lubang besar dan dalam di tanah  untuk buang air besar.<br />
junjung  :  angkat.<br />
juwet  :  gemas, ingin terus melakukan.</p>
<p>k</p>
<p>ka  :  kok.<br />
kabongan  :  ephoria, mumpung.<br />
kacēk : beda, selisih.<br />
kacip : alat pemotong berbentuk gunting.<br />
kadhal : kadal.<br />
kadhēhē  :  jumlahnya.<br />
kadhēt  :  copet<br />
kados (bebasa)  :  seperti  ; kados pundi  : bagaimana.<br />
kadut  :  karung  ; ula-kadut : sejenis ular.<br />
kajogan :  kecewa ;  kt.lain  kedu<br />
wung, gela.<br />
kakang  : kakak ; untuk memanggil<br />
biasa disingkat kang.<br />
kaki :  pondasi , kakek ;  buka kaki :  menggali pondasi<br />
kaki-kaki  :  kakek-kakek.<br />
kalah breg : kalah sekali.<br />
kaligané : berubah,berganti tanpa diketahui sebabnya.<br />
kaliren : kelaparan.<br />
kalis  :  terbebas dari sesuatu hal, ti<br />
dak terlibat atau tercemar.<br />
kalo  :  peralatan dapur untuk menyaring dibuat dari bambu<br />
kalong  : codot,kelelawar pemakan buah   , berkurang<br />
kambang  : apung ; ngambang : terapung<br />
kambuh  :  penyakit atau sifat  yang muncul  kembali.<br />
kami  :  awalan yang menunjukkan keadaan tertentu,biasanya disertai akhiran –en atau –an  , mis. kamitenggengen : memandang tak berkedip  ;  kamisosolen : bicara gugup hingga sering salah ; kamigilan  : ngeri ;kamisesegen  : terisak-isak.<br />
kamijara  : sereh.<br />
kamir  :  sejenis kue semacam serabi dari tepung terigu.<br />
kamitetep  :  sejenis kutu yang menyebabkan kulit gatal<br />
kamot  :  muat<br />
kamprēt  : lih. kalong<br />
kampak : kapak<br />
kanca  :  teman<br />
kanclep  :  tidak nampak,tenggelam<br />
kandhang  :  kandang<br />
kandhegan  :  kondangan<br />
kang  :  panggilan kepada kakak lelaki atau lelaki yang lebih tua ;  singkatan da-ri kakang : kakak<br />
kanggē  (bebasa)  :  dapat dipakai .<br />
kanggo : dapat dipakai, terpakai ;<br />
ora kanggo  :  tidak terpakai.<br />
kanthēt :  sepasang, ikat<br />
kanti  :  sabar, mau menunggu<br />
kantun (bebasa) : tertinggal<br />
kantug  :  sampai  ; kt.lain kentug.<br />
kantun  (bebasa) :  tertinggal .<br />
kapecirit  :  berak di celana, buang air besar tidak tertahan.<br />
kapiran  :  tidak terurus.<br />
kapianjing : jenis tanaman yang buahnya pipih berkerut menempel di<br />
batang rasanya asam.<br />
kapiselek : tersedak, makanan atau<br />
minuman yang kesasar masuk ke hi<br />
dung.<br />
kari  :  tertinggal  ;  kt.lain gari atau<br />
kēri.<br />
kasab (ngasab) :  mencari nafkah.<br />
kasil  :  hasil.<br />
kathah :  (bebasa) banyak.<br />
kathil  :  keranda.<br />
kathok  :  celana.<br />
katut :  terbawa.<br />
kaur  :  sempat.<br />
kawak  :  tua sekali   , tidak naik kelas.<br />
kawēl  :  bibir dower.<br />
kaya  : seperti  ;   kt. lain kayong<br />
kayang : melenturkan badan kebelakang dengan kepala kearah bawah .<br />
kayas  :  warna pucat.<br />
ke  :  awalan kata yang berarti a.tidak sengaja, mis. ke-gawa :  ter-bawa b. terlalu mis. kedawan : terlalu panjang.<br />
kebes  :  (teles kebes) : basah kuyup<br />
kebek : penuh.<br />
kebel : membawa sial.<br />
kebelet : sudah ingin sekali.<br />
kēbēl  :  kidal.<br />
keblēthēngen  :  tak tahan ingin buang air besar.<br />
keblek : (bahasa lama) sepeda motor<br />
kebluk  :  tidur sulit dibangunkan<br />
kebul  :  asap<br />
kebut : kebas,membersihkan debu dengan kain atau kemoceng<br />
kēci  :  nomer urut paling belakang<br />
kecut : asam sekali<br />
kedadēn : kejadian<br />
kedangdapan  :  panik.<br />
kedebug : suara benda keras yang jatuh ; kedebugan : bekerja keras.<br />
kēder  :  bingung<br />
kedhing  :  sekalian, juga.<br />
kedhot : kuat.<br />
kedhuk  :  gali.<br />
kedimaha  :  sengaja.<br />
keduman : kebagian, mendapat bagian.<br />
keduten :  anggauta tubuh berde-<br />
nyut sendiri,sering dimaknai sebagai firasat<br />
keduwung : kecewa ; kt.lain kajog<br />
an,gela<br />
kejet-kejet  :  kejang-kejang<br />
kekeb :  tutup pasu atau dandang<br />
kekējēk  : menggerakkan kedua kaki saat menangis<br />
kekep  :  peluk ; kt.lain sikep<br />
kēkēt  :  lengket  , sejenis ulat<br />
kēkuk  :  kaku, tidak leluasa<br />
kelang : keras<br />
kelar  :  selesai<br />
kelem  :  tenggelam<br />
kēlēr  :  membawa dengan cara diseret<br />
kelēr-kelēr  :  dagangan tidak laku<br />
kelin : cara menjahit dengan dilipat telebih dahulu.<br />
kelon  :  tidur  dalam pelukan  ibu<br />
kelungsē  :  terlambat makan<br />
kemanjon : setengah jadi , tanggung, tidak sempurna<br />
kemaruk  :  makan banyak setelah sembuh dari sakit<br />
kemayu : berlagak cantik<br />
kembu  :  alat penangkap ikan terbuat dari anyaman bambu<br />
kemecer  :  rasa ingin sampai keluar air liur<br />
keminclong  :  berkilau ;   kt.lain kinclong<br />
kemladhēan  :  benalu<br />
kemlakaren  :  perut kekenyangan<br />
kemlandang : gema , pawang dalam pertunjukan seni tradisional  mis.sin-<br />
tren,lain,kuda lumping dsb.<br />
kemlēbat  :  melintas cepat<br />
kemlethak  :  besar kepala, sombong<br />
kemreki  :  kutu<br />
kemrenyem  :  perasaan enak (hangat) dibadan<br />
karena  berendam diair hangat<br />
kemringet  :  keringatan<br />
kemriwik  :  gemercik  ;  kt. kiasan  perut lapar<br />
kemriyuk  :  renyah<br />
kemronyos  :  panas sekali setelah dibakar , mis. satai<br />
kemropok  :  marah dalam hati<br />
kemrungsung  :  suasana hati   tidak tenang<br />
kemureb  :  tengkurap<br />
kēmutan  :  teringat   ;  dari kata ēmut : ingat<br />
kencur  :  kencur,rempah untuk jamu; prawan kencur  (kiasan)  :  gadis kecil<br />
kendel  :  tidak takut<br />
kēndel  (bebasa)  : berhenti, diam ; kt.lain mēndel<br />
kendhang  : alat musik/gamelan<br />
kendhat  :  gantung diri<br />
kendhi : tempat air minum (semacam teko) terbuat dari tanah<br />
kendho  :  kendur  ,  kalong besar<br />
kēngkēn (bebasa) : menyuruh<br />
kenthang-kenthang  :  dibiarkan begitu saja<br />
kentheng  :  giat<br />
kenthir  :  kurang waras<br />
kenthor  :  isolator dari gelas untuk mengikat kawat listrik/telpon<br />
kenthos :  embrio yang terdapat didalam buah kelapa yang sangat tua<br />
kēndel (bebasa)  :  diam, berhenti<br />
kēntir  :  hanyut<br />
kenyot  :  lih. empot<br />
kenur  :  tali pancing<br />
kepancal  :  tertinggal kendaraan karena terlambat datang di setasiun/terminal<br />
keplak  :  pukul dengan telapak tangan<br />
keplēak : terinjak benda licin<br />
keplok : bertepuk tangan ; keplok<br />
bokong : gembira atas kesusahan<br />
orang lain ;  kt.lain keprok.<br />
kepoh : basah dan berair.<br />
kepokoh  :  terpaksa.<br />
kepontal-ponthal  :  lari  tidak bi<br />
sa mengejar.<br />
kepras  :  potong pendek.<br />
kepripun (bebasa)  :  bagaimana.<br />
keprucut  :  terlanjur atau tidak se<br />
ngaja bicara .<br />
kepruk  :  pukul di kepala.<br />
kepus  :  mematikan api/lampu dengan cara ditiup.<br />
kepyur  : tabur.<br />
kerah  :  bertengkar.<br />
kērē  :  pengemis.<br />
kērem  :  tenggelam  (untuk kapal).<br />
keri  :  geli.<br />
kēri  :  tertinggal.<br />
kerigan : kerja bakti membersih -<br />
kan selokan,jalan kampung,musola.<br />
kerik  :  menggaruk dengan benda tipis ukuran kecil,biasanya mengga -<br />
ruk badan dengan uang logam untuk menyembuhkan masuk angin<br />
kerok  :  kerik dengan ukuran yang lebih besar.<br />
kēron  : tidak konsentrasi melaku<br />
kan sesuatu karena memikirkan yang lain , tidak tega meninggalkan karena takut terjadi sesuatu.<br />
kēsah (bebasa)  :  pergi .<br />
kesasar  :  tersesat.<br />
kēsēd  :  injakan pembersih kaki biasanya ditaruh didepan pintu.<br />
kesed  :  tidak licin<br />
kesel  : capek<br />
kesenggruk  :  tersedak<br />
kesingsal  :  tidak terlihat<br />
kesuwun : terimakasih<br />
kētang  :  biasanya ditambah kata ora menjadi ora kētang :  meski  hanya<br />
ketara : kentara, kelihatan cirinya.<br />
ketar-ketir  :  cemas.<br />
ketēpolan : tidak mampu berjalan cepat.<br />
kethēthēr  :  tidak mampu meng -<br />
ejar.<br />
kethu  :  topi/mahkota  berbentuk bulat dan tinggi<br />
ketlingsut : tidak hilang tetapi hanya terselip.<br />
kētol-kētol  :  paha dan pinggul  yang besar<br />
ketriwal :  terselip ;  kt.lain ketling<br />
sut.<br />
ki : panggilan untuk kakek, singka-<br />
tan dari kaki yang berarti orang lela<br />
ki yang sudah sangat tua.<br />
kidul  :  selatan ; ngidul : ke sela -<br />
tan.<br />
kijing  :  batu/bata yang disemen diatas makam.<br />
kilan : jengkal, mengukur dengan bentangan ibu jari dan jari kelingking.<br />
kilēn :  (bebasa) barat.<br />
kileng-kileng : tampak seperti berminyak.<br />
kili  :  benda halus/lembut yang dipakai untuk menggelitik telinga atau  untuk menggelitik cengkerik (jangkrik)  agar bersuara dan mau diadu.<br />
kinang  :  ramuan (racikan) makan sirih yang terdiri dari daun sirih, kapur,gambir dan tembakau.<br />
kinca  :  kuah gula santan.<br />
kinclong  :  mengkilap.<br />
kinthil  :  ikut dibelakang ; ngin -<br />
thil ; mengikut dibelakang ; kinthi-lan : suka  ikut.<br />
kiong  :  keong  ;  kiyongan : mata kaki<br />
kipat  :  kibas<br />
kirang  (bebasa)  :  kurang<br />
kirik  :  anak anjing<br />
kiter  :  belok memutar ; kiter-kiter :<br />
berputar-putar ; nglinter : berjalan<br />
sebentar<br />
kithing  :  cacat jari yang tidak bisa lurus (menekuk)<br />
kitir : kartu pembayaran.<br />
kitiran  :  baling-baling.<br />
kiyal :  kenyal ; kt.lain kiyal-kiyal,kemiyal<br />
kiyeng  :  berminat mengerjakan sesuatu.<br />
kiyer-kiyer  :  mata yang memicing<br />
kiyongan  : mata kaki<br />
kekirig  :  menggerak-gerakkan ba<br />
dan dengan cepat<br />
klabang : kelabang<br />
klalaran  :  tidak terurus  ; kt. lain. klēlēran<br />
klalēn  :  lupa.<br />
klambi  :  baju.<br />
klaras  :  daun kering , kulit jagung yang kering biasa digunakan untuk melinting rokok.<br />
klawu  :  abu-abu.<br />
klayu  :  ingin ikut sekali.<br />
klebes  :  kata majemuk teles –kebes , basah kuyup.<br />
klēkaran  :  duduk-duduk  dilantai<br />
klelar-kleler  :  lamban<br />
klelep :  tenggelam (untuk orang)<br />
klēlēran  :  lih. klalaran<br />
klendhangan  :  pergi tanpa arah/<br />
tujuan<br />
klenger  :  pingsan<br />
klēntab  :  melintas sekejap<br />
klentik (lenga) :  minyak kelapa<br />
klenyis  :  rasa tidak begitu manis<br />
klēos  :  pergi begitu saja<br />
klepek  :  terkapar tak berdaya<br />
klēpēk  :  istilah untuk mengundang  burung dara jantan (yang sedang terbang)  dengan cara memegang dan menggerak-gerakan burung dara betina.<br />
klepon  :  jenis kue dari tepung ke<br />
tan berbentuk bulat dimakan dengan parutan kelapa.<br />
klerek  :  biji lerak, biasa digunakan untuk mencuci perhiasan atau kain batik.<br />
klethak  :  gigit dengan kuat.<br />
klikikan  :  bunyi perut yang lapar.<br />
klilip  :  sesuatu yang masuk kedalam kelopak mata.<br />
klimis  :  licin dan bersih.<br />
kliningan : bel sepeda ; kt.lain kri<br />
ningan.<br />
klintong :  sekedar lewat ; klintong-klintong : berjalan-jalan santai .<br />
klithik  : bunyi benda-benda kecil saling beradu  ;  kacang – klithik :  kacang tunggak goreng ; klithikan :<br />
serba sedikit  ;  Kt.lain klethik.<br />
kloloden  :  tertelan makanan tidak bisa masuk tenggorokan<br />
klomoh : basah sekali oleh minyak<br />
klopot :  kotor.<br />
klothēhan  :  mengerjakan sesuatu hingga tangannya kotor,repot<br />
klothok  :  kelupas ; nglothok : mengelupas ; rambutan nglothok : rambutan yang dagingnya mudah mengelupas dari bijinya.<br />
klowoh  :  tempat kecil berbentuk bulat terbuat dari tanah (gerabah)<br />
kloyong  :  pergi begitu saja ; kata majemuk kloyang-kloyong : pergi kemana-mana<br />
kluban  :  sayuran matang diberi bumbu sambal kelapa , urap<br />
kluncur  :  basah<br />
kluron : keguguran<br />
kluthuk (gedhang kluthuk) : pi -<br />
sang batu ; desa kluthuk : kam -<br />
pung sekali (udik).<br />
kluyur  : jalan kemana-mana<br />
kobēl  :  gerakan tangan mencuci dubur<br />
kober  : sempat<br />
kogel  :  berkenan,ingin memberi<br />
kojot : (kojot-kojot),kejang-kejang ;  gerakan tubuh hampir mati ; kt.lain kejet-kejet<br />
kokoh : makan nasi yang dicampur dengan kuah (mis. sayur,soto dsb).<br />
kokop : minum langsung kemulut<br />
kokosan  : sejenis duku<br />
kolēh : campur, aduk.<br />
kolon  : kejam.<br />
kolor  :  tali  ; celana kolor : cela -<br />
na pendek bertali.<br />
kolu  : tega.<br />
kon : suruh (singkatan dari kong -<br />
kon)  ; di kon : disuruh.<br />
kondhong  :  kamar.<br />
kondhor  : hernia.<br />
kongkon :  suruh ;  disingkat kon.<br />
kongseb  : jatuh terjerembab.<br />
konthol  : kelamin laki-laki.<br />
kopēt : belum membersihkan dubur  setelah buang air besar.<br />
koplak  : terminal dokar (sado).<br />
kopok  : sakit telinga bernanah<br />
koprot  : berdarah-darah<br />
kor  : anak kutu rambut<br />
korap-karēp  : sangat tidak cukup<br />
korēd  : mengambil yang tersisa<br />
korog : memegang sambil diguncang.<br />
koros  : nama jenis ular.<br />
korup : memadai ; ora korup :<br />
 tidak sesuai,tidak memadai<br />
kosēk  : membersihkan dengan gerakan tangan memutar<br />
kotoran  :  datang bulan,menstruasi<br />
kowen : kamu, engkau ; untuk le<br />
bih menghormati dipakai kt.lain panjenengan, sering disingkat njenengan.<br />
kowèr : suara tangis  bayi ; bayi kowèr : bayi yang baru lahir ; tai kowēr : kotoran bayi yang baru lahir<br />
kraca  : sejenis keong<br />
krakal : bongkahan batu kapur (gamping)<br />
kramas  : keramas,mencuci rambut dengan sampo<br />
krangkēng : kurungan terali besi digunakan untuk mengurung penjahat atau binatang<br />
kreas : tidak lembek, agak keras ; gedhang kreas : jenis pisang yang agak keras<br />
krēcēk  : masakan dari krupuk rambak biasanya untuk melengkapi nasi gudeg<br />
krēkēlan : naik dengan susah payah<br />
kremes  : jenis kue kering dari ubi jalar dan gula merah<br />
krēnah  : syarat untuk menghindari kesialan<br />
kridhong  : menutup tubuh dengan kain sarung<br />
krikil  :  batu kecil-kecil<br />
kriwil  : rambut yang ikal kecil-kecil<br />
krogat-krogēt  : bergerak-gerak<br />
krongo : jenis lalat buah berbentuk kecil<br />
kronjot  : keranjang bambu berben<br />
tuk panjang<br />
kropok : keropos<br />
krotak  : bunyi benda jatuh ; kelas krotak : kelas kambing<br />
krowak : hilang (berkurang)  seba<br />
gian<br />
krowolan  : menggumpal<br />
krudhung  : kerudung<br />
kruma  : kuman<br />
kruntelan : berdesakan.<br />
krupuk  :  kerupuk.<br />
krutug  :  dilempari batu<br />
kruwek  :  membuat lobang<br />
kruwes  : meringkas,meringkus<br />
kubuk :  (pakaian) sempit, tidak<br />
 longgar<br />
kucek : kucek (cara mencuci<br />
pakaian)<br />
kucir  : rambut panjang diikat<br />
dibelakang<br />
kudang  : menimang anak sambil mengharapkan agar sang anak menjadi seuatu yang dicita-citakan<br />
kuku  :  kuku ; sakuku ireng : sedikitpun ; ora ngandel sakuku<br />
kulit : kulit<br />
kulo (bebasa) : aku,saya.<br />
ireng : tidak percaya sedikitpun<br />
kukul  : jerawat<br />
kukur  : garuk ;  kt.lain kukur-<br />
kukur<br />
kukus  :  merebus dengan kukusan<br />
kulak  : berbelanja untuk dijual lagi<br />
kulanuwun  :  seruan (panggilan) sebelum masuk rumah orang ; sampurasun, punten (bhs. Sunda), salam lekum (assalamualaikum, bhs.Betawi.)<br />
kuli  : kuli, orang suruhan<br />
kulon  : barat<br />
kulup  : ujung penis yang tertutup karena belum dikhitan<br />
kum  :  rendam  ;  kungkum : berendam<br />
kumat  : kambuh.<br />
kunci  : kunci, sejenis tanaman untuk bumbu.<br />
kuncir : kuncir :  kt.lain kucir.<br />
kuncung  : potongan rambut panjang ditengah<br />
kungkum  : berendam di kolam atau sungai<br />
kuning  :  kuning ;<br />
kuning gadhing :kuning muda<br />
kunir  : kunyit<br />
kuntul  : sejenis burung rawa berkaki panjang warnanya putih<br />
kupat  : ketupat<br />
kupeng  (silah kupeng) : duduk bersila dengan mantap.<br />
kur : hanya  ;  kt.lain  mung atau mung-mungē<br />
kurang  :  kurang<br />
kuther : cacat telapak tangan tidak bisa lurus (bengkok)<br />
kuthung : baju tak berlengan<br />
kutil :  kutil, penyakit kulit berupa benjolan kecil-kecil<br />
kutru : dipukul terus menerus dengan cepat<br />
kuwali  : perkakas memasak dibuat dari tanah (gerabah)<br />
l</p>
<p>labas : tembus.<br />
labrag :  labrak, hajar.<br />
labur :  larutan kapur/gamping yang biasa digunakan untuk memu<br />
tihkan dinding/tembok.<br />
ladak : gaya bicara keras (wanita).<br />
ladhēn : pembantu tukang batu.<br />
ladhon : lahan sawah.<br />
lading : pisau.<br />
lagaran : tanpa bantuan/sarana  apapun.<br />
lair : lahir ; lairan : keadaan se -<br />
dang melahirkan.<br />
lais : kesenian rakyat diwilayah pantura barat Jawa Tengah.<br />
lajeng (bebasa) : lalu,lantas,kemu-<br />
dian.<br />
lajo : pekerjaan menuai padi ditem -<br />
pat yang jauh.<br />
laku  :  jalan.<br />
lalab : sayuran yang dimakan mentah.<br />
lalawora : tidak sunguuh-sungguh<br />
lali : pulas, nyenyak  ; turu lali : tidur pulas.<br />
lampar : suka pergi ke tempat yang jauh<br />
lanang  :  laki-laki.<br />
landhung  :  panjang kebawah,cu -<br />
kup panjang<br />
langka  :  tidak ada ; langka-lang<br />
ka : khas, jarang ada ; kt.lain laka-laka  ; Tegal laka-laka : sebuah kawasan dikota Tegal yang diperun -<br />
tukkan khusus untuk bagi pedagang makanan.<br />
langkung  (bebasa) :  lebih ,lewat<br />
langlang : memeriksa sambil berjalan<br />
langsē : gorden<br />
lanyah : lancar karena sudah sering melakukan<br />
laos : lengkuas<br />
larad :  lari cepat tak terkendali<br />
larang  : mahal<br />
las : butir gabah yang tercampur di beras<br />
latan :  terus ; latanē : seterusnya ; kt.lain. atan, atanē.<br />
latopya : jenis kue  khas Tegal.<br />
latu :  percikan api dari bara.<br />
lawang : pintu ; lawang ireng : (kiasan) penjara.<br />
lawas : lama.<br />
lawatan  :  terbang berputar-putar.<br />
lawē  : benang sutra.<br />
lawon : kain putih,mori.<br />
layah : sejenis piring dari tanah (grabah).<br />
layos  :  tenda untuk upacara ; kt.lain tarub ,  tragtag<br />
leder  (pait leder)  : pahit sekali.<br />
leg :  telan ; leg-leg : makanan.<br />
lega  :  luas, tidak sesak.<br />
leged  : kotoran ; legedē , sebutan penghinaan atau ejekan untuk seseorang.<br />
lekēk :  (asin lekēk) asin sekali.<br />
leklok : tubuh lemas.<br />
leled : berbutar dengan kencang.<br />
lemah  : tanah.<br />
lembu (bebasa) : sapi.<br />
lēmbēan : ayunan tangan saat berjalan.<br />
lemi : lumpur halus.<br />
lempeng : lurus.<br />
lēmpēng : papan.<br />
lemper : jenis makanan dari ketan berisi daging jang dibungkus daun pisang.<br />
lēmpoh  :  capek, loyo.<br />
lēmpong :  kasur.<br />
lemu  :  gemuk.<br />
lemud  :  nyamuk.<br />
lenggah (bebasa) :  duduk ;  kt.lain linggih.<br />
lenggaong: penjahat besar,bajingan<br />
lenggarangan : musang kt.lain luwak.<br />
lengguk  : daun ketela (ubi rambat)<br />
lenggurungan : tenggorokan.<br />
lenggut-lenggut : mengantuk.<br />
lēng  : liang tempat tinggal hewan kecil,serangga dan hewan melata.<br />
lēngko :  nasi dengan campuran tahu goreng,tauge,mentimun dan sambel kacang<br />
lepat  (bebasa)  :  salah.<br />
lepet : sejenis makanan dari ketan yang dibungkus daun kelapa, biasanya dihidangkan pada Hari Raya Idulfitri.<br />
ler : helai, satuan benda kecil dan panjang, mis. rambut, rokok dsb ;  rokok sa-ler  : rokok sebatang.<br />
lēr : diratakan.<br />
lēr  (bebasa)  : utara.<br />
leri : air cucian beras.<br />
lesung : tatakan terbuat dari kayu berbentuk panjang untuk menum -<br />
buk padi (biasanya untuk 2-3 orang penumbuk).<br />
lethek :  kelihatan kotor.<br />
lēwa : tingkah laku tidak sewajarnya ; kakēhan lēwa : banyak tingkah ; ninggal lēwa :   tingkah laku aneh orangyang mau meninggal dunia.<br />
liganē : untungnya ; kt.lain kaliganē atau .dilalah.<br />
lim : lem,perekat.<br />
lindhu : gempa.<br />
Linggih (bebasa)  : duduk.<br />
lingsa : telur kutu rambut.<br />
linguk : tengok,toleh.<br />
lirēn : berhenti,beristirahat.<br />
lis : pigura, daftar<br />
liwat  :  melintas, melalui<br />
liyer-liyer : mata hampir tertidur<br />
lodod : menyorongkan kepala untuk melihat sesuatu.<br />
logro: mudah ditelan,licin diteng -<br />
gorokan, longgar.<br />
lokēn : ( kt.tanya ) masa, apa iya ; kt. lian, iloken atau lokēn.<br />
lola : anak yatim ; lola-lali : yatim piatu.<br />
loloh : menyuapi  dengan makanan yang sudah dihancurkan (untuk burung/bayi).<br />
loman :  suka memberi,dermawan<br />
long  :  petasan besar.<br />
longok : tengok , lihat<br />
lor :  utara ; ngalor  : keutara.<br />
lorog  :  laci.<br />
los :  silahkan, langsung pergi.<br />
lothēk : rujak buah.<br />
loyang : alat untuk meletakkan kue (roti,bolu dsb) sebelum di oven , nasi kering.<br />
luged :  medok (sambal, masakan)<br />
lugu :  asli ; lugunē :aslinya,sebenar<br />
nya.<br />
luk : lengkung , lekuk pada keris ;  ngeluk : melengkungkan ; ngeluk<br />
 boyok  :  (kt.kiasan)  istirahat.<br />
lulut :   lekat,ingin selalu ikut.<br />
lumēr  :  meleleh.<br />
lumpang : tatakan terbuat dari batu untuk menumbuk padi.<br />
lumrah : lazim , umum, biasa .<br />
lunga : pergi.<br />
luntur :  warnanya hilang atau be-<br />
Rubah.<br />
lur : ulur , cacing kecil untuk umpan pancing.<br />
luru  :  cari  ; kt.lain luruh,golēt<br />
lus : belai,licin ; di lus : dibelai,dise-<br />
trika ;  lusan :  setrika  ;  kt.lain<br />
elus.<br />
luthu :  pencuri kecil-kecilan<br />
lutis : rujak buah ; kt.lain lothēk<br />
luwak :  musang<br />
luwih  :  lebih</p>
<p>m</p>
<p>mak : panggilan untuk ibu ; kt.lain manē atau manēnē<br />
maos  (bebasa)  : membaca.<br />
mabur  : terbang.<br />
maca  : membaca.<br />
macanan :  jenis permainan seperti halma.<br />
macēt  :  tidak lancar ; makan jajan<br />
an sambil minum teh/kopi.<br />
macul  : mencangkul.<br />
madan  :  agak ;   kt.lain semadan<br />
,rada,semada,mandan,manda,<br />
radan,mada.<br />
madhep :  menghadap.<br />
madon  :  main perempuan,melacur<br />
maēn  : berjudi , berpura-pura ;  maēnē  :  berpura-pura  ;  maēn bureng  :  pura-pura tidak tahu.<br />
maēsa   (bebasa)  : kerbau.<br />
majeng (bebasa) : maju,menghadap<br />
majir : binatang yang terlalu gemuk dan berlemak sehingga sulit bertelur ataumelahirkan (kambing,ayam,be<br />
bek).<br />
maju  :  maju.<br />
magel : tidak sampai selesai ; kt.lain<br />
mangkrak<br />
maido  :  menyalahkan orang lain<br />
maindha  (bebasa)  :  kambing ; lih. wedhus<br />
mak  :  panggilan untuk ibu  ;  kt. lain ema , manē, manēnē<br />
mal : pola,ukuran<br />
malek :  tidak pernah puas<br />
maling  :  pencuri<br />
mamah  :  kunyah<br />
mambu :  berbau.<br />
mambet (bebasa) : berbau<br />
mampet :  mampat,tersumbat.<br />
mampir  : singgah<br />
man  :  panggilan untuk paman atau lelaki yang lebih tua sebaya paman ;  kt.lain mang; terkadang mengguna-<br />
kan panggilan um (oom).<br />
mana  : kesana ; kt.lain mrana<br />
mancleng :  mantap<br />
mancung  :  kelopak bunga kelapa atau bunga pinang.<br />
mandi  : ampuh.<br />
manē  :  ibu , emak ;  kt.lain manē<br />
nē.<br />
mangan  :  makan.<br />
mangap  :  membuka mulut, menga<br />
nga.<br />
manggar  : bunga kelapa atau bunga pinang.<br />
manggon  :  bertempat tinggal.<br />
mangkat  :  berangkat.<br />
mangkel  : jengkel.<br />
mangkrak : tidak selesai.<br />
mangmang  :  ragu-ragu.<br />
mangseg  :  kenyang dan puas.<br />
maning  : lagi.<br />
mantak  :  menyebabkan,berakibat.<br />
mantep : mantap.<br />
manthuk : mengangguk.<br />
mantog : (istilah kasar) pulang.<br />
mantu :  menantu.<br />
mantun (bebasa) : sembuh, tidak lagi.<br />
mapag  :  menjemput.<br />
marab-marab  :  marah sekali.<br />
marahi  :  memberitahu<br />
marek  :  mendekat  ;<br />
kt.lain mērek<br />
margi (bebasa) :  jalan<br />
marong :  bara yang menyala<br />
maru :  madu (istri-istri dari pria<br />
poligami)<br />
marus  : darah hewan ternak<br />
matang puluh :upacara peringatan 40 hari meningal dunia,biasanya denganpembacaan tahlil.<br />
matun  :  menyiangi tanaman padi<br />
mayeng-mayeng :  pergi kemana-mana<br />
mbanggēl  : berusaha melepaskan diri dari pegangan tangan orang lain<br />
mbarang :  mengamen<br />
mbedhut  :  nakal.<br />
mberung :  nakal, tidak mau diatur.<br />
mbēnjrēt  :  mencret,diare  ;  kt.lain  mbonjrot.<br />
mbethither  :  nakal sekali , tidak mau dilarang (untuk anak-anak)<br />
mblakēr : tergores.<br />
mbledhag  :  membuka paksa.<br />
mbledhos  :  pecah (ban), amblas<br />
mbledhug  :  meledak<br />
mbok  : ibu ;  mbok-tuwa : nenek ; kt.lain embok.<br />
mboran :  yang mana saja ; kt.lain mbuh ora  atau  mbuh apa<br />
mbranang   : bersinar,bercahaya terang ;  abang mbranang  :  merah tua,merah menyala.<br />
mbrodhot : ambil paksa, jambret<br />
mecing  :  minta bagian dari seseo<br />
rang yang baru saja memperoleh uang banyak.<br />
mecucu  :  mulut monyong ; kt.lain mucu-mucu<br />
mēdang :  minum teh atau kopi panas.<br />
medhit :  kikir, tidak suka memberi<br />
medhok : memuai karena mengan<br />
dung air.<br />
medhot  :  memutus.<br />
mediding  :  takut di ketinggian<br />
mēh  : hampir<br />
mēk : pegang ; mēk-mēk :  menger<br />
jakan sesuatu<br />
mekaya :  mencari nafkah ; peka -<br />
ya : harta,kekayaan.<br />
melar : memuai,membesar.<br />
meleg-meleg :  diam saja,tidak la -<br />
ku.<br />
melēk : membuka mata, tidak tidur<br />
meluku  : membajak sawah<br />
mēlēd  :  menjulurkan lidah<br />
mēlok-mēlok  :  memakai bedak tebal sekali<br />
mēmē :   menjemur  ;  kt.lain mēpē<br />
memedi  :  hantu.<br />
mempan : berpengaruh ; ora mempan : tidak berpengaruh,tidak ada efek.<br />
mempur  :  lunak dan mengembang<br />
menangi  :  mengalami, pernah melihat.<br />
mencilak :  mata terbuka,terbelalak<br />
mencingis  : baru tumbuh, tumbuh tunas.<br />
mencit : tinggi sekali.<br />
mēn  : biar  ;  kt.lain  bēn.<br />
mēnclok  :  hinggap<br />
mencolot  :  melompat<br />
mēncong  :  tidak lurus<br />
mencorong  : bersinar<br />
mendelik  :  terbelalak<br />
mendelēng  :  miring,tidak tegak<br />
mendem  :  mabuk<br />
mendhak : khaol, peringatan ulang<br />
tahun meninggal dunia.<br />
mendhem  :  mengubur<br />
mendhil   :  kotoran kambing.<br />
mendhot  :  buah yang lebat.<br />
mēndrēng : lintah darat.<br />
mēnē  : kemari  ; kt lain mrēnē.<br />
mēnēk  :  memanjat.<br />
meneng : diam.<br />
menges :  warna tua,atau pekat.<br />
mēngēs-mēngēs  :  tajam sekali .<br />
mēnggok  : berbelok ; kt.lain mlē -<br />
gok.<br />
mengkirig  :  bergidik.<br />
mengkureb :  tengkurap.<br />
mēngos  :  membuang muka.<br />
mēngsol  :   kedudukannya tidak<br />
pas.<br />
mēnjēng  : genit.<br />
menthang :  mengangkang<br />
mentho : jenis makanan khas Tegal<br />
menyat  :  bangkit,berdiri.<br />
mēprēl  :  mudah pecah.<br />
mērad : (istilah kasar) pergi.<br />
mesusi :  mencuci beras .<br />
mēt  :  petik, ambil.<br />
mētē-mētē  :  sulit  berjalan karena keberatan membawa beban.<br />
metek  : menekan.<br />
meteng  : hamil.<br />
metengi  :  menghamili, menjadi<br />
kan gelap.<br />
methakthak :  duduk membuka lebar kedua paha.<br />
methangthang : bergaya  ;  kt.lain  methēngthēng.<br />
mething  :  memilih yang terbaik.<br />
methongsot  :  duduk tenang.<br />
methukthuk  :  teronggok.<br />
mēyēg  :  miring, tidak tegak.<br />
miki : tadi.<br />
milet  :  (bebasa)  ikut.<br />
mimi’  :  (berkata kepada anak<br />
kecil) minum.<br />
minger :  berbalik arah.<br />
minggat  :  pergi tanpa ijin.<br />
minggrang-minggring  : ragu-<br />
ragu.</p>
<p>mingkem  : menutup mulut, rapat<br />
mingseg – mingseg : tersedu-sedu<br />
; kamisesegen : masih tersengal setelah habis menangis.<br />
mingser : bergeser.<br />
mingslep :  sembunyi , masuk kedalam lubang, tenggelam.<br />
mipil  : sedikit demi sedikit.<br />
mirong : udang goreng tepung khas Tegal.<br />
mithes  :  menghancurkan dengan dua jari (ibu jari dan telunjuk), mematikan dengan mudah.<br />
mitung dina : upacara peringatan<br />
7 hari meninggal dunia, biasanya de<br />
Ngan membaca tahlil.<br />
mlaku (ngoko)  :  berjalan.<br />
mlampah  (bebasa) :  berjalan.<br />
mlatar : royal ; kt.lain mlastar.<br />
mlēcah : lecet.<br />
mlēgok  : berbelok ;<br />
kt.lain mēnggok.<br />
mleker : retak.<br />
mlempem  :  tidak renyah.<br />
mlēngos  : membuang muka.<br />
mlenthing  : bintik di kulit.<br />
mlenthung  :  bintik agak besar di ku lit (akibat terbakar atau kena air panas).<br />
mlēot : bentuknya berubah karena      tekanan  ;  kt.lain mlēthot.<br />
mlērok : melirik dengan mata lebar,menunjukkan ketidak sukaan.<br />
mlesnong : cantik,wajahnya berca<br />
haya.<br />
mlethēk : merekah ; srengēngē mlethēk  : matahari terbit.<br />
mligi :  hanya, semata-mata ; kt.lain<br />
mung-mungē.<br />
mlipir :  berjalan menepi.<br />
mlipit : ber pakaian rapi.<br />
mlirik  : melirik.<br />
mlithet  :  terlipat.<br />
mlithut  :  terlipat.<br />
mliwis  :  burung belibis.<br />
mlocoh  :  luntur, warna berubah.<br />
mlodhok :  melepuh ; kt.lain mlos<br />
dhok.<br />
mlongo :  mulut menganga,beng -<br />
ong.<br />
mlopor  :  berdarah-darah,  luka<br />
parah.<br />
mlosod  :  bergeser kebawah.<br />
mludhuk  :  buluk.<br />
mlukēk :  muntah , muak, samase -<br />
kali tidak ingin.<br />
mlukok  :  muntah.<br />
mlumah : terlentang.<br />
mluntrah : tumpah.<br />
moang :  mulai.<br />
moblong – moblong : cantik seka<br />
li.<br />
moci :  minum teh yang  dituang menggunakan poci (biasanya dari tanah), khas Tegal.<br />
modar : (istilah kasar) meninggal<br />
modod  :  hampir keluar<br />
momong  : mengasuh anak ;  momongan  :  (kt.kiasan) anak.<br />
mong  :  tidak mau ; kt.lain emong atau moh.<br />
monggo  :  (bebasa)  silahkan<br />
mongkog : tidak berselera,muak<br />
moni  :  bunyi  ;  monia :  meski<br />
pun.<br />
mono  :  kesitu : kt.lain mrono.<br />
mopo :  capek, tubuh lemah<br />
mralak :  kelihatan jelas<br />
mratak : padi disawah mulai menguning<br />
mrekabak : wajah berubah (ingin marah atau menangis)<br />
mrekangkang  :  duduk dengan posisi membuka kedua paha<br />
mrekengkeng :  kejang<br />
mrekinding  : merinding, takut<br />
mrekitik :  merinding, bulu roma berdiri.<br />
mrekungkung : tidur melingkar (seperti udang).<br />
mrengangah :  membara.<br />
mrēngēs  : tersenyum.<br />
mrēthēli  :  lepas satu-satu  kt. lain mrithili,mrotholi.<br />
mriang  : demam.<br />
mriki (bebasa)  :  ke sini.<br />
mrika (bebasa)  : ke sana.<br />
mriku  ( bebasa)  :  ke situ.<br />
mrinding  : merinding,bulu roma berdiri.<br />
mringis : meringis.<br />
mrongos  : gigi kedepan.<br />
mruluk :  jatuh  ke bawah bersama<br />
an.<br />
mrupus  : berkata besar.<br />
mruwul :  tidak rata,tidak licin.<br />
mucu-mucu  :  mulut monyong.<br />
mudal  :  air keluar dari bawah.<br />
mudheng :  paham, mengerti.<br />
mudhun :  turun.<br />
mudul  :  didorong tetapi kembali lagi.<br />
mulad-mulad :  api membesar.<br />
mules  : mulas.<br />
mumet  : pusing.<br />
mundhuk : (mundhuk-mundhuk)<br />
berjalan dengan perlahan sambil<br />
membungkukkan badan menunjuk-kan sikap sopan.<br />
mundur : mundur,bergerak ke bela<br />
kang.<br />
munjuk  : naik, keatas.<br />
mumpluk : montok.<br />
muncis : monyong.<br />
muncrat : memercik keatas.<br />
mundhak :  naik harga.<br />
munel  :  dagingnya tebal.<br />
munjung :  penuh sekali.<br />
mung : hanya ; mung-mungē : ha-<br />
nya satu-satunya .<br />
munthuk : berbusa.<br />
muntup  :  keluar sedikit,keluar<br />
ujungnya.<br />
munyel-munyel :  mual, ingin muntah.<br />
munyer :  berputar  ;  kt.lain<br />
munyeng.<br />
murub  :  menyala.<br />
murus  :  mencret,diare.<br />
mutah :  muntah.<br />
muter :  berbelok.<br />
mutih :  menjalankan tirakat de<br />
ngan cara makan nasi tanpa lauk.<br />
mutung  :  ngambek.<br />
muwel  : penuh .</p>
<p>n</p>
<p>nabrak  :  menabrak.<br />
nabok  :  memukul.<br />
nabuh  :  menabuh.<br />
nacak  :  mencoba.<br />
nagasari  : kue pisang.<br />
nami (bebasa)  :  nama.<br />
nampa  :  menerima.<br />
namung (bebasa) : hanya ; biasa di<br />
singkat mung<br />
nampi (bebasa)  : menerima.<br />
nanjak  :  menanjak, jalan naik.<br />
nangglog  : mentok.<br />
nangis :  menangis.<br />
narik  :  menarik.<br />
ngablag :  terbuka lebar (mis.pintu)<br />
napēni  :   membersihkan beras<br />
menggunakan nyiru.<br />
ndarani  :  dikira.<br />
ndhengak :  mendongak,melihat<br />
keatas.<br />
ndhothor  :  nongkrong<br />
ndobol  :  buang air besar (istilah<br />
kasar)<br />
ndopok  : membual.<br />
ndulek  :  mengorek menggunakan jari telunjuk , diganggu mahluk halus<br />
ndungsir  :  menggali tanah.<br />
nedho (bebasa)  : makan, minta.<br />
nempur  : membeli beras.<br />
nek  :  mual.<br />
nēmplok  :  menempel.<br />
nendhag  :  terhalang benda keras.<br />
nendhang  : menendang.<br />
neng-nengan :  tidak saling tegur sapa ; kt.lain ēng-ēngan<br />
ngabar  :  berenang dipermukaan<br />
air.<br />
ngablu  :  tidak serius,setengah -<br />
setengah.<br />
ngah : menyisakan.<br />
ngalih  :  pindah.<br />
ngalup  : malas, suka menangis malam-malam.<br />
nganclang  :  berjalan agak cepat.<br />
ngandhap (bebasa) : di bawah .<br />
nganggo  : memakai.<br />
ngangsu  : mengambil air dari tem<br />
pat yang agak jauh.<br />
ngasab : bekerja mencari nafkah<br />
ngathang-ngathang  : berbaring terlentang.<br />
ngēcē  :  menghina,meremehkan.<br />
ngeclap  :  menghilang tiba-tiba.<br />
ngeden : mengejan, menekan isi perut saat buang air.<br />
ngēgang : berjalan denganmengang<br />
katpinggul dan membuka paha<br />
 seperti anak baru dikhitan.<br />
ngēgot  :  menggoyangkan pinggul<br />
ngēi  : beri; kt.lain  ngēin, mēin.<br />
ngelih  :  lapar.<br />
ngemis  :  mengemis,minta-minta.<br />
ngempra  :  mengerjakan sesuatu pekerjaan tidak sampai selesai<br />
ngēncēg  :  berjalan cepat ;  kt.lain ngincig<br />
ngendhelong  :  tali yang ditarik tdak kencang (kendor).<br />
ngēngsod  : ngesot,berjalan sambil duduk (menyeret pantat).<br />
ngenthurit  :  melarikan diri.<br />
ngepong  :  menghindar.<br />
ngēpot  :  berlari dengan susah payah.<br />
ngērēk-ērēki  :  ayam jantan yang sedang menarik perhatian ayam betina ;(kiasan) pemuda yang sedang<br />
menaksir anak gadis.<br />
ngesrong  :  pikiran kosong.<br />
ngetēmbol  :  membawa sesuatu yang tidak kelihatan tetapi menonjol (mis.dimasukkan kantong celana);<br />
kt.lain nggēmbol.<br />
ngetepol :  berlari tidak bisa cepat.<br />
nggara  :  berulah, membuat gara-gara.<br />
nggeblag  : menggebrak,memukul keras dengan telapak tangan ;  kt.lain nggebrag.<br />
nggejah  :  banyak sekali  dan ada dima-na mana ;  kt.lain njeprah.<br />
nggiwar  :  menyimpang.<br />
ngglibed  :  berkelindan, tidak mau dilepas<br />
ngglolo  :  menangis berkepanja -<br />
ngan.<br />
ngglosor  : berjalan melata mis.ular<br />
nggo  :  memakai ,singkatan dari kanggo.<br />
nggrentes  :  sedih.<br />
nggriyeng  :  menangis lirih tapi tidak mau berhenti.<br />
ngigel  :   berlenggang-lenggok.<br />
ngilo  :  bercermin, menim<br />
bang dengan timbangan (kiloan).<br />
ngimput  :  merapatkan paha.<br />
nginang  :  makan sirih.<br />
ngingsor  : bawah ; kt.lain ngisor.<br />
ngipit : mengipas pembakaran (mis.membakar sate)<br />
ngiyub  :  berteduh<br />
nglabur  :  mengapur (dinding)<br />
nglagir  : tiduran<br />
nglamir  :  tidak kebagian ; kt.lain nyanir.<br />
nglantur  :  melantur.<br />
nglenggēkē  :  duduk santai.<br />
nglēos  :  membuang muka, pergi begitu saja.<br />
nglegleg : diam membisu, terce -<br />
nung.<br />
nglēkap  :  mengelupas, lapisan<br />
yang lepas .<br />
nglēkar  :  duduk ditanah tanpa alas  ; kata lain  nglēkor, klēkaran<br />
ngleker  : tidur lelap sampai men<br />
dengkur.<br />
nglepus  :  sedang merokok.<br />
nglethak : menggigit benda keras.<br />
nglethis : menggigit buah/makanan berbentuk kecil (mis.cabe)<br />
nglethus : menggigit makanan  atau<br />
buah buahan kecil.<br />
nglēyang  :  melayang.<br />
nglēyob :  mengantuk berat, ham<br />
pir tertidur.<br />
ngliga  :  tidak memakai baju.<br />
nglilir  :  mendusin,terbangun.<br />
nglindur  : mengigau, bicara sambil tidur.<br />
ngliwet  :  menanak nasi.<br />
nglongok  :  menengok.<br />
ngluthik  :  menyentuh dengan<br />
ujung jari telunjuk.<br />
ngodor  :  marah-marah.<br />
ngodor  : bericara sambil marah.<br />
ngokop  :  minum langsung (tidak memakai gelas/cangkir).<br />
ngoncog  : mendatangi seseorang dengan marah.<br />
ngorok  :  mengorok.<br />
ngosēk  :  berguling-guling.<br />
ngosog  :  mengerjakan sesuatu dengan agak marah.<br />
ngoyos  :  berjalan dibawah hujan.<br />
ngrahak  :  makan dengan rakus.<br />
ngrajug  :  terkejut.<br />
ngranapi  :  pernah mengalami.<br />
ngrangseg  :  merangsek.<br />
ngrasani :  ngrumpi, membicara<br />
kan ihwal orang lain.<br />
ngrasuk : masuk kedalam jiwa,<br />
merasuk.<br />
ngrawudi  : mengambil sesuatu. barang yang berserakan dengan .tangan.<br />
ngrēgoni :  mengganggu orang .bekerja.<br />
ngrekicek  :  hujan kecil tetapi ti -<br />
dak berhenti2.<br />
ngringik  :  merengek.<br />
ngringkel :  tidur dengan tubuh melingkar.<br />
ngringkuk :  duduk mengangkat kedua lutut dengan tubuh membung<br />
kuk.<br />
ngrintih :  merintih.<br />
ngromed  :  bicara sendiri (karena marah atau stress).<br />
ngrumat  : merawat.<br />
ngrusuhi  :  merepotkan ;  (kiasan) minta tolong.<br />
ngrutug :  melempari dengan batu.<br />
ngruwicèh  : mata berair, mata berkaca-kaca.<br />
nguja  :  sengaja.<br />
ngunjal  :  membawa,mengangkut ;  ngunjal ambekan : menarik napas<br />
ngunthuli  :  mendekat diam-diam.<br />
nikalē  :  padahal  ; kt.lain nikhalē<br />
nini  :  nenek.<br />
njanggleng : berdiri.<br />
njeblag : terbuka dengan keras ( mis.jendela).<br />
njedhag : roboh ke belakang.<br />
njekutrut : diam menunduk.<br />
njelēhi  :  memuakkan.<br />
njenggēlēk : bangun  (bangkit). .tiba-tiba.<br />
njepat  : lepas dari ikatan.<br />
njeprah :  banyak sekali dan terda<br />
pat dimana-mana ;  kt.lain nggejah<br />
njubleg  :  duduk termenung.<br />
njungla  :  meloncat.<br />
nok : panggilan untuk anak perem-<br />
puan kecil.<br />
nrecep :  perut terasa perih.<br />
nrosol  :  memaksa mendahului (dalam antrean).<br />
nuli  :  terus menerus.<br />
nurun  :  meniru,menyontek.<br />
nyana  : sangka, kira ; ora dinya-<br />
na : tidak disangka.<br />
nyandhak  :  sampai,cukup.<br />
nyangklak  : bicara sengak, bicara tidak enak.<br />
nyangklēk  :  membawa sesuatu dengan mengikatkan tali dipundak (mis.membawa tas).<br />
nyangsang  : menyangkut tidak bisa lepas   mis. sampah di sungai<br />
nyanir : tidak kebagian  ; kt.lain nglamir.<br />
nyari  : ukuran selebar dua jari.<br />
nyathēk : memagut, menggigit dengan cepat (mis.ular).<br />
nyatus :  upacara peringatan 100<br />
hari meninggal dunia, diasanya de<br />
ngan pembacaan tahlil.<br />
nyaur  : membayar hutang.<br />
nyawuk : lih. cawuk<br />
nyempil : ikut membeli sedikit (sebagian kecil) .<br />
nyerat (bebasa) :  menulis.<br />
nyerēt :  minum candu,madat.<br />
nyēwu : upacara peringatan 1000<br />
hari meninggal dunia, biasanya de<br />
ngan kenduri dan pembacaan tahlil.<br />
nyidham :  mengidam,ingin makan sesuatu yang dialami wanita yang se-<br />
dang hamil.<br />
nyigit : menggigit caberawit(biasa<br />
nya sambil makan tahu goreng).<br />
nyilem  :  menyelam.<br />
nyingkrak : sok.<br />
nyiruk  :  terbang meluncur ke<br />
bawah (mis.layang-layang,pesawat terbang atau burung dara).<br />
nyisil : makan biji  sambil mengu-<br />
pas kulitnya biasa dilakukan oleh burung .<br />
nylinthis : pergi diam-diam tanpa diketahui orang lain.<br />
nylisib  :  menyimpang dari jalur.<br />
nylusup  :  menyusup.<br />
nyosoh  :  menggiling / menumbuk beras agar lebih putih.<br />
nyrēngēs  : tersenyum lebar.<br />
nyublek  :  menghunjam.<br />
nyucrup  : mencecap.<br />
nyucus  :  menusuk.<br />
nyumul  :  muncul di permukaan.<br />
nyureng  :  melihat dengan memi -<br />
cing-kan mata.<br />
nyuwun :  (bebasa) minta .</p>
<p>o</p>
<p>obah  : bergerak.<br />
obrak-abrik  : obrak-abrik.<br />
obrog  :  dipakai terus menerus sampai rusak.<br />
ocar-acir  :  larutan gula merah yang disiram merata (diatas jajanan)<br />
odhol  :  urai, lepas dari gulungan.<br />
ogan  :  ramalan ;  tukang ogan : peramal biasanya menggunakan gambar dan burung gelatik.<br />
oglēk  :  goyah ,hampir lepas.<br />
olah-olah  :  memasak.<br />
olēr  (ngolēr) :panjang sekali ; kt.<br />
lain ngolēr-olēr.<br />
ompol  : air kencing yang keluar sambil tidur (biasanya dilakukan anak-anak) ; ngompol :  kencing se-<br />
waktu tidur.<br />
olih-olih  : buah tangan,oleh-oleh.<br />
olor  :  ulur,memanjangkan.<br />
oman  :  merang (gagang padi).<br />
ombēr  :  banyak waktu.<br />
ombyang-ombyong  : pergi bera-<br />
mai-ramai kesana kemari.<br />
ombyok  :  ikatan  (mis.sayuran).<br />
omong  :  bicara.<br />
ompong  : gigi tidak lengkap.<br />
omprēng  :  tempat makan dari<br />
kaleng.<br />
oncēk : kupas ; kt.lain oncēt atau<br />
ocēt.<br />
oncog  :  mendatangi seseorang<br />
dengan marah.<br />
oncor  :  obor minyak tanah meng-<br />
gunakan potongan bambu.<br />
ondhē – ondhē  : nama sejenis kue dari tepung ketan berbentuk bulat ,ditaburi wijen ; nama lain ondhol – ondhol.<br />
onggrongan  :  sok.<br />
ongkeb : hawa panas ; kt.lain su -<br />
muk.<br />
ongkeb-ongkeb : berbaring mene<br />
lungkup,ditempat tidur.<br />
onthēl  :  genjot ; pit onthēl : se<br />
peda onthēl / genjot.<br />
opak   :  jenis makanan dari sing -<br />
kong.<br />
ora  :  tidak.<br />
orog-orog  :  jenis makanan dari sing kong.<br />
orong-orong  :  jenis serangga<br />
dalam tanah.<br />
orot  :  boros.<br />
osēng-osēng :  jenis masakan dari sayuran yang ditumis.<br />
osog  (ngosog) :  memperlakukan dengan marah atau terpaksa.<br />
othak-athik  :  utak-atik<br />
oto  :  pakaian bayi yang bertali sema cam celemek diikatkan dibadan, agar tubuhnya hangat (jaman dulu).<br />
owah  :  ubah.<br />
owal-awil  :  hampir lepas,hampir patah.<br />
ongkoh  :  juga.<br />
oyag  :  goyang.<br />
oyod  :  akar.<br />
oyok  :  kejar.<br />
oyong  :  sejenis labu (sayuran).</p>
<p>p</p>
<p>pacētan  :  jajanan,snack.<br />
pacul  :  cangkul.<br />
padasan  :  tempayan  air  dengan pan-curan untuk berwudhu .<br />
padhung  :  bangku dari kayu.<br />
pados (bebasa) : mencari.<br />
padu  :  cekcok  ; kt.lain tukaran.<br />
paēs  :  berhias.<br />
pagang : hadang.<br />
paido  :  disalahkan.<br />
pak  :  panggilan kepada bapak atau orang yang dituakan, pegadaian.<br />
pakra  :  beres,benar  ;  ora pakra : tidak beres.<br />
pal  :  tonggak, tiang penanda.<br />
pamong  : guru atau pegawai peme<br />
 rintah ;pamong praja : pegawai pe<br />
merintah daerah ;pamong desa :<br />
pegawai kelurahan.<br />
pan : akan, mau.<br />
pancal  :  mendorong keras dengan kaki ; kepancal  :  tertinggal kenda<br />
raan yang akan ditumpangi.<br />
panci  : panci.<br />
pancing  : pancing.<br />
panclas  :  potong dengan parang<br />
pang :  dahan,cabang ; ngepang : bercabang<br />
panggalan  :  gasing<br />
panggul  :  mengangkat barang dipundak<br />
pangur  :  adat  (wanita)  meratakan gigi<br />
panjul : bentuk kepala menonjol dibelakang<br />
pantar  :  baya, sebaya<br />
papag  :  jemput<br />
panjul : bentuk kepala menonjol dibelakang<br />
papung  : (istilah untuk anak kecil) mandi<br />
para  :  tempat untuk menyimpan sesuatu yang terletak diatas dapur<br />
patah  :  istilah dalam permainan anak-<br />
pathak  : lempar batu  ;  (istilah kasar)kepala<br />
pathēk  :  penyakit kulit (frambusia)<br />
pathok  : tonggak<br />
pē  :  jemur kt.lain mēmē.<br />
pecah  :  pecah.<br />
pēcē :  cacat mata sebelah.<br />
pecicilan  :  bergaya kasar,tidak sopan.<br />
pecoh  :  istilah khusus untuk ayam yang menyerang ayam lain.<br />
pecut  :  lecut.<br />
peda  :  ikan kembung asin.<br />
pedarepan  :  cemburu.<br />
pedaringan  :  tempayan untuk menyimpan beras.<br />
pedhal : injakan kaki  untuk mengo<br />
ntel pada sepeda.<br />
pedhes  :  pedas.<br />
pedhēt  :  anak sapi.<br />
pedhot  :  putus  kt. lain pegot<br />
pedhut  :  kabut.<br />
pedigasan : perilaku kasar.<br />
pega : banyak asap.</p>
<p>pēh  :  ikan pari,  kehabisan tenaga,<br />
putus asa.<br />
pejaratan  :  makam,kuburan ;  nggēndhong pejaratan : (kt.kiasan) melarat,miskin sekali.<br />
pejuh  :  air mani.<br />
pèkèh : menggendong anak kecil dipinggang samping dengan kaki dibuka .<br />
pelakangan : pangkal paha.<br />
pēlas  :  sejenis lauk yang terbuat<br />
dari parutan kelapa muda dicam-<br />
pur ikan teri,udang dsb.dibungkus<br />
daun kelapa.<br />
pēkēh : menggendong dipinggang samping dengan kaki dibuka (anak kecil).<br />
peksi (bebasa) :  burung.<br />
pēlek :  bagian dari roda kendaraan untuk melekatkan ban (dari bahasa Belanda velg.)<br />
pēling : imbuh,tambahan ,bonus (dalam pembelian barang).<br />
pelok  : biji mangga.<br />
pēlor  :  peluru.<br />
peluh :  impoten, tidak bisa ereksi.<br />
pencilak  :  melebarkan mata.<br />
pencug  :  kayu panjang untukmem<br />
buat lobang ditanah guna menanam<br />
biji / benih.<br />
pendhil  :  panci tanah (gerabah).<br />
pendirangan : berlagak kasar.<br />
penging  :  larang.<br />
pengung  :  bodoh,pandir.<br />
pēnjol  :  tidak bulat.<br />
penthil  :  putting susu.<br />
pentil  :  buah muda,mangga muda.<br />
pēntil  :  penutup angin pada ban.<br />
penthul : tokoh lawakan berhidung<br />
bulat.<br />
pepek  :  lengkap.<br />
pepēling : peringatan ; ēling : ingat<br />
perih  :  pedih.<br />
pērod  :  cacat belas luka di dekat mulut.<br />
persasat  :  boleh dikata, hampir sekali.<br />
pēs  :  pepes , dibungkus daun ; mis. pēpēs  ikan .<br />
pesen :  pesan ; mesen : memesan.<br />
pētan  :  mencari kutu rambut.<br />
petarangan  :  tempat untuk ber<br />
telur dan mengeram (unggas).<br />
petelesan  :  (kt.kiasan) pakaian.<br />
petha  :  baik, rapi  ;  ora petha  :  tidak rapi, acak-acakan.<br />
pethakilan  :  bergaya urakan.<br />
pethēl  :  alat pertukangan sejenis<br />
kapak.<br />
pethēngthēng  :  berlagak ;<br />
pethēngthēngan :  sok jagoan ; kt. lain pethangthang-pethēng-<br />
thēng.<br />
pethētan  : hiasan  ;  kt.lain pajangan.<br />
pethik :  petik,memotong sayuran<br />
dengan tangan; methikikangkung :memotong kangkung dengan<br />
tangan.<br />
pething  :  pilihan.<br />
pethuk  :  petok,surat kepemilikan tanah.<br />
pias  :  pucat.<br />
picek  : buta.<br />
pijet  :  pijat.<br />
pikir  : pikir ; mikir : berpikir.<br />
pikul  :  pikul.<br />
pil :  tablet.<br />
pilak :  bekas luka di kepala ; kt.lain<br />
pithak.<br />
pilis  :  ramuan jamu yang ditempel<br />
kan dipelipis (biasanya dipakai wanita yang habis melahirkan).<br />
pilong  :  buta.<br />
pilus  :  jenis makanan ringan.<br />
pincang : cacat kaki, tidak bisa berjalan dengan baik.<br />
pincuk  :  cara membungkus. dengan daun pisang.<br />
pinten (bebasa)  :  berapa<br />
pipis :  nama kue yang dibuat dari tepung beras dibungkus daun pisang biasanya diisi pisang  ;  kt.lain nagasari.<br />
pir  :  dokar,delman.<br />
pira  :  berapa.<br />
pisah  :  pisah.<br />
pisuh  :  caci-maki ; misuh-misuh : mencaci maki.<br />
pit  :  sepeda (dari bahasa Belanda fits).<br />
pitek : lalat besar  yang sering<br />
hinggap dan mengisap darah kerbau.<br />
pithak  :  cacat bekas luka dikepala ; kt.lain pilak.<br />
pithos  :  cacat mata.<br />
plakangan  :  selangkangan<br />
plak plek : suka main tangan (memukul)<br />
plaur  :  sempat  ; kt. lain kaur.<br />
plek  : sama persis.<br />
plenet  : tekan ; kt.lain penet atau<br />
penyēt ; tahu penyēt : jenis masa<br />
kan dari tahu goreng yang di-penyēt<br />
plethok  :  mekar saat digoreng ;<br />
tahu plethok  :  tahu goreng khas Tegal.<br />
ploēn  :  saluran air.<br />
plok  :  singkatan dari emplok,memasukkan makanan kedalam mulut.<br />
plonthos  :  gundul,tak berambut.<br />
pluntrah : (mluntrah) tumpah.<br />
plupuh  : alas dipan terbuat dari bambu yang dipipihkan.<br />
poal : keadaan benda tidak utuh akibat benturan  ;  kt.lain thowal<br />
poci  :  poci .<br />
pocok  : panggul.<br />
pocong  :  hantu kepala diikat.<br />
pocor  :  rempah-rempah yang dipakai untuk campuran air mandi bayi.<br />
pohot  : tetes, limbah dalam proses produksi gulapasir.<br />
pokah  :  belah ; kt. lain mlokah, mlekah.<br />
pokēk  :  celana pendek.<br />
pol  :  amat sangat , pol-polan  : terakhir.<br />
polēng  :  belang-belang.<br />
polo : otak ; kt.lain. kepolo.<br />
polok  :  mata kaki.<br />
polor : ingus keluar masuk hidung.<br />
ponggol  :  nasi campur khas Tegal.<br />
ponto  (keponto): kepepet.<br />
ponyo : lemah tak berdaya.<br />
popok  :  kain alas penahan kencing bayi ;  pempers.<br />
por  :  amat sangat  ;  kt.lain pol.<br />
porēt  :  cepat sekali (dari bahasa Belanda voor uit = maju kedepan)<br />
pothēl  :  petik.<br />
pothēs  :  putus, potong dengan tangan.<br />
pothol  :  putus dan lepas ;  kt.lain prothol.<br />
powal  :  pecah sebagian.<br />
poyan  :  pamit.<br />
poyok : sindir.<br />
pragat  :  selesai,rmpung,habis.<br />
prak-prek  :  sering sakit.<br />
prampang  :  tidak rapat, jarang ;<br />
kt.lain prangpang.<br />
prenjak  :  nama burung yang kecil ber kicau ramai.<br />
prepegan : musim ramai pasar<br />
(mis.menjelang Hari Raya Lebaran).<br />
pretek  :  tekan  ;  kt lain  petek.<br />
prethil  :  potongan atau bagian kecil.<br />
prigel  :  trampil.<br />
priki , sapriki (bebasa) : sampai<br />
kini.<br />
primbon : buku ramalan.<br />
primpen  :  simpan rapi.<br />
pripun (bebasa) : bagaimana ; kt.<br />
lain kepripun.<br />
pruluk  :  bertubu-tubi.<br />
puas :  (kata seru ) biar tahu rasa ;  puas ladhas :  biar tahu rasa sekalian.<br />
pucang  :  panjat pinang, lomba ketangkasan memanjat.<br />
pucet  :  pucat.<br />
pucung  ( bapak pucung)  : nama<br />
sejenis binatang serangga yang ber-<br />
warna merah dan hitam ;  kaya si pucung : penurut.<br />
pudhat  :  lunas.<br />
pugag  :  tumpul.<br />
pugalan  :  pemarah.<br />
pukis  :  nama kue sejenis kue pancong dari tepung terigu.<br />
pukulan  :  dapat untung  besar.<br />
pulen  :  empuk,tidak keras  (mis.nasi).<br />
puli  : ketan uli ;  kt.lain gemblong ketan.<br />
pulut  :  lem dari tepung.<br />
punjul  :  lebih.<br />
pupak  :  gigi seri tanggal pada anak-anak.<br />
pupuk  :  ramuan jamu yang di taruh di atas kepala bayi ; pupuk bawang :  anak bawang, belum cukup umur.<br />
pupur : bedak.<br />
pupus  : daun muda.<br />
puput (puputan) : tali pusar orok lepas,biasanya ditandai dengan syu<br />
kuran atau kenduri dan diberi nama.<br />
pur  :  hutang sudah lunas ;  kt. lain pudhat.<br />
puret  :  kecil,kerdil.<br />
putih  : putih.<br />
puthu  :  nama kue.<br />
putu  : cucu.<br />
pyan :  plafon rumah biasanya dari anyaman bambu.</p>
<p>r</p>
<p>rabi : berhubungan badan,sangga -<br />
ma.<br />
racik  (ngracik):  cara mencampur bumbu atau obat.<br />
rada  : agak ;  kt.lain radan, ,semada,semadan.<br />
radi (bebasa)  : agak .<br />
rag-rag  :  roboh  ;  kt.lain ruwag<br />
rai  :  muka,wajah.<br />
rajah  :  garis tangan, tatto ; rajah keleng : garis tangan yang lurus horizontal , konon pemilik rajah ini<br />
tidak boleh sembarang mengguna-<br />
kan telapak tangannya untuk menempeleng orang lain,karena bi<br />
sa berakibat fata.<br />
raja pati : pembunuhan.<br />
rajang  :  rajang, potong tipi-tipis.<br />
rajungan  :  ketam laut berkaki dan capit panjang.<br />
rambak  :  nama sejenis kerupuk terbuat dari kulit kerbau.<br />
rambang  : cara membersihkan ko-<br />
toran dengan cara merendam di air sehingga kotorannya terangkat dan<br />
mengambang ; membersihkan mata dengan cara merendam mempergu-nakan gelas khusus.<br />
rampas : rampas, sita.<br />
rampog :  perampok.<br />
rames  :  nasi campur.<br />
randha  :  janda  ; randha kemul,  randa royal, randha kēntir : nama2 jajanan tradisinal.<br />
rantē : rantai.<br />
raos  (bebasa)  :  rasa.<br />
rapal  :  bacaan doa.<br />
rasa  :  rasa.<br />
rasukan (bebasa)  :  baju.<br />
raup  : cuci muka.<br />
rayah : jarah, beramai-ramai. mengambil barang/milik orang lain ;  rayahan : berebut.<br />
rayoman  : kumpul-kumpul.<br />
rēbyēg  :  repot<br />
rēgēl  :  jatuh ,runtuh<br />
rejek  :  sepakbola ;  kt.lain trejek<br />
rejep : bulan rajab, zulkaidah<br />
rēken  :  hitung, anggap; ora dirē-<br />
ken : tidak dianggap.<br />
rēmbyak-rēmbyak  : rambut panjang terurai.<br />
remed  :  remas.<br />
rencak  :  dibagi beramai-ramai.<br />
rendhet  :  tidak lancar,tersendat.<br />
rengginang  : nama kue terbuat dari ketan yang dikeringkan dan digoreng.<br />
rēngosan : napaskembang kempis  karena kecapekan.<br />
rēwang  :  pembantu ; ngrēwangi : membantu.<br />
rēwēs  :  abai,peduli ; ora ngrēwēs : tidak peduli.<br />
riak  :  dahak.<br />
ribed  :  tidak bebas,tidak leluasa.<br />
rika  :  engkau untuk orang yang le-<br />
bih tua.<br />
rikuh  :  kurang bebas,enggan.<br />
ringih-ringih  : bergerigi tajam.<br />
ringkih  :  tidak kekar, tubuh lemah<br />
ringsang  :  tidak tenang,gelisah  ;  kt.lain rungsang<br />
risak  (bebasa)  :  rusak.<br />
riwa-riwi  : hilir mudik,kesana-kemari ; kt.lain wira-wiri<br />
rodhal-radhil  :  compang-camping.<br />
rog : menggoyang-goyang pohon agar buahnya jatuh.<br />
rogoh  : merogoh,mengambil sesuatu dari kantong.<br />
rohod : tidak rapi, kasar,kotor.<br />
rojēng  :  mencuri padi di sawah.<br />
roncod  :  lucut ; dironcod : dilucuti<br />
rondhē  :  sejenis minuman panas terbuat dari jahe.<br />
ropoh  :  tubuh lemah.<br />
ropok  :  keroyok.<br />
ros  :  ruas.<br />
rowa  :  ramai, meriah.<br />
royal : gaya hidup orang kaya, berlebihan.<br />
rubuh  :  roboh.<br />
rudu  : ricuh, berebut ingin benar<br />
sendiri.<br />
rujad  :  lepas,copot<br />
ruji : kawat roda pada sepeda atau<br />
sepeda motor.<br />
rumangsa  :  merasa<br />
rumat  :  pelihara.<br />
rumil :  ceriwis.<br />
rungkud  :  rumput atau tanaman perdu yang yang lebat.<br />
rungseb :  semrawut dan tidak enak<br />
dipandang.<br />
runtag  :  kaget,terkejut.<br />
runtung  :  antre ; runtung-run -<br />
tung : antre  sampai panjang.<br />
rusak  :  rusak.<br />
rut  :  ikat ; di rut : diikat..<br />
ruwat  :  upacara tradisi guna mem<br />
buang sial atau keburukan.<br />
ruwed  :  kusut  mis. benang, pikir-<br />
an</p>
<p>s</p>
<p>sa  :  se, satu  ;  sa-umah :  se-rumah.<br />
sada  : lidi ; sapu sada : sapu lidi<br />
sadē (bebasa)  :  menjual.<br />
sadhel : tempat duduk pada sepeda<br />
atau sepeda motor.<br />
sadhēlat  :  sebentar  ;  kt.lain sedhēlat.<br />
saē   (bebasa)  :  bagus,baik.<br />
saēnan  :  tidak malu-malu.<br />
saged (bebasa) : bisa, mampu.<br />
sagon  :  nama penganan terbuat dari tepung ketan dan gula yang disangrai.<br />
sajegē  : semenjak.<br />
sajēn  :  sesaji  (untuk makhluk halus atau dipercaya sebagai roh halus).<br />
sakalē  :  padahal.<br />
salah  :  salah.<br />
salang  : tali untuk mengangkat ba-rang yang akan dipikul.<br />
salin  :  ganti pakaian.<br />
sambat  : keluhan minta tolong.<br />
sambung  :  sambung.<br />
samohē  :  sekuat tenaga.<br />
sampar : tersandung kaki.<br />
sampun (bebasa)  : sudah.<br />
sampir  :  sampir, meletakkan dengan menggantung.<br />
sampēyan (bebasa) : engkau,kamu.<br />
sandhangan  :  pakaian.<br />
sandhung  :  tersandung ;sandung<br />
lamur :  bagian yang paling empuk dari daging sapi<br />
sanēs (bebasa)  :  bukan.<br />
sangga :  topang.<br />
sangkal  :  sangkal, debat.<br />
sanglir  : kelamin pria yang bijinya ti-dak sama besar.<br />
sanjang  (bebasa)  :  bicara,berkata.<br />
sapi : sapi.<br />
saplērēdan  :  sekilas pandang.<br />
saras  (bebasa)  :  sembuh.<br />
sariawan  :  sariawan, penyakit di bibir dan mulut.<br />
sat  : tidak ada airnya ; kt.lain asat<br />
satu  :  nama kue kering yang dibuat dari tepung kacang hijau.<br />
sawan  :  penyakit.<br />
sawang  :  rumah gonggo.<br />
saweg  ( bebasa)  :  sedang.<br />
sawer  (bebasa)  :  ular.<br />
sawēr  :  pemberian uang (hadiah) kepada penari atau penyanyi diatas panggung.<br />
sawung (bebasa) :  ayam.<br />
sayad  :  iris tipis.<br />
sebar :  sebar ;  nyebar : menyebar<br />
seblak  :  memukul dengan gerakan cepat  menggunakan kayu atau bambu.<br />
sebul  : tiup ; nyebul : meniup.<br />
sedasa (bebasa) : sepuluh.<br />
sedhakep  :  melipat lengan didada<br />
sedheku  :  jongkok bertumpu pada lutut.<br />
sedhuprak  :  duduk dilantai.<br />
sedulur  :  saudara.<br />
sega  :  nasi.<br />
segawon (bebasa) : anjing.<br />
segu  :  cegukan, suara berulang-ulang ditenggorokan seperti tercekik<br />
sekul (bebasa)  :  nasi.<br />
selag  :  seling , selip;  nyelag : terselip berada diantara duabenda.<br />
selek  :   cepat ;   keselek  : tersedak;   kt. lain kapiselek<br />
semaur : menjawab.<br />
semaya  :  janji lain waktu.<br />
semayi  :  makanan dari ampas kelapa setengah busuk.<br />
sembrana  :  kurangajar.<br />
semeg  :  hampir membusuk.<br />
semelēt  :  panas sekali  ;  rega semelēt : harga sangat mahal (kiasan)<br />
seneng  :  senang<br />
sēngso  :  tidak  sesuai<br />
sērep  :  pengganti<br />
semada : agak ; kt.lain rada,sema<br />
da.<br />
semineb  :  hampir pingsan.<br />
semingkir  :  menyingkir.<br />
semprong :  sejenis kue , cerobong, gelas pada lampu tempel.<br />
semrawud  :  ruwet,amburadul.<br />
semrēsēt  :  rasa pedih (panas) di kulit.<br />
semriwing  : rasa mentol.<br />
semromong  :  panas.<br />
sēnggēt  :  mengambil buah dengan galah.<br />
sengit  : benci.<br />
sengka  :  teknik mengurut perut bagi penderita turun bero.<br />
sēngklēh  :  hampir putus dan jatuh kebawah.<br />
sengkolun  :  nama jenis kue.<br />
senthir  : lampu minyak dari kaleng kecil yang diberi sumbu.<br />
sepa :  tidak berasa, sudah diambil sarinya..<br />
sepata  :  bersumpah.<br />
sepēlē  :  gampang,sederhana.<br />
sepi  :  sepi.<br />
serat (bebasa) :  surat, tulis ; nye -<br />
rat : menulis.<br />
sereg  : percepat  ;  disereg : peker<br />
jaan dipercepat.<br />
serot  :  sedot.<br />
sēsēt :  sobek ; kt.lain besēt.<br />
sesek  :  sesak.<br />
setang :  setir sepeda.<br />
sida : jadi ; ora sida : tidak jadi,u-<br />
rung, batal.<br />
sidhum  :  matahari tertutup awan se-hingga tidak begitu panas.<br />
sikah  :  diam kau !   (kata makian)<br />
sikat  :  sikat.<br />
sikil  :  kaki.<br />
sikut  :  siku<br />
silih : pinjam<br />
silit  :  dubur<br />
simping  :  nama sejenis kerang berbentuk tipis dan lebar<br />
singa-singaha  :  suka-suka, apa saja terserah<br />
singgat  :  belatung<br />
singsot  :  bersiul<br />
singunen  :  pusing setelah berada diketinggian<br />
sinom  :  daun asam yang masih muda ; sinoman :  membantu pekerjaan pada orang yang<br />
sedang menyelenggarakan hajat<br />
sintrēn  :  sejenis kesenian tradisi<br />
onal yang ada di daerah pantura barat pulau Jawa.<br />
sintru  :  sepi, mencekam.<br />
sipat kuping  :  berlari kencang.<br />
siru  :  sudu,daun pisang yang digunakan sebagai sendok.<br />
sisig  :  sugi,tembakau untuk makan sirih.<br />
sisil  :  mengupas kulit dengan mulut (paruh).<br />
siung  :  taring.<br />
siwur  :  gayung dari tempurung kelapa.<br />
slampē  :  saputangan.<br />
slēmpang  :  silang , kain atau pita yang disilangkan di tubuh.<br />
slepi  :  tempat tembakau berupa kantong kecil terbuat dari anyaman<br />
(tikar) yang biasadibawa perokok<br />
tembakau (jaman dulu)<br />
slilit  :  sesuatu yang terselip digigi.<br />
slisiban  :  selisih jalan.<br />
slomod  :  sundut,ditempel api.<br />
slonjor  :  duduk dengan menjulur<br />
kan atau meluruskan kaki.<br />
slonong  :  muncul tiba-tiba ;menye<br />
lonong.<br />
soklat  :  coklat.<br />
sol : desak  ; ngesol : mendesak,<br />
memaksa masuk ; sol-solan : berde<br />
sakan.<br />
som : istilah dalam jahit menjahit<br />
songgol  :  kuli angkut barang di pasar atau di gudang.<br />
songkrah  :  tidak teratur,tidak lurus kt.lain slongkrah.<br />
sonten  (bebasa)  :  sorē .<br />
sorog  :  laci ; kt.lain slorok.<br />
sot  :  lepas.<br />
sotēnē  :  kalau  memang<br />
srabi  :   nama sejenis makanan<br />
sradan  :  agak ;  kt.lain radan,rada,semadan<br />
songgol  :  kuli panggul<br />
srag :  (ngesrag) jatuh disembarang tempat ; srag-sragan :  pergi kesembarang tempat tanpa tujuan<br />
srag sreg : cepat cepat selesai<br />
srakal  :  istilah dalam seni menabuh re-bana.<br />
srakat  :  perilaku anak yang suka melakukan sesuatu yang membaha<br />
yakan dirinya.<br />
sranthal  :  lari cepat.<br />
srog : meletakkan barang disuatu tempat.<br />
srimpung  :  menganggu langkah<br />
srinding  :  nama sejenis ikan asin<br />
srudug  :  seruduk.<br />
srundēng  :  nama sejenis makanan terbuat dati kelapa parut yang disangrai.<br />
srunthul  :  berlari cepat.<br />
sruwal  :  celana.<br />
sruwidhil  :  compang camping.<br />
stamplat  :  terminal.<br />
suda : kurang ; disuda : dikurangi ; nyuda : mengurangi.<br />
sudhah  :  mengeluarkan barang dengan cara ditumpahkan.<br />
sudhi  :  alas diatas nasi kenduri (berkat) untuk tempatlauk pauk dari daun pisang yang dibentuk bulat<br />
suduk  : tusuk  ; suduken : perut sakit akibat terlalu kenyang dan dibawa berjalan.<br />
sugu :  alat pertukangan untuk mengha-luskan kayu<br />
sugeng (bebasa)  : selamat ;sugeng<br />
siang : selamat siang.<br />
suh  : gelang pengikat sapu  lidi,<br />
terbuat dari bambu yang dianyam.<br />
sujēn  :  bambu tusuk sate.<br />
suk : desak ; suk-sukan :  berde -<br />
sakan ; ngesuk : mendesak.<br />
suker  :  sedih.<br />
suku  (bebasa)  :  kaki .<br />
suled  :  menyalakan dengan api; kt.<br />
lain sumed.<br />
sumbuk  :  koreng dikepala.<br />
sumpeg  :  sumpek.<br />
sumpel  :  sumpal.<br />
sumringah  :  wajah riang.<br />
sundhul  :  sundul, lebih tinggi sehingga mengenai benda/barang yang diatasnya.<br />
sunggi  :  meletakkan (membawa) sesu -atu diatas kepala.<br />
sungkan  :  malas.<br />
supados  (bebasa)  :  supaya .<br />
surēn  :  perut sakit akibat terlam<br />
bat makan.<br />
suru  :  sudu, semacam sendok dari daun pisang yang dilipat;  kt. lain  siru.<br />
suruh  :  daun sirih.<br />
susah : susah.<br />
susu  :  susu,payudara.<br />
susub  :  benda kecil yang masuk kedalam telapak tangan/jari.<br />
susug  :  peratan untuk mencari ikan diair dangkal terbuat dari bambu.<br />
susuk  :  uang kembali, perkakas dapur untuk menggoreng ; kt.lain jujul.<br />
susul  :  susul.<br />
susun  :  susun.<br />
sut  :  tos menggunakan jari untuk menentukan siapa yang memulai terlebih dahulu dalam sebuah permainan.<br />
suweng  :  giwang.<br />
suwiwi  :  sayap,<br />
suwul  :  gigi gingsul,</p>
<p>t</p>
<p>tabet : bekas.<br />
tai  :  kotoran,tinja.<br />
taker  :  takar.<br />
takir  :  daun pisang yang dibentuk seperti mangkuk untuk tempat makanan.<br />
takon  :  bertanya.<br />
takēn (bebasa)  :  bertanya.<br />
talawēngkar  :  pecahan genting.<br />
tali :  tali ; ditalēni : diikat.<br />
talimangsa : nama jenis ular.<br />
talēn : (setalēn) uang logam senilai<br />
25 sen.<br />
tamba  :  obat.<br />
tambah  :  tambah.<br />
tambak : tambak.<br />
tambal  :  tambal.<br />
tambang :  tali besar yang dipilin.<br />
tambar  :  tidak manjur mis.jamu<br />
tambeng  : nakal,tidak mau menurut.<br />
tampa  :  terima.<br />
tampi  (bebasa) :  terima.<br />
tampah  :  nyiru.<br />
tampi (bebasa) : terima ; (ngoko) tampa.<br />
tampek  : tampar, campak  (sejenis penyakit kulit).<br />
tampuh  : bagian dalam rumah  terkena hujan yang terbawa angin.<br />
tanek  :  sudah matang sekali,je –<br />
nuh.<br />
tangan : tangan.<br />
tangēh  :  jauh dari perkiraan.<br />
tanggung  :  tidak sepenuhnya .<br />
tangi :  bangun ;  niba tangi : jatuh bangun, bekerja membanting tulang<br />
tap   :  ditata dengan cara ditumpuk<br />
tarang  :  dikeringkan dengan meletakkan atau menggantung dia-<br />
tas dapur atau perapian, misalnya ba<br />
wang, jagung, tembakau dsb.<br />
tarub  : tenda untuk upacara ;  kt.lain layos , tragtag.<br />
tatah  : pahat<br />
tatal  :  serpihan kayu<br />
tatu  :  bekas luka<br />
tau  :  (bebasa)  pernah<br />
tawu :  membuang air dari tambak/<br />
sawah dengan cara menciduk.<br />
tawur : tabur,tebar<br />
tebok  :  mengganti kerugian<br />
tēbok  :  nyiru kecil<br />
tebus : tebus ; tebus weteng  : upa<br />
cara kehamilan 7 bulan.<br />
tedhas  :  tembus,mampu dipotong de-ngan alat tajam<br />
tēgongan  :  tikungan<br />
tekek  :  cekik<br />
tekēk  :  tokek<br />
teken  :  tanda tangan<br />
teki  :  jenis rumput yang berumbi<br />
tēko  : tempat air teh<br />
telak  :  menyangkut di tenggorokan<br />
telas (bebasa) : habis<br />
telih  :  tembolok<br />
telon  : tiga warna (mis.warna bulu kucing) ; kembang telon  : bunga tiga rupa.<br />
tēmoan :  menanggung biaya secara bersama-sama, gotong royong<br />
tempēlang  : sebuah cara membungkus dengan daun pisang<br />
tempolong  :  kaleng bekas seukuran kaleng susu<br />
temungkul : menundukkan kepala<br />
tempuh  :  ganti rugi<br />
tenger  :  tanda , nisan.<br />
tengkel : memotong sekaligus dengan golok<br />
tengu  :  kutu yang sangat kecil<br />
tepes  :  sabut kelapa<br />
tepo  :  lapuk, mudah rusak<br />
ter : antar<br />
thēkor : kaki lumpuh<br />
teng  :  ada di …  ;   kt.lain ten atu wonten<br />
tengga (bebasa) : tunggu<br />
tengu : kuman ; satengu : (periba<br />
hasa) kecil sekali.<br />
tetel : memasukkan barang kedalam tempat dengan cara ditekan-tekan supaya muat.<br />
thēkor : kaki lumpuh<br />
thēthēl  :  sayat<br />
thēyol  :  capek<br />
thingkring  :  bertengger<br />
thithil  :  ambil sedikit demi sedikit<br />
thok  :  hanya<br />
thongkrong  :  jongkok<br />
thong-thong  :  kentongan  ;bango<br />
thong-thong  :  burung bangau yang jangkung berparuh panjang<br />
toblēg :   aduh ! kata seru menyatakan keheranan atau kekecewaan mis. alah tobleg … toblēg !, aduh…aduh…!<br />
tonyo : menohok kening dengan dua jari ; kt. lain tonyol.<br />
thok thel :  bicara tegas,tanpa basa basi.<br />
thothol  :  patuk.<br />
thowal  :  hilang sebagian.<br />
thukmis  :  mata keranjang.<br />
thukthak  : saling  bertemu tak disengaja.<br />
tiyang (bebasa) :  orang.<br />
tilem (bebasa)  :  tidur.<br />
tilik  :  menengok, menjenguk.<br />
tim  :  tim,masakan yang dikukus.<br />
timah-timah  :  luka atau koreng hampir sembuh.<br />
timbil  :  bintil di pelupuk mata.<br />
timpuh  :  simpuh, duduk diatas kaki yang ditekuk (mis.pesinden).<br />
timah-timah :  luka yang hampir kering.<br />
timus  :  nama jenis makanan.<br />
tisik  :  menutup lubang atau sobek pada kain dengan cara dijahit tangan.<br />
titi :  teliti ; titēn : ingat setelah melihat ; dititēni : ditandai,diberi<br />
tanda (ciri khas).<br />
titik : (.) tanda baca untuk berhenti ;<br />
ketitik : kentara,ketahuan cirinya.<br />
titir  :  bunyi kentongan bertalu-talu<br />
tiwas : celaka,padahal sudah&#8230;.<br />
tladhung  :  serang  (biasanya diguna-kan untuk ayam yang menyerang ayam lain) .<br />
tlampek  :  tepak dengan keras ;  kt.lain tampek.<br />
tlapak  :  (tlapakan), tapak tangan.<br />
tlapukan  : kelopak mata.<br />
tlembuk  :  pelacur.<br />
tlempos  :  makannya banyak.<br />
tlenan   :  tatakan untuk mengiris.<br />
tloktok  :  kotoran,tinja ;  kt.kiasan anak.<br />
toh : tanda lahir (biasanya) berwar-<br />
na merah dikulit.<br />
tok  :  kotak kecil dari karton.<br />
tomplok  :  besek, wadah berbentuk kotak terbuat dari anyaman bambu<br />
tong :  peti, panggilan untuk anak le<br />
laki kecil  ( si-tong).<br />
tok :  kotak kecil dari karton.<br />
tokpo  :  kain lap.<br />
tolēr  :  selang, pipa platik.<br />
torog  :  tombok, membayar lebih, rugi.<br />
totohan :  bertaruh ;   botoh : petaruh .<br />
totol  :  tutul , bintik besar ;  (kiasan) suratan nasib<br />
toun : sakit parah, hampir mati<br />
toya (bebasa)  :  air.<br />
tragtag  :  tenda dari seng.<br />
traos (bebasa)  :  terasi.<br />
trasi :  terasi.<br />
trēlēp, kilat.<br />
trembalap :  ancang-ancang ,lari kencang sebelum melakukan lompatan.<br />
trētēan  :  berjalan pelan sambil berpegangan sesuatu, anak kecil sedang belajar berjalan.<br />
trigu  :  tepung terigu.<br />
trima : terima ; ora trima : menolak keras.<br />
trinjilan  :  biji (buah) pelir.<br />
trubus : bersemi.<br />
truka :  membuka usaha pertamaka<br />
li ; kt.lain tetruka.<br />
trukthuk  :  kereta  api jaman dulu<br />
trungthung  : mobil tua<br />
tudhung  :  pelindung hujan  selain payung.<br />
tukang : pekerja bangunan ;<br />
tuku  : beli.<br />
tulēn  :  asli,murni,tanpa campuran<br />
tum  :  model membungkus dengan daun pisang.<br />
tuma  :  kutu rambut.<br />
tuman  :  ketagihan, ingin melaku-<br />
kan lagi.<br />
tumang  :  tungku dari tanah.<br />
tumbas  (bebasa) :  membeli.<br />
tumbleg  :  seruduk.<br />
tumpal  :  bagian belakang   sarung palekat.<br />
tumpuk  :  tumpuk.<br />
tuna  :  rugi.<br />
tunggu :  tunggu.<br />
tunggang : (nunggang) naik ; tung-<br />
gangan : kendaraan<br />
tuntun :  tuntun ; nuntun : menun<br />
tun.<br />
turah  : sisa.<br />
turu  :  tidur.<br />
turuk  :  kemaluan wanita,vagina.<br />
turun  :  tiru.<br />
turutan : juz amma’, kitab yang beri<br />
si surat-surat pendek Al Qur’an.<br />
tutu  :  tumbuk padi ; nutu :menum<br />
buk padi.<br />
tutul  :  titik besar , belang ; macan<br />
tutul   :harimau belang ;<br />
tutul (nutul) :  menyentuh pelan dengan ujung jari<br />
tutup : tutup.<br />
tutur   :  lapor, memberitahu.<br />
tutus  :  tali pengikat dari bambu ,biasa dipakai untuk mengikat sayuran.</p>
<p>u</p>
<p>ubed-ubed  :  ikat kepala.<br />
ubeng  :  putar  ; mubeng : berputar<br />
uber : uber,kejar.<br />
ubub  :  pompa angin yang dipakai  pande besi atau atau perajin emas<br />
ucek-ucek  :  menggosok mata.<br />
ucik-ucik  :  bujuk ; diucik-uciki :<br />
dibujuk.<br />
uceng :  sejenis ikankecil,wader.<br />
ucul  :  lepas.<br />
udag  :  kejar.<br />
udhal (udhal-udhal) : membong-<br />
kar sebuah tumpukan untuk mene-<br />
mukan sesuatu.<br />
udhar  :  lepas ikatan ; udhar-udhar :  melepas pakaian.<br />
udhēt  :  belatung.<br />
udhun  :  turun  ;  udhun-udhun<br />
an : tradisi masyarakat Tegal pada minggu terakhir dalam bulan Puasa,biasanya ditandai dengan saling mengirim makanan.<br />
udud  :  merokok.<br />
ugel-ugel  :  pergelangan tangan.<br />
ujub : takabur.<br />
uget-uget  : jentik-jentik,larva.<br />
uja (nguja)  : sengaja.<br />
ujar : kata.<br />
ujub  :  takabur.<br />
ujug-ujug : tiba-tiba.<br />
ula  :  ular ;  ula-ula : tulang bela -<br />
kang.<br />
ulat  :  roman muka.<br />
uleg-uleg  :  batu atau kayu penum buk sambal.<br />
ulem  :  undangan ; ulem-ulem : mengundang ; suara ulem : suara<br />
empuk.<br />
uleng : menjambak dan memutar-mutar rambut(orang lain),biasanya dilakukan oleh wanita dalam kedaan<br />
marah.<br />
ules  :  ampilan fisik.<br />
ulir  :  putar.<br />
ulur  :  ulur,dipanjangkan.<br />
um : panggilan yang sering digu na kan untuk mengganti pak atau  paman (dari Bhs.Belanda oom).<br />
umak-umik  :  komat kamit  ;  kt.lain umis-umis.<br />
umbah :  cuci ; kumbahan : cucian ; umbah-umbah : mencuci<br />
pakaian ; kt.lain kumbah.<br />
umbel  :  ingus.<br />
umbrus  :  banyak omong tanpa bukti.<br />
umbul :  membubung, melambung ke atas.<br />
umbul-umbul  : hiasan dari kain warna warni yang diikatkan di  bam<br />
bu, dan dipasang dipinggir jalan a-<br />
tau di mulut gang, biasanya meru<br />
pakan alat promosi atau tanda o-<br />
rang punya hajat atau keramaian.<br />
umeb  :  mendidih.<br />
umres  :  banyak omong.<br />
umrik : sering menggaruk-garuk kulit karena  kegatalan ; kt.lain . kedhik  ; tidak mau diam  (kt.kiasan)<br />
uncang-uncang  : kaki  berjuntai.<br />
undar  :  sejenis permainan judi menggunakan piringan yang diputar,komidi putar<br />
undha &#8211; usuk  :  ditata sesuai ukuran<br />
undhag  :  undak<br />
undha-undhi  :  sebaya,tidak begitu beda umur<br />
undur-undur  :  larva capung didalam pasir yang berjalan seperti  mundur<br />
uneg-uneg  : unek-unek , perasaan yang terpendam<br />
unggah  :  naik  ;  unggah-ungga<br />
han : kenaikan kelas<br />
ungsum  :  musim<br />
unjuk : naik , keatas<br />
unthuk  :  busa<br />
unting  :  ikatan kecil (biasanya sayuran)<br />
untut  :  memasukkan makanan berupa serbuk sedikit demi sedikit kedalam mulut<br />
unyeng-unyeng  :  pusar rambut dikepala<br />
unyer : putar ;  kt.lain gunyer.<br />
upa  :  butir nasi<br />
upet  :  tali sabut panjang diguna kan untuk menyimpan api dengan cara dibakar ujung nya (jaman dulu)<br />
upil  :  upil, kerak ingus dihidung ;  serpihan kulit dari luka yang mengering<br />
urab  :  urap,    macam-macam sayuran direbus dan dibumbui sambal kelapa<br />
urak  :  usir<br />
urip  :  hidup<br />
urub  :  nyala<br />
urug  :  timbun, tambah nasi<br />
urun  :  iuran, ikut membiayai<br />
urus-urus  :  obat pencahar<br />
usum  :  musim<br />
uthek-uthek kuping  :  korek kuping.<br />
uwak  :  kakaknya bapak atau ibu<br />
uwar  :  pemberitahuan ; uwar-uwar : memberitahu kepada orang<br />
banyak,pengumuman<br />
uwis : sudah ; disingkat wis.<br />
uwos  (bebasa)  :  beras  ;  kt lain wos.<br />
uwong : orang ; kt.lain wong<br />
uyah  : garam<br />
uyuh  : air kencing<br />
uyup  :  minum kuah pelan-pelan langsung dari piring.</p>
<p>w</p>
<p>wa  :  panggilan untuk uwak.<br />
wader : sejenis ikan kecil.<br />
wadon : perempuan  ; wong wa -<br />
don : orang perempuan,bisa juga  berarti istri .<br />
wadhag  :  kasar.<br />
wadhah  :  tempat.<br />
wadhuk  :  lambung,  bendungan air.<br />
wadul  :  mengadu.<br />
wadung  :  perkakas untuk membelah kayu.<br />
wagu  :   kaku ,tidak serasi.<br />
wajan  :  penggorengan.<br />
waledan  :  uang tunjangan yang baru dibayar  sekaligus selama beberapa bu-lan<br />
walēh : mengaku<br />
wales  : balas.<br />
walesan  :  gagang alat pancing<br />
walimah  :  kenduri<br />
wanci  :  kapok,tidak berani lagi<br />
wang : rahang ;  sangga wang  : melamun  (kt. kiasan)<br />
wangsit :  pesan gaib, ilham<br />
wangsul  (bebasa) :  pulang<br />
wangwa  :  arang yang menyala<br />
wani  :  berani<br />
wanyad : jelek (kt. ejekan)<br />
wantu  :  tambah lagi<br />
wantun (bebasa)  :  berani<br />
warah  :  beritahu<br />
warang  :  wanita galak<br />
waras  :   sembuh ,  tidak gila<br />
wareg  :  kenyang<br />
waring  :  jala ; kt.lain jaring.<br />
waru  :  sejenis tanaman<br />
warung  :  toko kecil, rumah makan kecil<br />
waton  :  bagian tepi dipan kayu<br />
wawuh  :  kenal, baikan, setelah lama tidak saling bicara<br />
wayu : istri dari pria  yang poligami, basi  ; di-wayu : di-poligami  ; idu wayu :ludah basi<br />
wedel  :  celup, pewarna  kain<br />
wedi  : takut<br />
wedhi  :  pasir<br />
wedos  (bebasa) : takut  ; (ngoko) wedi.<br />
welur : terus menerus tidak putus-putus (kendaraan ,lalu lintas, orang berjalan ).<br />
weluku  : alat untuk membajak sawah.<br />
wēlan  :  terlihat dengan jelas.<br />
wentis  :  betis.<br />
wēra  :  ramai,semarak.<br />
wereng  :  hama padi<br />
werit  :  gawat<br />
wētan  :  timur<br />
weton  :  hari kelahiran<br />
weweg  : perkasa, tegap<br />
widhig  :  nyiru besar<br />
wilah : bilah , bambu yang dipotong tipis<br />
wilang : hitung<br />
wingka  :  patahan genting  kt.lain talawengkar<br />
wingking  (bebasa) :  belakang<br />
wira-wiri :  mondar mandir  ;  kt.lain riwa-riwi<br />
wirog  :  tikus besar<br />
wiru  :  lipat<br />
wis : sudah<br />
wit :  pohon ;  pawitan : pokok,<br />
modal ; kt.lain uwit.<br />
wonten (bebasa) :  ada ; kt.lain wēntēn.<br />
wrangan  : racun yang dioleskan di keris (arsenik).<br />
wrangka  :  rumah keris.<br />
wuda  :  telanjang; wuda blejed :<br />
telanjang bulat.<br />
wudel  :  pusar.<br />
wuduk  :  uduk (nasi yang dimasak dengan santan)<br />
wudun  :  bisul.<br />
wukan  :  telur busuk.<br />
wuled  :  kuat ,tidk mudah putus.<br />
wungu : ungu  ;  wungu terong :<br />
warna ungu seperti warna terong.<br />
wungkal  :  batu asah.<br />
wulu  :  bulu ; banyu wulu  :  air wudhu<br />
wurung  : batal,urung.<br />
wuwung  : bubungan (rumah)</p>
<p>y</p>
<p>ya  :  ya, mengiakan,setuju.<br />
yasa  : sawah /tanah milik turun temurun.<br />
yiyid  :  lendir.<br />
yu  : panggilan untuk kakak perempuan,<br />
singkatan dari mbakyu.<br />
yuyu : ketam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ccvcku.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ccvcku.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ccvcku.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ccvcku.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ccvcku.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ccvcku.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ccvcku.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ccvcku.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ccvcku.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ccvcku.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ccvcku.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ccvcku.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ccvcku.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ccvcku.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ccvcku.wordpress.com&amp;blog=5301235&amp;post=174&amp;subd=ccvcku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ccvcku.wordpress.com/2010/06/26/kamus-bahasa-tegal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fbb40ce54c00af301efa6e696bc43fe9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ccvcku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
